Community Leadership
Institute (CLI) memberi Anda Program
sangat inspiratif-hidup berubah dan kesempatan http://www.pembangunan.net/institut-kepemimpinan-komunitas.php
Sabtu, 18 Februari 2017
Kamis, 16 Februari 2017
DELEGASI CARA ALLAH MEMIMPIN
DELEGASI CARA ALLAH MEMIMPIN
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR:
Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
28. Kemudian
Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang
diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat.
Pokok Pemahaman:
- 1. Allah dapat melakukan apa saja. Manusia perlu bantuan Allah dan sesama manusia dalam mewujudkan sesuatu.
- 2. Allah dalam hikmat-Nya mengundang dan memberi kesempatan kepada setiap orang berpartisipasi dalam mewujudkan misi Agung dari Allah dalam menyelamatkan manusia dari dosa, memulihkan hubungan dengan Allah (kristenomi), mengusahakan, memelihara dan merawat bumi beserta segala isinya (trilogy misi).
- 3. Allah memelihara segala ciptaan-Nya dengan mendelegasikan kepada manusia tugas dan kewenangan dengan tujuan ciptaan-Nya ada secara berkelanjutan (kekal) dan memuliakan Allah.
- 4. Dalam mendelegasikan, Allah melengkapi manusia dengan Roh Allah, sehingga manusia mempunyai kemampuan melaksanakan apa yang dikehendaki oleh Allah.
- 5. Dalam melancarkan pelaksanaan tugas mewujudkan impian yang besar, Allah memberi kewenangan kepada satu orang untuk mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangannya kepada orang lain, sehingga tercipta organisasi dan hirarki.
- 6. Allah dalam Yesus Kristus juga melaksanakan pendelegasian tugas dan kewenangan kepada para Rasul, murid-Nya, dan kepada seluruh umat Kristen di seluruh dunia, melalui pemuridan dan pengutusan.
- 7. Tugas dan kewenangan didelegasikan kepada orang yang: kompeten, berkarakter ilahi, dapat dipercaya, tidak mau menerima suap (the right man on the righ place on the right time).
Delegasi adalah memberi ikatan dari tanggung jawab atau
wewenang kepada orang lain (biasanya dari pimpinan/direksi/manajer kepada
bawahan) untuk melaksanakan kegiatan tertentu, seperti memilih bahan yang tepat
saat memproduksi barang. Ini adalah salah satu konsep inti kepemimpinan manajemen.
Namun, orang yang mendelegasikan pekerjaan tetap bertanggung jawab atas hasil
dari pekerjaan yang didelegasikan. Delegasi memberdayakan bawahan untuk membuat
keputusan, yaitu pergeseran otoritas pengambilan keputusan dari satu tingkat
organisasi kepada satu tingkat lebih rendah dalam organisasi. Delegasi, jika
dilakukan dengan benar, tidak turun tahta, bukan pengambilalihan kekuasaan.
Kebalikan dari delegasi yang efektif adalah micromanagement, di mana seorang
manajer memberikan terlalu banyak masukan, arahan, dan review pekerjaan yang didelegasikan.
Secara umum, delegasi baik dan dapat menghemat uang dan waktu, membantu dalam
membangun keterampilan, dan memotivasi orang. Di sisi lain, delegasi miskin dan
lemah dapat menyebabkan frustrasi dan kebingungan untuk semua pihak yang
terlibat. Beberapa agen atau bawahan tidak mendukung delegasi dan
mempertimbangkan kekuatan pengambilan keputusan yang agak memberatkan.
Dibutuhkan
hikmat, pengetahuan dan seni mendelegasikan supaya produktif.
Dalam mewujudkan trilogy misi (pembangunan, kasih, dan
kerajaan), Allah melakukan-Nya melalui manusia. Allah dapat memimpin sendiri. Manusia
dalam memimpin membutuhkan bantuan Allah dan manusia lainnya. Kita, sesama kita,
dan Allah bersama-sama menentukan karya dan sukses kita. Orang lain membuat
kita mampu melihat lebih jelas dan terang. Orang lain menyokong kita supaya
dapat berada pada posisi yang lebih tinggi. Itulah janji Allah menjadi kepala
bukan ekor, karena kita didukung oleh orang lain berada di atas. Orang lain
memberi apa yang kita perlukan: ilmu, pengetahuan, inspirasi, motivasi,
semangat, barang, uang, alat, makanan, minuman, tempat tinggal, posisi,
organisasi, jabatan, dan seterusnya. Orang
lain hanya akan memberi dukungan dan bantuan, bila kita mampu memimpin.
Memimpin
motivasi mereka, memimpin kesadaran mereka, memimpin keinginan mereka, memimpin
kemampuan mereka, memimpin kesediaan mereka, memimpin keberhasilan mereka,
kemimpin kesetiaan mereka, memimpin pengorbanan mereka, dan seterusnya.
Pendelegasian tugas, artinya Allah tidak bekerja sendiri. Ia
mendelegasikan kuasa, anugerah, kemampuan, talenta, keikutsertaan-Nya sendiri
dalam misi-Nya. Allah sebagai pemimpin ulung, mendelegasikan kuasa dan
hikmat-Nya kepada ciptaan-Nya, sehingga masing-masing dapat berjalan dengan
baik. Allah mengatur sedemikian rupa sehingga segala mahkluk hidup mendapatkan
makanannya, berkembang biak dan memuji-muji-Nya. Musim berganti, waktu silih
berganti dengan teratur dan tepat. Matahari terbit tepat waktu, terbenam tepat
waktu dan tetap pada orbitnya. Matahari, bulan dan bintang dan segala jagat raya
beredar dan tidak saling tabrakan dari masa ke masa.
Manusia adalah mahkota segala ciptaan Allah. Mahkota adalah hiasan
kepala yang menghiasi kepala dengan cara melingkar dipakai oleh raja sebagai
simbol kekuasaan, biasanya terbuat dari atau dihiasi dengan logam mulia dan
perhiasan. Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Manusia memiliki
kemampuan seperti yang Allah miliki, yaitu kemampuan mendelegasikan tugas dan
kewenangan. Delegasi kepada orang-orang yang dipimpin untuk meraih sukses
mewujudkan impian besar yang Allah taruh dalam hatinya supaya menjadi
kenyataan.
Delegasi untuk mendukung kesuksesan. Bekerja seorang diri
adalah hambatan besar untuk meraik sukses dan mewujudkan impian besar menjadi
kenyataan. Sukses tidak berdiri sendiri. Jika mau berhasil mewujudkan impian
yang besar, maka delegasikan tugas dan kewenangan kepada orang lain.
Beberapa hal
penting tentang pendelegasian:
- 1. Pemimpin yang baik menciptakan pemimpin yang lain.
- 2. Pilih calon yang terbaik untuk ditahbiskan atau dilantik.
- 3. Pilih orang yang dapat dipercaya (trusted, loyal).
- 4. Pilih orang yang memiliki semangat tinggi terhadap pekerjaan (passion, pengabdian).
- 5. Pilih orang yang mampu memotivasi orang lain.
- 6. Pilih orang yang mampu menghargai rekan sekerja.
- 7. Pilih orang yang peka terhadap orang lain.
- 8. Pilih orang yang menguasai pengetahuan dan keterampilan teknis. (dapat mengerjakan pekerjaan, dapat menyelesaikan permasalahan, dapat mengatasi hambatan dengan nyata, hindari orang yang hanya ngomong - omong doing tanpa aksi atau hindari doa tanpa bekerja).
- 9. Pilih orang yang mau dan mampu bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan apa yang didelegasikan kepadanya.
Tuhan Yesus Kristus melaksanakan, mengajarkan dan
memerintahkan pendelegasian. Yesus mengajarkan perumpamaan tentang talenta. Yesus
mendelegasikan tugas dan kewenangan kepada para murid-Nya untuk memberitakan
Injil kabar baik, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, menjadikan
segala bangsa murid-Nya.
Matius 28
18. Yesus
mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di
sorga dan di bumi.
19. Karena
itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama
Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20. dan ajarlah
mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan
ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor
/ pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan
melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah
kanan.
Senin, 13 Februari 2017
JUS PELANGSING - Pulo Gadung | Tokopedia
JUS PELANGSING - Pulo Gadung | Tokopedia: Belanja online aman dan nyaman dari JUS PELANGSING - MEMBENTUK TUBUH SEHAT PRIMA IDEAL PROPORSIONAL
Rabu, 08 Februari 2017
ALLAH MEMIMPIN MANUSIA UNTUK MENCAPAI TUJUAN
ALLAH MEMIMPIN MANUSIA UNTUK MENCAPAI TUJUAN
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.
Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
10. Itulah
sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita
kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
Pokok Pembahasan:
1.
Setiap orang percaya, memiliki tujuan kehidupan
yang ditetapkan oleh Allah.
2.
Bagi orang Kristen, tujuan hidupnya adala
Kristus. Yaitu meninggikan Yesus Kristus, menjadi serupa dengan Yesus Kristus,
manusia Allah.
3.
Yesus Kristus ditinggikan di antara para:
penghuni sorga, penghuni bumi laut dan segala isinya, pembesar pemerintah dan
segala yang bernafas.
4.
Tujuan kehidupan yang tinggi membuat manusia:
hidup lebih gampang dan nikmat, dan hidup menjadi lebih berarti/bermakna.
5.
Mewujudkan tujuan dimulai dengan perencanaan.
Banyak orang menjalani kehidupan tanpa tujuan. Untuk mengetahui tujuan
hidup kita, kita mulai dengan pertanyaan: “Mengapa saya hidup?”. “Untuk apa
saya hidup?”. Hati-hati dengan paham materialism
dan hedonisme: manusia hidup bukan untuk memiliki dan memamerkan mobil mewah,
jet pribadi, rumah besar, lingkungan super elit, bebas banjir, keamanan 24 jam,
broad band generasi ketujuh, listrik tidak pernah padam, saluran televisi 3000
channel, kolam renang jumbo, spa, fitness, mall, full party, club siang malam, dll.
Manusia hidup bukan hanya untuk memenuhi segala macam kebutuhan lahiriah yang
berhenti di liang kubur. Jika tujuan hidup hanya sebatas materi, atau terkenal
seperti selebriti, maka manusia seperti itu sesungguhnya adalah orang-orang
paling malang dari segala manusia. Mengapa? Karena kehidupan tidak berakhir
hanya di dalam tubuh jasmani yang fana
ini. Manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Tanpa roh, manusia jiwa dan
tubuh hanya jadi zombie, mayat hidup. Yang
membuat manusia itu manusia hidup adalah
roh. Jadi, tujuan utama harus didasarkan kepada kepentingan roh, bukan daging,
bukan tubuh.
Bagi orang Kristen, Alkitab jelas mencatat bahwa tujuan hidup setiap
orang percaya adalah Yesus Kristus. Segala sesuatu diciptakan untuk Yesus. Baik
di sorga, di bumi, maupun di luar keduanya. Baik yang kelihatan maupun tidak. Berdasarkan
Alkitab (Bible), Allah menciptakan segala sesuatu untuk Yesus Kristus.
Manusia diciptkan, ditebus dari dosanya, dan dipelihara hidupnya untuk
Yesus Kristus. Tujuan hidup orang percaya hanya menghubungkan dan menyesuaikan
apapun yang ada di hati, pikiran, dan perbuatan dengan Yesus. Alkitab memiliki tema sentral adala Yesus
Kristus. Bagi orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus, tidak akan
memahami Alkitab (Bible). Tanpa mengenal Yesus Kristus membaca Alkitab adalah
suatu kebodohan. Alkitab berisi Allah
dan segala rancangan-Nya. Berisi Yesus Kristus sebagai kunci menafsirkan
memahmi Alkitab. Di sana dijelaskan penggenapan/perwujudan nubuat para nabi
zaman dahulu kala.
Alkitab (Bible) adalah Firman Allah berisi kehendak, kemauan,
rancangan, buah pikiran, dan tujuan Allah. Alkitab ditulis untuk menyelidiki
dan menemukan Yesus Kristus, karena setiap orang yang menemukan Yesus Kristus,
menemukan keselamatan dari hukuman kekal akibat dosa. Yesus adalah jalan, dan
kebenaran, dan hidup.
Bagi orang Kristen, Yesus Kristus menjadi begitu sangat penting, karena
menjadi tujuan hidup. Hidup diisi dengan perbuatan meninggikan dan membesarkan
serta memashurkan Yesus Kristus. Dengan meninggikan Yesus, orang percaya
menyadari tujuan yang baik dalam hidup, segala apapun yang terjadi dalam
kehidupan bertujuan untuk kebikan, menjadikan Yesus Kristus teladan dalam
kehidupan, menjadikan Yesus Kristus tujuan tunggal dalam kehidupan, tidak ada
yang dapat menandingi kepentingan Yesus Kristus seperti kekayaan kehormatan
kemuliaan diri sendiri, hidup adalah proses menjadi serupa dengan Yesus, Yesus
Kristus menjadi Tuhan untuk menuntun kehidupan.
Jika kita hidup sesuai tujuan yang ditetapkan oleh Allah bagi kita,
maka kita dapat meraih rancangan Allah, menjadi kepala bukan ekor, rancangan
damai sejahtera. Impian besar yang kita sampaikan kepada Allah dalam pikiran, doa,
ucapan syukur, atau yang diberikan Allah kepada kita menjadi lebih gampang
untuk diwujudkan. Allah mampu melakukan apa saja bagi kita,
dengan syarat dan ketentuan, kita berjalan sesuai dengan tujuan dan rancangan Allah
bagi kita.
Orang yang tidak mempunyai tujuan hidup cenderung untuk bekerja keras,
tetapi hasil yang diperoleh sedikit. Pengalaman seperti itu membuat hidup penuh
tekanan, stress, beban berat, lelah, penuh perselisihan dan pertengkaran. Tidak
bisa kita melaksanakan segala sesuatu. Yang harus kita lakukan adalah apa yang
Allah targetkan sebagai tujuan hidup yang tinggi.
Tanpa tujuan yang jelas, kita tidak mungkin fokus pad apapun yang kita
kerjakan. Tanpa tujuan yang jelas, maka dengan mudahnya kita dan gampang kita
merubah haluan, mengganti pekerjaan, mengabaikan hubungan dengan sesama, pindah
gereja. Walaupun secara rohani kita dipuaskan ketika pindah gereja, tetapi itu
menandakan tidak jelasnya tujuan hidup kita. Itu adalah ketidakpastian apa yang
telah kita jalani selama ini. Dengan mudahnya kita beralih jalur selalu
didasari harapan, setiap perubahan yang kita ambil akan menjadi jawaban atau
terwujudnya kebutuhan kita sekaligus mengisi hati kita yang terasa kosong. Tetapi
itu tidak terbukti. Kita kecewa lagi. Di tempat baru, kita tidak menemukan apa
yang kita cari. Di sana dia tidak ada. Ternyata, masalahnya tidak teletak pada
langkah perubahan yang kita ambil. Masalahnya adalah pada tujuan kehidupan yang
mendasari perbuatan kita. Kita tidak fokus (karena tidak tahu atau mengabaikan)
pada tujuan kehidupan yang seharusnya membantu kita mengerjakan apa yang
seharusnya kita selesaikan.
Memahami tujuan hidup akan mempersiapkan kita untuk kekekalan. Hidup ada
dua: fana dan kekal. Sementara dan selama-lamanya. Hidup di dunia ini fana,
hidup di sorga atau bumi baru yang berasal dari sorga itu kekal abadi. Segala kehebatan,
kekayaan, harta benda, property, yang kita raih di dunia ini akan dilupakan
orang dan hilang tanpa bekas. Jika kita berjuang dan bekerja keras hidup
sehari-hari untuk hal-hal duniawi yang
berhenti di lobang kubur, maka itu hanya tujuan hidup yang sementara.
Hidup yang benar, adalah hidup bijak dan mempergunakan segala waktu dan
fasilitas yang ada untuk kehidupan kekal. Hidup kekal adalah suatu anugerah
besar dari Allah. Allah menginginkan dan menuntun setiap orang untuk hidup
bersama-sama dengan Dia dalam kekekalan. Bagaimana caranya?
Dengan memuliakan, mengagungkan, meninggikan dan membesarkan Nama Tuhan
Yesus Kristus. Itulah tugas utama segala mahkluk yang ada di sorga, dan itulah
yang diminta dan diharapkan Allah dari makhluk yang ada di muka bumi ini, dan segala ciptaan Allah melakukan tugas yang
sama. Mengapa?
Karena itu kerinduan Allah. Itu kerinduan Tuhan Yesus Kristus sendiri. Itu
kerinduan dari Roh Kudus. Allah Tritunggal memiliki kerinduan yang sama. Kerinduan
adalah kebutuhan dan keinginan yang paling dalam dan mendasar. Jika Allah Tritunggal mempunyai tujuan hidup
bagi setiap orang, maka menjadi aneh dan memberontak jika kita ingin sukses dan
menyaksikan impian besar menjadi kenyataan tanpa menyesuaikan tujuan hidup kita
dengan Rencana Allah. Buktinya banyak,
hidup orang kaya, orang besar, orang terkenal, pengusaha, pejabat, raja,
pemimpin, selebriti… hidupnya akhirnya menjadi kesia-siaan, bahkan dihinakan
orang, dicibirkan. Mereka melaju tanpa arah yang jelas, akhirnya menabrak,
mati, dan hancur berkeping-keping.
Dalam rancangan Allah, Allah sendiri yang membuat kita sukses dan
mewujudkan impian besar yang kita miliki menjadi kenyataan. Allah memiliki
segala sesuatu dan mampu melakukan segala perkara. Karena itu, bersama Allah,
untuk sukses bukanlah perkara yang susah, tetapi adalah persoalan mudah dan
gampang. Yang dibutuhkan dari kita adalah menyesuaikan visi kita dengan visi
Allah. Tujuan hidup kita harus berdasarkan kepada apa yang Allah rencanakan
bagi kita. Allah sendiri yang menginginkan dan mendambakan kita supaya sukses. Sukses
adalah meneruksan pretasi yang telah kita capai, menjadi anak yang berkenan
kepada Allah, kemudian menyelesaikan rencana dan tujuan yang Allah tetapkan
bagi kita.
Rencana Allah menjadi rencana hidup kita. Perjuangan hidup, mengerjakan
tujuan kehidupan, itu seperti berperang. Setiap peperangan memerlukan
perencanaan. Banyak kekalahan kita alami dalam peperangan kehidupan ini,
peperangan rohani, peperangan mendaptkan pekerjaan sesuai idaman, peperangan
menjual barang, peperangan mengembangkan usaha, peperangan mendapatkan kursi
parlemen, peperangan mendapatkan kursi pemerintahan, dan seterusnya… karena
kita hidup tanpa perencanaan. Banyak hal
kita lakukan dengan mendadak. Dadakan membuat kita pusing tujuh keliling, panik,
dan mendapat tekanan jiwa yang keras. Kita
harus memiliki rencana besar, rencana jangka panjang, rencana jangka menengah,
dan rencana jangka pendek. Kita harus memiliki rencana harian. Mulai yang
sederhana: bangun jam berapa, makan jam berapa. Apakah yang harus kita kerjakan
pada hari ini? Apakah yang harus kita kerjakan pada hari esok? Apakah yang
harus saya kerjakan setiap hari mulai dari Senin sampai dengan Minggu? Dari harian
kita membuat rencana mingguan, bulanan, tahunan, lima tahunan, dan seterusnya.
Rencana itu membantu kita fokus mengerjakan apa yang harus kita
kerjakan. rencana itu membatasi diri kita keluar jalur yang sudah ditentukan
bagi kita. Rencana itu menjadi pagar bagi kita untuk dilindungi dari godaan
yang datang saat kita menghadapi kerasnya kehidupan dalam menyelesaikan tugas
kita. Rencana itu menjadi peta, penuntun, mengarahkan ke target, memaksa kita fokus,
memberi arah, mengatur langkah kita. Antara waktu dan tugas, bersatu dalam
rencana. Rencana membantu kita memikirkan kehidupan yang lebih baik dan
menghindari sikap menunggu apa yang akan terjadi.
Harus disadari bahwa tidak semua rencana kita akan terjadi. Tidak semua
yang kita rencanakan akan berhasil. Segala keputusan akhir ada di tangan Tuhan.
Walaupun begitu, rencana tetap sangat penting bagi kita. Kita tetap melakukan
apa yang sudah kita rencanakan, apa yang ada dalam pikiran dan hati kita. Dengan
rencana, kita menetapkan langkah yang terbaik untuk meraih tujuan dan tetap fokus.
Keinginan yang tidak dituangkan ke dalam rencana aksi adalah mimpi yang mati. Rencana
membantu kita membayangkan apa yang akan
terjadi. Dengan rencana, yang kita perbaiki terus menerus, maka segala sesuatu
dapat kita tempatkan pada tempatnya pada waktunya masing-masing, sehingga
peristiwa yang satu dengan yang lain saling membantu mencapai tujuan.
Memiliki suatu perencanaan artinya kita telah mengambil keputusan untuk
melaksanakan apa yang ada dalam mimpi menjadi kenyataan. Perlu diingat,
perencanaan itu hanyalah alat, setiap alat dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan. Ketika butuh
kita pakai, ketika tidak butuh, kita simpan. Alat jangan sampai menghambat dan
merepotkan kita. Gunanya alat untuk mempermudah memperlancar urusan kita.
LUKAS 14
28. Sebab siapakah di
antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat
anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29. Supaya jikalau ia sudah
meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang
yang melihatnya, mengejek dia,
30. sambil berkata: Orang
itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor
/ pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah / sekolah / berbisnis /
membeli silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom
sebelah kanan atau klik dan isi contact us di http://www.lemsakti.com/contact-us.php . Pelayanan online kami silahkan
kunjungi: http://www.lemsakti.com http://www.pembangunan.net/ http://www.konstruksimart.com http://www.semfarm.biz/ http://www.herbalmami.com/ https://www.muki-online.com
SEM FARM - Pulo Gadung | Tokopedia
SEM FARM - Pulo Gadung | Tokopedia: Belanja online aman dan nyaman dari SEM FARM - produk farming ut sehat prima ideal proporsional
Rabu, 01 Februari 2017
ALLAH MEMIMPIN KITA MEWUJUDKAN IMPIAN MELALUI JALAN KEHIDUPAN
ALLAH MEMIMPIN KITA MEWUJUDKAN IMPIAN MELALUI JALAN
KEHIDUPAN
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR:
Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
Yohanes 14:6 … Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak
ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku…
Pokok Pemahaman:
- 1. Apapun yang Allah lakukan, Dia melakukannya di dalam dan melalui Yesus Kristus.
- 2. Apapun yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah atas perintah Allah, di dalam kuasa dan kewenangan Allah, untuk menyenangkan Allah.
- 3. Yesus Kristus dan Allah adalah satu, membuat Dia menjadi jalan bagi kita untuk bertemu Allah. Bertemu Allah membuat kita mengetahui dengan pasti untuk apa kita hidup. Apa misi Allah untuk kita tuntaskan dalam kehidupan kita.
- 4. Yesus menjadi jalan bagi kita (manusia) karena Yesus adalah manusia. Allah menjelma menjadi manusia di dalam manusia Yesus.
- 5. Yesus Kristus menjadi jalan kehidupan kita dengan cara membantu kita: berjalan dalam hidup baru, berjalan dengan iman, berjalan sesuai panggilan hidup kita, hidup seperti Yesus Kristus hidup.
Apakah jalan kehidupan? Dalam ajaran lisan dan tertulis yang
telah berabad-abad, dinyatakan bahwa … Yesus adalah jalan kehidupan…
Menurut Bible/Alkitab dan ajaran turun temurun Orang
Kristen, Allah telah menjelma dalam diri Yesus Kristus. Itulah alasannya
mengapa Dia menjadi jalan, karena Dia sendiri adalah Allah. Jalan ke Allah yang
paling tahu, dan paling benar adalah Allah sendiri. Yesus mengakui sendiri
bahwa Dia dan Allah adalah satu. Apa yang Yesus katakana berasal dari Allah.
Apa yang Yesus kerjakan diperintahkan oleh Allah. Apa yang dikerjakan oleh
Allah, Allah kerjakan melalui Yesus Kristus. Segala sesuatu termasuk Kuasa
telah diserahkan oleh Allah kepada Yesus Kristus. Itulah mengapa disebut apa
yang diperbuat oleh Yesus Kristus adalah diperbuat oleh Allah.
Allah melakukan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya melalui
Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah tangan Allah, kaki Allah, mata Allah,
telinga Allah, Yesus adalah Allah. Belas kasihan yang Yesus nyatakan kepada
siapapun adalah belas kasihan Allah.
Kekuasaan dan kewenangan Allah diberikan kepada Yesus
Kristus karena Dia rela berkorban, Dia setia, Dia menjadi manusiadan taatsampai
mati di kayu salib. Kalau Tuhan Yesus hanya manusia,dan bukan Allah sendiri,
mengapa kita harus sembah Dia? Kalau manusia, dia tidak akan lebih dari seorang
nabi, seorang ahli Taurat, seorang alim ulama. Seorang yang hidup tanpa dosa.
Jika hanya sebagai manusia, maka dia tidak berguna apa-apa bagi kita. Dia tidak
dapat menjadi jalan bagi kita. Paling dia menjadi penunjuk jalan.
Kita menemukan jalan yang benar, karena kita telah
dibersihkan dari kekotoran kita, kebutaan kita, kebodohan kita, kelemahan kita,
dosa-dosa kita: kematian Yesus membuka jalan bagi kita, kebangkitan Yesus dari
kematian membuka jalan bagi kita, kematian dan kebangkitan-Nya membuka jalan
bagi pengampunan dosa kita, hidup damai sejahtera, dan hidup dalam kemenangan
atas iblis.
Tanpa kematian Yesus Kristus di kayu salib, manusia tidak
menemukan dan tidak dapat menerima pengampunan dan penyucian atas dosa-dosanya.
Darah Yesus yang tercurah memberi jalan pengampunan. Dengan darah Yesus yang
tercurah ada pengampunan, ada pendamaian, ada pembenaran, ada penebusan, ada
pengudusan, hubungan kita dipulihkan untuk selalu dekat dengan Allah.
Untuk sukses mewujudkan impian, seperti Allah sukses
mewujudkan impian-Nya membangun hubungan dengan manusia, maka kita juga
diharuskan memenuhi syarat dan ketentuan. Kita harus percaya dan menjadikan
Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat pribadi, harus mati bagi dosa-dosa kita,
menjalani kehidupanbaru bersama Yesus setiap saat. Jika kita melanggar
ketentuan ini, melakukan dosa lagi, hidup dalam dosa lagi setelah kita ditebus,
setelah kita dibebaskan dengan cara dibeli dengan pembayaran oleh Darah Yesus,
maka segala jalan kita tertutup. Jangan percaya kepada ajaran yang mengatakan
sekali selamat tetap selamat. Itu omong kosong. Yang benar adalah Kita selamat
ketika sudah diselamatkan dan kita tetap mempertahankan keselamatan kita. Kita
harus tetap mengerjakan (menjaga, merawat, memelihara) keselamatan kita. Kalau
tidak, kita masuk lagi ke lembah kekelaman dan kehancuran.
Mengapa kalau sudah diselamatkan oleh Yesus Kristus,
kemudian kita jatuh ke dalam dosa tertutup jalan bagi kita? Karena dosa-dosa
kita membuat telinga Allah menjadi tuli. Tangan Allah dihambat oleh dosa-dosa
kita sehingga tidak dapat berbuat untuk sukses kita. Dosa kita menutup jalan
Allah. Kalau dosa menutup jalan Allah, itu sama saja dengan menutup jalan bagi
Yesus Kristus.
Kita menjalani kehidupan yang baru artinya kehidupan kita
tidak lagi dikuasai oleh kehidupan daging semata, duniawi, yang maunya
senang-senag secara kedagingan. Kedagingan artinya yang dirasakan oleh daging,
yang dilihat oleh mata, yang didengar oleh telinga, yang dikecap oleh lidah. Kehidupan
yang dituntun oleh keinginan daging membuat manusia terjerumus dan terbenam
dalam lumpur percabulan, pornograpi, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala
(melupakan Alla), perseteruan/konflik/sengketa/berkelahi/berantam/perang,
percideraan/aniaya/kasar/kekerasan/memaksakan kehendak, roh
pemecah/perceraian/pemisahan, kedengkian/iri/sirik/cemburu buta, kemabukan/teller/fly/nyabu/minuman
keras/narkoba, pesta pora/senang-senang/malas/ngerumpi/gossip/hoax, dan segala
perbuatan kejahatan lainnya seperti: mencuri/merampok/membajak/menjiplak/menyontek/menyelundup/korupsi/garong/jambret,
dll. Semua keinginan daging, duniawi,perbuatannya jelas dimurkai/dimarahi oleh Allah.
Semuanya menghambat kita meraih sukses.
Kehidupan baru artiya hidup dalam roh, dipimpin dan dikuasai
oleh Roh Kudus. Hidup Baru dituntun dan
dipenuhi Roh Kudus sehingga menghasilkan Buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, lembut hati, dan penguasaan diri. Semua
hukum yang berlaku bagi manusia mendukung perbuatan dan buah Roh Kudus. Berbuah
Roh Kudus menandakan Allah sudah membuka jalan bagi kita untuk meraih sukses
mewujudkan impian besar yang Allah taruh dalam hati kita.
Manusia baru hidup berdasarkan iman. Dengan iman kita
menyenangkan Allah. Dengan iman Allah membuka jalan kita. Iman menjadikan yang
tidak ada menjadi ada. Iman menciptakan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Iman
menciptakan mujizat dalam kehidupan orang yang berkenan kepada Allah. Iman memberikan
kewenangan kepada Allah untuk bertindak. Iman menerima sepenuhnya dengan
percaya apa yang dijanjikan Allah. Iman tidak mempertanyakan kebenaran Allah
dan janji-Nya. Dengan iman kita mengalahkan dunia.
Musuh iman adalah keraguan, kuatir, putus asa, bimbang,
meragukan Allah, bingung, dst. Iman memandang dengan hati, tidak bergantung
pada pancaindra. Jika kita menjalani kehidupan dengan pancaindra, maka hidup
kita penuh dengan ketakutan. Kita menerima berita-berita dari media
konvensional dan elektronik semua membuat kita takut, marah, putus asa, stress.
Kita nonton tv: di sana ada demo, anarkis, bom, terror, bencana alam, pejabat
ditangkap kpk, koruptor, ulama yang aneh. Pancaindra kita dirusak setiap saat
oleh informasi di sekitar lingkungan kehidupan kita. Roh kita disiksa bila kita
mengandalkan pancaindra. Logika kita tumpul, pengetahuan kita terbatas, ilmu
tidak dapat menjawab semua pertanyaan kita. Banyak hal yang tidak kita mengerti
ketika mengandalkan pancaindra, termasuk tumpukan pengalaman dan pengetahuan
kita. Tidak pernah cukup.
Hidup baru menawarkan jalan hidup dalam roh. Hidup dalam roh
mengandalkan iman. Iman mengetahui bahwa kita membutuhkan Allah untuk
menyelesaikan permasalahan kita. Iman tahu bahwa Allah sanggup menolong kita. Iman
kita tahu bahwa hanya permintaan dan peristiwa yang memuliakan Allah yang Allah wujudkan dalam hidup kita. Kita tahu,
kita sangat terbatas, sehingga membutuhkan bantuan dari luar diri kita. Kita tahu,
bahwa sumber bantuan yang paling berkuasa dan paling mampu menolong kita di muka
bumi ini hanyalah Allah. Jadi, kita tahu, tahu, tahu …itulah iman.
Iman membantu kita memahami bahwa setiap orang percaya
(artinya beriman, memiliki iman, hidup berdasarkan iman) mendapat panggilan
dari Allah untuk menyelesaikan suatu misi tertentu. Hidup kita hanya akan
berarti, sukacita, melebihi bahagia,
bila hidup kita untuk menunaikan misi tersebut. Hidup kita harus sesuai dengan
misi panggilan kita. Kegagalan hidup seseorang terjadi karena dia hidup
mengerjakan hal yang berbeda dengan misi Allah terhadap dirinya. Dia gagal
karena tidak melakukan pekerjaan untuk menunaikan misinya. Melakukan sesuatu
yang berbeda dengan misi hidup kita membuat kita tidak bisa fokus, tidak dapat
konsentrasi. Kita tidak dapat memaksimalkan bakat (kemampuan sejak lahir),
talenta (sumber daya yang tersedia sejak lahir), kompetensi (kecakapan dan
kemampuan yang kita kembangkan) kita. Kita akan terobang ambing ke sana kemari,
terlempar ke sana kemari, berputar-putar menghabiskan waktu, memboroskan umur
kita.
Kesanggupan setiap orang berbeda. Setiap orang dipanggil
Allah dengan panggilan yang berbeda. Setiap orang unik. Kita harus berjalan
sesuai dengan keunikan kita masing-masing. Dalam setiap keunikan pasti ada persamaan umum untuk mempersatukan sekelompok
orang untuk kecakapan tertentu. Itulah mengapa tersedia banyak profesi, vokasi,
jabatan, kegiatan, dst. Jika Allah memanggil kita untuk menunaikan suatu tugas
memenuhi misi kita, otomatis Allah memberikan kemampuan dan kecakapan kepada
kita untuk melaksanakan tugas menunaikan misi tersebut. Allah pasti
memperlengkapi kita. Salah satu modal dasar (talenta) yang disediakan oleh
Allah bagi kita adalah semangat, kehidupan itu sendiri. Semangat ditandai
dengan kesukaan dan kenikmatan yang melahirkan passion (pengabdian). Bila kita
bekerja tanpa passion, maka hasilnya tidak akan maksimal. Passion adalah
anugerah Allah kepada seseorang untuk menunaikan melaksanakan pekerjaannya.
Untuk memampukan kita berkarya mewujudkan impian besar kita
maka kita harus tertarik kepada apa yang kita kerjakan. Kita tertarik melihat
hasil kerja kita. Salah satu tanda Anda tertarik dengan pekerjaan Anda adalah
Anda mudah tersenyum ketika membicarakan pekerjaan Anda. Dengan senyum
menandakan ketertarikan menandakan semangat menandakan panggilan Allah pada
diri Anda. Panggilan Allah membuat orang mampu mengutarakan cita-cita hidupnya.
Cita-cita hidup yang sepadan dengan panggilan Allah memampukan orang menjadi tokoh
besar dalam bidangnya dan tokoh kemanusiaan, untuk ditiru, menginspirasi, untuk
dinikmati oleh orang lain karyanya. Yesus Kristus memberikan teladan, contoh, inpirasi,
semangat, kecakapan, jalan kehidupan untuk mewujudkan panggilan kita.
Setiap orang yang mengaku berada dalam Yesus Kristus wajib
hidup seperti Yesus Kristus. Jika kita ingin Yesus Kristus menjadi jalan (jalur,
saluran yang dilewati) dalam kehidupan kita, maka kita wajib hidup seperti
Yesus. Untuk mampu hidup seperti Yesus, maka kita harus berada di dalam Dia. Artinya,
memiliki persekutuan, hubungan yang akrab, yang intim dengan Dia. Kita di dalam
Dia, dan Dia di dalam kita. Hidup di dalam Dia kita harus hidup di dala roh,
dipimpin oleh Roh Kudus. Kita harus hidup dalam terang (kebenaran) dan keluar
dari/meninggalkan gelap (dosa, kejahatan). Terang tidak mungkin bersatu dengan
gelap. Dimana ada terang, disitu kegelapan menghilang. Hidup di dalam Yesus
berarti hidup dalam kebenaran yang dipimpin oleh Roh Kudus. Terang hanya
berbuahkan dan melaksanakan kebaikan, keadilan, kebenaran. Terang hanya dapat
melakukan dan mengerjakan segala hal yang menyenangkan Allah. Hidup yang kita
jalani di dalam Allah adalah kehidupan yang bertumbuh di dalam kekudusan. Kudus
artinya hanya untuk Allah. Kekudusan dimulai
dan tetap dipelihara di dalam hati. (ingat: hati adalah perpaduan antara roh
dan jiwa). Hidup kudus artinya hidup tidak bercela dan tidak bernoda di hadapan
Allah. Yesus Kristus adalah Kudus, dalam dia kita mendapatkan diri kita ‘dikuduskan’,
dikhususkan untuk menyenangkan Allah.
10. Karena
kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan
baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di
dalamnya.
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor
/ pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan
melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah
kanan.
Sabtu, 28 Januari 2017
ALLAH MEMIMPIN MELALUI ROH ALLAH
ALLAH MEMIMPIN MELALUI ROH ALLAH
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR:
Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
17. Akan
terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke
atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat,
dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu
yang tua akan mendapat mimpi.
33. Dan
sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan
menerima Roh Kudus yang dijanjikan
itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
10. Karena
kepada kita Allah telah menyatakannya
oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi
dalam diri Allah.
Pokok Pemahaman:
- 1 Roh manusia adalah bagian dari Allah yang ditempatkan dalam diri manusia sehingga manusia itu hidup. Aku adalah AKU.
- 2. Roh Yesus diberikan kepada manusia ( =lahir baru) yang rohnya telah rusak oleh dosa, sehingga manusia itu dapat hidup kekal bersama Allah.
- 3. Roh Kudus adalah Roh Allah yang diberikan kepada manusia supaya manusia itu memiliki sebagian kuasa yang berasal dari Allah.
- 4. Roh Kudus berkuasa melakukan hal-hal ilahi melalui manusia seperti: 1 Korintus 12 8. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 11. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
- 5. Roh Kudus berkuasa membentuk manusia baru sehingga menghasilkan perilaku ilahi seperti: Galatia 5: 22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
- 6. Roh Kudus hanya dapat berkuasa di dalam diri kita bila kita memenuhi syarat dan ketentuan: kita sadari dan menghormati kehadiran-Nya, berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, menyenangkan-Nya, kita menjadi anak Allah (= menerima, percaya dalam hati mengaku dengan mulut Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, = dilahirkan kembali), ikut menderita dan dimuliakan bersama Yesus.
Dipimpin Roh Allah artinya kita melakukan apa yang seturut
dengan kehendak Allah. Yang berencana, berpikir, berkata-kata, bertindak,
memperbaiki diri, tetap diri kita sepenuhnya, tetapi di sana ada Roh Allah
menemani kita. Kita tidak pernah menyerahkan apa yang menjadi tugas dan
tanggung jawab kita untuk dikerjakan oleh Allah, tetapi tetap kita yang
kerjakan, dalam keadaan dan tempat dimana Allah selalu hadir. Banyak orang yang
salah mengartikan kebaikan Allah dengan menganggap Allah yang mengerjakannya
untuk kita. TIDAK. Tetapi, tetap manusia yang paling bertanggung jawab untuk
mencapai tujuannya, mewujudkan impian besarnya dengan sukses. TUHAN HADIR untuk
memampukan kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita. Kehadiran TUHAN
membuat kita sukses mengerjakan tugas dan tanggung jawab kita. Kita sebagai
manusia harus tetap aktif, bahkan proaktif, bila perlu superaktif. Ketika kita
aktif, sibuk mengerjakan tugas kita dalam kesadaran Allah ada bersama kita,
saat yang bersamaan Allah memberkati pekerjaan kita sehingga apapun yang kita
perbuat menjadi berhasil oleh karena kasih karunia Allah. INGAT: kita bekerja,
Allah membuatnya berhasil.
Bagi orang yang sudah lahir baru, yang telah menerima Yesus
Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat peribadinya, Allah mengaruniakan Roh
Kudus untuk memipin hidup orang itu. Roh Kudus adalah Roh yang aktif. Dia
bergerak terus seperti angina. Dari mana datangnya dan kemana perginya tidak
seorangpun tahu (tapi dapat dipelajari, sehingga dapat diperkirakan asal dan
arahnya, bahkan kecepatannya. Ilmunya SPIRITOLOGY. Untuk angin termasuk Perkiraan/Prakiraan Cuaca. Fenomena
meteorologi adalah aktivitas cuaca yang
dapat diamati dan dijelaskan dengan ilmu meteorologi.).
Roh Kudus memimpin kita dengan memberi inspirasi sekaligus
petunjuk kemana kita harus melangkah, bagaimana harus kita mengerjakan, tugas
dan tanggung jawab kita dalam kehidupan. Roh Kudus hanya bersedia memimpin kita
dengan ketaatan penuh, penyerahan total. Roh Kudus dalam kesediaan kita untuk
dipimpin, memberi kemampuan kepada kita dalam setiap tahapan proses kehidupan.
Roh Kudus memimpin artinya Dia yang memegang kendali dan kita mengikuti. Roh
Kudus sebagai kuasa Allah dari sorga menguasai roh kita, sehingga kita dengan
bebas berdasarkan kemauan sendiri memilih mana yang baik untuk kita kerjakan
untuk menuju sukses. Roh Kudus menuntut kerelaan kita, karena hubungan kita
tidak berakhir hanya ketika kita hidup di muka bumi sekarang ini, tetapi juga
di bumi baru yang turun dari sorga pada kehidupan kekal yang akan dating.
Untuk memungkinkan Roh Kudus menuntun kita, kita harus
menyadari Dia hadir di dalam hidup kita. Dia berjalan berdampingan dengan kita.
Bagaimana? Inti manusia adalah jiwa, yang terdiri dari: kehendak [keinginan,
kemauan, inspirasi, intuisi, khayalan, kreativitas, daya cipta, penerawangan,
dll]; pikiran [memori, imajinasi, persepsi, pembuatan keputusan, penentuan
benar salah, baik jahat, dll], perasaan [senang, susah, sukacita, dukacita,
marah, emosi, gembira, takut, berani, nikmat, dongkol, kesal, dll]. Roh Kudus hadir dan ada dalam hati manusia,
yang memberi ijin dan menginginkan Roh Kudus.
Merindukan Roh Kudus berarti menghendaki Roh Kudus ada di dalam hati. Hati adalah perpaduan antara roh dan jiwa. Roh Kudus hanya dapat hadir (menempel, tinggal) di dalam roh manusia yang sudah diisi oleh Roh Yesus (lahir baru). Roh manusia yang sudah digantikan oleh Roh Yesus membutuhkan Roh Kudus supaya dapat berkuasa. (Roh Yesus hanya dapat hidup dan bertumbuh dan bertambah besar bila diberi makanan FIRMAN ALLAH, membaca/mendengarkan Alkitab/Bible secara terus menerus). Roh manusia yang diisi oleh Roh Yesus kemudian dihinggapi oleh Roh Kudus, terjadi di dalam jiwa manusia. Jadi sederhanyanya: Roh Kudus mencari Roh Yesus sebagai tempat tinggalnya, Roh Yesus yang menggantikan roh manusia yang sudah mati karena dosa mencari jiwa untuk tempat tinggalnya. Jiwa mencari tubuh untuk tempat tinggalnya. Tubuh bergerak, bertindak, sesuai dengan perintah jiwa. Pertanyaan: jiwa siapa yang memimpin? Allah menghendaki supaya jiwa kita dipimpin oleh Roh Kudus. Itu hanya terjadi bila di dalam jiwa kita ada Roh Yesus.
Merindukan Roh Kudus berarti menghendaki Roh Kudus ada di dalam hati. Hati adalah perpaduan antara roh dan jiwa. Roh Kudus hanya dapat hadir (menempel, tinggal) di dalam roh manusia yang sudah diisi oleh Roh Yesus (lahir baru). Roh manusia yang sudah digantikan oleh Roh Yesus membutuhkan Roh Kudus supaya dapat berkuasa. (Roh Yesus hanya dapat hidup dan bertumbuh dan bertambah besar bila diberi makanan FIRMAN ALLAH, membaca/mendengarkan Alkitab/Bible secara terus menerus). Roh manusia yang diisi oleh Roh Yesus kemudian dihinggapi oleh Roh Kudus, terjadi di dalam jiwa manusia. Jadi sederhanyanya: Roh Kudus mencari Roh Yesus sebagai tempat tinggalnya, Roh Yesus yang menggantikan roh manusia yang sudah mati karena dosa mencari jiwa untuk tempat tinggalnya. Jiwa mencari tubuh untuk tempat tinggalnya. Tubuh bergerak, bertindak, sesuai dengan perintah jiwa. Pertanyaan: jiwa siapa yang memimpin? Allah menghendaki supaya jiwa kita dipimpin oleh Roh Kudus. Itu hanya terjadi bila di dalam jiwa kita ada Roh Yesus.
Pemahaman seperti di atas disebut kesadaran. Kita menyadari
sebagai pengikut Yesus Kristus, artinya kita dibentuk terus menerus supaya
menjadi seperti Yesus Kristus. Proses itu terjadi oleh kehidupan kita yang
dipimpin oleh Roh Kudus. Kita tahu Roh Kudus ada bersama kita adalah tingkat
berikutnya dari kesadaran. Dengan kesadaran kita berusaha memiliki pengetahuan
bagaimana caranya kita hidup supaya dapat menyenangkan Roh Kudus sehingga Dia
tetap bersedia memimpin kita. Tanpa ada
kesadaran yang tinggi dan memberikan tanggapan yang posisit (menyenangkan) Roh
Kudus, maka tidak mungkin Roh Kudus dapat menuntunn/memimpin kita dengan
maksimal sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus janjikan.
Roh Kudus hanya efektif memimpin kita bila Dia merasa
senang. Kesenangan Roh Kudus akan hilang, Dia akan berduka bila kita: hidup
dalam pikiran duniawi (bodoh, egois, serakah, sombong, jahat, cabul, malas,
hedonism, dll) dan hidup mengikuti keinginan daging. Keinginan daging
berlawanan/bermusuhan dengan keinginan Roh. Keduanya bertentangan. Mengapa?
Daging manusia berasal dari debu, keinginannya kembali ke debu. Mati dan
dikuburkan, hancur menjadi debu. Roh berasal dari Allah, keinginannya kembali
ke Allah. Hidup dan hidup kekal bersama Allah. Yang satu, daging ke bawah
(tanah), yang lainnya roh ke atas (Allah). Karena daging ingin kembali ke
tanah, maka yang dia lakukan adalah apa yang membuat manusia itu cepat mati dan
kembali ke tanah. Misalnya: malas atau diam atau pasif membuat tubuh lemah dan
cepat mati, hubungan seks bebaas membuat manusia kena hiv dan aids dan cepat
mati, narkoba membuat system tubuh manusia lumpuh dan mati, berjudi membuat
kehilangan harta dan bunuh diri, mencuri atau merampok atau korupsi atau menipu
atau menyelundup atau menggelapkan akibatnya dihukum sampai dengan hukuman
mati, rebutan konflik sengketa perselisihan pertengkaran perkelahian perang
saling membunuh mati … semuanya masuk menjadi debu kembali ke tanah. Itulah
keinginan daging, kedagingan, duniawi. Semua perbuatan daging mendukakan Roh
Kudus, mendukakan Yesus Kristus, mendukakan Bapa Khalik Langit dan Bumi.
Kita juga dapat mendukaka Roh Kudus, bila kita menolak Roh
Kudus menguduskan kita. Roh Kudus adalah pribadi seperti kita, bedanya, Dia
tidak bertubuh, sehingga kita tidak dapat membuktikan Dia secara empiris,
secara ilmiah, berdasarkan panca indra kita. Tetapi kita dapat membuktikan
kehadiran-Nya dengan Roh kita, imajinasi, intuisi, persepsi … yang belum dapat
dijangkau oleh ilmu pengetahuan sampai saat ini. Roh Kudus memiliki/dapat
kehendak, maksud, perasaan, sifat menguatkan orang, mengajar, saksi, perantara,
berkata-kata (dalam roh), memberi perintah, berduka, didustai, dihujat, dan
membunuh.
Roh Kudus merasa duka jika kita kurang beriman, kita tidak
setia melakukan perintah Tuhan. Kalau kita tidak membuka mulut dan membiarkan
lidah kita bergerak mengeluarkan kata-kata kebenaran berdasarkan Firman Allah,
maka Roh Kudus berduka. Ia juga berduka jika kita menajiskan tubuh kita, karena
tubuh kita adalah Bait Allah, tempat Roh Kudus tinggal.
Kalau kita mau Roh Kudus berkuasa secara efektif memimpin
dan menuntun hidup kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab mewujudkan impian
besar kita, maka kita harus: menyadari kehadira Roh Kudus, menghormati-Nya
sebagai Allah yang ada dalam hidup kita, berjalan dalam Roh, takut (hormat,
kagum) atas kehadiran-Nya dalam hidup kita, mempercayakan hidup kita di dalam
tuntunan-Nya, hidup bergaul bersama-Nya. Perbuatan demikian menyenangkan Roh
Kudus, sehingga Dia dapat menuntun kita pada jalan sukses dan mewujudkan
mimpi-mimpi besar yang Roh Kudus berikan kepada kita.
Roh Kudus menjadikan kita anak Allah. Manusia adalah makhluk
khusus di hadapan Allah. Manusia memiliki kesegambaran khusus dengan Allah.
Manusia memiliki kasih saying Allah, sehingga manusia dapat berseru: “Ya Abba,
Bapa”. “Ini aku anak-Mu”. Layakkanlah seluruh hidupku… Untuk dapat menjadi anak
Allah, maka kita harus: lahir baru, lahir dari roh (bukan secara daging, bukan
di rumah sakit, tidak perlu bidan, tidak perlu doktr, tidak perlu ibu, dst…
yang tidak dipahami antikristus). Proses lahir baru dimulai dari hati manusia.
(ingat: hati adalah perpaduan antara roh dan jiwa). Ketika berurusan dengan
hati, maka itu bukan lagi urusan manusia, tetapi urusan Roh Kudus. Ketika Roh Kudus
menjamah hati manusia, dan hati itu tergerak menerima Roh Yesus Kristus, maka
proses lahir baru sedang berlangsung. Mengapa perlu lahir baru? Karena manusia
lama (Adam dan keturunannya sudah rusak, bahkan mati. Terputusnya hubungan
manusia Adam dan keturunannya dengan Allah berarti manusia lama telah mati.)
Mati artinya putus hubungan dengan sumber kehidupan. Jadi ketika proses
hubungan dipulihkan kembali, disambung kembali, proses itu terjadi melalui
“lahir baru”. Kesinambungan hbungan terjadi dengan kehadiran
Allah yaitu Allah sendiri tinggal di dalam pribadi manusia dalam persekutuan
dengan Roh-Nya. Lahir baru adalah kelahiran kembali membuat manusia mampu
menyadari Allah melalui Roh-Nya, bukan sesuatu yang abstrak, tetapi pengalaman
yang hidup.
Orang yang memungkinkan manusia lahir baru adalah Yesus
Kristus. Rencana kelahiran, kehidupan, pengorbanan dan seluruh sejarah Yesus
Kristus dikhususkan untuk memulihkan hubungan Allah dengan manusia. Jika Tuhan
Yesus Kristus tidak naik ke sorga, maka Roh Kudus tidak diturunkan kepada
manusia di bumi. jika Roh Kudus tidak datang, maka tidak ada lahir baru. Karya
Roh Kudus yang membuat manusia insyaf, sadar akan dosa, kebenaran dan
penghakiman Allah yang akan datang, adalah tiga unsur penting yang membuat manusia
bertobat. Tanpa pertobatan, tidak ada kelahiran kembali, tidak ada lahir baru.
Tanpa lahir baru tidak mungkin menjadi anak Allah. Jika tidak menjadi anak
Allah, kita tidak mungkin dipimpin oleh Roh Kudus. Jika tidak dipimpin oleh Roh
Kudus, kita tidak akan mampu mewujudkn impian besar yang Allah tergatkan untuk
diri kita masing-masing.
Iman menjadi kunci untuk menjadi Yesus Krisuts sebagai Tuhan
dan Juruselamat pribadi kita masing-masing. Intisari ajaaran Alkitab menekankan
pentingnya iman. Tidak akan ada apapun, tidak akan terjadi apapun, tidak akan
dikerjakan oleh Allah bagi kita orang percaya oleh Roh Kudus, kalau tidak
berdasaran iman kepada Yesus Kristus. Jika kita tidak menaruh iman sebesar biji
sesawi kepada kemurahan dan kuasa-Nya, maka Yesus Kristus tidak berarti apa-apa
bagi kita. Bahkan kita bias berubah menjadi antikristus. Tetapi, sebaliknya,
iman kepada Yesus Kristus memungkinkan kita mampu melakukan perbuatan-perbuatan
besar bahkan lebih besar daripada yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Tuhan
Yesus sendiri mendambakan, menghendaki kita melakukan perkara-perkara besar
bagi Dia sesuai dengan mimpi dan impian besar yang Ia berikan kepada kita.
Kalimat terakhir ini, memberikan keberanian dan semangat baru dan kekuatan
kepada kita untuk memahami dan mengambil bagian dalam melaksanakan
perkara-perkara besar yang Allah inginkan terjadi di dunia ini.
Dari mana kita mulai? Apakah kita harus menunggu sesuatu terjadi dulu? Mulailah dari tempat dimana saudara berada. Jangan tunggu sampai pintu-pintu akan terbuka bagi saudara. Jika saudara menunggu, saudara akan menjadi tua dan meninggal, dan pintu-pintu itu tetap tidak akan terbuka, kecuali saudara buka sendiri. Ciptakanlah pintu di sekitar saudara. Ada banyak hal yang harus kita kerjakan. Karena itu mulailah bekerja dari sekarang …. (Kalau Anda bingung, tidak tahu mulai dari mana, silahkan hubungi kami. Ingat, email: lemsakti@gmail.com kami adakan untuk Saudara!)
Dari mana kita mulai? Apakah kita harus menunggu sesuatu terjadi dulu? Mulailah dari tempat dimana saudara berada. Jangan tunggu sampai pintu-pintu akan terbuka bagi saudara. Jika saudara menunggu, saudara akan menjadi tua dan meninggal, dan pintu-pintu itu tetap tidak akan terbuka, kecuali saudara buka sendiri. Ciptakanlah pintu di sekitar saudara. Ada banyak hal yang harus kita kerjakan. Karena itu mulailah bekerja dari sekarang …. (Kalau Anda bingung, tidak tahu mulai dari mana, silahkan hubungi kami. Ingat, email: lemsakti@gmail.com kami adakan untuk Saudara!)
Jangan tertipu. Kalau sudah mengikut Yesus berarti sudah
beres. Itu salah. Menjadi anak Allah di dalam Yesus Kristus berarti ikut
menderita bersama Dia. Jangan menghindar atau lari. Berkat dan sukses itu ada
dalam penderitaan yang Anda jalani. Ketika menjalani penderitaan bersama Yesus
Kristus dibawah pimpinan Roh Kudus, sesungguhnya kita panen dan mengumpulkan
serta menabung berbagai berkat-berkat yang berlimpah ruah. Penderitaan kita berdasarkan pencapaian
tujuan … mewujudkan kehendak Bapa supaya kita melakukan perkara-perkara besar
dalam hidup kita. Mewujukan impian besar Bapa di dalam hidup kita. Ingat … kita
menderita bersama Dia … bukan Dia yang menderita bersama kita. Dia sudah
selesai penderitaan-Nya di salib. Kita masih dan sedang memikul salib. Kematian
Yesus Kristus menjadi model, teladan untuk diikuti oleh orang Kristen. Penderitaan kita adalah penderitaan-Nya. Penderitaan-Nya
adalah penderitaan kita. Satu dalam Yesus Kristus berarti satu juga di dalam
penderitan-Nya, sehingga kita satu juga di dalam sukacita-Nya, kemulian-Nya. Sesuatu
yang hebat untuk disadari dan dijalani, penderitaan sekarang adalah persiapan
untuk kemuliaan yang akan datang. Jika kita bersedia menderita bersama Dia
sekarang, maka kita juga akan dimuliakan bersama Dia, sekarang dan sampai
selama-lamanya. Amin
21. Seorang
perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan
anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa
seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor
/ pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan
melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah
kanan.
Senin, 23 Januari 2017
FIRMAN ALLAH MEMIMPIN KITA MEWUJUDKAN IMPIAN
FIRMAN ALLAH MEMIMPIN KITA MEWUJUDKAN IMPIAN
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR:
Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
Mazmur 119:105, Firman-Mu itu pelita bagi kakiku,
dan terang bagi jalanku.
Pokok Pemahaman:
1. Memimpin
artinya memberikan arah sehingga terang dan jelas.
2. Firman
Tuhan memimpin kita di arah terang dengan memancarkan cahaya bagai pelita
sehingga kita tahu arah mana (cara bagaimana) kita mewujudkan impian kita
3. Jalan
lebar dan cepat (melanggar aturan, menipu, korupsi, instan) menuju kepada
kegagalan dan kebinasaan, tetapi jalan yang sempit (melalui proses yang benar,
ikut prosedur tetap) menuju sukses dan hidup yang kekal.
4. Jalan
sempit adalah jalan hidup di dalam Yesus Kristus, berarti kita berada dalam
kebenaran, jalan yang benar, dan hidup yang kekal (sukses abadi).
5. Firman
Tuhan sebagai terang dan pelita bekerja dengan cara memerintah, menegur, menyatakan
kesalahan, mengajarkan, menasihati, menghibur, menguatkan, sehingga kita tetap
berada dalam proses perjalanan sukses mewujudkan impian.
6. Firman
Tuhan sebagai terang dan pelita memberikan kita harapan sehingga terus
bersemangat, dalam bentuk janji-janji Tuhan yang hebat (hidup kekal, hidup
berkelimpahan, berkat, umur panjang, kekayaan, kehormatan, kepala, sukacita,
dst).
7. Syarat
dan ketentuan agar Firman Tuhan memimpin kita dalam sukses mewujudkan impian:
kita mencintainya dan memakannya (membaca, mendengarkan, renungkan, hayati,
pakai, sebarkan).
Firman Tuhan adalah alat Tuhan yang ampuh untuk
membantu manusia dalam menempuh perjalanan kehidupan. Kehidupan adalah suatu
perjalanan. Firman Tuhan menemani kita sepanjang perjalanan.
Yang dibutuhkan dari kita adalah menyadari, mengakui,
dan menerima bahwa Firman Tuhan selalu tersedia untuk kita. Pertama, Firman
Tuhan menunjukkan (kalau kita peka) kepada kita, ke mana tujuan hidup kita. Untuk
apa aku hidup? Jawabannya yang pasti disediakan oleh Firman Tuhan. Jika kita sudah
menerima perintah, maka Firman Tuhan yang sama memberikan kekuatan kepada kita
supaya mampu bekerja, supaya sehat, mendapatkan keluarga, mendapatkan rejeki.
Perintah dari Allah adalah beban yang diberikan tidak melebihi kekuatan kita.
Test ketangguhan, test kesetiaan, uji kinerja, uji
kapasitas selalu ada dalam perjalanan hidup. Setiap ujian ada solusinya. Setiap
percobaan, ada jalan keluarnya. Tuhan selalu memberi kecakapan supaya kita
mampu keluar dari semua persoalan.
Firman Tuhan memberikan dua pilihan kepada manusia
dalam menjalani kehidupan. Jalan lebar dan jalan sempit.
Banyak orang yang memilih jalan lebar, disangkanya jalan
lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Ujungnya adalah kehancuran, kebangkrutan,
kegagalan, pengorbanan, penderitaan, kematian, dan kebinasaan. Dalam kehidupan
sehari-hari, jalan lebar dipertontonkan dalam sinetron, film, berita televisi,
hoax. Orang miskin dari desa pergi ke kota, bertemu orang tertentu, kemudian
menjadi kaya raya dan terkenal. Politisi, yang tadinya pengusaha, membayar
orang mendapatkan suara, kemudian menang, dan menduduki jabatan. Seorang supir taksi, mendapatkan penumpang, mendengarkan
pembicaraan penumpangnya, memanfaatkan kesempatan, akhirnya jadi kaya. Akademisi,
yang mendapatkan temuan, bertemu politikus, kemudian ditawari jabatan publik, kemudian
terkenal. Pertanyaan: berapa lama mereka bertahan yang mendapatkan berbagai
kemudahan dalam waktu singkat? Jawabannya adalah singkat. Tiba-tiba mereka
sudah ditangkap KPK, atau mati overdosis karena narkoba, atau mati karena
dibunuh penuntut janji.
Jalan lebar juga dialami oleh orang muda, anak
sekolah atau mahasiswa, mereka yang malas belajar, hidup hura-hura, ketika mau
ujian, mencari contekan, atau membayar dosen, atau jalan pintas lainnya. Hidup yang
sama, kalau dia bekerja, akan diulang-ulang.
Waktu kuliah ilmunya dikit, didikte oleh dosen,
dikasih lembaran diktat, ketika berkuasa jadi dictator.
Allah tidak menghendaki seorangpun celaka. Tidak seorang
pun binasa, tidak seorangpun yang berujung maut. Oleh karena itu, Firman Allah menawarkan jalan
sempit. Jalan sempit adalah Yesus Kristus. Lahir di palungan sebagai orang miskin, hidup
tanpa kenikmatan, bekerja siang malam, dimusuhi, dihina, dicerca, disiksa,
dicambuk, disalibkan…dan mati, dikuburkan …tetapi kemudian bangkit dari antara orang
mati … hidup kembali seperti manusia biasa …melayani dan mengajarkan orang …
kemudian naik ke sorga. Setelah berada di sorga, Dia akan lagi ke dunia, ke bumi … Dia sudah ada … tapi
Dia akan lagi. Artinya, Dia ada dimana-mana, Dia dapat
berbuat apa yang Dia inginkan, DIA KEKAL, ABADI…
Yesus berkata bahwa Dia adalah JALAN, KEBENARAN,
dan HIDUP. Sebagai JALAN, YESUS adalah Tuhan dan Juruselamat kita secara
pribadi. Kita berada pada jalan sempit, karena tidak memiliki piihan lain. Yang
paling sedih … tidak semua orang berada
di situ …hanya mereka yang dipanggil dan dipilih … mereka yang merespon,
menerima panggilan, dan mempertahankan pilihan itu sampai selama-lamanya. Banyak
orang yang sudah dipanggil, kemudian dipilih … tetapi dalam perjalanan jatuh …dia
tidak sampai kepada tujuan akhir… keselamatan jiwanya … hidup kekal bersama
Allah.
Hati-hati jangan disesatkan oleh ajaran yang
menyatakan sekali Anda menerima Yesus maka Anda sudah pasti selamat. SALAH BESAR.
Yang benar adalah: Anda menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat,
maka Anda diberikan tiket keselamatan. Tetapi ada syarat dan ketentuan yang
berlaku: serahkan tiket itu kepada penjaga tiket, supaya Anda diantar ke tempat
duduk Anda. Kalau Anda tidak serahkan tiketnya, Anda tidak bakalan
diperbolehkan masuk. Kalaupun Anda sudah menyerahkan tiket, tetapi Anda berbalik
keluar, Anda tidak akan pernah masuk. JANGAN BODOH. MENGERTILAH. Ada bagian
yang Anda harus laksanakan. Alkitab menyebutnya: KERJAKANLAH KESELAMATANMU. Jangan
seperti orang Israel yang sudah dipilih di Mesir, tetapi mati di padang gurun,
tidak pernah sampai ke Tanah Perjanjian. CAMKANLAH itu…
Manusia yang jatuh ke dalam dosa, hidup di dalam
dosa, hidup dalam kegelapan. Seperti vampire, dia tidak mampu hidup didalam
terang. Manusia berdosa tidak mampu kena cahaya matahari kemuliaan Tuhan. Dia langsung
rontoh, hilang tak berbekas. Tetapi, cahaya matahari terang kemuliaan Tuhanlah
yang membuat manusia berarti, menjadi manusia, jalan kelimpahan hidup, damai
sejahtera, jalan hidup kekal. Mereka yang bersedia menerima dan dintuntutn oleh
Firman Allah dalam menjalani kehidupan mereka.
Pelita dan terang, adalah Firman Allah,
satu-satunya alat untuk menghilangkan kegelapan, menghilangkan dosa,
menghilangkan akibat dosa, menghilangkan kematian, menghilangkan maut. Hanya oleh
Firman Tuhan. Dimana ada terang, disitu kegelapan hilang. Dimana ada sukses,
disitu gagal hilang.
Pelita memancarkan cahaya yang memberikan terang. Terang
terus mendorong kita untuk berjalan. Jika kita berhenti dalam jalan kehidupan,
kita kehilangan berbagai kesempatan dan berkat yang membantu kita mewujudkan
impian besar kita. Kita semua diciptakan pada setiap langkah unik yang menuntun
kita kepada kehidupan yang luar biasa. Jika kita berhenti di tengah jalan
kehidupan (tempat dimana kita pertama sekali percaya sesuai kehendak Tuhan bagi
hidup kita), maka kita kehilangan semua apa yang telah Allah rencanakan bagi
kehidupan kita. Kita jadi pecundang,
orang kalah, orang gagal.
Oleh karena itu, jangan pernah berhenti, jalan terus.
Jika Anda ingin mewujudkan sukses Anda, jalan terus, kerjakan terus, jangan
pernah berhenti. Walau apapun yang terjadi, jangan menyerah, jalan terus,
sampai Anda melihat impian besar Anda terwujud dengan sukses. Itulah jalan
sempit, tahan dan tekun.
Jika kita membaca atau mendengar Firman Tuhan, kita
merasa dan yakin diperintahkan oleh Firman itu, maka itu adalah terang dari cahaya
pelita Tuhan. Itu berarti jalan kehidupan yang kita sedang tempuh diberi
terang. Pelita sedang memancarkan cahayanya kepada kita. Jika kasih Tuhan
menyertai kita, maka sukses adalah hal yang mudah. Ketaatan kepada Firman Tuhan
adalah terang dan pelita bagi kita dalam menuntun kepada sukses mewujudkan
impian besar menjadi kenyataan.
Sukses berarti menaati Firman Tuhan. Firman itu
harus diajarkan kepada semua orang, dilakukan berulang-ulang, sejak kecil, di
masa muda, dan di masa tua. Firman Tuhan melalui pendengaran, pemahaman, mimpi,
penglihatan, peristiwa. Dengan menerima ajaran Tuhan, kita makin berhikmat dan
bijaksana, kita memahami setiap hal yang menuntun hidup kita sekarang dan di
masa yang akan datang menuju kekekalan. Ajaran Tuhan memampukan kita menemukan
jalan Tuhan dalam meraih sukses mewjudkan impian besar menjadi kenyataan.
Firman Allah berfungsi sebagai cermin untuk
menunjukkan dan menyatakan kesalahan kita. Firman Tuhan adalah ilham, inspirasi, imajinasi, pemikiran tiba-tiba,
yang berguna memperbaiki perilaku kita, sehingga kita berkenan kepada Allah dan
sesama manusia.
Firman Tuhan adalah janji Allah. Yaitu pernyataan
rencana keselamtan dan berkat. Janji Allah adalah rencana Allah bagi seluruh
manusia, dan juga bagi pribadi orang perseorangan. Janji Tuhan itu murni, tidak
berisi dusta dan tipu. Murni artinya tidak bercampur dengan unsur lain, unsur
duniawi, unsur kedagingan, kehendak manusia, kehendak setan, kehendak
kejahatan. Firman Tuhan tulen dan teruji. Tidak tergoyahkan oleh godaan,
situasi, keadaan, cuaca, waktu. Janji Tuhan disertai sumpah, keyakinan yang
memastikan bahwa itu benar dan begitu adanya.
Janji Tuhan berisi wibawa Allah. Wibawa harus
dilaksanakan apa yang diucapkan. Janji Allah hebat, harus dipegang dan
dipercayai sebagai “jalan”menemukan solusi atas semua permasalahan dan jawaban
atas semua pertanyaan dan pemenuhan atas semua kebutuhan roh, jiwa, dan tubuh
manusia.
Firman Tuhan memiliki kekuatan dalam diri kita jika
kita: menyukainya, merenungkannya, menghayatinya, memakainya, dan
menyebarluaskannya. Membagi kepada orang lain adalah sumber aktivasi kekuatan
Firman Tuhan. Seperti nomor dan pulsa handpone yang harus diaktivasi supaya
dapat dipergunakan, demikian juga Firman Tuhan harus diaktivasi dalam hidup
kita supaya berfungsi. Caranya dengan membaginya kepada orang lain dengan penuh
semangat dan keyakinan.
Firman Tuhan akan lebih berkuasa bila kita taati,
turuti, laksanakan dalam kehidupan kita. Ketika kita melaksanakan Firman, semua
tumpukan persoalan yang telah menggunung, gunung dalam perjalanan hidup kita,
gunung persoalan rumah tangga, gunung perjodohan, gunung pekerjaan, gunung
keuangan, gunung kesehatan … dan semua gunung yang menjulang tinggi yang
menghalangi kita …dapat kita singkirkan, dapat kita daki, dapat kita lalui
untuk mewujudkan impian besar kita menjadi kenyataan.
Gunakan metode ini untuk mencapai sukses mewujudkan
impian besar Anda, metode yang sudah terbukti: DEKLARASIKAN FIRMAN TUHAN ATAS
APA YANG ANDA RINDUKAN, TERJADI SEPERTI APA YANG ANDA KATAKAN. Jika Firman
Tuhan, Anda proklamirkan dengan hati yang keluar dari mulut Anda, maka Firman
itu akan berubah menjadi pelita dan terang dalam memimpin Anda mewujudkan mimpi
besar Anda menjadi kenyataan. Puji Tuhan. Haleluya!!!!!
… bukan kuat … bukan gagah … tapi Roh-Ku…kata Tuhan…
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor
/ pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah / sekolah / berbisnis /
membeli silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan
atau klik dan isi contact us di http://www.lemsakti.com/contact-us.php . Pelayanan online kami silahkan kunjungi: http://www.lemsakti.com http://www.pembangunan.net/ http://www.konstruksimart.com http://www.herbalmami.com/ https://www.muki-online.com
Langganan:
Postingan (Atom)