Sabtu, 31 Oktober 2020

TUHAN MEMANDANG DAN MELIHAT MASA DEPAN ANDA, MANUSIA TIDAK MELIHAT APAPUN

 TUHAN MEMANDANG DAN MELIHAT

 Semua hari yang ditahbiskan untukku tertulis dalam kitabMu sebelum salah satunya terjadi (Mazmur 139: 16b).

 Tuhan memandang Adam, tetapi Dia melihat dunia.

Tuhan memandang Abraham, tetapi Dia melihat bangsa-bangsa.

Dalam diri Yakub, seorang penipu, Tuhan melihat seorang Mesias.

Di dalam Musa si pembunuh, Tuhan melihat seorang yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.

 

Dapatkah Anda membayangkan, ketika memandang seorang pemuda yang gagap Anda melihat pemimpin terbesar dalam sejarah?

Tuhan melihat seorang raja dalam diri seorang anak gembala. Ketika bangsa Israel menginginkan seorang raja, Tuhan mengirim Samuel ke rumah Isai. Semua putra Isai berputar-putar di hadapan Samuel, dari yang terbesar hingga yang terkecil. Akhirnya, setelah Jesse memamerkan semua putranya di hadapannya, Samuel berkata, "Maafkan aku. Tidak satu pun dari semua anakmu yang kamu perhadapkan kepada adalah pilihan Tuhan untuk raja. Apakah kamu punya anak laki-laki yang lain?” Kemudian Jesse berkata, “Tidak? ….tapi,  ya…. Saya baru ingat. Saya memiliki seorang anak laki-laki, putra bungsu saya. Dia hanya seorang kerdil kecil yang saya suruh keluar rumah untuk menjaga domba”.

 

"Bawa dia," jawab Samuel. Biarkan aku melihatnya. Jadi Jesse memanggil putra bungsunya.

Ketika Samuel melihat putra bungsu Jesse masuk ke dalam rumah, seorang bocah lelaki, dia mulai membuka kerudung yang menutupi kepalanya. “Sepertinya saya telah menemukan pria yang saya cari,” kata Samuel.

Perhatikan disini kenyataan bahwa Tuhan memilih anak laki-laki yang sedang keluar bekerja. Dia sibuk. Tuhan memilih orang yang sibuk.

Kebanyakan dari kita seperti Jesse. Kita memandang, tapi kita tidak melihat. Maksudnya kita tidak melihat potensi yang ada pada orang itu untuk masa depan yang gemilang.

Apakah Anda kambing hitam di keluarga Anda? Anda tahu Tuhan menyukai domba, domba itu warna bulunya putih; bukan kambing, apalagi yang hitam.

Apakah keluarga Anda mengatakan bahwa Anda bukan siapa-siapa?

Apakah Anda pernah diabaikan, disepelekan dan dikesampingkan dan diberi tahu begitu banyak hal tidak baik tentang diri Anda, sehingga Anda tidak akan berarti apa-apa, sehingga Anda mulai mempercayai perkataan orang-orang itu tentang diri Anda?

Apakah Anda merasa seperti kambing hitam?

 

Anda mungkin satu-satunya orang yang ditunggu-tunggu Tuhan dari rumah dan keluarga Anda. Tuhan melihat hal-hal jauh di dalam diri Anda yang tidak dapat dilihat orang lain.

Mereka, orang-orang lain memandang Anda, tetapi mereka tidak melihat siapa-siapa. Tuhan memandang Anda dan melihat seseorang yang berharga.

Anda mungkin menghabiskan seluruh hidup Anda untuk bersaing dengan orang lain.

Anda mungkin mencoba membuktikan bahwa Anda adalah seseorang yang berarti, tetapi Anda tetap merasa seperti bukan siapa-siapa.

 

Saya berkata kepada Anda: “Bebaskan dari Anda dari perasaan tidak berarti itu hari ini juga!”

Anda tidak harus hidup dengan perasaan itu lagi. Perasaan itu telah lama menipu Anda. Anda tidak perlu mencoba menjadi seseorang, karena Anda adalah seseorang.

2 Tawarikh 29:11

Anak-anakku, sekarang janganlah kamu lengah, karena kamu telah dipilih TUHAN untuk berdiri di hadapan-Nya untuk melayani Dia, untuk menyelenggarakan kebaktian dan membakar korban bagi-Nya.

 

Jumat, 30 Oktober 2020

ANDA BUKAN SAMPAH, ANDA BERHARGA

ANDA BUKAN SAMPAH

Aku memujiMu karena aku dibuat dengan penuh rasa takut dan ajaib; Pekerjaanmu luar biasa, aku tahu sepenuhnya itu (Mazmur 139: 14).

Ada banyak orang yang diabaikan dan dilewati karena orang lain tidak melihat apa yang ada di dalamnya. Tapi Tuhan telah menunjukkan padaku apa yang ada dalam diriku. Aku tahu itu ada di dalam diri Anda juga. Tugasku adalah menyadarkan Anda dan berkata:

Bisakah Anda melihat ada apa di dalam diri Anda?

Apakah Anda mengetahui potensi Anda?

Apakah Anda tahu, bahwa Anda bukan hanya seseorang yang lahir di gubuk derita di atas bukit? Ada kekayaan luar biasa Potensial yang terpendalm dalam diri Anda.

Seorang pematung melihat dengan cara yang berbeda. Mereka bilang (saya tidak tahu dan tidak kenal siapa mereka itu) Michelangelo dulu berjalan mengitari balok marmer selama berhari-hari. Dia hanya berjalan mengelilinginya, berbicara sendiri. Pertama dia akan melihat benda-benda di batu; kemudian dia akan beraksi dengan memotong dan mengorek-ngoreknya. Akhirnya lahirlah patung maha indah yang sangat mahal.

Apakah Anda tahu apa yang dilakukan oleh Michaelangelo untuk menghasilkan maha karya luar biasa? Mari saya jelaskan dalam bahasa bisnis:

Pertama-tama dia menemukan sesuatu, yang menurutnya berpotensi untuk dijadikan sumber penghasilan.

Kemudian dia melakukan penyelidikan, eksplorasi, mengobservasi, mencoba memahami apa yang mungkin dilakukan dengan temuan itu.

Dia mengumpulkan sebanyak mungkin informasi, disusunnya informasi itu sedemikian rupa sehingga membentuk suatu draft proposal. Di sini dia melakukan riset lebih mendalam dan menyusun laporan hasil risetnya.

Kemudian dia memperbaiki draft itu menjadi Business Plan yang menarik investor bersedia menempatkan dananya. Hasil risetnya dia jadikan alat mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan untuk pekerjaan selanjutnya.

Dia memulai operasi, ekploitasi, memproduksi, menghasilkan barang yang siap dijual.

Dia mengepak dan mendisplay barang dagangannya. Dia membawa hasil karyanya ke market place.

Pemahaman seperti pematung, yang dapat kita analogikan dengan proses bisnis dapat kita temukan di dalam Alkitab.

Ketika keluarga, kenalan dan tempat kerja yang kita sebut dunia membuang dan menolak Anda, maka Anda mendarat di tumpukan sampah dunia. Mereka memperlakukan Anda seperti sampah, membuang ke tempat sampah.

Tapi ada Kabar Baik untuk Anda. Kabar Baik ini disebut INJIL. Kita sebut Injil Kerajaan. Sang Raja yaitu  Tuhan sendiri berjalan bersama para malaikatNya dan menjemput Anda. Dia melihat jauh ke dalam diri Anda dan melihat seseorang yang sangat berharga.

Jangan pernah biarkan siapa pun membuang Anda. Anda bukan sampah. Kapanpun dan setiap saat Tuhan melihat dan memperhatikan Anda. Dia melihat hal-hal yang diabaikan oleh semua orang. Dia sangat peduli dengan Anda, karena Anda adalah milikNya, terlepas apakah Anda menyadarinya atau tidak. Apakah Anda menerima atau menolak, Tuhan adalah pemilik Anda sepenuhnya.

Anda sangat berharga bagi Allah Bapa sehingga Dia meminta Yesus Kristus pergi ke Kalvari untuk menyelamatkan dan menuntut kembali Anda dari cengkeraman dunia ini. Kemudia dengan bantuan Roh Kudus, Allah memberikan kesadaran kepada Anda bahwa kewargaan Anda telah dipindahkan dari warga dunia menjadi Warga Kerajaan Surga. Anda menjadi anakNya yang dikasihi.

Roh Tuhan yang terhubung dengan roh Anda adalah satu-satunya hakim yang benar untuk memberikan penilaian atas Anda. Jangan menerima pendapat orang lain karena mereka tidak menerima dan tidak melihat apa yang Tuhan lihat.

Apakah Anda siap beraksi? Adalah baik untuk memperhatikan dan menyelidiki potensi Anda. Apakah Anda mampu? Apakah Anda butuh bantuan untuk menemukan siapa Anda dan betapa hebatnya potensi Anda? Kalau Anda perlu bantuan silahkan sampaikan keinginan Anda itu melalui Formulir Kontak di sebelah kanan atau langsung email ke: kingdominbible@gmail.com

 

 

Sabtu, 24 Oktober 2020

MENGUJI LADANG BISNIS APAKAH COCOK MENJADI LADANG MISI ANDA

 MENGUJI APAKAH BISNIS COCOK MENJADI LADANG MISI ANDA

 Apakah Panggilan Hidup Anda Menjadi Pengusaha?

 

2 Tes 3:10

Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Ketika kami masih bersamamu pun, kami memberimu perintah ini: “Jika orang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”

 

Mazmur 94: 11

ALLAH mengetahui rancangan-rancangan manusia, sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.

Rencana. Mimpi. Rencana jangka pendek, menengah dan panjang. Rencana tahunan, lima tahunan, dan 25 tahunan. Kita semua, yang sudah melek memiliki rencana dan mimpi ketika tumbuh dewasa. Perusahaan memiliki rencana. Negara memiliki rencana. Dunia (PBB) memiliki rencana. Ketika kita lebih muda, kita diajari (kalau Anda beruntung) untuk percaya bahwa jika kita membuat rencana dengan benar, impian kita akan menjadi kenyataan.

Rencana saya, awalnya mengikuti ajaran guru SD saya: supaya saya jadi sarjana. (Jujur waktu itu saya seorang desa, tidak paham apa itu sarjana). Saya kuliah dengan tujuan memperbaiki kehidupan, ekonomi dan sosial. Saya mengambil Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi. Karena itulah jurusan yang dikasihtahu kakak di Persekutuan Doa saya sewaktu SMA. Saya masuk peringkat 10 besar dan menjadi lulusan pertama di angkatan saya. Sebelum menyelesaikan kuliah saya sudah diterima bekerja di Kantor Akuntan Publik yang menjadi afiliasi lima besar di dunia. Tetapi di tahun pertama saya ditugaskan saya merasa kecewa, dan memutuskan untuk mencari peluang lain. Kantor Akuntan Publik bukan bagian dari rencana. Menjadi Akuntan tidak pernah menjadi tujuan. Begitu banyak orang yang masuk satu jurusan, bahkan dianggap berbakat, tetapi jurusan itu bukan untuk rencana mewujudkan tujuannya semula. Lain pendidikan, lain bidang kerja.

Saya berbicara tentang gagasan "perjalanan karier". Perjalanan kita memiliki liku-liku, tetapi tidak ada satu jalan pun yang benar. Ada banyak jalan yang harus kita lalui.

Setelah 10 tahun masa kerja, saya meninggalkan karir di anak Perusahaan Konglomerat dan memutuskan untuk keluar sendiri. Merasa berani dan percaya diri, bahkan saya menulis buku tentang itu, dan diterbitkan oleh Penerbit yang cukup terkenal di Ibukota. Judul buku itu "Enam  Kiat Menjadi Wiraswasta." Dalam tahun yang sama sempat terbit 7 buku. Saya di undang ke berbagai acara untuk menjadi Pembicara.

Menjadi diri saya sendiri sangat menyenangkan. Kemungkinannya tampak tak terbatas. Itu adalah kanvas kosong. Siap untuk cat warna apa pun yang ingin saya gunakan. Itu juga menakutkan.

Bagaimana Anda tahu harus berkata ya? bagaimana Anda tahu apa yang harus disampaikan? Masalahnya, itu tidak masalah. Semuanya adalah keputusan naluriah. Saya memutuskan untuk mengejar beberapa jalan kreatif dan beberapa yang lebih tradisional. Saya memulai perjalanan bisnis saya.

  • Menulis buku wirausaha, manajemen, organisasi, dan kepemimpinan? Oke.
  • Menulis blog berbagai topik? Oke. Tapi  beberapa tahun kemudian, ketika blog muncul.
  • Memulai bisnis konsultasi? Oke.
  • Antar jemput anak-anak saya dari sekolah? Oke.
  • Menjadi aktivis gereja? Oke
  • Ikut aktif organisasi bisnis dan professional? Oke
  • Pergi ke gym setidaknya tiga kali seminggu? Ya, tidak terlalu. Tapi saya bisa.

Waktu saya adalah milik saya sendiri. Kewirausahaan sangat mengagumkan. Mengapa ada orang yang bekerja untuk perusahaan orang lain, kalau mereka bisa menjadi bos mereka sendiri dan membangun sesuatu?

Menjadi bos bagi diri Anda sendiri adalah pemberdayaan. Pemberdayaan adalah konsep yang sangat menarik, memiliki kekuasaan. Apa sih definisi kekuasaan? Menurut pendapat saya, itu adalah kemampuan untuk memilih apa yang Anda inginkan dan mewujudkannya kapan pun Anda mau. Saya memiliki karier impian, tetapi saya sangat rela melepaskan semuanya untuk mendapatkan kembali kekuasaan pribadi saya. Sebagai wirausaha saya bebas. Sebagai pekerja, walau jabatan saya Managing Director, saya sangat tertekan, harus selalu menyenangkan Bos, yang membuat saya stress.

Selama menjalankan bisnis konsultasi saya, saya melacak semua prospek bisnis dan aktivitas jaringan saya. Saya sibuk - seperti orang yang sangat sibuk. Saya berlomba di sekitar kota. Saya bertemu dengan orang baru setiap hari. Saya sedang membangun bisnis dan dunia baru saya.

Tapi beberapa waktu kemudian, saya memutuskan untuk merenungkan belasan bulan terakhir saya menjalankan bisnis. Saya selalu berpikir bahwa penting untuk mencatat, melihat bagaimana kabar penawaran saya, dan menganalisis sejauh mana kemajuan saya. Sebenarnya, saya tidak terkesan. Saya menjadi kecut.

Tentu, jika saya melihat kalender saya, itu terlihat bagus. Pertemuan terjadi dan koneksi dibuat.  Tetapi itu tidak menggerakkan jarum. Saya tidak cukup menginginkan "itu". Hiruk pikuk itu, semangat yang membuat orang berusaha sebagai pengusaha sama sekali tidak ada dari ruang kepala saya.

Saya mengatakan tidak pada pekerjaan konsultasi. Orang lain akan bangga, ya oleh orang biasa yang menginginkan bisnis konsultasi yang sah. Saya tidak menemukan siapa pun yang membutuhkan jasa saja. Saya sangat bergantung pada orang-orang yang datang kepada saya. Yang membutuhkan jasa saya dan bersedia membayar. Tapi itu tidak terjadi. Sedihnya lagi, saya sudah menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk mengurus Sertifikat Profesi saya. Mengurus perijinan. Membayar sewa kantor. Mendekorasi kantor. Melengkapi perabotan dan peralatan kerja.

Anda tidak bisa hanya melakukan itu saja dan menjadi sukses. Jadi saya harus bertanya pada diri sendiri mengapa? Mengapa saya tidak berusaha lebih keras? Mengapa saya tidak peduli? Apakah saya ini gagal? Iya. Ya saya lakukan. Sepertinya saya gagal menjadi pengusaha.

Karena menjadi pengusaha bukan untuk semua orang. Saya tertipu oleh daya pikat dan keseksian karena bisa mengatakan, "Saya punya perusahaan sendiri." Ini glamor, bukan? Itu dibuat agar terlihat mudah. Itu adalah objek berkilau yang terlihat mudah dijangkau. Mudah untuk dikumandangkan.  Yah, itu tidak mudah untuk diraih.

Bahkan ketika Anda benar-benar menjadi besar, itu semua bisa runtuh. Seperti yang dibuktikan oleh banyak perusahaan yang dituntut pailit atau bangkrut baru-baru ini. Banyak gerai dan outlet ditutup. Apalagi dengan serangan pandemic covid-19 saat ini, semua menjerit. Mentor saya bilang pengusaha hanya mendapatkan nama, yang menikmati dan selalu menuntut adalah karyawan. Begitukah? Ya tentu konsumen juga menikmati dalam kasus tertentu.

Pengusaha memiliki kelas tersendiri dan mari kita hadapi itu. Saat ini sedang trendi untuk memulai sesuatu, disebut new normal, tatanan kehidupan baru. Apa saja yang digital dan online, sungguh menjadi pilihan. Work from home (WFH). Bisnis dari rumah. Sekolah dari rumah. Gereja dari rumah. Jadi, saya mencobanya. Saya senang melakukannya.

Yang mengejutkan saya, mengambil kembali kekuatan saya berarti istirahat beberapa tahun dari kesibukan rutin saya sebagai pejabat perusahaan (yang lain mungkin cukup beberapa bulan). Saya dapat memberi energi pada otak saya, menyegarkan pola pikir saya dan menghidupkan kembali gairah saya. Saya menyadari bahwa saya berkembang dalam lingkungan kolaboratif. Saya suka menjadi bagian dari Tim. Saya menghargai fokus dan tujuan bersama. Saya rindu menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari saya.

Kewirausahaan adalah proposisi yang sepi. Itu adalah kantor bergerak, proyek sementara dan sering kali, orang-orang yang mengalami cuaca cerah. Saya tidak memiliki drive yang diperlukan untuk membuatnya berhasil.

Beberapa bulan sebelum meninggalkan tempat kerja lama saya, saya bertemu dengan banyak pemilik dan eksekutif perusahaan. Mereka menawarkan tempat kerja kepada saya. Itu adalah pertemuan yang menyenangkan, tetapi saya belum siap untuk beralih dari tugas saya ke pelukan perusahaan lain. Oh, tentu tidak. Saya ingin kebebasan untuk melakukan semua hal yang saya pikir tidak dapat saya lakukan saat memiliki pekerjaan penuh waktu. Lebih beberapa tahun setelah pertemuan pertama itu, saya bangga mengatakan bahwa saya adalah pejabat baru untuk mengelola beberapa unit usaha di sana. Ya, menjadi orang nomor dua setelah pemilik grup perusahaan itu.

Saya telah bergabung kembali dengan dunia kerja tradisional. Saya bukan seorang pengusaha. Saya tidak takut ketinggalan kehidupan startup. Saya tidak takut tidak menjadi bos bagi diri saya sendiri. Kekuatan saya terletak pada bersikap cukup jujur ​​pada diri saya sendiri untuk mengetahui kapan jalan itu telah berakhir dan saya perlu berbelok.

Ini tentang memahami kekuatan dan kelemahan saya. Belajar bagaimana menerapkan kekuatan untuk meningkatkan pertumbuhan saya. Saya bersyukur hari ini untuk kejelasan. Saya menemukan panggilan hidup saya. Setidaknya untuk saat itu.

Jadi kembali ke rencana lima tahun itu. Itu tidak ada. Tidak pernah terjadi. Orang yang merencanakan setiap aspek kehidupan mereka mungkin adalah orang yang berprestasi tinggi.  Tetapi mereka juga mungkin kehilangan peluang yang muncul saat mereka tidak mengharapkannya. Jika Anda mengatakan tidak pada peluang karena tidak tercantum dalam rencana lima tahun Anda, Anda mungkin hanya mengatakan tidak pada takdir Anda. Sebaliknya, jika Anda tidak dapat mengenali saat ada sesuatu yang tidak berfungsi, Anda melakukan ketidakadilan yang sama. Anda memberontak terhadap panggilan hidup Anda. Itu dosa. Rencana selalu dibuat berdasarka asumsi. Sayangnya, asumsi tidak pernah ada yang benar. Jadi, kita selalu bertindak sesuai keadaan saat ini. Bahkan Pemerintah manapun tidak ada yang benar-benar mawujudkan rencananya, padahal semua sumber daya dan kekuasaan ada padanya.

Strategi saya selalu menetapkan tujuan langsung dan mengawasi tujuan yang harus diikuti. Saat saya mencapai tujuan pertama, saya menilai kembali apakah tujuan berikutnya masih merupakan langkah yang benar. Jangan merencanakan 50 berikutnya. Fleksibilitas membuat kita tahan menghadapi segala rintangan.

Karena inilah masalahnya: Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan. Saya tidak tahu apa yang saya lakukan. Tetapi saya tahu tujuan langsung saya selalu jelas. Saya melihat pintu dan jendela terbuka setiap hari. Saya mengabaikan beberapa, saya berjalan melalui yang lain. Tidak ada cara yang salah untuk pergi. Ada yang berbeda. Sukses adalah mewujudkan sesuatu yang tidak pernah Anda duga. Itu juga bisa untuk menyadarkan diri sendiri ketika sesuatu yang Anda pikir Anda inginkan, ternyata itu bukan sesuatu yang Anda inginkan.

Kita mendapatkan satu kehidupan, tetapi banyak peluang. Terserah kita untuk mengambilnya.

Walau gagal menjadi pengusaha di bidang konsultansi, saya juga berhasil beberapa saat, di berbagai kesempatan. Jadi ini keberhasilan yang ingin saya bagi dengan Anda, seperti juga dialami oleh konsultan yang lain.

 

Bagaimana Membangun Bisnis Konsultasi yang Berhasil.

Mereka bilang waktu adalah segalanya. Saya tidak yakin siapa "mereka", tapi saya yakin "mereka" benar. Saya mencatat perjalanan saya menjadi konsultan. Saya mencobanya, tetapi saya tidak terkesan dengan kemajuan saya dan menjadikan semuanya sebagai eksperimen yang gagal. Saya kembali bekerja penuh waktu tidak lama setelah itu di sebuah perusahaan.

Namun, kemudian, saya memutuskan bahwa saya perlu perubahan. Secara kreatif, saya tertahan, tetapi tidak lebih dari itu. Budaya perusahaan tempat saya bekerja tidak sesuai dengan nilai-nilai saya. Staf saya pernah mengajukan pertanyaan: ‘apakah mungkin ada kehidupan seperti yang diajarkan dalam Alkitab, yang Bapak rindukan, yang dituangkan dalam buku Kristenomi?’ Saya membuat keputusan berani untuk pergi tanpa memiliki pekerjaan lain. Kata orang itu nekat. Yang lain bilang konyol. Yang lain lagi bilang saya ‘bodoh’. Terserah mereka saja.

Sebagai gantinya, saya meluncurkan situs untuk menyertai buku saya, di bidang wirausaha, kepemimpinn, bisnis, dan organisasi. Kemudian bertambah di bidang pelayanan gereja dan kekristenan. Semua baik-baik saja dan bagus. Tetapi kemudian saya menyadari bahwa saya juga harus mulai berkonsultasi lagi untuk menghasilkan uang. Ugh. Pikiran itu benar-benar tidak membuatku senang. Setelah tugas terakhir, itu bukanlah sesuatu yang saya rasa percaya diri untuk dilakukan. Tetapi saya telah merapikan tempat tidur saya dengan berhenti tanpa pekerjaan lain. Karenanya harus berkonsultasi. Tentu bisnis lain, bisnis sektor riil saya jalankan, walau dalam skala mikro. Karena toko online secara gratis dan mudah menyediakan semua kebutuhan pemasaran bisnis saya. Jelas pandemic covid-19 juga menghantam semua  bisnis saya.

Waktu berikutnya, saya melakukan banyak hal dan merasa luar biasa. Kebebasan untuk melakukan apa pun yang saya inginkan sungguh menakjubkan. Tetapi klien-klien yang saya butuhkan masih belum muncul. Saya sedang menjalani pertemuan bisnis baru dan mulai merasakan ketakutan yang sama seperti yang saya rasakan terakhir kali. Banyak pertemuan bisnis, penghasilan tidak ada sama sekali.

Tapi kemudian sesuatu terjadi. Perkenalan dibuat oleh rekan di jaringan saya yang tidak saya harapkan, dan prospek dihasilkan. Sebelum saya menyadarinya, saya memiliki banyak klien dan bisnis konsultasi nyata dalam kewirausahaan, kepemimpinan dan tumbuh kembang organisasi. Apakah itu waktu, atau apakah itu taktik baru? Saya memutuskan untuk berbicara dengan konsultan lain untuk melihat apa yang membuat praktik mereka berhasil. Saya  butuh perspektif berbeda untuk lebih mendefinisikan apa yang membuat praktik saya sukses. Lagi pula, tidak ada yang bertahan selamanya.  Tetapi jika Anda dapat memahami mengapa sesuatu berhasil, semoga Anda dapat mengulanginya. Setidaknya semangat yang menyala-nyala tetap menyala.

Pembelajaran berikut ini berasal dari semua industri dan perspektif yang berbeda. Saya mengkajinya dengan seksama, kemudian mengeluarkan saran paling menyentuh dari setiap pengalaman mereka untuk Anda. Mereka semua konsultan.

 

SMP

SMP adalah Pendiri dan CEO sebuah bisnis konsultasi yang telah dia miliki selama enam tahun. Strategi SMP mengembangkan, memperkuat dan mengkomunikasikan tanggung jawab sosial dan inisiatif filantropi. SMP menyebut dirinya “penghubung serial”, dan dengan demikian, bisnisnya sepenuhnya dibangun dari pertanyaan yang masuk ke emailnya. Dia memuji ini untuk jaringannya yang luar biasa. Sebagai seseorang yang mengenal SMP secara pribadi, saya dapat menjamin fakta bahwa SMP telah membantu ratusan orang dalam bisnis mereka. Saya sangat yakin bahwa dukungan telah datang kembali dengan cepat.

Konsultan sering kali dibayar untuk memecahkan masalah yang ada atau memberikan keahlian di bidang yang tidak dimiliki Tim Perusahaan. Saat berbicara dengan klien potensial, SMP menyarankan untuk selalu meminta klien mengidentifikasi masalah terlebih dahulu. Kemudian membuat mereka berbagi indikator kinerja utama apa yang menentukan kesuksesan bagi mereka. Dia juga tidak mengutip biaya untuk proyek tersebut. Dia bertanya kepada mereka berapa anggaran yang menurut mereka adil untuk menyelesaikan masalah ini atau mencapai tujuan ini.

Setiap orang memiliki angka atau rentang dalam pikiran mereka dan ekspektasi hasil yang sesuai dengan harga tersebut. Jika calon klien pelit atau tidak mampu membayar, saya hanya berkata, "Anda tidak akan menerima apa yang Anda harapkan dengan harga itu, tapi saya dengan senang hati merekomendasikan seorang freelancer yang akan lebih sesuai dengan anggaran Anda."

 

LEB

LEB adalah pendiri dan mengelola program pelatihan interaktif untuk individu dan kelompok. LEB membantu mengubah miskomunikasi menjadi keterlibatan di tempat kerja. Dengan enam tahun berbisnis setelah berada di teater selama bertahun-tahun, dia percaya bahwa "intro yang hangat" adalah rahasia untuk mendapatkan klien. Dia menggunakan media sosial sebagai alat yang dia gunakan menjangkau klien di antaranya adalah LinkedIn, Facebook, Google. Memiliki seseorang yang membuat perkenalan yang ramah dan bermakna atas nama Anda adalah perbedaan nyata antara seseorang yang mengabaikan email Anda atau tidak. Ini juga kredibilitas pihak ketiga tentang mengapa orang itu harus terhubung dengan Anda. LEB juga merekomendasikan menggunakan puncak dan lembah konsultasi untuk keuntungan Anda.

Gunakan waktu istirahat Anda dengan bijak. Luangkan waktu untuk memikirkan bisnis Anda dan bagaimana Anda ingin berbicara tentang pekerjaan yang Anda lakukan.

 

TRB

TRB adalah jurnalis gaya hidup, Komentator TV, dan pendiri perusahaan yang memulai bisnisnya sendiri setelah di-PHK. Dia percaya bahwa membentuk komunitas di sekitar apa yang Anda lakukan adalah penting. Dia telah melihat kecenderungan orang-orang di bidang pekerjaan yang sama menjadi lebih kolaboratif dan kurang kompetitif. Faktanya, dia baru saja meluncurkan bisnis dengan pesaing langsungnya. Mereka masing-masing bekerja di pulau yang berbeda di Negara ini, satu di Barat dan satunya di Timur, berbagi sumber daya, dan secara kolektif dapat mengatasi tantangan lanskap media yang berubah. TRB merekomendasikan bertahan untuk apa yang Anda hargai.

Sungguh menyakitkan untuk menolak, tapi aku pasti akan melakukannya. Jika saya merasa klien akan bermasalah, atau karena kacau dan meredup, saya akan segera mengatakan bahwa ini bukan waktu yang tepat, dan mungkin kita bisa kembali bekerja sama di masa mendatang.

 

SAW

SAW menghabiskan 5 tahun di Facebook sebelum memulai konsultasi kontennya. Melalui perannya di Facebook, dia menyadari bahwa merek konsumen perlu berpikir dan berfungsi seperti penerbit digital, dan penerbit digital perlu berpikir dan berfungsi seperti merek. Facebook mengizinkannya untuk menerima klien non-kompetitif, yang memungkinkannya untuk menguji air tanpa risiko.

Semakin banyak yang dapat Anda lakukan dari stabilitas pekerjaan, semakin baik Anda dapat mengatasi masalah tersebut.

Sendiri selama hampir dua tahun, SAW percaya bahwa kekuatan super konsultannya adalah manajemen waktu. Dia memblokir dan menyediakan tiga hari penuh dalam seminggu untuk melakukan pekerjaan itu. Nasihat terbaik yang telah dia berikan berasal dari temannya, seorang direktur editorial dan produser jurnalisme langsung.

Jika Anda seorang konsultan, Anda berada dalam bisnis keahlian. Ini pekerjaan # 1 Anda: untuk tetap menjadi ahli di kategori Anda. Menulis secara konsisten. Membuat ide Anda tertantang adalah cara yang bagus untuk menjaga ide Anda tetap segar.

 

JSG

JSG adalah spesialis komunikasi digital yang membuat strategi editorial untuk merek. Dia telah menjadi konsultan selama tiga tahun dan percaya bahwa salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan sambil bekerja sendiri adalah menjaga ketajaman keterampilan Anda.

Tanpa program pengembangan profesional terstruktur perusahaan tradisional atau" bos "untuk bimbingan, keterampilan Anda mungkin akan mandek. Saya pendukung besar bimbingan rekan informal dan secara teratur beralih ke teman di ruang ini untuk mempelajari tentang apa yang berhasil dan tidak bekerja pada proyek mereka saat ini.

 

STH

STH adalah Pendiri dan CEO. Diluncurkan menyediakan konsultasi e-niaga strategis untuk peluncuran dan operasi bisnis e-niaga yang sedang berlangsung. STH percaya bahwa chemistry dengan klien adalah kunci sukses. (Tawaran kepada saya menduduki suatu posisi di Perusahaan Besar akhirnya ditolak dengan alasan “chemistry berbeda”). Dan itu sering terjadi.

Anda masuk, dan bahkan jika Anda tahu apa yang Anda lakukan, Anda harus bersikap bahwa setiap hari adalah hari pertama. Ketika saya bertemu dengan klien potensial, saya tidak ingin itu terasa seperti promosi. Saya ingin itu terasa seperti dua profesional berbicara satu sama lain, peer to peer. STH juga melakukan tes lakmus yang menarik untuk klien potensial. Kertas lakmusnya seperti paragraph berikut.

Saya selalu melakukan penelitian tentang bisnis calon klien saya dan membagikan masukan awal saya sebagai cara untuk meningkatkan diri. Jika reaksi mereka terlalu defensif, saya mungkin tidak akan melanjutkan proyek ini. Saya tidak mengharapkan semua orang melakukan semua yang saya sarankan, tetapi perlu ada tingkat keterbukaan.

 

ROV

ROV adalah konsultan seni, memulai bisnis konsultasi tujuh tahun setelah meninggalkan dunia perbankan. Klien pertamanya ada di lingkaran sosialnya. Memang, butuh waktu untuk menghargai nilai layanan yang dia tawarkan kepada kliennya. Tapi begitu dia melakukannya, dan ketika pengetahuannya tentang dunia seni tumbuh, dia mengumpulkan kepercayaan diri untuk mengenakan biaya yang sesuai untuk layanan konsultasi miliknya.

Menagih biaya yang sesuai untuk layanan saya pada akhirnya memberi klien rasa aman bahwa mereka menerima panduan berkualitas tinggi melalui proses tersebut.

 

KAS

KAS menangani penyampaian cerita dan komunikasi B2B. KAS terdampar di pelabuhan konsultan ketika dia diberhentikan dari pekerjaannya enam bulan sebelumnya. Dengan 15 tahun pengalaman di bawah ikat pinggangnya, alih-alih mendapatkan pekerjaan lain, dia memutuskan untuk meluncurkan bisnis konsultasi. Bahkan pada tahap awal pertumbuhannya, KAS percaya bahwa rahasia sukses adalah mengetahui kapan harus mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak dapat Anda berikan 150%.

Saat mendapatkan bisnis baru, KAS percaya, harus tidak takut dengan lemparan dingin — dan tidak memiliki ego atau rasa malu.

Selain dari konsultasi 101 — seperti membentuk PT, mendapatkan perjanjian konsultasi yang tepat yang disusun oleh pengacara, menangani pembayaran, dan faktur melalui perangkat lunak, konsensus umumnya adalah bahwa jaringan adalah pekerjaan penuh waktu. Bisnis baru bisa datang dari mana saja, dan hubungan harus dipupuk dan dibagikan.

Konsultasi bisa menjadi pesta atau kelaparan. Jika Anda memulai bisnis konsultasi, Anda harus merasa nyaman secara finansial dengan waktu panjang penantian yang pasti akan terjadi. Konon, terkadang kita terpaksa mencobanya. Keindahan alam semesta yang mengendalikan karier Anda adalah Anda tidak pernah tahu keajaiban apa yang bisa terjadi jika Anda berinvestasi pada diri sendiri. Mengapa tidak mengambil keterampilan yang telah Anda asah dari pengalaman bertahun-tahun dan menggunakannya sebagai kekuatan super Anda sendiri? Bukankah kekuatan super, membuka bisnis sendiri, memberi Anda kebebasan memenuhi panggilan hidup Anda? Silahkan buka usaha konsultansi sesuai latar belakang professional Anda. Kalau butuh mentor atau sekedar teman diskusi, silahkan email ke: eclubcomdev@gmail.com  ini adalah Community Development yang melayani pembangunan di bidang Entrepeneurship, Culture, Leadership, Urban, dan Business. Pelayanan ini tersedia secara gratis atau berbayar. Silahkan sampaikan keinginan Anda untuk mencapai kesepakatan.

 

KECIL TAPI BANYAK

Saya memperhatikan perusahaan kopi. Dia membuat produk yang dikemas dalam sachet, isinya 30 gram harganya 10 ribu rupiah per renteng berisi 10 sachet. Jadi untuk setiap 300 gram kopi bubuk instan, dia menjual seharga Rp10k. Jadi per gramnya Rp 33,33. Di Starbucks kopi 30 gram dijual Rp 75k. Jadi per gramnya Rp2500. Perbandingan 2500:33,33 = 75:1. Artinya Starbucks menjual lebih mahal 75x dibanding perusahaan penghasil kopi instan. Staf saya yang berasal dari Lampung, daerah penghasil kopi marah. Keterlaluan katanya. Kopi kami di Lampung hanya dibeli Rp 10k per kg. Jadi harga per gram di Lampung adalah Rp 10. Starbucks menjual kopi dibanding petani di Lampung sebanyak 250x lipat. Pengusaha seperti Starbucks bilang itu “Nilai Tambah”. Pemerintah bilang harga yang diterima petani kopi di Lampung adalah nilai tukar. Petani kopi bilang dengan marah “keterlaluan”.

Setelah saya amati lebih jauh, mereka bertiga pernah bertemu di acara yang diselenggarakan oleh Orang Kristen. Pemilik Starbucks Indonesia adalah orang Kristen. Pemilik perusahaan penghasil kopi instan orang Kristen. Petani penghasil kopi adalah orang Kristen. Mereka tidak saling mengenal, tetapi saya mengenal mereka. Bahkan pernah minum kopi bersama mereka secara terpisah dan ikut acara secara bersama di tempat duduk yang berbeda. Mereka bertiga menjalankan panggilan hidup mereka, menjalankan bidang produk yang sama. Mereka melayani Tuhan dalam kapasitas mereka. Pemilik Starbucks berkumpul dengan para konglomerat dan pejabat Pemerintah Pusat. Pemilik perusahaan kopi instan berkumpul dengan pengusaha di kelas menengah. Pemilik perkebunan kopi di Lampung adalah seorang Pendeta, bertemu dengan petani kopi lainnya. Ketiganya hamba Tuhan, mereka melayani Tuhan dengan menggunakan uang yang dihasilkan oleh perusahaan mereka. Mereka adalah para pengusaha yang menjadikan bisnis mereka mendukung ladang misi mereka. Ini adalah variasi bisnis menjadi ladang misi. Bukankah di antara ketiga orang (kelompok) seperti ini Anda dapat hadir? Ya Anda harus kreatif mendekatkan mereka ke titik keseimbangan baru. Itu tugas innovator dan seorang kreatif. Mereka adalah para pebisnis.

Para pengusaha pendatang baru atau sudah memasuki pasar akan sepakat mengatakan pasar di Indonesia kecil. Untuk produk yang banyak pesaing, maka pasar, khususnya pembeli untuk produk mereka semakin sedikit. Bahkan sulit menjual produk. Pasar sekarang adalah pasar konsumen, artinya kekuasaan ada di tangan konsumen. Kalau bisnis Anda tidak dapat memuaskan konsumen, jangan berharap mereka kembali kepada Anda. Sedikit kekecawaan cukup menghentikan hubungan dengan Anda. Semakin parah lagi, jika dia berkoar melalui media social tentang kekecewaannya dengan pelayanan bisnis Anda, maka riwayat bisnis Anda mungkin segera berakhir. Ini berbicara dalam keadaan normal tanpa pandemic covid-19. Dengan masa covid-19 ceritanya pasti lebih menyedihkan secara umum. Tetapi ada juga, hanya sedikit, justru semakin tumbuh dan berkembang dengan adanya covid-19. Mereka mengikuti dan masuk ke tren yang mengangkat bisnis mereka. Tapi kebanyakan pengusaha mengalami sebaliknya.

Bagaimana Anda memandang fenomena ini? Maksud saya orang Kristen yang sama-sama berbisnis kopi dan juga pasar di Indonesia yang kecil? Bukankah selalu ada peluang baru ketika Anda menemukan masalah? Itu adalah menjadi peluang bagi Anda untuk melayani, kalau Anda berjiwa entrepreneur.

Ternyata bisnis produk kecil dan harga murah itu menguntungkan. Lihat saja rokok (Ini hanya perbandingan dan pembelajaran, tidak merekomendasikan Anda merokok. Saya tidak merokok). Harga per bungkus Djarum Super Rokok isi 12 batang Rp 16100. Berarti per batangnya diecer di warung dekat rumah Anda sekitar Rp2.000an. Tukang yang lagi kesulitan pekerjaan di Jakarta, bersedia menerima upah harian sebesar Rp 170.000. Jadi tidak terlalu mahal baginya untuk menghabiskan sebungkus per hari. (Secara statistic dia membakar uang hasil keringatnya dan menahan terik panas matahari sebesar 9,47%). Buruh dengan UMP sekitar Rp5 juta per bulan menghabiskan 9,66% dari gajinya untuk rokok. Tapi mereka keberatan dengan iuran BPJS sebesar Rp 42.000 per bulan, yang kurang dari 1% dari penghasilan mereka per bulan.  Mereka demo menuntut BPJS menurunkan tarif iuran, tetapi selalu rajin membakar uang hasil keringat mereka  dan membunuh diri mereka secara perlahan-lahan. (Merokok itu membunuh diri sendiri secara perlahan-lahan).

Akibatnya pemilik perusahaan rokok Djarum menjadi orang paling kaya di Indonesia. Darimana dia mengumpulkan kekayaaannya? Dari buruh dan pekerja harian, dan tentu keluarganya. Ironi bukan? Mereka yang merokok hidup dalam kegelapan, hidup miskin dan susah. Pemilik perusahaan rokok tambah kaya dan menjadi orang paling kaya. Apakah Hartono bersaudara (Pemilik Perusahaan Rokok Djarum merokok? Tidak. Mereka tetap ingin hidup, sedangkan rokok untuk orang yang siap mati.

Jadi bagaimana Anda melayani korban rokok ini? Banyak cara. Berdemo dan mengubah undang-undang tidak akan memberikan dampak positif. Melakukan kampanye media juga tidak membuahkan hasil. Itu sudah banyak dilakukan, hasilnya nihil. Akan lebih baik mengubah mental mereka, mengubah kebiasaan merokok dan menghentikannya. Merokok berhenti diganti dengan kegiatan lain. Mereka masih dalam kegelapan. Jadi yang pertama bawa terang kepada mereka.

Apa itu terang? Terang didefinisikan sebagai kehidupan (Yohanes 1:4). Orang yang memiliki iman, artinya percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhannya pribadi, memiliki hidup kekal. Hidup ini adalah hadiah yang Yesus berikan, yang Dia peroleh dari Allah Bapa ke dalam dunia yang mati ini. Dalam Bibel terang selalu menjadi symbol dari kekudusan, kebaikan, pengetahuan, hikmat kebijaksanaan, anugerah, harapan, dan keselamatan dari Allah. Kontras, berlawanan dengan terang adalah kegelapan. Kegelapan selalu dikaitkan dengan kejahatan, dosa, dan putus asa, tanpa harapan. Orang yang merokok berada dalam kegelapan.

Bukankah mudah bagi Anda memberitahu buruh, supir atau tetangga Anda untuk mengubah cara pandang dan kebiasaan mereka yang merokok? Jangan minta mereka berhenti merokok. Tetapi ciptakan suasana di sekitar rumah atau bisnis Anda yang membuat mereka secara sukarela dan pasti untuk berhenti merokok. Tentu sumber pengetahuan dan keinginan Anda untuk berbicara dengan mereka karena Anda sendiri sadar panggilan hidup Anda. Panggilan umum untuk menjadikan semua bangsa, ya, semua orang menjadi murid Yesus. Panggilan khusus Anda memuridkan mereka yang berada dalam lingkungan Anda. Paling mudah melayani pekerja Anda. Mulailah…melayani Tuhan di lingkungan bisnis Anda. Dengan demikian, secara perlahan Anda telah menjadi bagian dari Kerajaan Surga. Mewujudkan Doa yang diajarkan Tuhan Yesus….datanglah KerajaanMu…jadilah kehendakMu di lingkungan hidup dan bisnnisku seperti di Surga.

Anda butuh Mentor atau Tim untuk membantu membawa terang kepada lingkungan bisnis Anda? Silahkan sampaikan keinginan Anda melalui email: kingdominbible@gmail.com  diskusi mengenai ini gratis.

 

INTEGRITAS ITU DI INDONESIA TERMASUK BARANG LANGKA

Apa itu integritas? Integritas berkaitan dengan kualitas seseorang menjadi orang yang jujur dan memiliki kekuatan dalam melaksanakan prinsip-prinsip moral. Integritas adalah praktik kehidupan menjadi orang jujur dan menunjukkan konsistensi dan ketaatan tanpa kompromi terhadap nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip dan nilai-nilai etis. Integritas berasal dari bahasa Latin integer, yang berarti keseluruhan atau lengkap. Keseluruhan berarti utuh, holistik, menyatu. Satu perbuatan, kata, pikiran, dan kehendak. Apa yang di-iyakan, disepakati, itu yang dilakukan.

Risk & Compliance Portal, per update Agustus 2020, melaporkan bahwa lingkungan bisnis Indonesia menderita korupsi yang meluas. Efisiensi operasi bisnis dibatasi oleh pengadilan yang korup, mempersulit proses penyelesaian perselisihan dan melemahkan perlindungan hak milik. Penyuapan yang ekstensif dalam layanan publik Indonesia menjadi alasan kekhawatiran investor asing. Korupsi di perbatasan dianggap oleh perusahaan sebagai masalah. Pejabat publik sering mengeksploitasi undang-undang yang ambigu untuk memeras pembayaran informal dan suap dari perusahaan dalam proses mendaftarkan bisnis, mengajukan laporan pajak atau mendapatkan izin dan lisensi. Korupsi juga merajalela di sektor sumber daya alam karena lemahnya pengawasan. Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mengkriminalisasi tindakan korupsi besar - termasuk penyuapan aktif dan pasif, penyalahgunaan jabatan dan pemerasan - dan KUHP melarang penggelapan dan pemberian hadiah kepada pejabat publik. Undang-undang korupsi ditegakkan dengan buruk dan tidak membahas pembayaran fasilitasi.

Ternyata, sudah lama masalah korupsi ini sudah menjadi budaya bagi bangsa Indonesia. Demi pencitraan dan mendapatkan keuntungan dan manfaat segera, seseorang rela mengorbankan  orang lain bahkan keluarganya sendiri. Ini juga banyak dialami oleh para pengusaha yang didorong oleh iman dan ingin berbuat kasih demi kesejahteraan orang lain.

 

Kasus tanpa integritas 1: Keluarga mengorbankan keluarga

Teman bisnis saya adalah pensiunan kepala kantor wilayah. Sewaktu jayanya dia memiliki uang yang berlimpah. Dia berasal dari pulau yang sama dengan saya. Dia sekarang tinggal di ibukota. Sebagai tanda kasih dan keinginan memajukan keluarga, dia membangun perusahaan. Perusahaan ini dipercayakan kepada saudaranya untuk dikelola. Tetapi apa yang terjadi? Saudaranya senang pamer kekayaan. Dia senang mengikuti pesta dan perkumpulan adat daerahnya. Bertindak lagaknya sinterklas di lingkungan tempat tinggalnya. Tanpa sadar dan tanpa paham, sikap hidup itu terus berlanjut beberapa lama. Tetapi, pada akhirnya dia harus kembali ke kampung halaman menjadi orang miskin lagi. Seiring perjalanan waktu, teman saya memasuki masa pensiun dan ekonomi menjai sulit. Tadinya dia berharap usaha yang dia bangun, kalau sudah berhasil dibesarkan oleh saudaranya akan menjadi tempatnya berkarya di masa pensiunnya.

Tetapi saudaranya sudah mantap dengan gaya hidupnya. Perusahaan itu akhirnya bangkrut, bahkan teman saya harus menanggung beban menyelesaikan utang-utang perusahaan yang timbul akibat ulah saudaranya. Akibat integritas saudaranya tidak ada, didorong oleh belas kasihan dan sayang kepada saudara, akhirnya teman saya menderita di masa tuanya. Hubungan keluarga menjadi rusak. Saudaranya malah menyalahkan teman saya “mengapa suruh orang kampung urusi perusahaanmu”.

 

Kasus tanpa integritas 2: Orang kecil menipu pengusaha kota

Ini masalah umum. Banyak pengusaha yang mengalaminya. Dengan alasan kemanusiaan, membangun kesejahteraan, bantuan, membangun ekonomi, dan istilah lainnya; banyak pengusaha mengumpulkan sumber daya untuk membantu orang lain. Saya termasuk sudah malang melintang mengalami ini, sebagai korban.

Sekelompok orang dari daerah datang untuk menawarkan peluang usaha atau program kemanusiaan ke gereja atau kelompok pengusaha di kota. Mereka sepertinya polos dan jujur. Setelah melalui berbagai proses, tanpa melihat kondisi lapangan mengalirlah uang ke orang tersebut dengan harapan dalam jangka waktu tertentu produk atau kegiatan yang mereka janjikan akan terwujud. Waktu berlalu, ketika saatnya menerima laporan tentang penggunaan uang yang diberikan, tidak seorangpun muncul dari mereka. Telepon sudah tidak aktif. Tidak dapat dihubungi lagi. Pengusaha kota yang mendanai kegiatan sadar: kita ditipu.

 

Kasus tanpa integritas 3: Proyek tuntas tapi tidak ada hasil

Suatu waktu karena sering ditipu oleh orang daerah maka diputuskan untuk memastikan bahwa harus ada orang yang hadir hingga pekerjaan selesai. Proyeknya adalah peternakan ikan air tawar terintegrasi dengan pabrik pembuatan pakan. Skalanya kecil karena berupa start up, tetapi jumlah uang melebihi gaji setahun Manajer perusahaan konglomerat. Lahan disiapkan, kolam dibangun, tempat penjaga dibangun. Pabrik pembuat pakan dibangun, mesin-mesin semua dipasang. Ujicoba pembuatan pakan berjalan sempurna. Bibit ikan dibeli dan ditaburkan ke kolam. Setelah semua pekerjaan lapangan selesai, petugas yang dihadirkan pengusaha kota kembali ke kota. Modal kerja ditinggalkan ke pengelola setempat sesuai perhitungan hingga masa panen.

Sesuai jadwal yang ditetapkan sudah tiba masa panen. Diutus orang dari kota untuk menyaksikan sekaligus ikut panen. Tetapi ketika menjemput di bandara, pengelola setempat mengabarkan bahwa ikan semua sudah lenyap karena terkena banjir. Mesin-mesin pengolah pakan nganggur karena manajer yang ditugaskan meninggalkan tugasnya. Seperti tersambar petir di siang bolong, orang yang diutus berdiri kaku tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan berkatapun tidak. Akhirnya dilanjutkan menuju lokasi usaha. Benar, kolam sudah kering dan mesin-mesin sudah dipenuhi kotoran sampah di pabrik. Semua sia-sia. Mau marah? Mau nuntut? Hanya menambah beban.

 

Kasus tanpa integritas  4: Kemitraan internasional yang ceria menjadi kecewa

Kelompok bisnis suatu Negara tetangga menghubungi kelompok pengusaha nasional. Ditunjuk satu pengusaha untuk menjadi mitranya. Mereka melakukan pembicaraan, kemudian menyepakati bidang usaha dan tempat untuk beroperasi. Ditetapkan untuk mengekspor hasil produk kelautan dari pulau kecil dari wilayah Timur Indonesia.

Perjalanan ke lokasi dimulai. Pemerintah Daerah setempat memfasilitasi. Dilakukan pertemuan dengan beberapa pengusaha lokal, sebagian besar adalah nelayan. Dilanjutkan meninjau lokasi usaha masing-masing. Dilanjutkan dengan pembicaraan teknis. Disepakati jenis, jumlah, harga barang, dan pembiayaan. Pengusaha setempat umumnya tidak memiliki dana, tetapi dengan penuh semangat meyakinkan para mitra bahwa mereka pasti memasok barang sesuai yang disepakati. Karena pertemuan difasilitasi pemerintah daerah setempat, keyakinan para mitra semakin meningkat. Akhirnya, dana mengalir dari Mitra ke pengusaha lokal, disaksikan Pemerintah Daerah.

Sesuai waktu yang ditentukan, barang telah tersedia di tempat. Perusahaan ekspedisi mengatur pengepakan dan pengiriman ekspor. Barang sampai di tempat tujuan di luar negeri. Pembeli akhir puas dengan pengiriman pertama.

Dana yang mengalir ke pengusaha lokal semakin besar sesuai permintaan dan janji mereka. Pengiriman berikutnya, mulai dikomplain oleh pembeli akhir di Negara tujuan. Tetapi secara bisnis masih menguntungkan dan dapat dilanjutkan.

Pengiriman selanjutnya ditunggu. Tetapi barang tak kunjung datang. Dihubungi pengusaha lokal, tidak bisa. Diminta bantuan Pemerintah Daerah, yang menyatakan bahwa pengusaha lokal akan segera mengirim barang. Mereka minta maaf atas keterlambatan dan ketidaknyamanan para mitra.

Para mitra masih berharap. Menunggu barang akan segera datang. Tetapi hari lepas hari, barang yang ditunggu tak kunjung datang. Akhirnya dihubungi Pemerintah Daerah. Mereka menyerah dan menyalahkan pengusaha lokal, tetapi tidak memberikan solusi. Setelah sekian lama, kemitraan bubar dan masing-masing pihak menanggung sejumlah kerugian.

Inilah contoh-contoh skala integritas yang ditunjukkan oleh sebagian (besar?) orang Indonesia. Kasus lain tentu masih banyak. Ya mereka memiliki integritas rendah atau sama sekali tidak berintegritas. Ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar orang masih dalam kegelapan. Apakah Anda dapat menerangi mereka?

Kalau Anda tergerak untuk melakukan perbuatan kemanusiaan, khususnya membawa terang ke dalam dunia kegelapan bisnis seperti ini, tetapi membutuhkan cara yang aman dan memiliki kepastian lebih besar, jangan sungkan untuk berdiskusi dengan kami. Silahkan email kami di: eclubcomdev@gmail.com   dengan senang hati kami akan berdiskusi dengan Anda. Mengapa? Karena disinilah panggilan umum dan panggilan khusus hidup kami. Mari kita melayani dunia bisnis sebagai ladang misi kita bersama.

 

 

Kamis, 22 Oktober 2020

TANDA-TANDA PENGUSAHA YANG DIDORONG OLEH IMAN

TANDA-TANDA PENGUSAHA YANG DIDORONG OLEH IMAN

Diadopsi dari Faith Driven Entrepreneur.

Apa itu Pengusaha yang Didorong oleh IMAN? Pemahaman  dapat berbeda bagi orang yang berbeda. Pengertian berikut ini tidak dimaksudkan sebagai daftar yang pasti. Namun, dalam pengalaman kami, kami telah menemukan beberapa atribut umum, atau saat kami menyebutnya di sini, tanda seperti berikut:

 

ü  Dipanggil untuk mencipta. Mengikuti jejak pengusaha asli.

ü  Identitas dalam Kristus. Dibentuk oleh Injil.

ü  Pengurus dibanding pemilik.

ü  Tidak menyembah pekerjaan. Mementingkan komunitas, keluarga, kesesuaian.

ü  Keunggulan penting. Kompetisi dan kemenangan untuk memuliakan Tuhan.

ü  Setia seutuhnya dibanding kehendak seutuhnya. Berserah kepada kehendak Tuhan.

ü  Pelayanan dalam tindakan. Memenuhi pasar sebagai tempat pelayanan.

ü  Pelayanan Firman. Memimpin dengan contoh. Membiarkan Injil bersinar dalam kesulitan.

 

Dipanggil untuk mencipta. Mengikuti jejak pengusaha asli.

Tuhan adalah pengusaha asli. Jika ada yang tahu bagaimana rasanya membuat dan membangun sesuatu yang benar-benar baru, itulah Dia. Kita dapat melihat bahwa sejak awal Dia telah menciptakan kita untuk berbagi dalam proses kewirausahaan-Nya.

Seringkali, kita menganggap pekerjaan sebagai kutukan, sebagai sesuatu yang Tuhan ciptakan untuk kita lakukan setelah kita diusir dari Taman Eden. Tetapi:

Bagaimana jika pekerjaan sebenarnya adalah bagian dari gambar-Nya?

Bagaimana jika itu adalah undangan untuk berkreasi dan membangun bersama pengusaha terhebat?

Bagaimana jika pekerjaan adalah sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita sebagai kendaraan yang melaluinya kita dapat menikmati hadirat-Nya?

Apakah ada orang tanpa pekerjaan? Apakah seseorang berarti di dunia ini tanpa pekerjaan?

Jadi, manusia sebagai gambar dan rupa Allah bukan hanya karakter, tetapi bekerja. Allah bekerja dan menciptakan manusia yang bekerja. Bekerja itulah Allah.

Apa yang membuat Taman Eden begitu istimewa bukanlah tidak adanya pekerjaan. Keistimewan Taman Eden adalah kehadiran rekan kerja yang sempurna. Lihat, Tuhan dan Adam bekerja bersama. Taman Eden dan semua tumbuhan dan hewan di dalamnya dibagi antara Tuhan dan manusia. Itulah visi kerja yang sempurna. Kita dapat dipersatukan dalam tujuan, hasrat, dan pengejaran dengan Tuhan. 

Tuhan ingin bekerja dengan kita. Dia ingin berkreasi bersama kita. Dia ingin memulai, berbagi, dan menyelesaikan proyek dan ide baru dengan kita. Dia tidak meninggalkan Adam sendirian untuk merawat Taman Eden. Dia tidak meminta kita untuk bekerja sendirian.

Tuhan menggunakan kita untuk mewujudkan kerajaan-Nya di Bumi seperti di Surga. Tuhan menggunakan manusia untuk mewujudkan kehendakNya di bumi seperti di Surga. Kreasi kita dapat membawa keteraturan dari kekacauan. Memecahkan masalah, merebut peluang, bersatu melawan ketidakadilan, membasmi kejahatan. Menciptakan martabat dan kesempatan bagi mereka yang berinteraksi dengan kreasi kita. Di tempat kita berada.

 

INISIATIF:

  • Perlakukan kreativitas, membuat sesuatu produk untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai sesuatu yang kita lakukan bersama Tuhan.
  • Lihatlah pekerjaan kita dan lihat bahwa itu bagus.
  • Rangkullah pemikiran di luar kotak, ciptakan ide-ide baru, berinvestasi pada hal-hal yang baik, yang benar, dan yang indah.

 

REFERENSI TULISAN SUCI:

  • Tuhan Allah mengambil orang itu dan menempatkannya di Taman Eden untuk mengerjakan dan merawatnya. Dan Tuhan Allah memerintahkan orang itu, “Kamu bebas makan dari pohon mana pun di taman; tetapi kamu tidak boleh makan dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, karena bila kamu makan darinya kamu pasti akan mati.” Tuhan Allah berkata, “Tidak baik bagi manusia untuk sendirian. Aku akan membuat penolong yang cocok untuknya." Sekarang Tuhan Allah telah membentuk dari tanah semua hewan liar dan semua burung di langit. Dia membawa mereka ke orang itu untuk melihat apa yang akan dia beri nama; dan apapun yang disebut manusia untuk setiap makhluk hidup, itulah namanya. Jadi orang itu memberi nama untuk semua ternak, burung di langit dan semua hewan liar." - Kejadian 2: 15-20

 

Identitas dalam Kristus. Dibentuk oleh Injil.

Pengusaha yang Didorong oleh Iman memiliki kehidupan yang telah diubah oleh Injil. Dia telah menerima anugerah keselamatan. Dia sekarang berusaha untuk membawa kemuliaan Tuhan sebagai tujuan terbesar dan tertinggi dalam hidup mereka.

Kita memahami bahwa identitas kita adalah sebagai anak-anak terkasih-Nya. Kita memiliki hak warisan penuh melalui kebenaran yang diberikan kepada kita melalui Anak-Nya. Kita membiarkan kenyataan ini meresap. Kita didorong oleh rasa syukur sedemikian rupa sehingga kita membawa semua yang kita miliki dengan sukacita ke altar sebagai bentuk ibadah kita yang berarti.

Pengusaha Berbasis Iman adalah pengikut Kristus yang pertama. Terus mengerjakan keselamatan kita dengan rasa takut dan gemetar dengan keyakinan. Kita adalah pemimpin yang berkomitmen untuk mencari Tuhan melalui waktu yang teratur. Kita mencari Tuhan dalam Kitab Suci-Nya, dalam doa, dan dalam kebersamaan dengan orang lain. Kita adalah pemimpin yang menjadi anggota komunitas Gereja lokal.

 

INISIATIF:

  1. Penilaian tentang bagaimana kita melakukannya dalam menerima Injil sepenuhnya vs. didorong oleh perasaan bahwa kita perlu "mendapatkan" sesuatu. Misi Tuhan dibanding kehendak sendiri.
  2. Waktu Harian dalam Firman Tuhan.
  3. Keanggotaan Gereja Lokal.
  4. Partisipasi Kelompok Kecil dan / atau Kelompok Akuntabilitas, kelompok yang bertanggungjawab secara alkitabiah.
  5. Mendapatkan Nasihat / bimbingan dari seorang Mentor.
  6. Kita hidup murah hati (memberi persepuluhan dan persembahan sukur atas pemberian yang diberikan kepada kita).

 

REFERENSI TULISAN SUCI:

  • “Karena itu, siapa yang ada di dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru. Yang lama telah mati; lihatlah, yang baru telah datang." 2 Korintus 5:17 (ESV)
  • Jadi kita, meskipun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus, dan secara individu menjadi anggota satu sama lain.  Roma 12: 5 (ESV)
  • Besi menajamkan besi, dan satu orang menajamkan sesamanya. Amsal 27:17 (ESV)
  • “Jangan khawatir tentang apapun, tetapi dalam segala hal dengan doa dan permohonan dengan ucapan syukur biarlah permintaan kamu diberitahukan kepada Tuhan. Dan damai sejahtera Allah, yang melampaui semua pengertian, akan menjaga hati dan pikiran kamu di dalam Kristus Yesus." Filipi 4: 6-7 (ESV)
  • “Manusia hidup tidak dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan.” Matius 4: 4 (ESV)
  • “Kitab Hukum ini tidak akan keluar dari mulutmu, tetapi kamu harus merenungkannya siang dan malam, sehingga kamu dapat berhati-hati untuk melakukan sesuai dengan semua yang tertulis di dalamnya. Karena kemudian kamu akan membuat jalan kamu makmur, dan kemudian kamu akan memiliki kesuksesan yang baik." Yosua 1: 8 (ESV)

 

Pengurus dibanding pemilik. Tuhan memiliki bisnis saya.

Kita sedang mengerjakan harta kekayaan dan barang-barang milik Tuhan. Kita adalah juru masak di dapur-Nya. Itulah kebenaran yang jujur ​​dan merendahkan hati. Bahkan, dan mungkin terutama, jika Anda memulai bisnis Anda sendiri, Anda menciptakan dan menggunakan bahan-bahan yang sudah diciptakan Tuhan terlebih dahulu. 

Kita melihat ini di Taman Eden, bukan? Adam tidak menciptakan Taman itu. Dia mengolahnya. Alih-alih memilikinya, dia malah mengusahakannya. Itulah yang dapat dilakukan oleh Pengusaha yang Didorong oleh iman dalam bisnis kita juga.

Kita melihat diri kita sebagai penatalayan atau pengurus sumber daya Tuhan. Kita memahami bahwa Dia telah mempercayakan sumber-sumber ini kepada kita untuk mengurus secara efektif sesuai dengan tujuan-Nya. Kita mengurusnya bukan untuk tujuan kita sendiri. Karena itu, kita  melihat peran uang sebagai alat. Karena Tuhan adalah pemiliknya, keuangan apa pun yang kita kendalikan adalah alat untuk tujuan akhir-Nya. Ini menghasilkan intensionalitas dan kemurahan hati yang radikal.

Kita memahami bahwa kesuksesan finansial memberi kita kesempatan untuk bermitra secara finansial dalam pelayanan. Kita juga menyadari bahwa Tuhan yang mengambil lima roti dan 2 ikan dan memberi makan 5.000 orang. Tuhan tidak membutuhkan uang kita. Jadi, kita tidak usah  membanggakannya. Jangan memiliki kebanggaan yang berlebihan. Jangan merasa kecemasan yang berlebihan bahwa Dia membutuhkan kita dan kesuksesan kita.

Kita merayakan dengan sukacita karena Dia memberikan kesempatan besar untuk berpartisipasi dalam pekerjaan yang Dia lakukan untuk kemuliaan-Nya. Bukan untuk kemuliaan kita.

 

INISIATIF:

  1. Menetapkan garis finis finansial. Menjawab pertanyaan: “Berapa cukup?” melalui doa, nasihat dan waktu dalam firman Tuhan.
  2. Menghadiri acara yang berbicara tentang Pesan Bibel Kedermawanan dan mengundang orang lain untuk datang juga.
  3. Misi holistik dengan jelas ditujukan kepada pemangku kepentingan utama (ditinjau kembali setidaknya 1x / tahun).
  4. Integrasikan prinsip-prinsip Kitab Suci / Alkitab ke dalam rencana Integrasi Spiritual secara  tertulis.
  5. Operasi dievaluasi secara holistik (keuntungan bisnis dan dampak spiritual).
  6. Undang orang lain untuk meminta pertanggungjawaban kita atas rencana kita.

 

REFERENSI TULISAN SUCI:

  • “Karena kami adalah rekan sekerja Tuhan; kamu adalah ladang Tuhan, bangunan Tuhan."  1 Korintus 3: 9
  • “Karena itu Daud memberkati Tuhan di hadapan semua jemaat; dan Daud berkata: “Berbahagialah Engkau, Tuhan Allah Israel, Bapa kami, selama-lamanya. Hormat kami, ya TUHAN, adalah kebesaran, Kekuatan dan kemuliaan, Kemenangan dan keagungan; Karena semua yang ada di surga dan di bumi adalah milik-Mu; Kerajaan-Mu adalah Kerajaan tak berkesudahan, ya TUHAN, Dan Engkau ditinggikan sebagai kepala atas segalanya. Baik kekayaan dan kehormatan datang dari-Mu, dan Engkau berkuasa atas segalanya. Di tangan-Mu ada kekuasaan dan kekuatan; di tangan-Mu itu untuk membuat besar dan memberi kekuasaan kepada semua. 'Karena itu, sekarang Tuhan kami, Kami berterima kasih dan memuji nama-Mu yang mulia.' ” 1 Tawarikh 29: 10-13 (NKJV)
  • 'Ikuti ketetapanKu dan berhati-hatilah untuk mematuhi hukumKu, dan engkau akan hidup dengan aman di negeri ini. Kemudian tanah itu akan menghasilkan buahnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan tinggal di sana dengan aman. Kamu mungkin bertanya, "Apa yang akan kita makan di tahun ketujuh jika kita tidak menanam atau memanen hasil panen kita?" Aku akan mengirimkan berkah seperti itu di tahun keenam sehingga tanah akan menghasilkan cukup untuk tiga tahun. Sementara engkau menanam selama tahun kedelapan, engkau akan makan dari panen tanaman lama dan akan terus memakannya sampai panen tahun kesembilan datang. Tanah tidak boleh dijual secara permanen, karena tanah itu milikKu dan kamu tinggal di tanah itu sebagai orang asing dan orang pendatang." Imamat 25: 18-23 (NIV)
  • “Aku tidak menuntutmu, Aku tidak berkenaan dengan pengorbananmu atau persembahan bakaranmu, yang selalu ada di depanku, Aku tidak membutuhkan lembu jantan dari kandangmu atau kambing dari kandangmu, karena setiap binatang di hutan adalah milikKu, dan ternak di seribu bukit. Aku tahu setiap burung di pegunungan, dan serangga di ladang adalah milikKu. Jika Aku lapar Aku tidak akan memberi tahu kamu, karena dunia ini milikKu, dan semua yang ada di dalamnya. Apakah Aku makan daging lembu jantan atau minum darah kambing? “Persembahankan korban terima kasih kepada Tuhan, penuhi sumpahmu kepada Yang Mahatinggi, dan panggil Aku di hari kesusahan; Aku akan membebaskanmu, dan kamu akan menghormatiKu. " Mazmur 50: 8-15 (NIV)

 

Tidak menyembah pekerjaan. Membuat penting komunitas, keluarga, kebugaran.

Godaan untuk melakukan hal yang sama terlihat jelas bagi para pengusaha. Kita bisa mengambil tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada kita. Kita berusaha memenuhi panggilan untuk menciptakan yang kita bicarakan sebelumnya dan menjalankannya. Kita bisa menggunakannya sebagai surat izin untuk menjadi gila kerja. Lebih buruk lagi, menjadikan pekerjaan sebagai berhala yang mencuri kasih sayang kita dari Tuhan. Tidak sulit untuk menemukan biaya untuk menempatkan waktu / energi / upaya kita secara eksklusif di satu tempat.

Jadi bagaimana kita menjaga ini semua dalam perspektif? Bagaimana Anda memastikan bahwa Anda memupuk nilai-nilai yang kuat dalam hidup Anda dan budaya usaha Anda? Kita telah melihat Firman Tuhan dan menemukan beberapa di Komunitas, Keluarga dan Kebugaran.

Komunitas: Peran wirausahawan adalah peran yang kesepian. Bahkan bagi kita yang memiliki banyak teman dan rekan kerja, kita masih bisa merasa terasing. Secara obyektif, itu tidak masuk akal. Bagaimana saya bisa diisolasi jika saya memiliki banyak orang di sekitar saya? Kuncinya berkaitan dengan menjadi dikenal sepenuhnya dan dikasihii sepenuhnya. Bagi wirausahawan, hambatan masuk untuk jenis hubungan itu tinggi. Yang mungkin mengapa pengusaha memiliki angka Statistik yang berbeda seperti:

 

  • 2X lebih mungkin menderita depresi
  • 6X lebih mungkin menderita ADHD
  • 3X lebih mungkin menderita penyalahgunaan zat
  • 2X lebih mungkin memiliki pikiran untuk bunuh diri

Untuk tetap sehat, itu berarti melangkah maju. Dibutuhkan melangkah keluar dari cangkang pelindung kita. Kita perlu memberi orang lain kesempatan untuk menkasihi kita. Itu tidak pernah mudah. Tetapi kita harus memutuskan untuk berjuang sendiri atau berkembang bersama orang lain. Pengusaha Berbasis Iman memilih yang terakhir: berkembang bersama orang lain.

Keluarga: Bagaimana kita memprioritaskan keluarga? Kita menanamkan budaya yang mengatakan tidak ada kepahlawanan untuk tetap berada di kantor hingga larut malam dengan mengorbankan keluarga. Kita memprioritaskan satu malam dalam seminggu yang merupakan malam kencan khusus. Dapatkan pengasuh anak dan habiskan malam dengan penuh kasih sayang dan peneguhan terhadap pasangan Anda.

Ini tidak akan terjadi secara alami. Faktanya, tunduk kepada keluarga kita mungkin adalah hal paling tidak wajar yang dapat dilakukan seseorang. Tetapi ketika kita bermitra dengan pasangan kita, maka ketika kita melihatnya sebagai bantuan untuk pekerjaan kita, bukan sebagai penghalang. Kita bisa mengalami hal terindah yang dapat kita temukan dengan kasih seperti Kristus di sisi Surga ini.

Kebugaran: Alasan utama untuk mendorong kebugaran di perusahaan Anda adalah karena tubuh kita adalah bagian dari diri kita, dan Tuhan menkasihi siapa kita. Ada alasan mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan lengan dan kaki dan dada dan semua otot dan urat yang menyatukan semuanya. Kita adalah ciptaan-Nya. Menjadi tanggung jawab kita untuk menghormati apa yang Tuhan telah buat.

Ketika kita menjaga diri kita sendiri, kita menunjukkan kepada Dia yang membuat kita bahwa kita peduli tentang “siapa Dia adalah apa yang Dia ciptakan”.

 

INISIATIF:

  • Ciptakan nilai-nilai yang selaras dengan siapa Anda sebagai “adalah pengikut Kristus” dan siapa Anda sebagai pemimpin bisnis.
  • Tetapkan prioritas yang tepat.
  • Temukan cara untuk menghargai komunitas, keluarga, dan kebugaran kita selain pekerjaan kita.
  • Bicaralah dengan rekan kerja, rekan pendiri, dan pasangan untuk memahami apa yang penting dan mengapa.

 

REFERENSI TULISAN SUCI:

  • Salah satu guru hukum datang dan mendengar mereka berdebat. Menyadari bahwa Yesus telah memberi mereka jawaban yang bagus, dia bertanya kepadanya, “Dari semua perintah, mana yang paling penting? Yang paling penting, "jawab Yesus," adalah ini: 'Dengarlah, hai Israel: Tuhan, Allah kami, Tuhan adalah satu. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap pikiranmu dan dengan segenap kekuatanmu.' Yang kedua adalah: 'Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.' Tidak ada perintah yang lebih besar dari ini. - Markus 12: 28-31
  • Tunduk satu sama lain karena menghormati Kristus. Para istri, serahkan dirimu kepada suamimu sendiri seperti yang kamu lakukan kepada Tuhan. Karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat, dengan tubuhnya dia adalah Juruselamat. Sekarang sebagai gereja tunduk kepada Kristus, demikian juga istri harus tunduk kepada suami mereka dalam segala hal. Para suami, kasihi isterimu, seperti Kristus mengasihi gereja dan menyerahkan diriNya untuknya. - Efesus 5: 21-25
  • Biarlah damai sejahtera Kristus menguasai hati Anda, karena sebagai anggota satu tubuh Anda dipanggil untuk damai. Dan bersyukurlah. Biarlah pesan Kristus tinggal di antara Anda dengan kaya saat Anda mengajar dan menegur satu sama lain dengan semua kebijaksanaan melalui mazmur, himne, dan nyanyian dari Roh, bernyanyi untuk Tuhan dengan rasa syukur di dalam hati Anda. Dan apa pun yang Anda lakukan, baik dalam perkataan atau perbuatan, lakukan semuanya dalam nama Tuhan Yesus, bersyukur kepada Allah Bapa melalui dia. - Kolose 3: 15-17
  • Apakah Anda tidak tahu bahwa tubuh Anda adalah bait Roh Kudus, yang ada di dalam Anda, yang telah Anda terima dari Tuhan? Anda bukan milik Anda sendiri; Anda telah dibeli dengan harga tertentu. Karena itu hormati Tuhan dengan tubuhmu. - 1 Korintus 6: 19-20

 

Keunggulan penting. Kompetisi dan kemenangan untuk memuliakan Tuhan.

Kami percaya bahwa kami diciptakan menurut gambar Tuhan. Tuhan yang bekerja 6 hari dan yang pekerjaanNya “baik”. Kita juga tahu bahwa pekerjaan-Nya berlanjut hingga hari ini. Pemahaman sebagai pembawa citra Tuhan ini, bersama dengan rasa syukur yang datang dari anugerah kehidupan, sekarang dan selamanya, memberi kita sumber energi nuklir yang memungkinkan kita untuk berjuang, dan mencapai keunggulan.

Kami memahami bahwa sejauh mana kami melakukan pekerjaan kami dengan baik sehingga kami memiliki kesempatan untuk bersaksi dan didengar (Francis Schaeffer parafrase).

Kami mengejar rencana keunggulan dalam bisnis yang mencakup aspek dari perencanaan, pengembangan profesional, pembentukan budaya, penetapan tujuan, pelaksanaan, dan penilaian.

Tuhan meminta pekerjaan terbaik kita, bukan versi "Kristen" terbaik dari pekerjaan kita.

Sayangnya, di beberapa lingkaran sekuler, "Kekristenan" dikaitkan dengan pendapatan di bawah rata-rata. Label "Kristen" bukanlah alasan untuk pengerjaan yang buruk, tetapi malah, justru sebaliknya. Karena kami melapor kepada otoritas yang lebih tinggi. Kami berusaha untuk melayaniNya dengan pekerjaan kualitas setinggi mungkin. Kita dapat dengan aman berasumsi bahwa tidak ada kursi goyah rusak yang keluar dari toko tukang kayu di Nazareth. Jadi, kita harus mengikuti teladan Juruselamat kita. Kita mencari kesempurnaan dalam setiap aspek pekerjaan kita sehari-hari.

 

INISIATIF:

  1. Kami memiliki program untuk pengembangan profesional karena kami berusaha menjadi yang terbaik.
  2. Kami mendapatkan penasihat kelas dunia dari industri tempat kami bersaing.
  3. Kami memiliki dan mengkomunikasikan rencana bisnis kepada semua pemangku kepentingan.
  4. Kami mengukur metrik utama yang mendorong bisnis kami.
  5. Kami tahu siapa pelanggan kami dan fokus untuk memberikan nilai yang sangat baik kepada mereka.

 

REFERENSI TULISAN SUCI:

  • BapaKu selalu bekerja sampai hari ini, dan Aku juga bekerja. - Yohanes 5:17
  • Apa pun yang Anda lakukan, kerjakan dengan sepenuh hati, seperti bekerja untuk Tuhan, bukan untuk tuan manusia. - Kolose 3:23
  • Tetapi ingatlah TUHAN, Allahmu, karena Dialah yang memberi Anda kemampuan untuk menghasilkan kekayaan, dan dengan demikian meneguhkan perjanjian-Nya, yang disumpahNya kepada nenek moyang Anda, seperti sekarang ini. - Ulangan 8:18
  • Tidak tahukah kamu bahwa dalam perlombaan semua pelari lari, tetapi hanya satu yang mendapat hadiah? Jalankan sedemikian rupa untuk mendapatkan hadiah. - 1 Korintus 9:24
  • Rencana gagal karena kurangnya nasihat, tetapi dengan banyak penasihat berhasil. - Amsal 15:22

 

Setia seutuhnya dibanding kehendak seutuhnya. Berserah kepada kehendak Tuhan.

Terlalu sering orang meluncur program dan produk melakukan hal-hal baik melalui bisnis mereka tanpa benar-benar mengubah diri mereka sendiri. Kehidupan seorang Pengusaha yang Didorong oleh Iman harus dimulai dengan transformasi hati dan pengabdian penuh pada Injil.

Seorang wirausahawan harus berhati-hati dalam bersikap setia sepenuhnya dibanding kehendak diri sepennuhnya. Tapi apa bedanya? Berikut ini contohnya: mencari cara untuk mengumpulkan uang dengan segala cara daripada meminta Tuhan untuk memberi (atau tidak memberi) kepada Anda apa yang Anda butuhkan saat Anda membutuhkannya. Atau ditetapkan dalam rencana bisnis Anda karena Anda yakin bahwa itulah yang Tuhan ingin Anda lakukan tanpa benar-benar berdoa sejak awal. Keyakinan tanpa dasar iman, hanya karena kehendak sendiri, ambisi pribadi.

Sulit untuk memisahkan keduanya, terutama jika Anda merasa melakukan hal yang benar. Tapi inilah tes lakmus. Jika Anda mendapati diri Anda berpikir, "Saya ingin melakukan kehendak Tuhan, saya hanya ingin melakukannya dengan cara ini," Anda mungkin mendapat masalah.

Kehendak sendiri, ambisi pribadi terjadi ketika Anda salah mengira keinginan Anda sebagai kehendak Tuhan. Setia sepenuhnya terjadi ketika Anda menyerahkan keinginan Anda kepada kehendak Tuhan.

Cara lain untuk melihatnya adalah perbedaan antara "bersaing" untuk iman (apa yang Tuhan perintahkan untuk Anda lakukan), dan "berjuang." Bersaing untuk iman berarti saya membawa semua yang saya miliki dalam ketaatan kepada Tuhan Yesus tetapi hasilnya adalah milik-Nya. Itu adalah posisi ketergantungan dan mempercayakan hasil, waktu, dan pendanaan dll kepada-Nya.

Perjuangan dicirikan oleh tekanan internal bahwa "Saya harus mewujudkannya" dalam energi saya, dalam garis waktu yang saya yakini perlu dan dalam banyak kasus dengan cara yang menurut saya terbaik.

Pertarungan disertai dengan kedamaian dan ketergantungan. Berusaha keras disertai dengan kecemasan, dan tekanan. Anda memilih… setia, bergantung vs berjuang, kehendak sendiri.


INISIATIF:

  • Luangkan waktu dalam doa setiap hari. Memohon kepada Tuhan untuk menunjukkan kepada Anda di mana harus setia.
  • Ingatkan diri Anda bahwa Anda tidak memegang kendali. Tetapi segalanya, baik kesuksesan maupun kegagalan, ada di tangan Tuhan.
  • Minta orang lain untuk mengatakan kebenaran ke dalam hidup Anda. Minta orang yang Anda yakini Hamba Tuhan yang setia untuk memberi tahu Anda di mana Anda mungkin lebih condong ke arah perilaku yang berdasarkan kehendak sendiri daripada setia.

 

REFERENSI TULISAN SUCI:

  • Dan Dia pergi sedikit melampaui mereka, dan jatuh tertelungkup dan berdoa, berkata, “Bapa-Ku, jika memungkinkan, biarlah cawan ini berlalu dari-Ku; namun tidak seperti yang Aku inginkan, tetapi seperti yang Engkau inginkan. - Matius 26:39
  • Karena itu serahkan dirimu kepada Tuhan. Lawan iblis, dan dia akan lari dari kamu. - Yakobus 4: 7
  • Dan tanpa iman tidak mungkin menyenangkan Dia, karena siapa pun yang mendekat kepada Tuhan harus percaya bahwa Dia ada dan bahwa Dia memberi penghargaan kepada mereka yang mencariNya. - Ibrani 11: 6

 

Pelayanan dalam tindakan. Memenuhi pasar sebagai tempat pelayanan.

Pengusaha yang Didorong oleh Iman, percaya bahwa Tuhan telah menempatkan kita di pasar untuk menjadi garam dan terang melalui tindakan kita. Kami ingin mengasihi karyawan dan komunitas yang lebih luas tempat kita menjalankan bisnis dengan cara yang patut dicontoh dan berbeda.

Kami adalah pengusaha yang mengakui bahwa kami perlu menjadi anggota aktif komunitas lokal kami sebagai pemimpin dan mendorong karyawan kami untuk melakukan hal yang sama. Kami 1) memberi karyawan kami kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang berarti

2) membayar mereka dengan baik dan,

3) mendorong mereka untuk mengasihi keluarga dan komunitas mereka dengan baik.

 

INISIATI:

  1. Pahami "Shadow of a Leader = organisasi menggambarkan pemimpin." Berikan contoh kencan malam, makan malam keluarga, dan kehadiran di acara olahraga anak-anak.
  2. Proyek Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Melayani bersama sebagai perusahaan di komunitas kita dengan proyek yang didukung oleh pekerja kita.
  3. Paketkan manfaat yang ada, atau lebih baik daripada yang ada di industri kita.
  4. Struktur kreatif yang memungkinkan karyawan untuk mengasihi keluarga mereka dengan baik.
  5. Akses dan dorongan untuk kebugaran fisik.

 

REFERENSI KITAB SUCI:

  • Biarlah terang Anda bersinar di hadapan orang lain, sehingga mereka dapat melihat pekerjaan baik Anda dan memuliakan Bapa Anda yang di Surga. - Matius 5:16
  • Semua cara seseorang tampak murni bagi mereka, tetapi motif ditimbang oleh TUHAN. - Amsal 16: 2
  • Artinya, agar kita dapat saling didorong oleh keyakinan satu sama lain, baik keyakinan Anda maupun keyakinan saya. - Roma 1:12
  • Karena itu, karena kita dikelilingi oleh awan saksi yang begitu besar, marilah kita membuang segala sesuatu yang menghalangi dan dosa yang begitu mudah menjerat. Dan marilah kita berlari dengan ketekunan dalam perlombaan yang telah ditentukan untuk kita. - Ibrani 12: 1
  • “Saudaraku, saya berdoa semoga semua berjalan baik dengan Anda dan semoga Anda dalam kesehatan yang baik, karena itu juga berjalan dengan baik dengan jiwa Anda.” - 3 Yohanes 1: 2
  • “Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dapat diterima oleh Tuhan daripada pengorbanan.” - Amsal 21: 3


Pelayanan Firman. Memimpin dengan contoh. Membiarkan Injil bersinar dalam kesulitan.

Kita semua ingin tampil seperti kita memiliki semuanya bersama. Sebagai pengusaha, kami ingin investor, karyawan, dan pelanggan kami tahu bahwa semuanya terkendali. Kami bisa mengurus semuanya. Kami dapat menangani apa pun yang menghalangi jalan kami.

Masalah dengan sikap ini adalah bahwa hal itu sering kali diakhiri dengan mengedepankan kita. Kita mencoba memanipulasi cara orang lain memandang kita adalah lereng licin. Pada akhirnya yang kita miliki hanyalah bingkai palsu yang dilihat orang lain. Tanpa konsep diri kita yang sebenarnya yang ada di dalamnya, hanyalah bom waktu. Kita dapat dengan cepat menjadi cangkang manusia yang berjalan dengan kepribadian yang hanya kita ciptakan untuk diri kita sendiri.

Inilah kebenarannya: kita tidak bisa melakukannya sendiri. Bahkan jika kita bisa, ini bukan tentang kita. Tuhan ingin hati kita yang jujur, bukan fasad yang kita pasang untuk orang lain, atau versi diri kita yang paling kita banggakan. Tapi untuk memberi Dia itu, membutuhkan kerendahan hati kita.

Kami adalah wirausahawan yang menyadari bahwa kehancuran kami sendiri adalah peluang luar biasa untuk berbagi alasan atas harapan yang kami miliki. Ini adalah kesempatan untuk memimpin dengan pincang. Kami memahami bahwa berbagi "mengapa" kami melakukan apa yang kami lakukan adalkepemimpinan yang efektif bila dilakukan dengan kelembutan dan rasa hormat.

Kami percaya tindakan berikut. Mendoakan untuk membagikan iman kami dan menerapkan inisiatif seperti kerohanian. Berdoa dengan dan untuk mitra, vendor, pelanggan, dan karyawan kami di saat krisis. Kami dapat menjadi saksi yang menarik ketika dilakukan dengan kelembutan dan rasa hormat.

 

INISIATIF:

  1. Manajemen membagikan kebenaran alkitabiah dengan staf dan hubungan bisnis lainnya jika sesuai secara budaya.
  2. Sebagai wujud kesaksian, perusahaan memiliki kebijakan yang jelas tentang etika bisnis dan menjalankan bisnis dengan cara memuliakan Tuhan.
  3. Manajemen berdoa dengan orang lain di pasar sebagaimana mestinya.
  4. Orang-orang percaya di dalam perusahaan secara teratur berkumpul untuk berdoa untuk bisnis dan orang-orang di dalam dan di sekitarnya.
  5. Berusaha untuk mengambil apa yang Tuhan telah ajarkan kepada kita di tempat kerja dan mendorong orang percaya lainnya dalam bisnis melakukan hal yang sama.

 

REFERENSI TULISAN SUCI:

  • Tetapi di dalam hatimu hormati Kristus sebagai Tuhan. Bersiaplah selalu untuk memberikan jawaban kepada setiap orang yang meminta Anda memberikan alasan atas harapan yang Anda miliki. Tapi lakukan ini dengan kelembutan dan rasa hormat. – 1 Peter 3:15
  • Dan pertobatan untuk pengampunan dosa itu harus diberitakan dalam nama-Nya ke semua bangsa. - Lukas 24:47
  • Oleh karena itu janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita, atau tentang saya sebagai tahanannya, tetapi ikut menderita demi Injil oleh kuasa Allah. - 2 Timotius 1: 8
  • Dan Yesus datang dan berkata kepada mereka, “Semua otoritas di surga dan di bumi telah diberikan kepadaKu. Karena itu pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, ajarkan mereka untuk menjalankan semua yang telah Aku perintahkan kepadamu. Dan lihatlah, Aku selalu bersamamu, sampai akhir zaman.” - Matius 28: 18-20