PIM MENGASIHI


Program Indonesia Mengasihi (PIM)
Aktivitas yang akan dijalankan dalam PIM adalah: 
  1. Menanggulangi korban akibat berbagai macam bencana alam dan nonalam atau sosial dan musibah di berbagai daerah di Indonesia. 
  2. Mulai dari tahap darurat sampai membangun kembali sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat. 
  3. Menyalurkan kebutuhan pangan, sandang dan perlindungan sementara, mendirikan sarana ibadah, persekutuan, sekolah, dan pendirian sarana distribusi kebutuhan pokok masyarakat seperti pembangunan kios-kios di pasar tradisional. 
  4. Mendirikan rumah-rumah untuk masyarakat yang rumahnya hancur terkena bencana. 
  5. Pipanisasi air bersih dan penerangan untuk kebutuhan masyarakat dan ketahanan pangan. 
  6. Untuk bencana sosial dilakukan upaya pencegahan, penghentian, rekonsiliasi dan pemulihan kerukunan sosial di lokasi korban bencana sosial.


LEMSAKTI mengumpulkan. Penyaluran melalui Mitra Gereja atau Yayasan di/dekat Tempat Bencana Terjadi (TBT).

Saat ini Para Mitra bekerja di lapangan tempat bencana terjadi antara lain:
  1. Bangga, Sigi, Palu Sulawesi Tengah, 
  2. Lombok, Nusa Tenggara Barat,  
  3. Ambon, Maluku  
  4. Nusa Tenggara Timur  
  5. Sumatera Utara


BENCANA ALAM DI INDONESIA
Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Berlokasi di Cincin Api Pasifik (wilayah dengan banyak aktivitas tektonik), Indonesia harus terus menghadapi resiko letusan gunung berapi, gempa bumi, banjir dan tsunami. Pada beberapa peristiwa selama 20 tahun terakhir, Indonesia menjadi headline di media dunia karena bencana-bencana alam yang mengerikan dan menyebabkan kematian ratusan ribu manusia dan hewan, serta menghancurkan wilayah daratannya (termasuk banyak infrastruktur sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi).

Apalagi, musim hujan atau kemarau yang ekstrim (fenomena El Nino dan La Nina) bisa menghancurkan panen bahan makanan, memicu terjadinya inflasi dan menyebabkan tekanan finansial yang berat bagi kalangan kurang mampu di masyarakat Indonesia. Terakhir, bencana-bencana alam akibat ulah manusia (seperti kebakaran hutan yang disebabkan karena kebudayaan pembakaran ladang, biasanya di pulau Sumatra dan Kalimantan) bisa menyebabkan dampak-dampak yang sangat besar bagi lingkungan hidup.

Salah satu catatan penting adalah kenyataan bahwa keadaan infrastruktur dan properti di Indonesia terkenal lemah - akibat manajemen yang salah, kekurangan dana, kurangnya keahlian atau korupsi. Keadaan ini memperparah dampak-dampak buruk yang terjadi setelah bencana alam. Sementara itu di wilayah perkotaan, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan Yogyakarta, ada kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Maka kombinasinya kurangnya  kualitas infrastruktur / properti dan padatnya penduduk di daerah perkotaan berarti sebuah bencana alam bisa  menewaskan lebih banyak korban dari yang seharusnya terjadi karena akan membutuhkan tenaga yang lebih kecil untuk membuat bangunan runtuh di Indonesia.

Pesan kuncinya adalah bahwa semua publik republik ini harus terus meningkatkan kesadaran tentang keadaan kritis bencana alam ini. Dengan kesadaran yang tinggi akan mempengaruhi perilaku setiap hari agar awas bencana. Bukan berpikir bahwa tidak akan kena bencana tetapi orang lain yang kena. Tetapi selalu berpikir kalau bencananya saya hadapi.

Gempa yang terjadi di Sigi, Palu Sulawesi Tengah dan Lombok di NTB, Ambon Maluku dan tempat lain memakan banyak korban jiwa dan kehancuran infrastruktur sehingga korban-korban masih membutuhkan dukungan dan bantuan.

Sebagai anak bangsa di negeri ini, masalah ini tidak bisa dibiarkan, harus ditangani dan diselesaikan secepatnya. Dan tentu saja, tidak mungkin hanya pemerintah saja, tetapi seluruh masyarakat Indonesia harus turut ambil peran dan bagian dengan cara yang kreatif dan smart adanya.
Mari Berdonasi Secara Smart
FOTO-FOTO PEMBERIAN BANTUAN KEPADA KORBAN BENCANA
BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA DI PALU SIGI DONGGALA, SULAWESI TENGAH










BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA LOMBOK






BANTUN UNTUK KORBAN BENCANA LETUSAN GUNUNG AGUNG






PEKERJAAN YANG BUTUH BANTUAN SEKARANG:

A. WATER WELL PROJECT LOMBOK Rp 10.000.000,-

B. WATER WELL LEMBATA – WEST TIMOR Rp 21.500.000,-

C. WEST TIMOR MINISTRY PROJECT:
  1. Procurement and distribute 1000 bibles Rp 75.000.000,-
  2. Toilet Project 10 units Rp 80.000.000,-
  3. Water Projects for 60 Household/Families Rp 150.000.000,-


YA, SAYA IKUT BERPARTISIPASI dengan:
Setor langsung ke 

Account No: 1146159795

Bank BNI

SWIFT Code / BIC BNINIDJARWM