Jumat, 19 Agustus 2022

BAPTISAN YESUS ADALAH PENGUMUMAN RAJA SURGA HADIR DI BUMI

BAPTISAN YESUS PENGUMUMAN RAJA SURGA HADIR DI BUMI

lanjutan sebelumnya  SEKOLAH PROSES PEMBENTUKAN RAJA YESUS KRISTUS

Baptisan Kristus secara luar biasa menunjukkan ketiga Pribadi Trinitas pada saat yang sama: Anak dibaptis, Roh Kudus turun, dan Bapa berbicara dari surga. Dalam peristiwa ini, Bapa dan Roh Kudus menegaskan keilahian Kristus, dan Yesus tunduk pada kehendak Bapa-Nya.

Itu terjadi pada masa itu bahwa Yesus datang dari Nazaret di Galilea dan dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Saat keluar dari air, dia melihat langit terkoyak dan Roh, seperti merpati, turun ke atasnya. Dan … suara datang dari surga, “Engkau adalah Putraku yang terkasih; denganmu aku sangat senang.” (Markus 1:9-11)

Sebelum Yesus memulai pelayanan-Nya di dunia, Yohanes Pembaptis adalah utusan Allah yang ditunjuk. Yohanes telah berkeliling, mengumumkan kedatangan Mesias kepada orang-orang di seluruh wilayah Yerusalem dan Yudea. Yohanes memanggil orang-orang untuk mempersiapkan kedatangan Mesias dan bertobat, berbalik dari dosa-dosa mereka, dan dibaptis. Dia menunjukkan jalan kepada Yesus Kristus. Sampai saat ini, Yesus telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia dalam ketidakjelasan yang tenang. Tiba-tiba, Dia muncul di tempat kejadian, berjalan ke Yohanes di Sungai Yordan.

Ketika Yesus datang kepada Yohanes, Yohanes ragu-ragu untuk membaptisnya. Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan, dan Yesus tidak memiliki apa pun yang perlu Dia pertobatkan. Lalu mengapa Yesus bersikeras untuk dibaptis? Dengan memilih untuk dibaptis, Yesus menggenapi semua kebenaran – mempersiapkan diri-Nya untuk menjadi korban yang sempurna bagi mereka yang akan ditebusNya untuk menjadi warga Kerajaan Surga.

Catatan dalam Matius menunjukkan hal ini:

Kemudian Yesus datang dari Galilea kepada Yohanes di sungai Yordan untuk dibaptis olehnya. Yohanes mencoba mencegahnya, dengan mengatakan, “Saya yang perlu dibaptis oleh Anda, namun Anda datang kepada saya?” Yesus berkata kepadanya sebagai jawaban, "Lakukan saja  sekarang, karena demikianlah sepatutnya bagi kita untuk menggenapi semua kebenaran." Kemudian dia mengizinkannya. (Matius 3:13-15)

Pada awal pelayanan Yesus Kristus, Dia melakukan perjalanan dari Galilea ke Sungai Yordan. Yohanes Pembaptis ada di sana berkhotbah dan membaptis orang-orang. Yesus pergi kepada Yohanes dan meminta untuk dibaptis. Yohanes tidak mau melakukannya, karena menurutnya Yesus lah yang harus membaptisnya. Dia bertanya kepada Yesus mengapa Dia perlu dibaptis. Yesus menjelaskan bahwa Dia perlu dibaptiskan untuk patuh pada perintah-perintah Bapa Surgawi.

“Yohanes turun ke dalam air dan membaptis Dia.“ Dan Yesus, ketika Dia dibaptis, langsung keluar dari air; dan Yohanes melihat, dan lihatlah, langit terbuka baginya, dan dia melihat Roh Allah turun seperti burung merpati dan menerangi Yesus. “… lihatlah, dia mendengar suara dari surga, berkata, Ini adalah Putraku yang terkasih, yang kepadanya aku berkenan. Dengarkanlah dia.” (King James Bible.)

Yohanes merasa sangat tidak memenuhi syarat untuk melakukan apa yang Yesus minta darinya. Sebagai pengikut Kristus, kita sering merasa tidak mampu untuk memenuhi misi yang Tuhan panggil untuk kita lakukan. Mengapa Yesus meminta untuk dibaptis? Pertanyaan ini telah membingungkan para pelajar Alkitab sepanjang zaman. Yesus tidak berdosa; Dia tidak perlu dibersihkan, Dia tidak perlu pertobatan. Tidak, tindakan baptisan adalah bagian dari misi Kristus untuk datang ke bumi. Seperti imam-imam Allah sebelumnya — Musa, Nehemia, dan Daniel — Yesus mengaku dosa atas nama orang-orang di dunia. Demikian juga, Dia mendukung pelayanan baptisan Yohanes.

Baptisan Yesus adalah unik. Ini berbeda dengan "baptisan pertobatan" yang dilakukan Yohanes. Itu bukan "baptisan Kristen" seperti yang kita alami masa sekarang ini. Baptisan Kristus adalah langkah ketaatan pada awal pelayanan publiknya untuk mengidentifikasi diriNya dengan pesan pertobatan Yohanes dan gerakan kebangunan rohani yang telah dimulainya.

Dengan tunduk pada air baptisan, Yesus menghubungkan diri-Nya dengan mereka yang datang kepada Yohanes dan bertobat. Dia juga menjadi contoh bagi semua pengikutnya. Baptisan Yesus juga merupakan bagian dari persiapanNya untuk pencobaan Setan di padang gurun. Baptisan adalah bayangan dari kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus. Dengan melakukan baptisan, Yesus mengumumkan awal pelayanan-Nya di bumi.

Allah Bapa berbicara dari surga, Allah Anak dibaptis, dan Allah Roh Kudus turun ke atas Yesus seperti burung merpati. Merpati yang melambangkan Roh Kudus adalah tanda persetujuan langsung dari keluarga surgawi Yesus. Ketiga anggota Trinitas muncul untuk menyemangati Yesus. Manusia yang hadir dapat melihat atau mendengar kehadiran mereka. Ketiganya memberikan kesaksian kepada para pengamat bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, Raja Yang Diutus ke bumi dari surga.

Yohanes telah mengabdikan hidupnya untuk mempersiapkan kedatangan Yesus. Dia telah memfokuskan semua energinya pada saat ini. Hatinya tertuju pada ketaatan. Namun, hal pertama yang Yesus minta dia lakukan, Yohanes menolak. Yohanes menolak karena dia merasa tidak memenuhi syarat, tidak layak untuk melakukan apa yang Yesus minta. Apakah Anda merasa tidak mampu untuk memenuhi misi Anda dari Tuhan? Yohanes merasa tidak layak bahkan untuk melepaskan sepatu Yesus, namun Yesus berkata bahwa Yohanes adalah yang terbesar dari semua nabi (Lukas 7:28). Jangan biarkan perasaan tidak mampu menahan Anda dari misi yang ditunjuk Tuhan.

Dan dia berkhotbah, dengan mengatakan, “Setelah aku, datang Dia yang lebih kuat dari aku, yang sandalNya tidak layak untuk kubuka dan kulepaskan. Aku telah membaptis kamu dengan air; tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” (Markus 1:7,8 RSV)

Dalam Injil Menurut Markus, kita bertemu sejumlah orang yang berbicara tentang Yesus, yang memberikan penilaian mereka tentang siapa Dia. Yang pertama adalah Yohanes Pembaptis. Inilah yang dia katakan: “Setelah aku, kemudian datang Dia yang lebih kuat dariku, yang sandalnya tidak layak aku bungkukkan dan kulepaskan. Aku telah membaptis kamu dengan air; tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”

Sekarang untuk memahami pentingnya hal ini, mari kita tanyakan dulu siapa Yohanes Pembaptis itu. Kita tahu banyak tentang pria ini. Ia lahir sekitar tahun 5 SM dari orang tua Yahudi yang saleh, keduanya berada di garis imam di Israel. Ia dibesarkan di daerah perbukitan Yudea.

Keadaan kelahirannya tidak biasa. Ketika ayahnya Zakharia sedang melakukan tugas imamatnya di bait suci di Yerusalem, seorang malaikat Bernama Gabriel menampakkan diri kepadanya dan berjanji bahwa dia, meskipun sudah lanjut usia, akan menjadi ayah dari seorang putra. Dia harus menamai anak laki-laki itu Yohanes dan membesarkannya sebagai seorang Nazarite (membuat nazar, janji kepada Tuhan), seperti orang-orang hebat Perjanjian Lama, Simson dan Samuel. Zakharia diberitahu bahwa Yohanes akan dipenuhi dengan Roh Kudus sejak kelahirannya dan akan mempersiapkan umat Israel untuk kedatangan Tuhan.

Hal pertama yang perlu diperhatikan tentang Yohanes dalam Injil Markus adalah bahwa ia adalah seorang dari padang gurun. Dia tampaknya menghabiskan tahun-tahun awalnya dalam pengasingan di padang pasir dekat rumahnya, di sebelah Barat Laut Mati. Dia mulai diperhatikan oleh orang lain sekitar tahun 26 Masehi (dia juga menunggu 30 tahun sejak kelahirannya baru tampil). Pada salah satu tahun cuti panjang Israel ketika orang-orang telah dibebaskan dari pekerjaan di ladang dan memiliki waktu luang untuk hal-hal lain. Yohanes mulai berkhotbah di padang gurun di tepi Sungai Yordan. Dia pasti sosok yang mencolok, berpakaian dengan bulu unta, mengenakan ikat pinggang kulit di pinggangnya. Dia hidup sederhana—dengan belalang yang dia kumpulkan di tempat-tempat belantara dan dengan madu hutan.

Yohanes langsung mengingatkan orang-orang tentang nabi besar Perjanjian Lama Elia. Elia  juga pernah menjadi orang yang berkeliaran di gurun. Dia juga telah mencemooh kemewahan dan korupsi orang kaya dan para penguasa. Dia datang ke orang-orang sezamannya entah dari mana, segar dari persekutuan dengan Allah yang hidup.

Umat ​​Allah, bangsa Israel, tahu dari sejarah mereka tentang padang gurun. Di sanalah Tuhan telah membimbing dan menyediakan bagi mereka segala kebutuhan hidup mereka setelah pelarian ajaib mereka dari Mesir. Para nabi seperti Hosea, Amos, dan Yesaya sering berbicara tentang periode padang gurun itu sebagai masa keputraan sejati Israel kepada Allah. Ketika para nabi itu memanggil orang-orang di generasi mereka untuk bertobat, mereka memanggil mereka kembali ke awal sejarah Allah dengan umat-Nya. Itu adalah panggilan untuk kembali ke padang gurun, untuk kembali kepada Tuhan dan hubungan dekat yang mereka kenal dengan Dia di sana.

Itulah mengapa sangat penting bagi orang-orang di zaman Yohanes sehingga dia mengembara di tempat-tempat gurun dan berkhotbah di padang gurun. Pesannya juga merupakan panggilan pertobatan yang jelas, pedih, dan kuat. Dia memanggil orang-orang kembali kepada Tuhan, ke awal yang baru dalam hubungan mereka dengan-Nya. Mereka harus menyadari kembali ketergantungan mereka pada Tuhan langit dan bumi. Mereka harus menukar kebanggaan dengan kerendahan hati. Mereka harus mengakui pengembaraan mereka dan mengakui dosa-dosa mereka. Mereka harus melarikan diri dari murka yang akan datang. "Menyesali! Menyesali! Menyesali! dan bertobat" adalah beban dari pesan Yohanes.

Ciri baru dalam hal ini adalah panggilannya kepada orang-orang untuk dibaptis. Orang Israel telah mengetahui tentang baptisan air. Itu adalah ritus yang digunakan untuk menerima proselit ke dalam komunitas iman. Kita telah belajar dari penemuan Qumran bahwa komunitas agama di Israel juga menggunakan baptisan air sebagai ritus inisiasi. Tapi di sini ada sesuatu yang direkomendasikan untuk semua umat Tuhan. Desakan Yohanes untuk pembaptisan adalah tanda kenabian, begitu unik dan mencolok bagi generasinya sehingga ia hanya dikenal sebagai Yohanes Pembaptis atau Yohanes Sang Pembaptis. Sungguh suatu tontonan yang luar biasa, berdiri di tengah-tengah air sungai Yordan, membaptis orang-orang satu demi satu ketika mereka mengakui dosa-dosa mereka.

Pria ini membuat kesan yang sangat besar pada generasinya. Meskipun dia tinggal di padang gurun dan berkhotbah di tepi sungai Yordan, orang-orang datang kepadanya dari mana-mana, tidak hanya orang pedesaan dari daerah sekitar Yudea tetapi juga banyak orang dari Yerusalem, termasuk para pemimpin agama pada zamannya. Selama hampir 400 tahun tidak ada nabi yang muncul di Israel, tetapi orang-orang yang mendengar Yohanes Pembaptis tahu bahwa dia datang dengan firman yang otentik dari Allah. Dia adalah manusia pada zamannya, man of the hour. Khotbahnya yang berani adalah hal yang paling menarik yang telah terjadi di Israel untuk waktu yang lama.

Ini memberi pesan pada kata-katanya tentang Yesus makna khusus. Yohanes dianggap—tidak seperti siapa pun dalam ingatan—sebagai orang yang berbicara dari Allah kepada siapa firman Tuhan telah datang. Dia menggambarkan dirinya dalam kata-kata Perjanjian Lama dari Yesaya, Maleakhi dan Keluaran sebagai "utusan" dari Tuhan, "sebuah suara yang berseru di padang gurun, `Persiapkan jalan bagi Tuhan.'" Terkenal dan berpengaruh meskipun dia menjadikan dirinya sederhana, Yohanes dengan demikian menolak untuk menarik perhatian pada dirinya sendiri. Dia melihat dirinya sebagai saksi, jari yang menunjuk, suara yang menyatakan orang lain. Orang yang dibicarakannya adalah putra sepupu ibunya, Yesus, dari Nazaret kecil. “Setelah aku,” bentak Yohanes, “datanglah Dia yang lebih kuat dariku.”

Segala sesuatu tentang pelayanan Pembaptis menjadi saksi lebih dari sekedar kuasa manusia. Bagaimana dia menarik orang-orang dari desa dan dusun dan kota-kota yang ramai untuk datang kepadanya di padang pasir? Dari mana magnet yang menarik orang ke sisinya dan membuat mereka mau menerima baptisan di tangannya? Dari mana kekaguman terhadapnya terbangun di hati para guru agama yang terpelajar dan penguasa yang berkuasa? Tidak ada seorang pun yang telah menggoyahkan suatu budaya sampai ke dasar-dasarnya seperti yang dilakukan Yohanes dalam kebangkitannya yang meroket menjadi terkenal. Tapi dia mendiskon semua itu. Dia menunjuk dari dirinya sendiri ke seseorang yang lebih kuat darinya.

Tapi dia melangkah lebih jauh. "Saya tidak layak," dia mengumumkan, "untuk membungkuk dan melepaskan tali sandalnya." Itu, seperti yang Anda tahu, adalah layanan yang sangat kasar. Itu adalah sesuatu yang tidak diharapkan dilakukan oleh siswa atau murid, bahkan untuk seorang rabi yang dihormati. Hanya seorang budak yang akan membungkuk dan melepaskan sandal seseorang. Tetapi Yohanes berkata, “Saya tidak layak melakukan itu untuk Dia yang akan datang setelah saya.” Dengan kata lain, “Dia jauh lebih unggul dari saya sehingga merupakan kehormatan besar bagi saya untuk melakukan bagi-Nya pelayanan seorang budak.”

Bayangkan efeknya atas para pendengarnya! Semua orang menganggap Yohanes sebagai orang suci. Dia hidup tanpa cela, mencintai kebenaran, membenci kejahatan, berjalan dengan pikiran tunggal dalam kehendak Tuhan. Orang-orang sezamannya melihatnya sebagai raksasa moral dan spiritual. Tetapi Yohanes menolak untuk menikmati kekaguman mereka atau untuk memupuk pengikut pribadi. “Lihatlah Yesus,” katanya; "Dia sangat layak."

Pesannya sama ketika Yohanes membandingkan pekerjaannya dengan Dia yang akan mengikutinya. “Aku telah membaptis kamu dengan air, tetapi dia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” Yohanes sedang melakukan sesuatu dalam urutan alami dunia fisik; Yesus akan melakukan pekerjaan di alam Roh. Yohanes melakukan apa yang bisa dilakukan orang biasa; Pekerjaan Yesus akan menjadi mukjizat, terobosan kekuatan surgawi. Yohanes dapat menerapkan air yang merupakan tanda lahiriah dari penyucian Tuhan; Yesus akan membersihkan hati orang-orang dan membuat mereka baru dengan karunia Roh Allah sendiri.

Jadi Yohanes memberikan kesaksian tentang identitas Yesus yang sebenarnya. Yohanes, yang dipandang oleh banyak orang sebagai orang terbesar di generasinya, mengatakan, ”Inilah seseorang yang jauh lebih hebat daripada saya.” Yohanes, orang yang paling suci, menyatakan dirinya tidak layak untuk berlutut di hadapan Yesus. Yohanes, agen Yang Mahatinggi, menunjuk kepada Dia yang datang untuk melakukan pekerjaan Tuhan di bumi. Yohanes sedang mempersiapkan jalan Yesus dan memberitahu dunia bahwa di dalam Dia, Yesus, Allah telah datang mengunjungi umat-Nya. Surga telah turun ke bumi. Berbeda sekali, dan sangat lain dengan agama manapun yang selalu mengajarkan umatnya untuk bisa masuk surga. Yohanes adalah suara yang berseru di padang gurun, “Persiapkan jalan bagi Tuhan.” Biarlah bukit-bukit diratakan dan lembah-lembah ditinggikan. Biarkan tempat-tempat yang kasar dibuat halus. Biarlah ada jalan di tengah-tengah hutan belantara, dan lebih dalam lagi di hati orang-orang, sebuah jalan yang disiapkan, jalan raya bagi Raja! Jalan bagi Allah masuk ke dalam hati setiap manusia yang sudah siap oleh pemberitaan tentang kedatanganNya. Allah adalah Roh, jadi, bukalah hati Anda supaya Roh Allah masuk dan bersemayam di sana. Mengetahui keberadaan surga berarti masuk ke dalam hati Anda yang dijadikan tempat tinggal Roh Allah. Jangan cari surga di tempat lain, karena dimana ada Roh Allah, disitu ada surga.

Apa pendapat Anda tentang kesaksian Yohanes? Apakah dia dalam pikiran Anda seorang nabi Tuhan yang sejati? Apakah dia dalam suksesi Elia? Yesaya? Yeremia dan yang lainnya? Apakah dia mengucapkan firman Tuhan tanpa rasa takut? Saya percaya dia melakukannya. Dan itulah salah satu alasan saya percaya bahwa Yesus adalah Yang Mahakuasa yang tak tertandingi, Yang secara unik layak, Yang memberikan Roh Kudus, Tuhan Allah sendiri dari surga turun ke bumi menemui umat kepunyaanNya sendiri.

Mengapa, menurut Anda, Yohanes memberikan kesaksian seperti ini? Dia tidak mendapatkan apa-apa dari itu. Faktanya, khotbah semacam ini akhirnya menyebabkan dia dipenjara dan dieksekusi. Dia bisa memiliki dunia di kakinya, sepertinya. Tapi dia memberikan semuanya dengan menunjuk orang lain, seorang pria yang sedikit lebih muda, seorang kerabat. Mengapa?

Dia pasti merasakan panggilan Tuhan yang memaksa untuk melakukan ini. Firman Tuhan pasti untuknya, seperti untuk Yeremia, "api di tulangnya" sehingga dia tidak bisa berhenti memproklamirkannya bahkan jika dia menginginkannya.

Ya, dan dia pasti sangat percaya bahwa Yesus memang Mesias yang dijanjikan Allah kepada  Israel, bahwa Dia adalah firman abadi yang menjadi manusia, Tuhan yang akan mengunjungi umat-Nya, membawa keselamatan, dan mempersiapkan mereka menerima RohNya, Roh Allah, Roh Kudus untuk tetap bersamanya selama-lamanya.

Tetapi Yohanes memproklamirkan iman ini dan mengkhotbahkan firman ini dengan satu tujuan akhir: untuk memimpin semua orang yang dia tuju kepada pertobatan. Yohanes telah mempertaruhkan seluruh hidupnya pada keyakinan ini: di dalam Yesus, Allah akan melakukan sesuatu yang baru. Di dalam Yesus, pemerintahan Raja Allah akan masuk ke dalam sejarah manusia dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Yohanes berdiri di ambang peristiwa paling penting dalam sejarah dunia. Allah Abraham, Ishak dan Yakub akan datang untuk menyelamatkan dan memerintah. Dan orang-orang, semuanya, perlu dipersiapkan.

Tidak ada cara untuk mempersiapkan jalan Tuhan, untuk membuka hati kita bagi pemerintahan-Nya, selain dari pertobatan. Dosa kita yang menutup jalan, pemberontakan kita yang menghalangi kedatangan-Nya, kesombongan kita yang tidak menyisakan ruang bagi-Nya. Jadi Yohanes memanggil semua pendengarnya untuk bertobat. Seperti yang dikatakan oleh penulis Injil lainnya kepada kita, dia membuat panggilan itu eksplisit untuk kelompok orang tertentu. “Hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan,” katanya. “Jangan hanya mengakui dosa-dosa Anda dan menerima baptisan, tetapi berbaliklah kepada Tuhan dan mulailah hidup baru.” Jika Anda memiliki dua mantel, katanya, maka bagikan dengan orang yang tidak memilikinya. Jika Anda memiliki cukup makanan dan cadangan, berikan sebagian kepada yang lapar. Jika Anda seorang pemungut cukai, maka memungut tidak lebih dari yang ditetapkan bagi Anda. Tidak ada lagi mencongkel dan memeras orang miskin dengan  tidak berperasaan, tidak ada lagi keserakahan dan pemerasan. Jika Anda seorang tentara, katanya, “jangan merampok siapa pun dengan kekerasan atau tuduhan palsu dan puaslah dengan gaji Anda.”

Mungkin Anda tidak cocok dengan salah satu kategori itu, tetapi apa pun situasi Anda, Yohanes Pembaptis memiliki kata untuk Anda. Apa pun yang melanggar hukum Tuhan dan mendukakan hati-Nya, apa pun yang menghancurkan integritas Anda atau melukai orang lain, bencilah. Berbaliklah darinya, karena kerajaan Allah sudah dekat. Dia datang dalam penghakiman. Dia datang dalam pengampunan. Bertobatlah hari ini dan sambut Dia, Yesus, sebagai Juruselamat dan Raja Anda. Anda akan menemukan hari ini juga bahwa Dia masih Dia yang memberi hidup baru, yang memberikan Roh Kudus kepada mereka yang berseru kepada-Nya. Tuhan Yesus tetap sama, dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Pesan Yohanes adalah panggilan untuk pertobatan. Beberapa orang berpikir bahwa pertobatan kebanyakan tentang perasaan, terutama perasaan menyesal atas dosa Anda. Sungguh luar biasa merasa menyesal tentang dosa Anda, tetapi bertobat bukanlah kata "perasaan". Ini adalah kata tindakan. Yohanes mengatakan kepada pendengarnya untuk mengubah pikiran, bukan hanya untuk menyesali apa yang telah mereka lakukan. Pertobatan berbicara tentang perubahan arah, bukan kesedihan di dalam hati.

Apakah pertobatan adalah sesuatu yang harus kita lakukan sebelum kita dapat datang kepada Tuhan? Iya dan tidak. Pertobatan tidak menggambarkan sesuatu yang harus kita lakukan sebelum kita datang kepada Allah; itu menggambarkan seperti apa datang kepada Tuhan. Jika Anda berada di Medan, dan saya meminta Anda untuk datang ke Jakarta, saya tidak perlu mengatakan “Tinggalkan Medan dan datanglah ke Jakarta.” Datang ke Jakarta berarti meninggalkan Medan. Jika Anda belum meninggalkan Medan, Anda pasti belum datang ke Jakarta. Kita tidak bisa datang ke kerajaan surga kecuali kita meninggalkan dosa dan kehidupan kita sendiri, di kerajaan duniawi.

Panggilan untuk pertobatan adalah penting dan tidak boleh diabaikan. Sangat akurat untuk mengatakan bahwa itu adalah kata pertama dari Injil.

  • Bertobat adalah kata pertama dari Injil Yohanes Pembaptis (Matius 3:1-2).
  • Bertobat adalah kata pertama dari Injil Yesus (Matius 4:17 dan Markus 1:14-15).
  • Bertobat adalah kata pertama dalam pelayanan pemberitaan kedua belas murid (Markus 6:12).
  • Bertobat adalah kata pertama dalam instruksi khotbah yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya (Lukas 24:46-47).
  • Bertobat adalah kata nasihat pertama dalam khotbah Kristen pertama (Kisah Para Rasul 2:38).
  • Bertobat adalah kata pertama yang keluar dari mulut Rasul Paulus melalui pelayanannya (Kisah Para Rasul 26:19-20).

Padang belantara tempat Yohanes berkhotbah bukanlah padang gurun biasa. Ini panas dan, selain dari Sungai Yordan itu sendiri, sebagian besar gersang, meskipun tidak berpenghuni, pada masa itu. Ketika pertama kali masuk wilayah Isarel saya merasakan kegersangan. Kami datang dari Jordania, melalui jembatan sebelah utara, bernama Sheikh Hussein Bridge, menghubungkan Irbid di sebelah Jordania dan Beit She’an di sebelah Israel. Saya bertanya-tanya dimana susu dan madu yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama. Tapi, pertanyaan itu tidak lama sudah terjawab ketika makan pertama di Israel kami nikmati di kota Yerikho. Jelas ada suguhan susu, susu domba. Dan madunya? Ternyata rasa manis itu terdapat dalam buah kurma, baik yang berwarna merah maupun kuning. Keduanya berasal dari padang gurun. Tapi tidak tersedia begitu saja. Keduanya, susu dan madu tersedia berkat kerja keras dan proses uji coba bertahun-tahun dari orang Israel. Dimulai dari Kibbutz, kampung pertanian pedesaan, sampai mereka menciptakan teknologi pertanian yang luar biasa, seperti teknologi tetes (drip water) yang telah mencampur semua nutrisi yang dibutuhkan tanaman sesuai jenis dan umurnya. Demikian juga dengan rumah tanaman, green house yang dapat mengatur suhu dan kelembaban udara sesuai kebutuhan tanaman. Bukankah perubahan pertanian dari mengharapkan apa yang disediakan oleh alam (yang memang tidak tersedia) menjadi apa yang dibutuhkan tanaman dalam kondisi yang panas terik ekstrim itu merupakan hasil pertobatan manusia? Cara berpikir dan bertindak mereka berubah, dari hanya menerima dan mengambil begitu saja apa yang disediakan alam, menjadi pencipta yang sangat produktif kreatif. Tapi, pertobatan yang dimaksudkan oleh Yohanes melebihi hal kreatif alami seperti itu.

Mengapa perlu bertobat? Karena kerajaan surga sudah dekat. Yohanes ingin orang-orang tahu bahwa kerajaan surga sudah dekat – sedekat tangan Anda. Itu tidak jauh atau sekedar  melamun atau berkhayal seperti yang mereka bayangkan. Inilah sebabnya mengapa Yohanes begitu mendesak dalam seruannya untuk bertobat. Jika kerajaan surga sudah dekat, maka kita harus bersiap-siap sekarang.

Pesan utama Yohanes bukanlah “Kamu orang berdosa, kamu harus bertobat.” Pesan utama Yohanes adalah “Mesias sang Raja akan datang.” Inilah kesalahan utama gereja-gereja main stream, salah menafsirkan pesan Kitab Suci. Panggilan untuk pertobatan adalah tanggapan terhadap berita bahwa Raja dan kerajaan-Nya akan datang – memang, sudah di sini dalam satu arti yang sesungguhnya secara empiris. Ya datang dari surga ke bumi, tempatnya di Israel. Mengapa disebut Kerajaan SURGA? Karena Tuhan merancang bahwa kerajaan kasih karunia-Nya di sini di bumi harus menyerupai kerajaan kemuliaan di atas di Surga. Bumi dirancang menjadi bagian wilayah Kerajaan Surga. Itulah alasannya mengapa Tuhan kita mengajarkan kita untuk berdoa, jadilah kehendak-Mu di bumi, seperti di surga. Jadi, bumi ini haruslah menjadi seperti di surga. Untuk mewujudkan kehendak Bapa di bumi seperti di surga adalah tugas utama gereja. Gereja yang tidak melakukannya adalah gereja yang pertama harus bertobat, mengobah pola pemahaman dan perspektifnya tentang gereja itu sendiri, dan selanjutnya melakukan semua Tindakan yang sepadan dengan tujuan Bapa surgawi.

Karena inilah dia yang dibicarakan oleh nabi Yesaya, dengan mengatakan: “Suara seseorang yang berseru di padang belantara: ‘Persiapkan jalan untuk Tuhan; luruskan jalan-Nya.'” Dan Yohanes sendiri berpakaian dari bulu unta, dengan ikat pinggang kulit melingkari pinggangnya; dan makanannya belalang dan madu hutan.

Persiapkan jalan untuk Tuhan. Matius menggunakan perikop ini dari Yesaya 40:3 untuk mengidentifikasi Yohanes Pembaptis sebagai pendahulu Mesias yang dinubuatkan. Dalam peran ini, tujuan Yohanes adalah untuk mempersiapkan hati bagi Mesias, dan untuk membawa kesadaran akan dosa di antara Israel sehingga mereka dapat menerima keselamatan dari dosa yang ditawarkan oleh Mesias.

Menurut Yohanes 1:23, Pembaptis pernah menerapkan perikop ini pada dirinya sendiri. Di sini Matius melakukannya untuknya. Luruskan jalan-Nya. Bagian yang Matius kutip dari (Yesaya 40:3) bermaksud membangun jalan besar untuk kedatangan seorang Raja Yang Agung. Idenya adalah jalan rata dengan cara mengisi lubang dan merobohkan bukit yang menghalangi. Idenya diambil dari praktik raja Timur, yang, setiap kali mereka melakukan ekspedisi, atau melakukan perjalanan melalui negara gurun, mengirim pertanda sebelum mereka datang, untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk perjalanan mereka. Tugas para perintis untuk membuka celah, meratakan jalan, dan menyingkirkan semua rintangan.

Gagasan mempersiapkan jalan Tuhan adalah gambaran kata, karena persiapan yang sebenarnya harus terjadi di dalam hati kita. Membangun jalan sangat mirip dengan persiapan yang Tuhan harus lakukan di dalam hati kita. Keduanya mahal, keduanya harus menghadapi banyak masalah dan lingkungan yang berbeda, dan keduanya membutuhkan para ahlinya. Ahli perataan jalan raya biasa adalah para insinyur sipil. Ahli perataan jalan ke hati adalah orang seperti Yohanes. Apakah Anda termasuk orang seperti Yohanes?

Yesus adalah Mesias dan Raja yang akan datang. Yohanes Pembaptis adalah orang yang berteriak, memberikan pengumuman di padang gurun. Melalui pesan pertobatannya, dia bekerja untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Kita sering gagal menghargai betapa pentingnya pekerjaan persiapan untuk kehadiran Tuhan. Setiap pekerjaan besar Tuhan dimulai dengan persiapan yang besar.

Hati manusia yang belum bertobat adalah seperti hutan belantara, di sana tidak ada jalan. Tetapi sebagaimana rakyat yang setia mempersiapkan jalan untuk dilalui pangeran-pangeran terkasih, demikian pula manusia untuk menyambut Tuhan, dengan hati yang diluruskan dan siap untuk menerima-Nya. Dalam Yesaya 40:3 jalan Yahweh dipersiapkan dan diluruskan; dalam Matius 3:3 itu adalah jalan Yesus. Identifikasi Yesus dengan Yahweh ini umum dalam Perjanjian Baru (seperti dalam Keluaran 13:21 dan 1 Korintus 10:4; Yesaya 6:1 dan Yohanes 12:41).

Berpakaian bulu unta, dengan ikat pinggang kulit. Dalam kepribadian dan pelayanannya, Yohanes Pembaptis mengikuti pola Elia yang berani (2 Raja-raja 1:8), yang tanpa takut memanggil Israel untuk bertobat. Baik Elia maupun Yohanes memiliki pelayanan yang keras di mana pakaian dan makanan yang keras menegaskan pesan mereka dan mengutuk penyembahan berhala kelembutan fisik dan spiritual. Ibadah bukan hanya untuk memuaskan hasrat jiwa lapar manusia atau sekedar belanja mengenyangkan rohani, tetapi mempersiapkan diri seutuhnya dipenuhi oleh Roh Allah untuk melaksanakan segala sesuatu apapun yang Tuhan tetapkan untuk dilaksanakan oleh setiap orang, sesuai panggilan hidupnya.

Dalam semangat zaman sekarang, pelayanan Yohanes akan sangat berbeda. Dia tidak akan memulai di hutan belantara. Dia tidak akan berpakaian lucu. Dia tidak akan mengkhotbahkan pesan langsung seperti itu. Dia akan menggunakan survei pemasaran dan kelompok fokus untuk mengasah pesan dan presentasinya. Atau Majelis Gereja menyebarkan kuesioner melalui bit.ly untuk mendapatkan masukan dari keinginan anggota jemaat bagaimana seharusnya ibadah dilakukan. Yohanes tidak dimotivasi oleh semangat zaman sekarang, tetapi oleh Roh Tuhan. Yohanes hanya melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Roh Tuhan kepadanya. Yohanes tidak perlu meminta pendapat umat untuk menentukan pelayanan apa yang cocok. Tegas, Yohanes hanya menentukan apa yang harus orang lakukan supaya sesuai dengan kehendak Tuhan. Yohanes melakukan apa Tuhan perintahkan dia lakukan. Tuhan adalah Raja, kehendak Tuhan adalah segalanya.

Bukannya Yohanes Pembaptis mencoba menjadi pelopor seperti Elia yang diprediksi dalam Maleakhi 4:5, seolah-olah dia memutuskan sendiri untuk menjadikan ini takdir dan citra publiknya. Yohanes tahu kata-kata yang diucapkan kepada ayahnya Zakharia sebelum dia lahir. Dia juga akan pergi ke hadapan-Nya dalam roh dan kuasa Elia, "untuk mengubah hati bapa kepada anak-anaknya," dan orang yang tidak taat kepada hikmat orang benar , untuk mempersiapkan suatu umat yang dipersiapkan bagi Tuhan. (Lukas 1:17) Ini hanyalah siapa Yohanes Pembaptis itu. Orang dapat mengatakan bahwa dia adalah ini bahkan sebelum dia diciptakan di dalam Rahim, karena Malaikat Gabriel sudah memberitahukannya kepada ayahnya.

Makanannya, meskipun terbatas, bergizi dan tersedia di hutan belantara. Tidak perlu dibeli dan diolah, tinggal comot dan makan. Penampilan cara makan Yohanes seolah berkata “Tuhan, jangan biarkan dagingku, minumanku, atau pakaianku, menghalangi aku dalam pekerjaan-Mu!”

Kemudian Yerusalem, seluruh Yudea, dan seluruh daerah sekitar sungai Yordan pergi kepadanya dan dibaptis olehnya di sungai Yordan, sambil mengakui dosa-dosa mereka. Ini menjelaskan bahwa pelayanan Yohanes mendapat tanggapan yang luar biasa. Ada banyak orang yang menyadari keberdosaan mereka, kebutuhan mereka untuk bersiap-siap bagi Mesias, dan bersedia melakukan sesuatu untuk itu.

Di bawah berkat Tuhan, pesan pertobatan dan panggilan Yohanes untuk mempersiapkan Mesias membuahkan hasil yang besar. Pembaptisan adalah untuk orang berdosa, dan tidak ada orang Yahudi yang pernah menganggap dirinya sebagai orang berdosa yang tertutup dari Allah. Sekarang untuk pertama kalinya dalam sejarah nasional mereka, orang-orang Yahudi menyadari dosa mereka sendiri dan kebutuhan mereka yang menuntut akan Allah. Belum pernah ada gerakan nasional pertobatan dan pencarian Tuhan yang begitu unik. Khotbahnya menciptakan gerakan kebangkitan yang meluas, dan para pengikutnya merupakan kelompok penting dalam Yudaisme yang mempertahankan keberadaannya terpisah di luar periode Perjanjian Baru.

Josephus sebenarnya menulis lebih banyak tentang Yohanes Pembaptis daripada tentang Yesus. Pengaruh Yohanes Pembaptis terbukti beberapa dekade setelah pelayanannya dimulai, seperti yang terlihat dalam Kisah Para Rasul 18:25 dan 19:3. Seluruh Yudea, dan seluruh wilayah. Istilah semua di sini dua kali diulang, dimaksudkan untuk memberi tahu kita, bahwa sering kali dalam Kitab Suci tidak lebih dari ‘banyak’ artinya, karena tidak dapat dibayangkan bahwa setiap orang di Yerusalem dan wilayah sekitar Jordan pergi untuk mendengarkan Yohanes Pembaptis, tetapi banyak yang melakukannya. Dan dibaptis olehnya.  Dengan baptisan, Yohanes mempersembahkan upacara pembasuhan yang mengakui dosa dan melakukan sesuatu untuk menunjukkan pertobatan. Sebelum kita dapat memperoleh kerajaan surga, kita harus mengenali kemiskinan roh kita (Matius 5:3). Jenis kesadaran akan dosa ini adalah dasar bagi sebagian besar kebangunan dan kebangkitan manusia memasuki Kerajaan Surga.

Baptisan secara sederhana berarti “membenamkan atau menenggelamkan atau merendam.” Yohanes tidak memerciki atau menuang air ketika dia membaptis. Seperti kebiasaan dalam beberapa upacara pembasuhan Yahudi lainnya, Yohanes benar-benar membenamkan orang-orang yang dibaptisnya. Oleh karena itu, secara alami, baptisan itu bukan sekadar percikan atau tuangan air, tetapi mandi di mana seluruh tubuhnya dimandikan, dengan merendamnya dalam air.

Baptisan dipraktekkan di komunitas Yahudi sudah dalam bentuk upacara pencelupan, tetapi biasanya hanya di antara orang-orang bukan Yahudi yang ingin menjadi orang Yahudi. Bagi seorang Yahudi di zaman Yohanes untuk tunduk pada baptisan pada dasarnya adalah untuk mengatakan, "Saya mengaku bahwa saya jauh dari Tuhan sebagai orang bukan Yahudi dan saya harus benar dengan-Nya." Ini adalah pekerjaan nyata dari Roh Kudus. Baptisan Yohanes mungkin terkait dengan praktik orang Yahudi dalam membaptis petobat non-Yahudi, atau dengan beberapa upacara pembasuhan yang dilakukan oleh orang Yahudi pada masa itu. Meskipun mungkin memiliki beberapa tautan, pada saat yang sama itu unik – sangat unik sehingga hanya Yohanes saja dikenal sebagai “Pembaptis.” Jika ada banyak orang yang melakukan itu, itu bukan gelar yang unik.

Baptisan Yohanes adalah sebuah inovasi. Paralel kontemporer terdekat adalah pembaptisan diri seorang non-Yahudi untuk menjadi seorang proselit, dan pembasuhan ritual yang berulang (juga dilakukan sendiri) di Qumran. Baptisan Kristen seperti Yohanes dalam arti menunjukkan pertobatan, tetapi juga lebih. Itu adalah dibaptis ke dalam Kristus, yaitu dalam kematian dan kebangkitan-Nya (Roma 6:3).

Mengakui dosa-dosa mereka. Ini adalah aspek penting lainnya, dan merupakan mitra panggilan untuk pertobatan. Orang-orang Yahudi ini sangat serius untuk menjadi benar dengan Tuhan. Participle berarti, saat mengaku; tidak asal mereka mengaku. Pengakuan dosa oleh individu ini adalah hal baru di Israel. Ada pengakuan kolektif pada hari penebusan dosa yang besar, dan pengakuan individu dalam kasus-kasus tertentu (Bilangan 5:7), tetapi tidak ada pelepasan diri yang besar secara spontan dari jiwa-jiwa yang bertobat – setiap orang terpisah. Itu pasti pemandangan yang menggetarkan. 'Mengakui dosa-dosa mereka' yang disertai dengan baptisan di sungai Yordan memberikan makna khusus. Terlepas dari atau apabila tidak ada pengakuan bersalah, itu akan menjadi sekadar memandikan orang itu tanpa makna spiritual. Berendam seperti biasa saja. Yang menjadikannya baptisan adalah pengakuan dosa mereka dan permohonan pengampunan.

Tetapi ketika dia melihat banyak orang Farisi dan Saduki datang untuk dibaptis, dia berkata kepada mereka, “Keturunan ular beludak! Siapa yang memperingatkan Anda untuk melarikan diri dari murka yang akan datang? Karena itu hasilkanlah buah-buah yang layak untuk pertobatan, dan jangan berpikir untuk berkata kepada diri sendiri, 'Kami memiliki Abraham sebagai bapa kami.' Karena aku berkata kepadamu bahwa Allah sanggup membangkitkan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini. Dan bahkan sekarang kapak diletakkan di akar pohon. Karena itu setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik ditebang dan dibuang ke dalam api. Aku memang membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Dia yang datang setelah aku lebih berkuasa dari pada aku, yang kasut-Nya tidak layak aku pikul. Dia akan membaptis Anda dengan Roh Kudus dan api. Kipas penampi-Nya ada di tangan-Nya, dan Dia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya secara menyeluruh, dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung; tetapi jerami itu akan dibakar-Nya dengan api yang tidak terpadamkan.”

Ketika dia melihat banyak orang Farisi dan Saduki dating, Yohanes memberikan respon berbeda. Ada dua kelompok penting ini dalam Yudaisme abad pertama. Kedua kelompok ini sangat berbeda dan sering berkonflik. Bersama-sama mereka mewakili kepemimpinan Yudaisme.

Orang Farisi adalah sekte Yahudi yang muncul abad 150SM dan mempromosikan gagasan kemurnian imamat untuk semua orang Yahudi, kepercayaan kepada takdir, dan konsep kebangkitan orang mati, dan mengajarkan bahwa selain perintah dalam Taurat, Hukum Lisan juga diturunkan oleh Musa.  Lima hal tentang orang Farisi.

  1. Mereka percaya bahwa seseorang dibenarkan dengan menaati hukum, dan mereka percaya diri mereka benar dengan cara ini.
  2. Mereka sering salah mengartikan hukum.
  3. Mereka menganggap banyak tradisi memiliki otoritas yang sama dengan Kitab Suci.
  4. Mereka sering munafik dalam prakteknya, mengabaikan inti dan semangat hukum untuk aspek ketaatan lahiriah.
  5. Orang-orang Farisi sebagai “hakim hukum, ahli dalam agama.”

Tentang orang Saduki, mereka adalah "Orang-orang dari dunia dan sebagian besar dari kelas sakral." Saduki adalah nama dari kelompok aristocrat Yahudi yang berkuasa di Yerusalem hingga Bait Suci dihancurkan pada tahun 70M. Kaum Saduki juga  bertanggung jawab terhadap ibadah yang dilakukan di Bait Suci sebagai kaum imam. Hampir seluruh imam digolongkan ke dalam kaum Saduki.

Keturunan ular berbisa! Siapa yang memperingatkan Anda untuk melarikan diri dari murka yang akan datang. Yohanes menuduh para pemimpin ini ingin terlihat cemas akan Mesias, tetapi tidak benar-benar bertobat dan mempersiapkan hati mereka. Karena itu Yohanes menuntut buah-buah yang layak untuk pertobatan. Banyak orang Farisi dan Saduki mungkin datang untuk pembaptisan dengan kesombongan yang menjadi ciri kegiatan keagamaan mereka yang lain… mereka menunjukkan kepada dunia betapa siapnya mereka untuk Mesias, meskipun mereka belum benar-benar bertobat. Yohanes mengingatkan mereka bahwa pertobatan sejati akan terlihat dalam hidup. Ini harus menjadi masalah pertobatan yang hidup, bukan hanya pertobatan yang berbicara. Kamu datang ke sini dan mendorong dirimu ke dalam kerumunan orang yang bertobat, tetapi ini tidak cukup, pertobatan sejati bukanlah hal yang mandul…kamu harus menghasilkan buah kekudusan, buah yang dapat menjawab sifat pertobatan sejati.

Tentu saja sebagian besar orang Yahudi percaya akan murka yang akan datang; perbedaannya adalah target dari penghakiman itu. Mereka menganggap penghakiman itu menyangkut bangsa-bangsa bukan Jahudi; dia menganggapnya sebagai tentang orang-orang yang tidak bertuhan di Israel.

Kita dapat belajar banyak dari khotbah Yohanes Pembaptis, “Larilah dari murka yang akan datang.”

 

  • Murka ini adalah murka Allah.
  • Murka ini adil dan pantas.
  • Murka ini sering diabaikan atau diabaikan karena tidak segera; tapi itu pasti akan datang.
  • Murka ini tidak kurang pasti hanya karena tertunda dan akan datang.
  • Murka ini mengerikan ketika datang karena itu adalah murka Tuhan.
  • Murka ini tidak dapat dilawan; satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan berhasil melarikan diri darinya.

Apa yang Yohanes suruh mereka lakukan juga instruktif: melarikan diri.

  • Melarikan diri menyiratkan tindakan segera.
  • Melarikan diri menyiratkan tindakan cepat.
  • Melarikan diri menyiratkan gerakan lurus tanpa pengalihan.

Jangan berpikir untuk mengatakan kepada diri Anda sendiri, “Kami memiliki Abraham sebagai bapa leluhur kami”. Yohanes memperingatkan mereka untuk berhenti mempercayai warisan Yahudi mereka karena mereka harus benar-benar bertobat, bukan hanya percaya pada jasa Abraham. Secara luas diajarkan pada hari itu bahwa jasa Abraham banyak untuk keselamatan setiap orang Yahudi dan bahwa orang Yahudi tidak dapat masuk neraka. Yohanes menunjukkan bahwa orang Farisi dan Saduki ini berasal dari keluarga yang berbeda. Mereka adalah keturunan ular berbisa – artinya keluarga yang terkait dengan ular! Ular adalah lambang dari Iblis penipu yang telah memperdaya (menipu) Hawa sehingga menyebabkan Adam dan keturunannya terperangkap dalam dosa. Akibat dosa adalah manusia jadi sakit dan kemudian mati. Tritunggal kebiadaban Iblis si Setan: mencuri (kebenaran dengan tipuan), membunuh (harapan dengan memisahkan manusia dari Tuhan), dan membinasakan (dengan sakit ˂membusuk tubuhnya˃ dan mati). Dalam setiap aksinya, Setan menebarkan ancaman dan menimbulkan rasa takut. Mirip terorisme yang dimulai dengan radikalisme.

Bahkan sekarang kapak diletakkan di akar pohon. Ada referensi di sini untuk seorang penebang kayu, yang, setelah menandai sebuah pohon untuk dipotong, meletakkan kapaknya pada akarnya. Dia melepaskan  pakaian luarnya, agar ia dapat menggunakan pukulannya dengan lebih kuat, dan agar pekerjaannya segera dilakukan. Tidak hanya pemangkasan dan pemotongan dahan yang dilakukan Yohanes. Dia adalah pemegang kapak tajam yang akan menebang setiap pohon yang tidak berguna. Pohon adalah lambang yang dipakai untuk menggambarkan atau menunjukkan tentang manusia.

Aku memang membaptis kamu dengan air untuk pertobatan. Baptisan Yohanes adalah salah satu pertobatan. Dalam hal ini, itu tidak identik dengan baptisan Kristen atau baptisan ke dalam Kristus (Roma 6:3), yang mencakup demonstrasi pertobatan dan pembersihan, tetapi juga mengakui identifikasi orang percaya dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan Yesus (Roma 6: 3-4).

SandalNya tidak layak saya bawa. Yohanes mengakui tempatnya sendiri di hadapan Yesus. Dia adalah salah satu yang tidak layak untuk membawa sandal Yesus. Dia tidak menganggap dirinya jauh di atas orang-orang yang dia panggil untuk pertobatan. Dia tahu di mana dia berdiri dalam kaitannya dengan Yesus (alih-alih menjadi bangga dengan orang banyak yang dia tarik dan respon yang dilihatnya). Dengan mengatakan ini, Yohanes menempatkan dirinya lebih rendah dalam hubungannya dengan Yesus daripada seorang murid biasa dari seorang rabi biasa. Seorang murid Rabi diharapkan untuk bertindak secara virtual sebagai budak tuannya, tetapi melepaskan sepatunya adalah tugas yang terlalu rendah bahkan untuk seorang murid.

Dia akan membaptis Anda dengan Roh Kudus dan api. Kipas penampi ada di tangan-Nya, dan Dia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya secara menyeluruh. Yohanes memperingatkan mereka untuk mempersiapkan kedatangan Mesias, karena Dia akan datang dengan penghakiman. Baptiskan kamu dengan Roh Kudus. Ini adalah pencurahan Roh yang dijanjikan dengan Perjanjian Baru (Yehezkiel 37:14).

Dan api. Membaptis dengan api berarti membawa api penghakiman, yang akan menyucikan yang murni, tetapi menghancurkan yang jahat seperti sekam. Sekam adalah sisa bulir padi berupa kulit yang tidak berharga setelah biji padi atau beras dikeluarkan. Para pemimpin yang sombong dan tidak bertobat ini sama tidak bergunanya bagi Tuhan. Pemurnian dengan api juga merupakan harapan kenabian (Yesaya 4:4; Zakharia 13:9; Maleakhi 3:2; lih. Yesaya 1:25). Oleh karena itu, Yohanes meramalkan pembersihan yang nyata, berbeda dengan tanda lahiriahnya sendiri.

Sebuah garpu penampi melemparkan keduanya ke udara. Angin meniup sekam, dan biji-bijian yang lebih berat jatuh untuk dikumpulkan dari tanah. Sekam yang berserakan disapu dan dibakar dan lantai pengirikan dibersihkan. Di Indonesia ada mesin pemipil padi dan jagung. Padi dalam batang dimasukkan ke alat yang diputar oleh mesin, padinya lepas dan jatuh ke dalam ruang yang disediakan, sedangkan batangnya tinggal di atas dan kemudian dikumpulkan dalam tempat tersendiri menjadi Jerami. Padi kemudian dijemur dan dipipil di mesin pemipil yang memecahkan kulit sehingga berasnya terlepas. Kulit disatukan ke tempat tersendiri dan menjadi sekam. Biasanya setelah kering jerami dan sekam dibakar menjadi pupuk tanaman.

Para pemimpin Yahudi berpikir bahwa Mesias akan datang dengan penghakiman, tetapi hanya melawan musuh-musuh Israel. Mereka dibutakan dalam keyakinan diri mereka yang benar bahwa hanya orang lain yang perlu untuk menjadi benar dengan Tuhan. Banyak hari ini pemimpin dan anggota gereja memiliki ide yang sama, menganggap dirinya sudah benar dan yang lain yang akan dihukum. Yohanes Pembaptis sangat dibutuhkan hari ini. Banyak dari apa yang kita sebut Kekristenan hanyalah orang duniawi tanpa pertobatan yang dikristenkan. Kita membutuhkan Yohanes Pembaptis untuk datang dengan kata-kata kerasnya tentang kapak, kipas penampi, dan api. Tidak kurang dari itu akan berguna untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang baru, menciptakan manusia baru. Baru dari rohnya kemudian jiwanya dan tubuhnya.

Mat 3:13-14 Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis. Kemudian Yesus datang dari Galilea kepada Yohanes di sungai Yordan untuk dibaptis olehnya. Dan Yohanes mencoba untuk mencegah-Nya, dengan berkata, “Aku perlu dibaptis oleh-Mu, dan apakah Engkau datang kepadaku?” Kemudian Yesus datang dari Galilea kepada Yohanes di sungai Yordan untuk dibaptis: Ini adalah kemunculan Yesus yang signifikan dari tahun-tahun ketidakjelasan-Nya. Karya-karya pertama dalam pelayanan publik-Nya membawa makna yang besar dalam memahami sisa pelayanan-Nya. Yesus dating sendiri. Tidak ada yang memaksa Yesus untuk dibaptis. Dia datang kepada Yohanes atas pilihan-Nya sendiri. Ada beberapa tradisi lama dan salah (disebutkan dalam Barclay) bahwa Yesus dibaptis karena tekanan dari ibu dan saudara-saudara-Nya. Karena semua orang melakukannya, mereka pikir Dia juga harus melakukannya.

Saya perlu dibaptis oleh Anda, dan Anda akan datang kepada saya. Yohanes mengenali ironi yang melekat dalam situasi ini. Tidak ada yang perlu dipertobatkan oleh Yesus, dan akan lebih tepat bagi Yesus untuk membaptis Yohanes. Seolah-olah Yohanes berkata kepada Yesus, “Saya membutuhkan baptisan Roh dan api Anda, bukan Anda dengan baptisan air saya.”

Mat 3:15 Yesus membiarkan diri-Nya dibaptis oleh Yohanes. Tetapi Yesus menjawab dan berkata kepadanya, "Biarkanlah sekarang Aku dibaptis, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapi segala kebenaran." Kemudian dia mengizinkan-Nya. Sudah sepatutnya kita menggenapi semua kebenaran. Yesus mengerti mengapa hal ini tampak aneh bagi Yohanes, tetapi bagaimanapun juga perlu untuk menggenapi semua kebenaran. Bukannya tindakan yang satu ini dengan sendirinya menggenapi semua kebenaran, tetapi itu adalah langkah penting lainnya dalam keseluruhan misi Yesus untuk mengidentifikasikan diri dengan manusia yang jatuh dan berdosa, sebuah misi yang pada akhirnya hanya akan digenapi di kayu salib.

Namun akan mudah bagi siapa pun yang melihat untuk berpikir bahwa Yesus hanyalah orang berdosa lain yang dibaptis; jadi Dia mengidentifikasikan diri dengan manusia berdosa. Baptisan Kristus mungkin menimbulkan kesalahpahaman, seperti yang dilakukan-Nya dengan pemungut cukai dan orang berdosa. Dia senang disalahpahami.

Kemudian dia mengizinkan-Nya. Tujuannya adalah agar Yesus sepenuhnya mengidentifikasi diri-Nya dengan manusia berdosa. Inilah tepatnya yang Dia lakukan dalam kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, dan kematian-Nya. Jadi di sini, seperti yang Yohanes izinkan, Yesus berdiri di tempat manusia berdosa. Dalam baptisan Dia mengaku, sebagai milik-Nya, dosa-dosa yang tidak Dia lakukan, dan menyesalinya di hadapan Jahweh. Dia terhitung bersama para pelanggar dan menanggung dosa banyak orang.  Ada juga pengertian di mana ini merupakan awal baru yang penting bagi Yesus; bukan dalam arti berbalik dari dosa, tetapi dalam memutuskan hubungan dengan kehidupan-Nya sebelumnya. Sesuai dengan makna simbolis dari ritus sebagai menunjukkan kematian untuk kehidupan lama dan kebangkitan baru, Yesus datang untuk dibaptis dalam arti mati untuk hubungan alami lama dengan orang tua, tetangga, dan panggilan duniawi, dan mengabdikan diri-Nya selanjutnya untuk panggilan Mesianik publik-Nya.

Mat 3:16-17 Kesaksian Ilahi tentang status Yesus sebagai Anak Allah. Ketika Dia dibaptis, Yesus segera keluar dari air; dan lihatlah, langit terbuka bagi-Nya, dan Dia melihat Roh Allah turun seperti burung merpati dan hinggap ke atas-Nya. Dan tiba-tiba sebuah suara datang dari surga, berkata, "Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nya Aku berkenan."

Langit (Surga) terbuka. Penting bagi Allah Bapa untuk menunjukkan di depan umum bahwa baptisan Yesus tidak sama seperti pembaptisan orang lain, dalam arti menunjukkan pertobatan. Itu bukan menunjukkan pertobatan, tetapi sebaliknya itu adalah identifikasi yang benar dengan orang-orang berdosa, dimotivasi oleh kasih, sangat menyenangkan Bapa.

Roh Allah turun seperti burung merpati. Ini adalah pengalaman dramatis dengan Roh Kudus.  Dengan Roh Allah turun ke atas Yesus dengan cara yang benar-benar dapat dilihat (agak mirip dengan kedatangan Roh Allah atas murid-murid yang berkumpul dalam Kisah Para Rasul 2:1-4).

Lukas 3:22 Dan Roh Kudus turun dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dalam beberapa cara Roh hadir, dan “terbang” ke atas Yesus seperti seekor merpati. Apa pun itu, itu nyata. Yohanes 1:32-34 menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis melihat fenomena ini dan mengerti apa artinya.

Ini bukanlah karunia sementara dari Roh Allah. Kesaksian Yohanes Pembaptis dalam Yohanes 1:32-33, ketika dia berkata bahwa dia melihat Roh turun dari surga seperti burung merpati, dan Dia tinggal di atas-Nya. Yesus akan memulai pelayanan publik-Nya, dan Dia akan melakukannya dalam kuasa Roh Allah. Roh Allahlah yang memberi keberhasilan pada pelayanan Yesus Kristus. Seekor merpati melambangkan pekerjaan Roh Kudus:

  •  Seperti burung merpati, pekerjaan Roh Kudus dapat dilakukan dengan cepat.
  • Seperti burung merpati, pekerjaan Roh Kudus bisa lembut dan halus.
  • Seperti burung merpati, pekerjaan Roh Kudus membawa damai.
  • Seperti burung merpati, pekerjaan Roh Kudus tidak berbahaya.
  • Seperti burung merpati, pekerjaan Roh Kudus berbicara tentang kasih.
  • Seperti burung merpati, pekerjaan Roh Kudus berbicara tentang kesetiaan, tidak pernah ingkar janji.

Perlu Anda perhatikan bahwa Yesus dua kali menerima Roh Kudus. Pertama Yesus dikandung dari Roh Kudus (benihNya adalah Roh Allah). Kedua, ketika Dia dibaptis, Roh Kudus turun lagi dan hinggap (tinggal) di atasnya. Bukankah seorang Kristen juga dua kali diberikan Roh Kudus? Pertama waktu bertobat sewaktu menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan (Tuhan dari Lord, artinya Raja) dan Juruselamat. Kedua, Ketika dia dipenuhi dengan Roh Kudus (salah satunya ditandai dengan Bahasa Roh) untuk memulai pelayanannya.

Inilah Putera-Ku yang terkasih, yang kepadanya Aku berkenan. Ketika suara Allah Bapa ini berbicara dari surga, semua orang tahu bahwa Yesus bukan sekadar manusia lain yang dibaptis. Mereka tahu Yesus adalah Anak Allah yang sempurna, yang mengidentifikasikan diri dengan manusia berdosa. Dengan ini, semua orang tahu bahwa Yesus berbeda. Jahshua (Yeshua, Johsua, Jesus, Yesus artinya Juruselamat) dibaptiskan untuk disamakan dengan manusia berdosa, tetapi Dia juga dibaptis untuk diidentifikasikan dengan manusia berdosa.

Lukas 3:21 memberitahu kita bahwa langit terbuka ketika Yesus berdoa. Saat dia sedang berdoa; karena doa adalah kunci surga, yang dengannya kita dapat mengambil dari perbendaharaan Allah banyak rahmat bagi diri kita sendiri dan orang lain. Dalam hal ini Allah Bapa juga menyatakan persetujuan-Nya atas kehidupan Yesus sampai saat ini. Dengan proklamasi ilahi pada pembaptisan, Allah Bapa memastikan Yesus adalah Tuhan dan mengumumkan kehadiran Raja, dan menetapkan meterai persetujuan-Nya pada tahun-tahun yang telah dijalani. Roh Kudus adalah meterai perjanjian Allah.

Roh Allah turun…Putraku yang terkasih. Kita tidak boleh melewatkan poin yang jelas. Allah Bapa mengasihi Allah Anak, dan mengkomunikasikan kasih itu oleh Allah Roh Kudus. Di sini kita melihat hubungan kasih dan kerja sama antara Pribadi-Pribadi Trinitas, dalam satu kesempatan ketika Bapa, Putra dan Roh Kudus semuanya dimanifestasikan pada waktu yang sama.

Allah begitu mengasihi Putra-Nya, sehingga Dia memberikan seluruh dunia untuk miliknya, Mazmur 2; tetapi dia begitu mencintai dunia, sehingga dia memberikan Putra dan semuanya untuk penebusannya. Tidak ada saran bahwa Yesus menjadi Anak Allah dengan pengalaman ini. Kita tidak perlu berasumsi bahwa Yesus tidak memiliki pengalaman Roh sebelumnya. Dia dikandung dari Roh Kudus. Penglihatan itu melambangkan penugasannya untuk pekerjaan Mesianiknya, bukan status rohani yang baru. Baptisan itu merupakan pengumuman bahwa Raja Surga sudah hadir di Bumi. Raja Surga itu adalah Yesus Kristus.

Yesus Kristus memberikan teladan bagi kita untuk dibaptis. Dia telah memberi tahu kita, “Jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yohanes 3:5). Ketika kita dibaptis, kita membuat perjanjian, atau mengikatkan diri kita, kepada Bapa Surgawi untuk:

  1. ü “masuk ke teritorial Allah” [menjadi warga Kerajaan Surga, menjadi anggota tubuh/Gereja-Nya]
  2. ü  “menjadi anakNya” [menjadi ahli waris-Nya]
  3. ü  “disebut umat-Nya” [mengambil ke atas, memberlakukan kuasa nama Kristus ke dalam diri kita, membuat kita memiliki wewenang seperti dimiliki oleh Yesus]
  4. ü  “menanggung beban satu sama lain [bersedia mengasihi]”
  5. ü  “siap menghibur mereka yang membutuhkan penghiburan” [menolong sesama]
  6. ü  “berdiri sebagai saksi bagi Allah di segala waktu dan dalam segala hal, dan di segala tempat” [bersaksi tentang Kristus dan memberikan teladan yang baik cara hidup Kerajaan Surga di bumi]
  7. ü  “melayani dia dan menaati perintah-perintahNya.” (menjadi wakil Raja segala raja, menjadi Duta Besar Kerajaan Surga, menjadi teman sekerja, co-worker, dari Yesus Kristus untuk memulihkan segala sesuatu yang telah direbut oleh kerajaan kegelapan dengan memindahkannya ke dalam Kerajaan Terang, anakNya yang terkasih).

 

 berlanjut ke YESUS MEMPROKLAMASIKAN DAN MEMPRAKTIKKAN KEHIDUPAN KERAJAAN SURGA

 

Kamis, 04 Agustus 2022

SEKOLAH PROSES PEMBENTUKAN RAJA YESUS KRISTUS

 SEKOLAH PROSES PEMBENTUKAN RAJA

sebelumnya PERSEMBAHAN YESUS DI BAIT SUC


Yesus berusia sekitar tiga puluh tahun ketika Dia memulai pelayanannya. Alkitab, dalam Lukas 3:23, memberi kita penanda kehidupan bagi Yesus. Keempat Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) kemudian menjelaskan tiga tahun pelayanan Yesus. Jadi kita tahu Yesus mati, bangkit dan naik ke surga pada usia sekitar 33 tahun. Apa yang Yesus lakukan selama bertahun-tahun sebelum Ia merayakan ulang tahunNya yang ke-30? Di manakah Yesus dari usia  sampai 30 tahun sebelum Dia memulai pelayanan-Nya?

 

Selama hidupNya Yesus tidak ada di tempat lain selain selalu di tanah Israel. Dia sedang mempelajari kitab suci pada waktu itu (Tanakh) dan literatur lain untuk studi perbandingannya. Dia kemudian mendiskusikannya dengan rekan-rekannya, dan mengajar mereka secara tidak resmi, yaitu, sebelum Dia dibaptis secara resmi. 

 

Bagaimana kita tahu ini? Kitab Lukas mencatat bahwa ketika Yesus berusia 12 tahun, Ia terlibat dalam percakapan yang mendalam dengan banyak guru spritual di bait suci di Yerusalem. Itu juga mencatat bahwa guru-guru spiritual itu kagum dengan pertanyaan, pemahaman, dan jawaban yang ditujukan kepada mereka. Bayangkan, anak laki-laki umur 12 tahun di tengah-tengah orang dewasa yang berpendidikan! (Lukas 2:41–49) Tentunya untuk mencapai pemahaman seperti itu Yesus harus tinggal di tanah Israel di mana Ia dapat memperoleh dan membaca literatur Yahudi apa pun pada waktu itu untuk dapat berdiskusi dengan mereka. Saat itu, tidak ada buku yang mudah dibawa-bawa seperti sekarang ini, tetapi semua ada dalam gulungan yang disimpan di sinagoga-sinagoga atau tempat lain yang disediakan untuk itu.

 

Ketika orang tua mereka bertanya kepada Yesus di mana Dia selama tiga hari ketika Dia tidak bersama orang tua mereka, Dia berkata begini, “Mengapa kamu mencari Aku di tempat lain tetapi tidak di sini di Bait Suci? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku lebih suka berada di rumah Tuhan? Tidakkah kamu ingat bahwa Aku dilahirkan bukan secara alami sebagai manusia, bahwa Aku istimewa, bahwa Tuhan adalah ayahKu, dan bahwa di rumah-Nya adalah tempat yang selalu aku inginkan? Aku senang berada di sini.” Menurut Lukas, Yesus bersama keluarganya pergi ke bait suci di Yerusalem setiap tahun.

 

Selain kisah kelahiran dan masa bayi Yesus, hanya ada satu kisah dalam Alkitab tentang masa kanak-kanaknya. Saat itulah Yesus yang berusia 12 tahun berada di pelataran Bait Suci Yerusalem, membuat guru-guru Jahudi takjub dengan pengetahuanNya tentang Kitab Suci. Anda dapat membacanya dalam Lukas 2:41-52. Akun berakhir dengan cara yang menarik. Tuhan memberi tahu kita bahwa anak laki-laki Yesus tidak tinggal di Yerusalem di bait suci. Sebaliknya Dia taat kepada orang tuanya di dunia dan kembali bersama mereka ke kampung halamannya di Nazaret. Di Nazaret, dari usia 12 hingga 30 tahun, “Yesus bertumbuh dalam hikmat dan pertumbuhan, dan disukai oleh Allah dan manusia.”

Itu dia. Itu saja yang kita dapatkan dalam Alkitab tentang apa yang Yesus lakukan selama bertahun-tahun. Kita berharap kita memiliki lebih banyak informasi dari itu. Walaupun ada yang berpendapat bahwa ada baiknya untuk mengingat bahwa Alkitab tidak diberikan kepada kita agar kita dapat mengetahui setiap detail kehidupan Yesus di bumi ini. Itu diberikan kepada kita agar kita, seperti yang pernah ditulis Paulus kepada Timotius, “bijaksana untuk keselamatan.” Itu adalah cara singkat untuk mengatakan bahwa Alkitab memberi tahu kita dengan tepat apa yang perlu kita ketahui tentang Yesus agar percaya kepada-Nya dan diselamatkan. Tapi kita perlu paham, bahwa ketika Alkitab yang kita kenal saat ini, adalah hasil terbaik yang dapat diwariskan oleh para pemimpin Kristen pada zaman itu, ketika mereka membuat kumpulan tulisan yang dijadikan kanon. Di luar kitab-kitab yang dijadikan satu jadi bible standard, tentu banyak tulisan-tulisan yang sudah ada pada masa itu atau masa berikutnya yang dapat mengungkapkan kemana dan apa yang dilakukan Yesus sebelum memulai pelayananNya.

Merangkum 18 tahun kehidupan Yesus (umur 12 sd 30 tahun) yang dikatakan “Yesus semakin disukai oleh Allah dan manusia.” Ini berarti Yesus mengasihi Allah dengan sempurna dan mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri dengan sempurna selama bertahun-tahun. Dia menjaga setiap perintah dari kehendak suci Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa Dia sama seperti Anda dan saya kecuali Dia tidak berbuat dosa. Yesus, Allah sejati dari kekekalan, datang ke bumi dan menjadi manusia yang sempurna. Tetapi apa yang ada di balik itu semua? Kita, dalam tulisan ini Yesus sedang dipersiapkan untuk pelayananNya yang sesungguhnya. Dia dipersiapkan menjadi Raja Surga di bumi untuk selanjutnya mempersiapkan penerusNya. Masa persiapan ini kita sebut sekolah.

Tahun-tahun Yesus yang tidak diketahui (juga disebut tahun-tahun sunyi, retreat, tahun-tahun yang hilang, atau tahun-tahun yang tersembunyi) umumnya mengacu pada periode kehidupan Yesus antara masa kecil-Nya dan awal pelayanan-Nya , periode yang tidak dijelaskan dalam Perjanjian Baru. Konsep "tahun-tahun Yesus yang hilang" biasanya ditemui dalam literatur esoteris (di mana kadang-kadang juga mengacu pada kemungkinan kegiatan pasca-penyaliban) tetapi tidak umum digunakan dalam literatur ilmiah karena diasumsikan bahwa Yesus mungkin bekerja sebagai tukang kayu di Galilea, setidaknya beberapa waktu bersama Yusuf, dari usia 12 hingga 29 tahun. 

 

Pada akhir abad pertengahan, muncul legenda Arthurian bahwa Yesus muda pernah berada di Inggris. Pada abad ke-19 dan ke-20 teori mulai muncul bahwa antara usia 12 dan 29 tahun Yesus telah mengunjungi India, atau telah belajar dengan Eseni di gurun Yudea. Ilmuwan Kristen arus utama modern umumnya menolak teori-teori ini dan berpendapat bahwa tidak ada yang diketahui tentang periode waktu ini dalam kehidupan Yesus. Memang mereka tidak tahu, atau tidak mau tahu, dan celakanya, melarang orang lain mencari tahu.

 

Mengikuti kisah kehidupan muda Yesus, ada jarak sekitar 18 tahun dalam kisahNya dalam Perjanjian Baru. Selain pernyataan bahwa setelah ia berumur 12 tahun (Lukas 2:42 ) Yesus "maju dalam hikmat dan perawakannya, dan disukai oleh Allah dan manusia" ( Lukas 2:52 ).

Usia 12 dan 29, perkiraan usia di kedua akhir tahun yang tidak diketahui, memiliki beberapa arti penting dalam Yudaisme.  Periode Bait Suci Kedua: 13 adalah usia bar mitzvah, putra altar, usia kedewasaan sekuler, dan 30 tahun adalah usia kesiapan untuk imamat, meskipun Yesus bukan dari suku Lewi. 

 

Yesus juga dikenal oleh orang-orang pada masanya sebagai tukang kayu, dan juga anak Yusuf si tukang kayu, dan orang Nazaret. (Matius 13:55; Markus 6:3; 14:67) Pengakuan seperti itu tidak akan tercapai jika Yesus tidak konsisten dalam pekerjaanNya, atau jika Ia berada di luar negeri dari tanah Israel untuk waktu yang lama.

 

Orang Kristen umumnya mengambil pernyataan dalam Markus 6:3 yang mengacu pada Yesus sebagai "Bukankah ini tukang kayu...?" (Yunani : οὗτός , diromanisasi :  ouch outos estin ho tektōn) sebagai indikasi bahwa sebelum usia 30 tahun Yesus telah bekerja sebagai tukang kayu. Nada bagian yang mengarah ke pertanyaan "Bukankah ini tukang kayu?" menunjukkan keakraban dengan Yesus di daerah itu, memperkuat bahwa Dia secara umum terlihat sebagai tukang kayu dalam kisah Injil sebelum memulai pelayananNya.  Matius 13:55 mengajukan pertanyaan sebagai "Bukankah ini anak tukang kayu?" menunjukkan bahwa profesi tektōn telah menjadi bisnis keluarga dan Yesus terlibat di dalamnya sebelum memulai khotbah dan pelayananNya seperti tertulis dalam laporan Injil.


Istilah Yunani tektōn (diucapkan sebagai "nada-teck"), dari mana kita mendapatkan kata-kata seperti "tektonik" dan "arsitek," telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai "tukang kayu." Namun beberapa sarjana menemukan bahwa tektn mencakup lebih banyak keterampilan dan proyek daripada pemahaman kita tentang pertukangan saat ini. Berdasarkan studi kata yang ekstensif, Ken Campbell menyarankan "pembangun" (seperti kontraktor atau pemborong bangunan saat ini) sebagai terjemahan yang lebih baik.

Dalam konteks Israel abad pertama, tektōn adalah pengrajin umum yang bekerja dengan batu, kayu, dan terkadang logam dalam proyek bangunan besar dan kecil. Bagi keluarga Yesus untuk bekerja dalam bisnis menunjukkan bahwa mereka berada di kelas berpenghasilan menengah ke bawah pada hari itu. Catatan Darrell Bock, hanya perajin atau perajin lain yang memiliki bisnis mandiri yang setara dengan usaha kecil dan mandiri. Mereka merupakan minoritas dari angkatan kerja. Selanjutnya, tradisi menunjukkan bahwa Yusuf meninggal beberapa tahun sebelum Yesus memasuki pelayanan publik. Kemudian Yesus, sebagai putra sulung, akan menjadi orang yang paling bertanggung jawab untuk menanggung  biaya hidup keluarga yang dipenuhi melalui pekerjaan Dia dan saudara-saudaraNya sebagai buruh harian (Matius 13:55-56).

 

Catatan sejarah dari sejumlah besar pekerja yang dipekerjakan dalam pembangunan kembali Sepphoris telah membuat Batey (1984) dan yang lainnya menyarankan bahwa ketika Yesus berusia remaja dan dua puluhan, tukang kayu akan menemukan lebih banyak pekerjaan di Sepphoris daripada di kota kecil Nazaret.  Selain pekerjaan sekuler, beberapa upaya telah dilakukan untuk merekonstruksi keadaan teologis dan kerabian dari "tahun-tahun yang tidak diketahui". Misalnya, segera setelah penemuan  Gulungan Laut Mati Edmund Wilson (1955) menyarankan bahwa Yesus mungkin telah belajar dengan kaum Eseni,  diikuti oleh Unitarian Charles F. Potter (1958) dan lain-lain. Penulis lain berpandangan bahwa dominasi orang Farisi di Yudea selama periode itu, dan interaksi Yesus sendiri yang kemudian direkam dengan orang Farisi, membuat latar belakang Farisi lebih mungkin, seperti dalam kasus yang tercatat dari orang Galilea lainnya, Josephus belajar dengan ketiga kelompok: Farisi, Saduki dan Eseni.

 

Apocrypha Perjanjian Baru dan pseudepigrapha Kristen awal melestarikan berbagai legenda saleh mengisi "celah" di masa muda Kristus. Charlesworth (2008) menjelaskan hal ini karena Injil kanonik telah meninggalkan "kekosongan naratif" yang coba diisi oleh banyak orang. Masa kanak-kanak Yesus dijelaskan dalam Injil Masa Kecil Thomas, Injil Pseudo-Matius, dan Injil Bayi Siria, di antara sumber-sumber lain. Dari berbagai narasi, spekulasi, dan sumber yang tersedia, berikut kami rangkum 12 teori yang menyatakan persiapan Yesus sebelum memulai pelayananNya.

 

 

Inilah 12 Teori Tentang Tahun-tahun Hilang Yesus Kristus yang Misterius

 

Yesus adalah "nabi putih" di dunia baru

Yesus mungkin adalah seorang pengembara yang hebat dalam "tahun-tahunnya yang hilang". Satu teori mengklaim bahwa Yesus melakukan perjalanan jauh ke Dunia Baru. Menurut arkeolog L. Taylor Hansen, seorang " Nabi Putih " mengunjungi beberapa suku asli Amerika sekitar waktu tahun-tahun Yesus yang hilang. Legenda menempatkan "Nabi Putih" di Peru, Meksiko, dan Amerika Utara. Seperti Gandalf di dalam film The Lord of the Ring. Mungkinkah "Nabi Putih" itu adalah Yesus? Legenda mengklaim bahwa nabi dapat berbicara seribu bahasa, membangkitkan orang mati, dan menyembuhkan orang sakit. Mungkin Yesus sedang berlatih di Dunia Baru sebelum Dia mengungkapkan mukjizat-mukjizatnya di asalnya di Yudea. 

 

Sebuah kota di jepang mengklaim yesus tinggal di sana selama 12 tahun

Itu jauh dari Nazareth, tetapi kota Shingo di Jepang mengklaim bahwa Yesus mengunjungi  selama tahun-tahun yang hilang ketika dia berusia 21 tahun. Menurut teori, Yesus pergi ke Jepang untuk belajar teologi. Dia sangat menyukainya sehingga Dia tinggal selama 12 tahun, kemudian Dia kembali ke Yudea di mana Dia mengalami masalah dengan otoritas Romawi. Tetapi menurut teori Shingo, Yesus tidak mati di kayu salib sama sekali - Ia melarikan diri kembali ke Shingo, di mana ia tinggal sampai ia berusia 106 tahun. Hari ini, Shingo menyebut dirinya Kota Asal Kristus, dan 20.000 orang berkunjung setiap tahun untuk melihat makam Yesus. Yang pasti Yesus yang dimaksud orang Shingo adalah versi mereka, bukan versi bible yang kita kenal.

 

Yesus melakukan beberapa perjalanan ke india

18 tahun adalah waktu yang lama, jadi mungkin saja Yesus melakukan perjalanan jauh selama tahun-tahun yang hilang. Satu teori mengklaim bahwa dia pergi jauh-jauh ke India lebih dari sekali. Yesus mungkin telah mempelajari agama Buddha di Kashmir, di mana beberapa orang bahkan mengklaim bahwa ia menetap setelah tanggal penyaliban-Nya. Di salah satu biara Buddha di utara Srinagar, Yesus dilaporkan menghadiri pertemuan keagamaan pada tahun 80 M, bertahun-tahun setelah ia diduga disalibkan. Menurut teori, Yesus mungkin telah mengunjungi India untuk membalas kunjungan tiga Orang Majus dari Timur. Mungkin juga menjelaskan mengapa Yesus mengutus Rasul Thomas ke India, di mana ia diperintahkan untuk menyebarkan Injil. Teori inipun jelas tidak sinkron dengan bible yang dipercayai oleh orang Kristen dari segala abad.

 

Yesus Pergi Ke Biara Tibet

Sebuah manuskrip misterius abad ketiga menggambarkan Kehidupan Rasul Issa. Dia disebut Putra Manusia Terbaik, dan dia belajar dengan para yogi di India, Nepal, dan Tibet. Mungkinkah manuskrip itu merujuk pada Yesus? Apakah dia berlatih dengan mistikus di biara Himis yang terpencil di Tibet? Para skeptis mengklaim bahwa teori tersebut, yang dipromosikan oleh aristokrat Rusia dan mata-mata Nicolas Notovitch pada tahun 1894, sama sekali tidak benar. Ketika Notovitch pertama kali mempromosikan teori tersebut, biara bahkan menentangnya dan banyak yang memutuskan bahwa itu adalah penipuan. Namun cerita itu tetap ada, dan banyak pengunjung biara Himis  mengaku telah melihat manuskrip yang sama. 

 

Yesus mungkin telah mengunjungi Druid Inggris

Dalam  The Missing Years of Jesus , Dennis Prince berpendapat bahwa ada bukti bahwa Yesus mengunjungi Kepulauan Inggris. Teorinya bukanlah hal baru. Bahkan penyair Inggris William Blake bertanya dalam syair,

 

Dan apakah kaki itu di zaman kuno

Berjalan di atas pegunungan Inggris yang hijau?

Dan adalah Anak Domba Suci Allah

Di padang rumput Inggris yang menyenangkan terlihat?

 

Teori tersebut mengklaim bahwa Yesus melakukan perjalanan ke Inggris dengan pamannya, seorang pedagang timah bernama Joseph dari Arimatea, dan memutuskan untuk belajar dengan Druid di Glastonbury. Salah satu suku Inggris bahkan mencetak koin dengan nama Eisu, orang misterius yang menjadi terkenal sekitar tahun 30 Masehi. Namun, tidak ada sedikitpun bukti arkeologi untuk mendukung teori tersebut. 

 

Mungkin yesus benar-benar seorang gembala

Dalam Yohanes 10: 11, Yesus berkata, "Akulah gembala yang baik." Bagian ini sering ditafsirkan sebagai metafora, dimaksudkan untuk menyiratkan hubungan antara Yesus sebagai gembala dan para pengikutnya sebagai kawanan domba-Nya. Namun, bagaimana jika Yesus mengartikannya secara lebih harfiah? Dia mungkin telah meninggalkan pekerjaan pertukangan kayu ayahnya dan menjadi gembala selama bertahun-tahun. Hidup sebagai gembala akan memberi Yesus banyak waktu untuk berpikir, dan itu akan mengajarinya pentingnya tidak kehilangan domba. 

 

Yesus menghabiskan tahun-tahun yang hilang bersama keluarga

Ketika Yesus muncul di pesta pernikahan di Kana dan mulai mengubah air menjadi anggur, Dia sepertinya tahu apa yang diinginkan tamu pernikahan di sebuah pesta. Mungkinkah karena Yesus memiliki pernikahannya sendiri selama tahun-tahun yang hilang? Dalam  The Lost Gospel,  Barrie Wilson dan Simcha Jacobovici  berpendapat bahwa Yesus menikahi Maria Magdalena dan memiliki anak selama tahun-tahun yang hilang. Mereka mendasarkan argumen pada sebuah buku Aram berusia 1.500 tahun yang ditemukan di British Library. Dan itu bukan satu-satunya sumber yang menyatakan bahwa Yesus telah menikah. Papirus Mesir abad keempat juga menyertakan kutipan dari Yesus yang menyebutkan istrinya. 

 

Yesus menghabiskan tahun-tahun bekerja sebagai tukang kayu bersama Yusuf

Penjelasan utama untuk tahun-tahun Yesus yang hilang cukup mudah: Ia menghabiskan masa mudanya di Nazaret belajar menjadi tukang kayu dengan ayahnya, Yusuf, dan memang tumbuh menjadi seorang tukang kayu. Teori ini adalah yang paling mudah, karena anak laki-laki pada umumnya mempraktikkan bisnis yang sama dengan ayah mereka. Dan Injil mendukung teori tersebut, seperti dalam Markus 6: 3  ketika Yesus mulai mengajar dan orang-orang menjawab, "Bukankah Dia ini anak tukang kayu?" Namun, hanya ada sedikit bukti bahwa Yesus menghabiskan tahun-tahun itu sebagai tukang kayu. Bahkan penulis Kristen awal Origen berpendapat  bahwa "Yesus sendiri tidak digambarkan sebagai seorang tukang kayu di manapun dalam Injil yang diterima oleh gereja-gereja."

 

Yohanes pembaptis mengajar Yesus selama tahun-tahun yang hilang

Beberapa cendekiawan berpikir itu tidak realistis untuk mengasumsikan bahwa Yesus menghabiskan hampir dua dekade sebagai tukang kayu sebelum menjadi pemimpin agama. Yesus mungkin telah menghabiskan bertahun-tahun sebagai murid sebelum mengumpulkan murid-muridNya sendiri. Dalam Rabbi Jesus, Bruce Chilton berpendapat bahwa Yesus tidak pernah kembali ke Nazaret setelah kunjungannya ke Bait Suci. Sebaliknya, Ia menjadi pengikut Yohanes Pembaptis, yang melatih Yesus. Chilton berkata, “Yesus memiliki semangat pemberontak dan berani. Dia tidak menjadi seorang jenius agama yang bersemangat dengan membentuk kesalehan konvensional dari sebuah desa yang hampir tidak menerimanya.” Matius mengatakan bahwa ketika Yesus meminta Yohanes untuk membaptisnya, Yohanes menjawab , "Aku perlu dibaptis olehmu " daripada sebaliknya. Mungkinkah itu momen "guru menjadi murid"?

 

Yesus menghabiskan bertahun-tahun berdebat dengan cendekiawan

Satu-satunya penyebutan Alkitab tentang Yesus antara kelahirannya dan usia 30-an datang dalam kisah Yesus di Bait Allah. Ketika dia berusia 12 tahun, menurut Lukas 2:41-52, Maria dan Yusuf secara tidak sengaja meninggalkan Yesus di Yerusalem selama beberapa hari - semacam Rumah Sendiri di abad pertama. Ketika mereka bergegas kembali ke kota, Maria dan Yusuf menemukan anak mereka di Bait Suci, berdebat dengan para guru dan memberi mereka jawaban yang mencengangkan. Yesus jelas menghabiskan banyak waktunya mengabdikan dirinya untuk belajar. Dan bahkan pada usia 12 tahun, Dia memberi tahu orang tuanya untuk tidak terkejut bahwa dia telah menghabiskan beberapa hari berdebat dengan para sarjana ahli taurat. Episode itu mengisyaratkan bahwa Yesus mungkin telah mengabdikan bertahun-tahun untuk pengejaran ilmiah sebelum Ia mulai mengumpulkan pengikut.

 

Tahun-Tahun yang Hilang Adalah Tahun-tahun Retreat Yesus

Yesus tidak benar-benar anti-sosial, menurut Injil, tetapi pada saat ia menjadi seorang nabi, Yesus sudah berusia tiga puluhan. Masa remajanya yang hilang mungkin sangat berbeda. Yesus mungkin telah menghabiskan masa remajanya dengan mengembara di padang pasir mencoba mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan hidupnya, seperti kesetaraan abad pertama di sekolah menengah. Tentu saja, di tahun-tahun terakhirnya Yesus menghabiskan hampir seluruh waktunya bersama para Rasul. Mungkin dia mengelilingi dirinya dengan orang-orang untuk menghindari kesepian masa remajanya. Atau mungkin Yesus membalikkan keadaan setelah membaca Amsal 18:1-2, "Seorang penyendiri keluar untuk mendapatkan apa yang dia inginkan bagi dirinya sendiri. Dia menentang semua alasan yang tidak masuk akal."

 

Yesus menjadi Biarawan Gurun di Laut Mati

Pada tahun 1947, gulungan Laut Mati ditemukan di gurun yang kering dan gersang di tenggara Yerusalem. Dokumen-dokumen itu mungkin berisi petunjuk tentang tahun-tahun Yesus yang hilang. Sebagai seorang pemuda, Yesus mungkin telah mengunjungi Qumrān, rumah bagi sekte biara Essene. Gulungan Laut Mati mewakili teks-teks keagamaan kuno mereka, dan ada bukti bahwa Yohanes Pembaptis, orang yang membaptis Yesus, telah dipengaruhi oleh (anggota) sekte tersebut.  Jika Yohanes Pembaptis belajar dari sekte Essene, mungkin Yesus juga belajar dengan kelompok itu. Satu gulungan bahkan menyebutkan sosok yang sangat mirip dengan Yesus. Dia disebut "Anak Allah" dan "Anak Yang Mahatinggi."

 

Dari berbagai sumber dan spekulasi, saya bertanya langsung kepada seorang Jahudi bernama Moses “kemana Yesus sebelum memulai pelayananNya?”. Jawab Moses “Dia belajar dengan  Guru di Nazareth”. Jadi, sebelum memulai pelayananNya, Yesus lebih dahulu “sekolah”. Menurut Moses, Yesus belajar dari guru-guru yang merupakan pemimpin di komunitas Eseni.  Mereka inilah yang berperan memberikan fasilitas di masa pelayanan Yesus, seperti yang menyediakan tempat untuk merayakan Paskah, menyediakan keledai muda untuk ditunggangi oleh Yesus menuju Yerusalem.

 

Eseni ( / s iː n z , s iː n z /; Ibrani modern: Isiyim; Yunani: Essenoi, Essaioi,  Ossaioi )  adalah sekte Yahudi mistik pada Zaman Bait Allah Kedua  yang berkembang dari abad ke-2 SM hingga abad ke-1 M. Sejarawan Yahudi Josephus mencatat bahwa Eseni ada dalam jumlah besar, ribuan tinggal di seluruh Yudea Romawi. Jumlah mereka lebih sedikit daripada orang Farisi dan Saduki, dua sekte besar lainnya pada saat itu.  Kaum Essene tinggal di berbagai kota tetapi berkumpul dalam kehidupan komunal yang didedikasikan untuk kemiskinan sukarela, perendaman sehari -hari, dan asketisme (kelas imam mereka mempraktikkan selibat). Kebanyakan cendekiawan mengklaim bahwa mereka memisahkan diri dari para imam Zadok.

 

The Essene telah mendapatkan ketenaran di zaman modern sebagai hasil dari penemuan kelompok ekstensif dokumen keagamaan yang dikenal sebagai Gulungan Laut Mati, yang umumnya diyakini sebagai perpustakaan Essene. Dokumen-dokumen ini menyimpan banyak salinan dari bagian-bagian dari Alkitab Ibrani yang belum tersentuh mungkin sejak 300 SM hingga penemuannya pada tahun 1946.

 

Referensi pertama tentang sekte ini oleh penulis Romawi Pliny the Elder (meninggal 79 M) dalam Natural History. Pliny menceritakan dalam beberapa baris bahwa kaum Eseni tidak memiliki uang, telah ada selama ribuan generasi, dan bahwa kelas imam ("kontemplatif") mereka tidak menikah. Tidak seperti Philo, yang tidak menyebutkan lokasi geografis tertentu orang Essen selain seluruh tanah Israel, Pliny menempatkan mereka di suatu tempat di atas Ein Gedi, di sebelah Laut Mati.

 

Josephus kemudian memberikan penjelasan rinci tentang Eseni dalam The Jewish War (c.  75 CE), dengan deskripsi yang lebih pendek dalam Antiquities of the Jews (c.  94 CE) dan The Life of Flavius ​​Josephus (c.  97 CE). Mengklaim pengetahuan langsung, ia mencantumkan Essenoi sebagai salah satu dari tiga sekte filsafat Yahudi  di samping orang Farisi dan Saduki. Dia menceritakan informasi yang sama tentang kesalehan, selibat, tidak adanya kepemilikan pribadi dan uang, kepercayaan pada komunalitas, dan komitmen untuk memelihara Sabat dengan ketat. Dia lebih lanjut menambahkan bahwa Eseni secara ritual direndam dalam air setiap pagi – sebuah praktik yang mirip dengan penggunaan mikveh untuk perendaman sehari-hari yang ditemukan di antara beberapa Hasidim kontemporer – makan bersama setelah ibadah, mengabdikan diri untuk amal dan kebajikan, melarang ekspresi kemarahan, belajar buku-buku para tetua, menyimpan rahasia, dan sangat memperhatikan nama-nama malaikat yang disimpan dalam tulisan suci mereka.

 

Pliny, juga seorang ahli geografi, menempatkan mereka di gurun dekat pantai barat laut Laut Mati, di mana Gulungan Laut Mati ditemukan. Ada beberapa subsekte kecil Eseni, termasuk Hemerobaptis, Bana'im dan Maghāriya.

 

Hemerobaptists (IbrTovelei Shaḥarit; "Pemandian Pagi") adalah sekte kecil Yahudi dan sub-sekte Essene. Ciri yang paling penting dari kaum Hemerobaptis adalah penggunaan umum baptisan. Kaum Hemerobaptis akan membaptis setiap hari, bukan sekali dan untuk selamanya. Pembaptisan dilakukan sebelum ibadah subuh agar dapat melafalkan Nama Tuhan dengan tubuh yang bersih. Dalam Homili Klemens (ii. 23), Yohanes Pembaptis dan murid-muridnya disebut sebagai Hemerobaptis. Pengikut Yohanes kemudian telah diserap ke dalam murid-murid Yesus Kristus meskipun beberapa telah pergi ke Mandaea di Mesopotamia bawah. Mandaea telah dikaitkan dengan Hemerobaptis karena sering mempraktekkan pembaptisan dan Mandaean percaya bahwa mereka adalah murid Yohanes Pembaptis.

 

Bana'im adalah sekte kecil Yahudi dan cabang dari Essenes selama abad kedua di Palestina. Nama Bana'im hanya muncul di Mikva'ot 9:6. Bana'im sangat menekankan kebersihan pakaian, mereka percaya bahwa pakaian bahkan tidak memiliki noda lumpur kecil sebelum dicelupkan ke dalam air yang mensucikan. Ada banyak perdebatan seputar kegiatan mereka di Palestina dan arti nama itu. Beberapa percaya bahwa mereka akan sangat menekankan studi tentang penciptaan dunia. Beberapa percaya bahwa Bana'im adalah ordo Essene yang menggunakan kapak dan sekop. Sarjana lain malah menyarankan bahwa nama Bana'im berasal dari kata Yunani untuk "mandi", mirip dengan Hemerobaptis atau Tovelei Shaḥarit.

 

Maghāriya adalah sekte Yahudi kecil yang muncul pada abad pertama SM. Praktik khusus mereka adalah menyimpan semua literatur mereka di gua-gua di perbukitan sekitar di Palestina. Maghāriya percaya bahwa Tuhan terlalu agung untuk bercampur dengan materi, sehingga mereka tidak percaya bahwa Tuhan secara langsung menciptakan dunia. Seorang malaikat, yang mewakili Tuhan menciptakan bumi (lihat demiurge dan Ptahil). Mereka membuat komentar mereka sendiri tentang bible dan hukum. Beberapa sarjana telah mengidentifikasi Maghāriya dengan Eseni atau Therapeutae.

 

Gabriele Boccaccini menyiratkan bahwa etimologi untuk nama Essene belum ditemukan, tetapi istilah itu berlaku untuk kelompok yang lebih besar di Yudea yang juga mencakup komunitas Qumran.  

 

Diusulkan sebelum Gulungan Laut Mati ditemukan bahwa nama itu masuk ke dalam beberapa ejaan Yunani dari sebutan diri Ibrani yang kemudian ditemukan di beberapa Gulungan Laut Mati, osey haTorah, "'pelaku' atau 'pembuat' Taurat". Ini adalah satu-satunya etimologi yang diterbitkan sebelum 1947 yang dikonfirmasi oleh referensi penunjukan diri teks Qumran, dan itu mendapatkan penerimaan di antara para sarjana.  Hal ini diakui sebagai etimologi dari bentuk Ossaioi (dan perhatikan bahwa Philo juga menawarkan ejaan O) dan Essaioi dan Essen variasi ejaan telah dibahas oleh VanderKam, Goranson, dan lain-lain. Dalam bahasa Ibrani abad pertengahan (misalnya Sefer Yosippon ) Hassidim "yang saleh" menggantikan "Essenes". Meskipun nama Ibrani ini bukan etimologi dari Essaioi / Esseni, padanan bahasa Aram Hesi'im yang diketahui dari teks-teks Aram Timur telah disarankan.  Essene adalah transliterasi dari kata Ibrani iṣonim (iṣon "luar"), yang dalam Mishnah (misalnya Megillah 4:8) digunakan untuk menggambarkan berbagai kelompok sektarian. Teori lain adalah bahwa nama itu dipinjam dari kultus penyembah Artemis di Anatolia, yang sikap dan pakaiannya agak mirip dengan kelompok di Yudea. Eseni adalah orang Yahudi sejak lahir, dan tampaknya memiliki kasih sayang yang lebih besar satu sama lain daripada sekte lain.


Beberapa sarjana modern dan arkeolog berpendapat bahwa Eseni mendiami pemukiman di Qumran, sebuah dataran tinggi di Gurun Yudea di sepanjang Laut Mati, mengutip Pliny the Elder untuk mendukung dan memberikan kepercayaan bahwa Gulungan Laut Mati adalah produk Eseni. Teori ini, meskipun belum terbukti secara meyakinkan, telah mendominasi diskusi ilmiah dan persepsi publik tentang Eseni.

Eseni menjalani kehidupan komunal yang ketat. Sering dibandingkan dengan monastisisme Kristen di kemudian hari. Banyak dari kelompok Essene tampaknya telah membujang. Ordo Essene lain menjalankan praktik bertunangan selama tiga tahun dan kemudian menikah. Mereka memiliki adat dan kebiasaan seperti kepemilikan kolektif, memilih seorang pemimpin untuk mengurus kepentingan kelompok, dan mematuhi perintah dari pemimpin mereka. Mereka dilarang bersumpah dan dilarang makan dari hewan kurban.  Mereka mengendalikan emosi mereka dan bertindak sebagai saluran perdamaian, membawa senjata hanya untuk perlindungan terhadap perampok. Kaum Essene memilih untuk tidak memiliki budak tetapi saling melayani. Akibat dari kepemilikan komunal, tidak terlibat dalam perdagangan. Pertemuan komunal, jamuan makan, dan perayaan keagamaan mereka jalankan. Kehidupan komunal  Eseni sebagai kelompok yang mempraktikkan egalitarianisme sosial dan material.

 

Setelah masa percobaan tiga tahun, anggota baru akan mengambil sumpah yang mencakup komitmen untuk mempraktikkan kesalehan kepada Tuhan dan kebenaran terhadap kemanusiaan; mempertahankan gaya hidup murni; menjauhkan diri dari kegiatan kriminal dan asusila; menjaga aturan mereka tidak dilanggar; dan melestarikan buku-buku Eseni dan nama-nama malaikat. Teologi mereka termasuk kepercayaan pada keabadian jiwa dan bahwa mereka akan menerima jiwa mereka kembali setelah kematian. Sebagian dari kegiatan mereka termasuk pemurnian dengan ritual air yang didukung oleh tangkapan dan penyimpanan air hujan. Menurut Aturan Komunita , pertobatan merupakan prasyarat dengan pemurnian air. 

 

Pemurnian ritual adalah praktik umum di antara orang-orang Yudea selama periode ini dan dengan demikian tidak khusus untuk Eseni. Pemandian ritual atau mikveh ditemukan di dekat banyak sinagog dari periode yang berlanjut hingga zaman modern. Kemurnian dan kebersihan dianggap begitu penting bagi kaum Essene sehingga mereka akan menahan diri dari buang air besar pada hari Sabat. 

 

Joseph Lightfoot, Bapa Gereja Epiphanius (menulis pada abad ke-4 M) membuat perbedaan antara dua kelompok utama dalam Eseni:  "Dari mereka yang datang sebelum [Elxai, seorang nabi Ossaean] waktu dan selama itu, orang Ossea dan orang Nasara. Nasaraean—mereka adalah orang-orang Yahudi berdasarkan kebangsaan—berasal dari Gileaditis, Bashanitis dan Transyordan. Mereka mengakui Musa dan percaya bahwa dia telah menerima hukum, tetapi bukan hukum ini, melainkan beberapa hukum lainnya. Jadi, mereka adalah orang Yahudi yang menjalankan semua perayaan Yahudi, tetapi mereka tidak akan mempersembahkan korban atau makan daging. Mereka menganggap makan daging atau berkurban dengan daging itu haram. Mereka mengklaim bahwa Kitab-Kitab Musa adalah fiksi, dan tidak satupun dari kebiasaan-kebiasaan ini dilembagakan oleh para leluhur. Inilah perbedaan antara Nasaraean dan yang lainnya.

 

Setelah sekte Nasaraean ini datang lagi yang berhubungan erat dengan mereka, yang disebut Ossaeans. Ini adalah orang-orang Yahudi seperti yang pertama. Awalnya berasal dari Nabataea, Iturea, Moabitis, dan Arielis, tanah di luar lembah yang kitab sucinya disebut Laut Asin. Meskipun berbeda dari enam sekte lainnya, sekte ketujuh ini menyebabkan perpecahan hanya karena melarang kitab-kitab Musa seperti Nasaraean. 

 

Manuskrip Ester sama sekali tidak ada di Qumran, kemungkinan karena penentangan mereka terhadap perkawinan campuran dan penggunaan kalender yang berbeda. 

Satu teori tentang pembentukan Eseni menunjukkan bahwa gerakan itu didirikan oleh seorang imam besar Yahudi, yang dijuluki oleh Eseni sebagai Guru Kebenaran. Jabatannya telah direbut oleh Jonathan (dari garis keturunan imam tetapi bukan dari Zadok), berlabel "pria kebohongan" atau "imam palsu". Guru Kebenaran tidak hanya pemimpin Essenes di Qumran, tetapi juga identik dengan sosok Mesianik asli sekitar 150 tahun sebelum zaman Injil.

Guru Kebenaran dari Gulungan-gulungan itu tampaknya merupakan prototipe Yesus, karena keduanya berbicara tentang Perjanjian Baru. Mereka mengkhotbahkan Injil yang serupa. Masing-masing dianggap sebagai Juruselamat atau Penebus. Masing-masing dikutuk dan dihukum mati oleh faksi-faksi reaksioner. Apakah Yesus adalah seorang Essene? Beberapa sarjana berpendapat bahwa Dia setidaknya dipengaruhi oleh mereka.

Ritual Eseni dan Kekristenan memiliki banyak kesamaan.  Gulungan Laut Mati menggambarkan makan roti dan anggur yang akan dilembagakan oleh mesias. Baik Eseni dan Kristen adalah komunitas eskatologis, di mana penghakiman atas dunia akan datang kapan saja. Perjanjian Baru juga mungkin mengutip tulisan-tulisan yang digunakan oleh komunitas Qumran. Lukas 1:31-35 menyatakan "Dan sekarang kamu akan mengandung di dalam rahimmu dan melahirkan seorang anak laki-laki dan kamu akan menamakan Dia Yesus. Dia akan menjadi besar dan akan disebut anak Yang Mahatinggi ... anak Allah" yang tampaknya menggema seperti 4Q 246, menyatakan:"Dia akan disebut besar dan dia akan disebut Anak Allah, dan mereka akan memanggilnya Anak Yang Mahatinggi ... Dia akan menghakimi bumi dalam kebenaran ... dan setiap bangsa akan sujud kepadanya". Kesamaan lainnya termasuk pengabdian yang tinggi pada iman bahkan sampai mati syahid, doa bersama, penyangkalan diri dan keyakinan akan pembuangan di dunia yang penuh dosa. Baik Eseni dan Kristen menggunakan konsep "terang" dan "gelap" untuk kebaikan dan kejahatan. Baik kaum Esseni maupun Kristen mempraktekkan selibat sukarela dan melarang perceraian. Kaum Essene mempraktekkan ritual perendaman dengan air, namun kaum Esseni memilikinya sebagai praktik biasa, bukan hanya sekali. Kristen menyebutnya baptis, dan hanya sekali sebagai tanda pertobatan (mematikan kebiasaan manusia lama dan hidup menjadi manusia baru).

 

Yohanes Pembaptis juga dikatakan sebagai seorang Essene, karena ada banyak persamaan antara misi Yohanes dan Essene. Ia mungkin dilatih oleh komunitas Essene. Di gereja mula-mula, sebuah buku berjudul Odes of Solomon ditulis. Penulis kemungkinan besar adalah orang yang sangat awal bertobat dari komunitas Essene menjadi Kristen. Buku ini mencerminkan campuran ide mistik komunitas Essene dengan konsep Kristen. 

 

Beberapa berpendapat bahwa Eseni memiliki gagasan tentang Mesias yang ditusuk berdasarkan 4Q285. Beberapa sarjana menafsirkannya sebagai Almasih yang terbunuh. Para sarjana modern kebanyakan menafsirkannya sebagai Mesias yang mengeksekusi musuh  Israel dalam perang eskatologis. 

 

Haran Gawaita menggunakan nama Nasoraeans untuk Mandaeans yang datang dari Yerusalem. Mandeans berarti penjaga atau pemilik ritual dan pengetahuan rahasia. Mandaeans dengan Nasaraeans  sebuah kelompok dalam Essenes menurut Joseph Lightfoot. Mereka ada sebelum Kristus. Yesus dari Nasaret adalah sebutan modern non muslim yang popular untuk Yesus. Apakah Nasaret ini sama dengan Nasaraenas? Kalau sama, berarti Yesus bersekolah di Esseni.

 

Konsep dan istilah agama awal muncul kembali dalam Gulungan Laut Mati. Yardena (Yordania, sekarang disebut Yardenit menjadi destinasi wisata rohani/jiarah agama Kristen) telah menjadi nama setiap air pembaptisan dalam Mandaeisme. Hayyi RabbiMara d-Rabuta (Lord of Greatness) ditemukan dalam Genesis Apocryphon II, 4. Temuan awal lainnya adalah bhiri zidqa berarti 'pilihan kebenaran' atau 'orang benar yang dipilih', sebuah istilah yang ditemukan dalam Kitab Henokh dan Kejadian Apocryphon II, 4. Sebagai Nasoraeans, Mandaeans percaya bahwa mereka merupakan jemaat sejati bnai nhura yang berarti 'Anak-anak Cahaya', istilah yang digunakan oleh Essenes. Kitab suci Mandaean menegaskan bahwa Mandaean turun langsung dari murid-murid asli Nasoraean Mandaean Yohanes Pembaptis di Yerusalem. Serupa dengan kaum Eseni, seorang Mandaean dilarang mengungkapkan nama-nama malaikat kepada non-Yahudi. Kuburan Essene berorientasi utara-selatan dan kuburan Mandaean juga harus berada di arah utara-selatan. Jika Mandaean yang mati berdiri tegak, mereka akan menghadap ke utara. Mandaeans memiliki tradisi lisan bahwa beberapa awalnya vegetarian dan juga mirip dengan Essene, mereka pasifis.

 

Beit manda (beth manda) digambarkan sebagai biniana rab-srara ("bangunan Agung Kebenaran") dan bit tuslima ("rumah Kesempurnaan") dalam teks- teks Mandaean seperti QolastaGinza Rabba, dan Mandaean Book of Yohanes. Satu-satunya persamaan sastra yang diketahui adalah dalam teks Essene dari Qumran seperti Peraturan Komunitas, yang memiliki frasa serupa seperti "rumah Kesempurnaan dan Kebenaran di Israel" (Peraturan Komunitas 1QS VIII 9) dan "rumah Kebenaran di Israel."

 

Maria, ibu Yesus, di bawah bimbingan Roh Kudus adalah guru Yesus. Dia menggunakan Kitab Suci dan alam sebagai pokok bahasan-Nya. Yesus menerima pelatihan yang sangat baik pada usia dini yang terbukti ketika Dia berbicara dengan para ahli agama pada kunjungan bait suci -Nya yang pertama. “Dan terjadilah, bahwa setelah tiga hari mereka menemukannya di bait suci, duduk di tengah-tengah para ahli taurat, keduanya mendengarkan mereka, dan mengajukan pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia heran akan pengertian dan jawaban-jawabannya” (Lukas 2:46, 47).

 

Masa kanak-kanak dan masa muda Yesus adalah tahun-tahun perkembangan yang harmonis dari kekuatan fisik, mental, dan spiritual-Nya. Tujuan yang dicita-citakan-Nya adalah untuk mencerminkan secara sempurna “eksistensi” Bapa-Nya di surga. Dan Allah Yang Mahakuasa memberikan Yesus kuasa untuk melakukan banyak hal ilahi. “Yesus dari Nazaret, seorang yang diperkenan Allah di antara kamu dengan mujizat dan keajaiban dan tanda-tanda” (Kisah Para Rasul 2:22).

 

Masa Kecil & Masa Dewasa Awal Yesus

Injil mengatakan sangat sedikit tentang periode yang panjang ini. Hanya beberapa pernyataan ringkasan, beberapa peristiwa tertentu, dan beberapa kesimpulan dari bagian sebelumnya dan selanjutnya. Yesus selama masa kanak-kanak berkembang secara fisik dan intelektual seperti anak-anak lainnya. Dia jelas tidak melakukan mukjizat sampai pelayanan publik-Nya (Yoh. 2:11).

 

Injil Masa Kecil Thomas (pertengahan abad ketiga M) mencatat berbagai dugaan insiden pada masa kanak-kanak Yesus. “(Setelah Yesus yang berusia 5 tahun membendung sebuah sungai kecil) putra Hanas, juru tulis itu, berdiri di sana bersama Yusuf; dan dia mengambil sebatang pohon willow, dan mengeluarkan air yang telah dikumpulkan Yesus. Dan Yesus, melihat apa yang telah dilakukan, marah, dan berkata kepadanya: 'Hai jahat, fasik, dan bodoh! Apa kerugian yang ditimbulkan oleh kolam dan air itu bagi Anda? Lihatlah, bahkan sekarang kamu akan menjadi kering seperti pohon, dan kamu tidak akan menghasilkan daun, atau akar, atau buah.' Dan segera anak itu menjadi layu.” (2:1; 3:1-3) “Setelah itu Ia melewati desa itu lagi; dan seorang anak laki-laki berlari melawan-Nya, dan memukul bahu-Nya. Dan Yesus marah, dan berkata kepadanya: 'Kamu tidak akan kembali ke jalan kamu datang!' Dan segera dia jatuh mati.” (4: 1) “Guru (Yesus) diprovokasi dan dipukul kepalanya. Dan (Yesus). . . mengutuknya, dan segera dia pingsan dan jatuh ke tanah di wajahnya. Dan (Yesus) kembali ke rumah; dan Yusuf sedih dan memerintahkan ibunya: “Jangan biarkan dia keluar dari rumah, karena dia membunuh semua orang yang membuatnya marah.” (14:2,3) Tapi Injil Thomas ini tidak diakui dan tidak dimasukkan ke dalam kanon Alkitab. (Kisah ini mirip kisah Krisna di India ketika dia masa kecil termasuk anak badung, anak nakal yang suka mencuri madu dan mempermainkan orang lain. Dalam pelajaran Sejaran Gereja Asia, disebutkan bahwa salah satu penyebab kemunduran gereja di Asia adalah ajaran Krisna yang memutarbalikkan fakta, disamping serangan raja-raja Mongolia dan perkembangan Islam).

 

Pada usia dua belas tahun, Yesus menyadari identitas unik-Nya sebagai Anak Allah. Perhatikan permainan kata-kata Yesus yang disengaja dalam tanggapan-Nya kepada Maria “ayahmu . . .” Dia mengingatkan Maria tentang apa yang sudah Dia ketahui – bahwa Bapa-Nya yang sebenarnya adalah Tuhan, dan karena itu Dia harus terlibat dalam urusan-Nya, bahkan jika itu mengganggu hidupnya.

 

Meskipun Yesus mengetahui identitas dan misi unik-Nya, Dia menghabiskan masa remaja dan awal masa dewasa-Nya dalam persiapan yang tenang dan tidak dramatis. Dari perikop ini dan yang lainnya, kita dapat menyaring tiga elemen pembangunan yang dapat diterapkan pada kita:

 

Menjadi tunduk pada Tuhan dengan secara tepat tunduk pada orang lain, alih-alih bersikeras "melakukan hal-Nya sendiri."

Dia menundukkan diri-Nya kepada Maria dan Yusuf, meskipun Dia lebih tinggi dari mereka. Alih-alih menentang mereka sebagai batasan yang menghalangi otentikasi diri-Nya sendiri, Dia menerima peran-Nya sebagai Hamba Bapa-Nya, dan menghidupi keyakinan-Nya bahwa kebesaran adalah Kehambaan (Mrk. 10: 43)

.

Apakah Anda melihat ketundukan kepada Tuhan sebagai hal yang baik, atau sebagai ancaman bagi kebebasan Anda? 

Apakah Anda memandang ketundukan yang pantas kepada orang lain sebagai bagian dari ketundukan Anda kepada Tuhan, atau sebagai kejahatan yang perlu dihindari dengan segala cara? 

 

Orang Kristen super-spiritual sering berkata: “Saya tidak keberatan tunduk kepada Tuhan, tetapi saya tidak tunduk kepada orang lain.” Ada tempat untuk ini, tetapi seringkali ini adalah rasionalisasi yang menunjukkan kurangnya ketundukan kepada Tuhan.

 

“Kebijaksanaan” adalah hasil dari memahami dan menaati Firman Tuhan. Pelayanan pengajaran Yesus di kemudian hari mengungkapkan keakraban dan pemahaman yang mendalam tentang Perjanjian Lama. 

 

Dia akan dilatih untuk menghafal Perjanjian Lama oleh ibu-Nya dan di sekolah “Rumah Kitab” Nazaret dari usia 6-10. Dia harus membaca dan menghafal, sama seperti kita. Dia juga merenungkan, memeditasikan apa yang Dia hafal. Dia yang tahu bagaimana memberikan Firman Tuhan dengan begitu efektif kepada orang lain mempelajari hal ini dengan merenungkannya hari demi hari (Yes. 50:4).

 

Apakah Anda “terus meningkat” dalam hikmat alkitabiah – atau apakah Anda mendatar atau mundur? 

Apakah Anda menghargai Firman Tuhan sebagai harta pengetahuan terbesar Anda – atau apakah Anda menganggap informasi lain (misalnya, berita; gosip selebriti; dll.) lebih penting? 

Apakah Anda memaparkan diri Anda pada Firman Tuhan lebih dari ini pada informasi lain ini?

 

Membiarkan Tuhan membentuk Dia melalui banyak penderitaan hidup di dunia yang jatuh, bukannya melindungi diri-Nya dari mereka.  "Dia adalah orang yang penuh kesengsaraan, mengenal duka."

 

Dia tinggal di sebuah keluarga besar (Mrk. 6:2), mungkin dalam kemiskinan relatif, di sebuah desa yang tidak jelas. Dia mengalami kehilangan orang yang dicintai (kemungkinan kematian prematur Joseph). Dia mengalami rasa sakit karena perlakuan yang tidak adil (desas-desus tentang anak haram – Yoh. 8:41,48). Dia tahu beban kerja keras (tukang kayu, magang di bawah Yusuf – Mat 13:55; Mrk 6:2), dan mungkin harus menghidupi keluarga ketika Yusuf meninggal. Dia mengalami eksploitasi pendudukan Romawi. Melalui penderitaan ini, Dia mengembangkan belas kasih yang mendalam yang menjadi ciri pelayanan publik-Nya (misalnya, Mat 9:36 – deskripsi paling sering tentang kehidupan emosional-Nya: Dia tergerak oleh belas kasihan).

 

Apakah Anda memiliki tujuan yang lebih besar untuk penderitaan daripada sekadar menghindarinya dan/atau menghindarinya sesegera mungkin? 

Apakah Anda membenci penderitaan/kesengsaraan dan membiarkan mereka membuat Anda pahit, marah atau apakah Anda meminta Tuhan untuk menggunakannya untuk membentuk belas kasih dan karakter Kristus?

 

Apa yang Yesus lakukan sebelum Dia memulai pelayanan-Nya di dunia?

 

Mahasiswa Kitab Suci

Setelah orang tua Yesus kembali ke kampung halaman mereka di Nazaret di Galilea, “ anak itu tumbuh dan menjadi kuat, penuh dengan hikmat. Dan perkenanan Allah ada padanya ” (Lukas 2:40) dan seperti yang biasa dilakukan orang Yahudi, “ orang tuanya pergi ke Yerusalem setiap tahun pada hari raya Paskah. Dan ketika dia berumur dua belas tahun, mereka pergi menurut kebiasaan” (Lukas 2:41-42). Rupanya “menurut kebiasaan” bahwa pada usia dua belas tahun, anak laki-laki Yahudi dipersembahkan kepada para pemimpin Bait Allah Yahudi karena ini menandai peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Untuk anak laki-laki Yahudi, ini terjadi pada usia dua belas tahun, berbatasan dengan beberapa jemaat Ortodoks dan Konservatif, itu adalah usia tiga belas tahun.

Merindukan Yesus

Setelah orang tua Yesus kembali ke rumah, mereka melihat bahwa Dia tidak ada (Lukas 2:43) dan kembali ke Yerusalem (Lukas 2:44-45). Baru setelah “tiga hari mereka menemukannya di kuil, duduk di antara para guru, mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar dia heran akan pengertian dan jawaban-jawabannya” (Lukas 2:46-47). Dapatkah Anda membayangkan anak Anda tersesat? Dan selama tiga hari! Mereka menemukan Dia “duduk di antara guru-guru” dan “mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan kepada mereka” tetapi semua orang “yang mendengarnya kagum akan pengertian dan jawaban-Nya..” Jelas, Yesus tumbuh sebagai pelajar Kitab Suci tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa Dia juga Tuhan. Bahkan, Dia adalah Firman Allah (Yohanes 1:1, 14). Ini menjelaskan satu-satunya tanggapan Yesus kepada orang tua-Nya yang menanyakan di mana Dia berada dan mengapa Dia melakukan itu kepada mereka; “Tidak tahukah kamu, bahwa Aku harus ada di rumah Bapa-Ku” (Lukas 2:49b)?

Bisnis sebagai Pemborong Bangunan

Pada waktunya, “Yesus bertambah dalam hikmat dan perawakannya dan disukai oleh Allah dan manusia” (Lukas 2:52). Kata Yunani yang digunakan untuk "perawakan" adalah "hēlikia" dan ini tidak berarti ukuran tetapi mengacu pada usia-Nya dalam tahun. Karena pertukangan kayu adalah pekerjaan ayah tiri-Nya Joseph, Dia pasti sudah mengetahuinya dengan baik dan orang lain juga tahu sekali tentang hal itu“. Pada hari Sabat dia mulai mengajar di sinagoga, dan banyak orang yang mendengarnya heran, berkata, “Di mana pria ini mendapatkan hal-hal ini? Apa hikmah yang diberikan kepadanya? Bagaimana karya-karya besar seperti itu dilakukan oleh tangannya? Bukankah ini si tukang kayu, anak Maria dan saudara Yakobus dan Yoses dan Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara perempuannya ada di sini bersama kita?” Dan mereka tersinggung padanya (Markus 6:2-3). Kata Yunani yang digunakan untuk "tukang kayu" adalah "tektōn" sehingga bisa berarti salah satu dari berikut ini; a (rumah) "pembangun, pekerja di kayu, pengrajin," atau "tukang kayu". Jika Yesus adalah seorang tukang kayu atau pembangun, itu berarti bekerja dengan tangan dalam memotong kayu dan batu yang merupakan bahan bangunan yang paling umum pada masa itu. Itu berarti Yesus pastilah Manusia yang sangat kuat karena mereka harus mengangkat dan mendorong, menarik dan melihat, dan memindahkan bahan bangunan ke lokasi. Butuh upaya besar untuk membangun bangunan kuno ini.

Firman Tuhan

Tentu saja, Yesus membuat takjub para pendengar-Nya ke mana pun Ia pergi, bahkan pada usia dua belas tahun (Lukas 2:47)”, dan banyak orang yang mendengarnya heran, berkata, “Dari mana orang ini mendapatkan pengetahuan ini? Apa hikmah yang diberikan kepadaNya? Bagaimana perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh tanganNya (Markus 6:2). Tetapi, kebenaran menghibur orang yang menderita dan menimpa orang yang nyaman sehingga beberapa orang “menyerang dia” (Markus 6:3c). Bahkan para petugas yang pergi untuk membawa-Nya kembali kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi (Yohanes 7:45) tidak dapat menangkap-Nya, dengan mengatakan, “Tidak pernah seorang pun berbicara seperti orang ini” (Yohanes 7:46)! 

 

Kebenaran membebaskan orang atau membuat mereka marah. Sama seperti para pemimpin agama Yahudi menindas pengetahuan tentang Tuhan saat itu, mereka masih melakukannya sekarang “yang dengan ketidakbenaran mereka menekan kebenaran” (Rm 1:18b), dan celakanya ini diteruskan oleh mereka yang menyebut dirinya pemimpin gereja. 

 

Ketika seseorang bertobat dan percaya kepada Kristus, mereka benar-benar dapat mengenal Tuhan untuk pertama kalinya. Tetapi, orang-orang yang tidak percaya dengan sukarela menekan wahyu ciptaan tentang Tuhan sebagai Pencipta. Dengan demikian “apa yang dapat diketahui tentang Tuhan jelas bagi mereka, karena Tuhan telah menunjukkannya kepada mereka. Karena sifat-sifat-Nya yang tidak terlihat, yaitu, kekuatan abadi dan sifat ilahi-Nya, telah terlihat dengan jelas, sejak penciptaan dunia, dalam hal-hal yang telah dibuat. Jadi mereka tanpa alasan…”(Roma 1:19-20). Tidak heran jika seseorang mengatakan “Saya tidak percaya kepada Tuhan” (Mazmur 14:1) sangatlah bodoh. Karena dia menunjukkan dirinya masih dalam kegelapan dan di bawah kuasa kehancuran.

 

Apa Hikmat Yang Anda Peroleh dari Sekolah Persiapan Raja Yesus? Berikut beberapa pendapat orang yang dapat Anda kembangkan untuk diri anda sendiri:


Alkitab menyoroti hal-hal dalam kehidupan Yesus yang berkaitan dengan keaslian dan pelayanan-Nya. Oleh karena itu, Alkitab membawa kita dari kelahiran perawan dan masa kanak-kanak-Nya hingga usia remaja dan pemahaman yang luar biasa dari kitab suci, ke dalam pelayanan dewasanya dan alasan mengapa Dia datang dari surga ke bumi. Kita tidak perlu mengetahui sisanya demi Injil Tuhan. Tujuannya adalah untuk menggenapi Injil yang dinubuatkan Allah. Leluhur, kelahiran, pengetahuan, kebijaksanaan, cinta, pelayanan, kematian, penguburan, dan kebangkitan-Nya adalah sorotan yang paling penting. Kita tidak perlu mengetahui setiap detail kecil dari seluruh hidupnya. Kami memiliki apa yang perlu kami ketahui.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Yesus? Di mana dia selama ini? Apakah Dia di luar Israel?  Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya, akan selamanya diselimuti oleh sejarah dan misteri pengetahuan agama. Jadi kalau Anda mau membuktikan sendiri silahkan, kalau Anda hanya perlu hikmat adalah “ini masa sekolah dan persiapan sebelum Dia dilantik jadi Raja Surga di bumi”.

selanjutnya BAPTISAN YESUS ADALAH PENGUMUMAN RAJA SURGA HADIR DI BUMI