PERTEMUAN PARA AKTIVIS PEMBINA ROHANI SE-JABODETABEK DIHADIRI SEBANYAK 100 ORANG.
ACARA DIMULAI DENGAN DOA PEMBUKAAN YANG DIBAWAKAN OLEH PDT. GILBERT LUMOINDONG.
KEMUDIAN SAMBUTAN OLEH DIRJEN BIMAS KRISTEN DAN DILANJUTKAN PENGENALAN LEMSAKTI SERTA PIR-68
PARA PESERTA SANGAT ANTUSIAS DAN MENGAJUKAN DIRI MENJADI SUKARELAWAN PELAKSANA KEGIATAN LEMSAKTI
SAMBUTAN
DIRJEN BIMAS KRISTEN KEMENTERIAN
AGAMA RI
PADA
PERTEMUAN AKTIVIS
PEMBINA ROHANI KRISTEN SE
JABODETABEK
ACARA:
PEMBERDAYAAN PEMBINA
ROHANI & SHARING INISIATIF
OLIMPIADE ALKITAB
DI RUANG RAPAT LANTAI
3 KEMENTERIAN AGAMA RI
SALOM-SALOM
Yang saya kasihi para Pembina Rohani
dan ROHANIWAN KRISTEN: Pdt, Guru Sekolah
Minggu, Guru Pelajaran
Agama Kristen, Aktivis Pemuda
dan Remaja yang dikasihi Yesus
Kristus
Kita bersyukur dapat berkumpul hari
ini dalam rangka mewujudkan suatu kerinduan
hati Bapa yang telah dituangkan dalam PROGRAM INDONESIA ROHANI dari LEMSAKTI
untuk MEMBERDAYAKAN PARA AKTIVIS DAN PEMBINA ROHANI. Program ini diberi kode PIR-68 yang menunjukkan Program ke-68 dari sekitar
81 Program yang telah dicanangkan oleh LEMSAKTI.
KELAHIRAN LEMSAKTI
merupakan jawaban doa umat untuk salah satu bentuk keadilan.
UU 36/2008 Ttg PAJAK PENGHASILAN
memberi peluang untuk memperlakukan SUMBANGAN sebagai biaya dalam perhitungan
pajak penghasilan. Aturan pelaksanaan dalam PP 60/2010 ditindaklanjuti dengan PER-33/PJ/2011, Kementerian Keuangan telah mengakui
LEMSAKTI satu-satunya Badan/Organisasi/Lembaga di luar umat muslim sebagai
penerima SUMBANGAN KEAGAMAAN yang disahkan Pemerintah untuk menerima dan mengeluarkan
bukti sebagai pengurang penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan. LAHIRNYA LEMSAKTI
telah diperjuangkan dengan bekerja keras dalam waktu yang cukup panjang.
Sekarang telah ada, maka mari
sama-sama menggunakannya membangun dan mendukung pelayanan kita di bumi persada
nusantara ini.
Kita bersyukur pada tahun ini juga
diterbitkan PP 47/2012 Ttg TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN.
LEMSAKTI menggunakan peluang ini dan bertindak memajukan diri sebagai MITRA
PELAKSANA TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN. Tahun ini juga INDONESIA
meratifikasi ISO 26000 Ttg PANDUAN
PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ORGANISASI. ISO
26000 ini mengatur perilaku organisasi secara internasional untuk memikirkan
keberlanjutan pembangunan. LEMSAKTI juga menangkap peluang ini untuk membantu
ORGANISASI sebagai mitra yang melaksanakan tanggung jawab sosialnya.
Sebagai salah satu bentuk kegiatan
yang dibiayai oleh SUMBANGAN
KEAGAMAAN dan anggaran tanggung
jawab sosial perusahaan adalah apa yang kita bicarakan hari ini. Para penyumbang sekarang tidak akan memberikan dananya
begitu saja. Mereka pasti akan mencari pelaksana program yang dapat diandalkan,
berintegrasi dan mempunyai kompetensi yang terbukti. Bukti ini harus dapat
diuji dengan menunjukkan kepada mereka bahwa kita benar-benar berdedikasi dan
penuh kasih dan tanggung jawab untuk mewujudkannya. Itulah sebabnya kita mulai
menunjukkan dari PROGRAM. Progam ini menjadi bukti nyata adanya kebutuhan yang
layak untuk diberikan bantuan oleh mereka yang mampu dan berkewajiban sesuai
aturan perundangan yang berlaku.
Kita harus memulai dari diri kita sendiri
dengan apa yang ada pada kita. Pihak lain akan datang melengkapi dan
menyempurnakan. Sebagai orang Kristen
kita harus menabur dulu, merawat kemudian baru menuai. Itu juga yang telah
dilakukan oleh para Pengurus
LEMSAKTI. Hasilnya, saat ini mulai
berdatangan para pengusaha besar untuk menyatakan minat mereka memberi
sumbangan. Minat ini kita yang mengubahnya menjadi kenyataan, TINDAKAN NYATA
MEMBERI. Yang mereka butuhkan adalah juga kegiatan nyata dari program yang
sudah kita mulai dengan kemampuan sendiri, tetapi memiliki dampak yang sangat
signifikan di tingkat nasional maupun internasional.
LEMSAKTI dimulai oleh orang-orang
pilihan Tuhan yang jumlahnya sedikit. Tentu TUHAN
selalu menambahkan dengan mengirimkan para pekerjaNya untuk bersama-sama
melayani. Itulah mengapa Sdr/i ada bersama saya hari ini di sini.
Sejalan dengan visi, misi dan agenda
pembangunan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II Periode 2009-2014, visi
Kementerian Agama adalah “terwujudnya masyarakat Indonesia yang TAAT BERAGAMA,
RUKUN, CERDAS, MANDIRI DAN SEJAHTERA
LAHIR BATIN”
Kementerian Agama memiliki misi yang berkaitan dengan masyarakat Kristen adalah untuk:
1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
2. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.
3. Meningkatkan kualitas perguruan
tinggi agama, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan.
4. Mewujudkan tata kelola
kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Visi dan Misi Ditjen
Bimas Kristen
(PMA No. 10 Tahun 2010)
Visi :
"Terwujudnya
Masyarakat Kristen
yang berwawasan Oikumenis, Beretika, Cerdas, Sejahtera dan Menghargai Kemajemukan."
Misi :
- Meningkatkan Kualitas Bimbingan
Masyarakat Kristen;
- Meningkatkan
Kualitas Kerukunan Internal dan Eksternal;
- Meningkatkan
Kualitas Pendidikan Agama Kristen dan Pendidikan Keagamaan
Kristen
- Mewujudkan Tata Kelola
Kepemerintahan yang
Bersih.
Tujuan jangka panjang pembangunan
bidang agama yang hendak dicapai oleh Kementerian Agama adalah terwujudnya
masyarakat Indonesia yang taat beragama, maju, sejahtera, dan cerdas serta
saling menghormati antar pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tujuan ini hanya dapat dicapai dengan
peran serta seluruh komponen bangsa. Dalam perkembangan peradaban global
ternyata bahwa pembangunan akan berhasil apabila dilaksanakan secara bermitra
antara para pihak: Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat.
Pemerintah sudah terikat dengan
berbagai aturan dan ketentuan yang membuatnya tidak luwes dan dinamis
menanggapi permintaan masyarakat yang begitu cepat bertumbuh dan berkembang. Sementara Swasta
dengan fokus tujuannya lebih lincah dan mudah bergerak, sering berbenturan
dengan kebijakan Pemerintah maupun kepentingan masyarakat.
Dalam menjalankan roda pembangunan
perlu lembaga yang benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat dalam tatanan kehidupan yang serasi dengan gerak
langkah pemerintah maupun swasta. Disinilah kita membutuhkan suatu pelaku
pembangunan yang dapat menampung dan menjembatani kepentingan ketiga pihak
mitra ini. Inilah peran yang diemban oleh LEMSAKTI sebagai Lembaga Independen Pelayanan
Publik. Inilah juga yang menjadi
pertimbangan utama Pemerintah dan Pemerintah Daerah
untuk mendukung kehadiran LEMSAKTI melaksanakan program-program yang ditawarkannya.
Kita bersyukur karena dalam waktu
kurang dari satu tahun sejak disahkan oleh Pemerintah, LEMSAKTI sudah hadir di
seluruh provinsi di Indonesia
melalui para Direktur
Eksekutif. Pengurus LEMSAKTI
Provinsi DKI Jakarta telah dikukuhkan oleh Gubernur pada tanggal 21 Juni 2012
yang lalu.
Sebagai umat Kristen
kita patut menyambut dan mewujudkan tujuan pembangunan agama di Indonesia.
Ketika orang bertanya: APA
PERAN
UMAT KRISTEN DALAM PEMBANGUNAN INDONESIA? Maka pada
waktunya kita dapat berkata dengan berani dan tegas dengan menunjukkan
bukti-bukti yang nyata yang dapat dirasakan dan diperlihatkan kepada setiap
orang. KARENA
LAMPU
TIDAK MUNGKIN DISEMBUNYIKAN
DI BAWAH
GANTANG,
TETAPI HARUS
DILETAKKAN DI ATAS
KAKI DIAN SUPAYA
MENERANGI SEMUA ORANG.
Supaya Sdr/i
dapat memancarkan cahaya terang itu, maka Sdr/i harus berdaya. Daya itu akan
muncul dari sumbernya ketika kita mengarahkan kepada sasaran yang jelas dan
nyata. Kita berharap pembicaraan hari ini sebagai langkah
awal untuk mewujudkan salah satu kaki dian, yaitu PEMBERDAYAAN PEMBINA ROHANI
dan OLIMPIADE
ALKITAB,
sebagai bejana dan wadah memancarkan cahaya kehidupan untuk menerangi kegelapan
yang masih menyelimuti banyak orang.
SELAMAT MELAYANI
TUHAN YESUS
MEMBERKATI
Dirjen Bimas
Kristen
Kementerian Agama
RI
Dr. Saur
Hasugian,
MTh.