Jumat, 13 Januari 2017
Jual Obat herbal bawang putih, jahe, lemon, cuka apel, madu - HERBAL MAMI | Tokopedia
Jual Obat herbal bawang putih, jahe, lemon, cuka apel, madu - HERBAL MAMI | Tokopedia: Jual Obat herbal bawang putih, jahe, lemon, cuka apel, madu, obat herbal dengan harga Rp 175.000 dari toko online HERBAL MAMI, Pulo Gadung. Cari produk obat herbal lainnya di Tokopedia. Jual beli online aman dan nyaman hanya di Tokopedia.
Kamis, 12 Januari 2017
ALLAH BESERTA KITA MEWUJUDKAN RENCANA-NYA
ALLAH BESERTA KITA MEWUJUDKAN RENCANA-NYA
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
2 Tawarikh 32: 8 ... yang menyertai kita adalah Tuhan, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita ....
Pokok Pemahaman:
Kita akan menemukan kembali iman yang hilang ketika menyadari kita tidak sendiri, karena Allah beserta kita (Immanuel). Allah setiap saat hadir bersama kita. Allah membutuhkan iman kita (yakin Tuhan beserta kita) agar Ia dapat mengerjakan apa saja untuk kita melalui kita untuk menolong orang lain. Untuk menghidupkan iman kita, Allah selalu memberi janji, sehingga kita tidak takut, tetapi tetap beriman kepada-Nya.
Syarat yang harus kita penuhi supaya Rencana Allah terwujud di dalam kehidupan kita adalah kita percaya Dia sanggup menolong kita dalam situasi dan keadaan yang bagaimanapun. Kehidupan merupakan rangkaian perjalanan mengalami susah senang, sakit sehat, lemah kuat, menangis tertawa, berpisah bertemu, gagal dan sukses. Kita hanya mampu melewati itu semua ketika Tuhan menunjukkan jalan mana yang harus kita tempuh. Penyertaan Tuhan adalah modal utama kita dalam menapaki perjalanan kehidupan kita.
Perjalanan kehidupan menghadapi berbagai variasi: kesulitan dan kesukaran. Tidak nyaman, banyak duri dan onak, tanjakan dan turunan, panas dingin, gelap terang, sempit dan menyesakkan bahkan menyakitkan. Tiap langkah selalu dihadang oleh bahaya dan maut, penyamun dan binatang (manusia berhati) buas, yang terus mengintai mencari mangsa untuk ditelan. Tetapi ingat, kita tidak sendiri. Ada Tuhan yang menyertai kita.
Tuhan memahami dan paling tahu bagaimana harus menuntun langkah kita. Allah dalam Yesus Kristus adalah jalan itu sendiri. Dialah jalan, kebenaran, dan hidup. (Yoh 14:6). Penyertaan Tuhan adalah sumber kekuatan dan rasa aman kita.
Tanjakan dalam perjalanan adalah peristiwa yang terjadi yang membuat kita merasa tidak cocok, tidak nyaman, bertentangan dengan pikiran kita, harapan kita, rencana kita, dan agenda atau program kita. Kita sudah merancang dengan baik, tetapi tidak ada satupun yang terjadi seperti yang kita inginkan. Semua berantakan. Itu adalah tanjakan atau lobang yang menghambat perjalanan kita. Tetapi, bagi Tuhan itu sebenarnya cara Dia memberkati kita. Tanjakan dipakai Tuhan membentuk kita supaya siap untuk sukses, penuh berkat, anugerah dan rahmatNya. Allah selalu menuntun kita kemana anugerahNya tersedia.
Sekali lagi, kita membutuhkan iman. Percaya Tuhan menyertai kita, sekalipun di dalam tanjakan atau jurang yang dalam. Sekalipun dikepung binatang buas, dihadang gelombang lautan yang dahsat, dikerubuti oleh manusia serakah sadis dan kejam. Ingat, Tuhan ada di situ bersama kita. Karena Tuhan beserta kita, kita harus, dan harus memaksakan diri kita, untuk melangkah mantap, dengan semangat, dengan penuh kesadaran dan keyakinan bahwa setiap langkah kita, setiap tempat yang kita lalui, tanjakan dan jurang, Tuhan selalu ada beserta kita.
Keraguan dan kebimbangan akan muncul dalam proses menuju sukses. Kekhawatiran dan ketidakpastian akan datang. Tetapi ingat, itu hanya tanjakan kecil ... itu hanya jurang dangkal .. karena kita akan melewatinya ... itu akan berlalu. Tangan Tuhan lebih dari cukup untuk mengangkat kita.
Mimpi-mimpi indah kita, yang ingin kita wujudkan, tidak selamanya berjalan mulus. Tidak selalu sesuai dengan jadwal yang telah kita tetapkan. Sering sekali kita akan menghadapi hal-hal yang mengecewakan, terutama dari orang yang paling dekat dengan kita. Mitra kita, pasangan kita, orang yang kita harapkan, adalah yang selalu memberikan kekecewaan. Bukan hanya itu, mereka bahkan dapat mematikan dan menghentikan langkah kita selanjutnya. Mereka yang kita sayangi, bahkan bisa menghancurkan semua impian kita. Tuhan tahu itu. Firman-Nya telah memberi tuntunan bagi kita: "Jangan berharap kepada manusia". Sering terjadi, orang-orang yang dekat dengan kita, atau kemudian dekat dengan kita, memang dipakai Tuhan untuk mempersiapkan jalan kita selanjutnya. Tetapi kita salah, kita terlena, kita terpesona dengan orang dekat kita. Kita berharap, dan terlalu berharap agar dapat abadi bersama. Tanpa sadar, kita melanggar Firman Tuhan. Kita melupakan "Jangan berharap kepada manusia". Kita berharap kepada teman dekat kita, mitra kita, sahabat kita ... akibatnya ... ketika bagian dia, waktu dia, bantuan dia, kontribusi dia kepada kita sudah selesai ... kita harus merelakan dia pergi ... melepaskan dia ke tempat dimana dia seharusya ... dan kita ... kembali menapaki jalan yang telah Tuhan tentukan kita lalui. Peristiwa perpisahan dengan mereka yang telah bersama-sama dengan kita selama ini ... tentu menyakitkan... mengecewakan ... apalagi kita belum siap berpisah ... tetapi kita dipaksa oleh rangkaian peristiwa yang membuat kita terpaksa berpisah ... kita tidak cocok lagi dengan mereka, yang kita sayangi .... Peristiwa ini hanyalah tanjakan atau jurang yang disediakan oleh Tuhan untuk membentuk kita lebih tangguh, lebih cakap, dan lebih kompeten lagi ... Kembalilah kepada Yang Menyertai kita dalam mewujudkan Rencana-Nya ... Tuhan Semesta Alam.
Memang tidak semudah itu. Ada waktu ... suatu periode ... ketika kita mengalami kekosongan ... merasakan Tuhan tidak hadir. Kita merasa sendirian. Tidak ada Tuhan disana menyertai kita. Kita berkesimpulan tidak ada harapan lagi. Kita mulai ragu, bahwa impian yang ingin kita wujudkan bukan berasal dari Allah. Impian kita adalah ambisi pribadi kita sendiri. Kalau itu terjadi ... tenangkan jiwa kita, tentangkan tubuh kita ... kumpulkan kekuatan dan sadari kembali ...kita sudah berjalan sejauh ini ... kemudian katakan melalui roh kita "Allah mempunyai rencana yang indah bagiku untuk berhasil. Aku tidak berjalan sendiri. Ada Allah yang menyertai aku. Tiap langkah yang dituntun oleh Allah adalah jalan menuju sukses, apakah itu tanjakan atau jurang, itu semua menuju sukses. Tuhan besertaku ... aku sukses". Kalimat itu diulang-ulang ... hingga kekuatan kita pulih kembali dan siap kembali bertarung.
Ketika menghadapi tanjakan dan jurang .... jangan melarikan diri, jangan mundur, jangan menyimpang. Jangan menyalahkan diri sendiri. Jangan menyalahkan orang lain.Jangan menyalahkan siapapun. Tetapi katakan "Aku kuat dan menguatkan kepercayaanku kepada Tuhan, Allahku, yang menyertai aku".
Ingat, sadari, yakin dan percayalah.... setelah semua hal yang menyedihkan dan melemahkan ini ... Allah pasti memberi sukses yang besar ... kemenangan ... harta kekayaan .... milik pusaka ... mendapatkan lebih dari yang dibayangkan. Penyertaan Tuhan selalu menuntun kepada sukses. Berjalanlah sesuai tuntutan Tuhan.
Tuhan tidak berubah. Tuhan Maha Tahu dan Maha Kaya. Dalam perjalanan, Dia akan menunjukan berbagai variasi, metode, cara, yang berubah-ubah, sesuai yang paling tepat menurut Tuhan sendiri untuk kita. Variasi ini sering menimbulkan ketidaknyamanan. Tidak nyaman berarti kita stress, putus asa, lelah, menggerutu, bersungut-sungut, dan mulai mempertanyakan Tuhan. Kita mulai berargumentasi, mencoba membenarkan diri kita, walaupun dengan rasa takut, mulai mau menyalahkan Tuhan... Untuk kembali menenangkan hati kita dan menguatkan kita alam perjalanan, ingat, Allah kita adalah Allah yang bervariasi. Ia tidak selalu melakukan hal-hal yang sama dengan cara-cara yang sama. Dia kaya dengan cara.
Allah bisa di depan kita, bisa di belakang kita, bisa di dalam kita, bisa di luar kita. Jika Ia berjalan di depan kita, berarti Dia mengingatkan kita di depan ada tanjakan, turunan, batu tajam, terjal, curam, duri, onak, tikungan yang dapat menghambat perjalanan kita. Dengan keberadaan Tuhan di depan kita, kita hanya mengikuti Dia saja. Jika Tuhan berada di belakang kita, berarti di hadapan kita ada jalan panjang tanpa akhir. Tuhan di belakang untuk mendorong kita supaya jangan lelah, jangan bosan, jangan lengah, dan jangan bermalas-malasan. Tuhan memastikan mendorong kita untuk tetap berjalan menuju sasaran sukses mewujudkan impian kita.
Yang perlu bagi kita menyadari dan tetap meyakinkan diri kita bahwa Tuhan menyertai kita. Relakanlah Allah memimpin kita dengan berbagai variasi, metode, dan cara yang Ia kehendaki.
Iman kita menyatakan Tuhan beserta kita. Dalam kenyataan sehari-hari, sering merasa sendiri. Sebenarnya, Allah tetap ada, cuma kita tidak melihatnya. Kita tidak menyadari keberadaan-Nya. Kita tidak merasakan kehadiran-Nya. Tuhan ingin kita berani berjalan sendiri. Tuhan tidak ingin kita jadi manusia cengeng. Setiap saat merepotkan Tuhan, dengan yang menjadi bagian kita. Tuhan ingin berbagi dengan kita. Tuhan tidak ingin kita putus asa. Tuhan tidak ingin kita meragukan Tuhan.
Berani berjalan sendiri berarti meyakinkan diri sendiri bahwa walaupun aku tidak melihat kehadiran Tuhan besertaku, aku tahu, aku akan lulus, aku akan berhasil. Aku akan muncul seperti emas murni, permata yang mulia. Berani berjalan sendiri, berarti, berani memproklamirkan kepada siapa saja bahwa tidak ada allah lain selain Allah di dalam Yesus Kristus. Allah ingin kita menyatakan dengan tegas, berdasarkan iman saya, Yesus adalah Allah satu-satunya yang menjadikan siang dan malam, menciptakan nasib baik dan buruk.
Berani berjalan sendiri berarti selalu mengandalkan Tuhan saja. Orang-orang beriman itu berani berjalan sendiri, walaupun tidak didukung oleh manusia maupun sarana dan prasarana yang hebat dan banyak.
Perlu disadari bahwa dalam penyertaan Tuhan ada banyak musuh. Musuh pertama adalah diri kita sendiri. Ciri orang sukses: tidak pernah memikirkan kegagalan, jarang berkeluh kesah, tidak berlindung pada kelemahan, selalu bersemangat, memiliki roh yang menyala-nyala. Orang pesimis dan gagal memiliki ciri: tidak percaya kepada potensi dan kemampuan dirinya sendiri, memiliki harapan tetapi tidak berani bertindak.
Kita harus menanamkan dalam diri kita bahwa kita pasti sukses. Jika keyakinan lenyap, kita menjadi lemah, rendah diri dan tidak berdaya, hasilnya adalah kegagalan. Lawanlah kegagalan, maka sukses menjadi milikmu.
Percaya diri melahirkan kekuatan, keberanian dan ketegasan bertindak. Beranilah menyatakan pendapat, gagasan sendiri, walaupun berisiko. Tetap kuasai emosi, tetap tenang dan berpikir dengan jernih, walaupun ditekan dengan keras. Bersikap independen, tidak mudah terpengaruh. Kebenaran adalah kebenaran jangan mengalah dengan mayoritas. Berkatalah apa adanya, sesuai dengan kenyataan.
Musuh berikut, selain diri sendiri adalah sesama manusia. Ada orang yang memusuhi kita tanpa sebab. Ada orang yang iri hati, yang mencerca, yang memfitnah, bersaksi dusta, dan yang jelas-jelas menghambat kita. Bahkan ada yang berusaha menghancurkan kita.
Kita harus berani menolak semua hambatan tersebut, dan mengalahkan semua musuh kita: baik diri sendiri maupun sesama manusia. Dengan tetap memandang kepada Tuhan, kita melaksanakan tanggung jawab kita mencapai sukses mewujudkan impian besar kita. Jika kita melaksanakan tanggung jawab kita mewujudkan impian besar, dunia akan membenci kita, kita akan merasa seorang diri.
Memang, melakukan perkara besar bagi Allah banyak musuhnya. Yang penting, kita ingat dan kita sadari, Allah beserta kita mewujudkan perkara-perkara besar bagi kita. Allah beserta kita melawan dan mengalahkan musuh-musuh kita.
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
2 Tawarikh 32: 8 ... yang menyertai kita adalah Tuhan, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita ....
Pokok Pemahaman:
- Menurut Alkitab (Bible), Allah selalu beserta kita
- Allah beserta kita melangkah dalam tanjakan kesuksesan
- Tuhan menyertai kita dalam berbagai variasi
- Tuhan beserta kita supaya kita harus berani berjalan sendiri
- Ketika beserta Tuhan, banyak musuh ...
Kita akan menemukan kembali iman yang hilang ketika menyadari kita tidak sendiri, karena Allah beserta kita (Immanuel). Allah setiap saat hadir bersama kita. Allah membutuhkan iman kita (yakin Tuhan beserta kita) agar Ia dapat mengerjakan apa saja untuk kita melalui kita untuk menolong orang lain. Untuk menghidupkan iman kita, Allah selalu memberi janji, sehingga kita tidak takut, tetapi tetap beriman kepada-Nya.
Syarat yang harus kita penuhi supaya Rencana Allah terwujud di dalam kehidupan kita adalah kita percaya Dia sanggup menolong kita dalam situasi dan keadaan yang bagaimanapun. Kehidupan merupakan rangkaian perjalanan mengalami susah senang, sakit sehat, lemah kuat, menangis tertawa, berpisah bertemu, gagal dan sukses. Kita hanya mampu melewati itu semua ketika Tuhan menunjukkan jalan mana yang harus kita tempuh. Penyertaan Tuhan adalah modal utama kita dalam menapaki perjalanan kehidupan kita.
Perjalanan kehidupan menghadapi berbagai variasi: kesulitan dan kesukaran. Tidak nyaman, banyak duri dan onak, tanjakan dan turunan, panas dingin, gelap terang, sempit dan menyesakkan bahkan menyakitkan. Tiap langkah selalu dihadang oleh bahaya dan maut, penyamun dan binatang (manusia berhati) buas, yang terus mengintai mencari mangsa untuk ditelan. Tetapi ingat, kita tidak sendiri. Ada Tuhan yang menyertai kita.
Tuhan memahami dan paling tahu bagaimana harus menuntun langkah kita. Allah dalam Yesus Kristus adalah jalan itu sendiri. Dialah jalan, kebenaran, dan hidup. (Yoh 14:6). Penyertaan Tuhan adalah sumber kekuatan dan rasa aman kita.
Tanjakan dalam perjalanan adalah peristiwa yang terjadi yang membuat kita merasa tidak cocok, tidak nyaman, bertentangan dengan pikiran kita, harapan kita, rencana kita, dan agenda atau program kita. Kita sudah merancang dengan baik, tetapi tidak ada satupun yang terjadi seperti yang kita inginkan. Semua berantakan. Itu adalah tanjakan atau lobang yang menghambat perjalanan kita. Tetapi, bagi Tuhan itu sebenarnya cara Dia memberkati kita. Tanjakan dipakai Tuhan membentuk kita supaya siap untuk sukses, penuh berkat, anugerah dan rahmatNya. Allah selalu menuntun kita kemana anugerahNya tersedia.
Sekali lagi, kita membutuhkan iman. Percaya Tuhan menyertai kita, sekalipun di dalam tanjakan atau jurang yang dalam. Sekalipun dikepung binatang buas, dihadang gelombang lautan yang dahsat, dikerubuti oleh manusia serakah sadis dan kejam. Ingat, Tuhan ada di situ bersama kita. Karena Tuhan beserta kita, kita harus, dan harus memaksakan diri kita, untuk melangkah mantap, dengan semangat, dengan penuh kesadaran dan keyakinan bahwa setiap langkah kita, setiap tempat yang kita lalui, tanjakan dan jurang, Tuhan selalu ada beserta kita.
Keraguan dan kebimbangan akan muncul dalam proses menuju sukses. Kekhawatiran dan ketidakpastian akan datang. Tetapi ingat, itu hanya tanjakan kecil ... itu hanya jurang dangkal .. karena kita akan melewatinya ... itu akan berlalu. Tangan Tuhan lebih dari cukup untuk mengangkat kita.
Mimpi-mimpi indah kita, yang ingin kita wujudkan, tidak selamanya berjalan mulus. Tidak selalu sesuai dengan jadwal yang telah kita tetapkan. Sering sekali kita akan menghadapi hal-hal yang mengecewakan, terutama dari orang yang paling dekat dengan kita. Mitra kita, pasangan kita, orang yang kita harapkan, adalah yang selalu memberikan kekecewaan. Bukan hanya itu, mereka bahkan dapat mematikan dan menghentikan langkah kita selanjutnya. Mereka yang kita sayangi, bahkan bisa menghancurkan semua impian kita. Tuhan tahu itu. Firman-Nya telah memberi tuntunan bagi kita: "Jangan berharap kepada manusia". Sering terjadi, orang-orang yang dekat dengan kita, atau kemudian dekat dengan kita, memang dipakai Tuhan untuk mempersiapkan jalan kita selanjutnya. Tetapi kita salah, kita terlena, kita terpesona dengan orang dekat kita. Kita berharap, dan terlalu berharap agar dapat abadi bersama. Tanpa sadar, kita melanggar Firman Tuhan. Kita melupakan "Jangan berharap kepada manusia". Kita berharap kepada teman dekat kita, mitra kita, sahabat kita ... akibatnya ... ketika bagian dia, waktu dia, bantuan dia, kontribusi dia kepada kita sudah selesai ... kita harus merelakan dia pergi ... melepaskan dia ke tempat dimana dia seharusya ... dan kita ... kembali menapaki jalan yang telah Tuhan tentukan kita lalui. Peristiwa perpisahan dengan mereka yang telah bersama-sama dengan kita selama ini ... tentu menyakitkan... mengecewakan ... apalagi kita belum siap berpisah ... tetapi kita dipaksa oleh rangkaian peristiwa yang membuat kita terpaksa berpisah ... kita tidak cocok lagi dengan mereka, yang kita sayangi .... Peristiwa ini hanyalah tanjakan atau jurang yang disediakan oleh Tuhan untuk membentuk kita lebih tangguh, lebih cakap, dan lebih kompeten lagi ... Kembalilah kepada Yang Menyertai kita dalam mewujudkan Rencana-Nya ... Tuhan Semesta Alam.
Memang tidak semudah itu. Ada waktu ... suatu periode ... ketika kita mengalami kekosongan ... merasakan Tuhan tidak hadir. Kita merasa sendirian. Tidak ada Tuhan disana menyertai kita. Kita berkesimpulan tidak ada harapan lagi. Kita mulai ragu, bahwa impian yang ingin kita wujudkan bukan berasal dari Allah. Impian kita adalah ambisi pribadi kita sendiri. Kalau itu terjadi ... tenangkan jiwa kita, tentangkan tubuh kita ... kumpulkan kekuatan dan sadari kembali ...kita sudah berjalan sejauh ini ... kemudian katakan melalui roh kita "Allah mempunyai rencana yang indah bagiku untuk berhasil. Aku tidak berjalan sendiri. Ada Allah yang menyertai aku. Tiap langkah yang dituntun oleh Allah adalah jalan menuju sukses, apakah itu tanjakan atau jurang, itu semua menuju sukses. Tuhan besertaku ... aku sukses". Kalimat itu diulang-ulang ... hingga kekuatan kita pulih kembali dan siap kembali bertarung.
Ketika menghadapi tanjakan dan jurang .... jangan melarikan diri, jangan mundur, jangan menyimpang. Jangan menyalahkan diri sendiri. Jangan menyalahkan orang lain.Jangan menyalahkan siapapun. Tetapi katakan "Aku kuat dan menguatkan kepercayaanku kepada Tuhan, Allahku, yang menyertai aku".
Ingat, sadari, yakin dan percayalah.... setelah semua hal yang menyedihkan dan melemahkan ini ... Allah pasti memberi sukses yang besar ... kemenangan ... harta kekayaan .... milik pusaka ... mendapatkan lebih dari yang dibayangkan. Penyertaan Tuhan selalu menuntun kepada sukses. Berjalanlah sesuai tuntutan Tuhan.
Tuhan tidak berubah. Tuhan Maha Tahu dan Maha Kaya. Dalam perjalanan, Dia akan menunjukan berbagai variasi, metode, cara, yang berubah-ubah, sesuai yang paling tepat menurut Tuhan sendiri untuk kita. Variasi ini sering menimbulkan ketidaknyamanan. Tidak nyaman berarti kita stress, putus asa, lelah, menggerutu, bersungut-sungut, dan mulai mempertanyakan Tuhan. Kita mulai berargumentasi, mencoba membenarkan diri kita, walaupun dengan rasa takut, mulai mau menyalahkan Tuhan... Untuk kembali menenangkan hati kita dan menguatkan kita alam perjalanan, ingat, Allah kita adalah Allah yang bervariasi. Ia tidak selalu melakukan hal-hal yang sama dengan cara-cara yang sama. Dia kaya dengan cara.
Allah bisa di depan kita, bisa di belakang kita, bisa di dalam kita, bisa di luar kita. Jika Ia berjalan di depan kita, berarti Dia mengingatkan kita di depan ada tanjakan, turunan, batu tajam, terjal, curam, duri, onak, tikungan yang dapat menghambat perjalanan kita. Dengan keberadaan Tuhan di depan kita, kita hanya mengikuti Dia saja. Jika Tuhan berada di belakang kita, berarti di hadapan kita ada jalan panjang tanpa akhir. Tuhan di belakang untuk mendorong kita supaya jangan lelah, jangan bosan, jangan lengah, dan jangan bermalas-malasan. Tuhan memastikan mendorong kita untuk tetap berjalan menuju sasaran sukses mewujudkan impian kita.
Yang perlu bagi kita menyadari dan tetap meyakinkan diri kita bahwa Tuhan menyertai kita. Relakanlah Allah memimpin kita dengan berbagai variasi, metode, dan cara yang Ia kehendaki.
Iman kita menyatakan Tuhan beserta kita. Dalam kenyataan sehari-hari, sering merasa sendiri. Sebenarnya, Allah tetap ada, cuma kita tidak melihatnya. Kita tidak menyadari keberadaan-Nya. Kita tidak merasakan kehadiran-Nya. Tuhan ingin kita berani berjalan sendiri. Tuhan tidak ingin kita jadi manusia cengeng. Setiap saat merepotkan Tuhan, dengan yang menjadi bagian kita. Tuhan ingin berbagi dengan kita. Tuhan tidak ingin kita putus asa. Tuhan tidak ingin kita meragukan Tuhan.
Berani berjalan sendiri berarti meyakinkan diri sendiri bahwa walaupun aku tidak melihat kehadiran Tuhan besertaku, aku tahu, aku akan lulus, aku akan berhasil. Aku akan muncul seperti emas murni, permata yang mulia. Berani berjalan sendiri, berarti, berani memproklamirkan kepada siapa saja bahwa tidak ada allah lain selain Allah di dalam Yesus Kristus. Allah ingin kita menyatakan dengan tegas, berdasarkan iman saya, Yesus adalah Allah satu-satunya yang menjadikan siang dan malam, menciptakan nasib baik dan buruk.
Berani berjalan sendiri berarti selalu mengandalkan Tuhan saja. Orang-orang beriman itu berani berjalan sendiri, walaupun tidak didukung oleh manusia maupun sarana dan prasarana yang hebat dan banyak.
Perlu disadari bahwa dalam penyertaan Tuhan ada banyak musuh. Musuh pertama adalah diri kita sendiri. Ciri orang sukses: tidak pernah memikirkan kegagalan, jarang berkeluh kesah, tidak berlindung pada kelemahan, selalu bersemangat, memiliki roh yang menyala-nyala. Orang pesimis dan gagal memiliki ciri: tidak percaya kepada potensi dan kemampuan dirinya sendiri, memiliki harapan tetapi tidak berani bertindak.
Kita harus menanamkan dalam diri kita bahwa kita pasti sukses. Jika keyakinan lenyap, kita menjadi lemah, rendah diri dan tidak berdaya, hasilnya adalah kegagalan. Lawanlah kegagalan, maka sukses menjadi milikmu.
Percaya diri melahirkan kekuatan, keberanian dan ketegasan bertindak. Beranilah menyatakan pendapat, gagasan sendiri, walaupun berisiko. Tetap kuasai emosi, tetap tenang dan berpikir dengan jernih, walaupun ditekan dengan keras. Bersikap independen, tidak mudah terpengaruh. Kebenaran adalah kebenaran jangan mengalah dengan mayoritas. Berkatalah apa adanya, sesuai dengan kenyataan.
Musuh berikut, selain diri sendiri adalah sesama manusia. Ada orang yang memusuhi kita tanpa sebab. Ada orang yang iri hati, yang mencerca, yang memfitnah, bersaksi dusta, dan yang jelas-jelas menghambat kita. Bahkan ada yang berusaha menghancurkan kita.
Kita harus berani menolak semua hambatan tersebut, dan mengalahkan semua musuh kita: baik diri sendiri maupun sesama manusia. Dengan tetap memandang kepada Tuhan, kita melaksanakan tanggung jawab kita mencapai sukses mewujudkan impian besar kita. Jika kita melaksanakan tanggung jawab kita mewujudkan impian besar, dunia akan membenci kita, kita akan merasa seorang diri.
Memang, melakukan perkara besar bagi Allah banyak musuhnya. Yang penting, kita ingat dan kita sadari, Allah beserta kita mewujudkan perkara-perkara besar bagi kita. Allah beserta kita melawan dan mengalahkan musuh-musuh kita.
2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.
Selasa, 10 Januari 2017
ALLAH MENARUH IMAN DI HATI KITA UNTUK MEWUJUDKAN KERINDUAN-NYA
ALLAH MENARUH IMAN DI HATI KITA UNTUK MEWUJUDKAN KERINDUAN-NYA
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
Pokok Pemahaman:
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ibrani 11:6
Iman dapat menghadirkan hal-hal yang belum kelihatan (belum dapat disadari oleh pancaindra, tetapi dapat dilihat oleh imajinasi, persepsi, rohani, indra rohani, kehendak bebas). Ciri khas manusia rohani adalah iman. Melihat yang tidak dilihat oleh orang kebanyakan.
Allah adalah Roh. Allah adalah sumber kehidupan kita. Maka, memiliki iman adalah persyaratan mutlak untuk berhubungan dengan Allah. Artinya, apapun yang Tuhan janjikan melalui Firman Tertulis (Alkitab, Bible, Buku, Blog, Situs) atau melalui Firman Lisan (Khotbah, Pengajaran, Ceramah, Diskusi) atau Penyingkapan Allah sendiri (wahyu, penglihatan, mimpi, inspirasi, bisikan, dst) harus ditanggapi dengan iman.
Imajinasi atau bayangan atau khayalan adalah alat paling sederhana tetapi paling ampuh yang disediakan oleh Tuhan kepada anak-anak-Nya. Melalui imajinasi Tuhan memberikan rancangan-Nya terhadap hidup seseorang, apakah untuk suatu waktu tertentu, atau untuk suatu jangka waktu yang panjang. Contoh sederhana adalah ketika kita menghadapi suatu masalah, kita akan berpikir dan mencari dalam batin kita apa jalan keluar atas masalah yang kita hadapi. Sadar atau tanpa sadar akan ada dorongan dalam diri kita untuk bertindak, misalnya: bertanya kepada seseorang. Yang lain lagi mungkin mencari di google. Yang lain lagi mencarinya dalam ayat-ayat Alkitab. Yang lain lagi mencoba untuk berdoa. Semua tindakan lanjutan dari apa yang muncul dalam bayangan untuk solusi masalah kita adalah konfirmasi atau penegasan terhadap jalan keluar yang Tuhan telah berikan kepada kita.
Kualitas keputusan yang kita ambil terhadap imajinasi yang muncul pertama sekali, tergantung banyak faktor. Salah satunya adalah ukuran iman kita. Ketika kita memiliki iman yang besar, teguh dan kuat, artinya hubungan kita dengan Allah adalah lancar, dengan tingkat kecepatan yang sangat tinggi, tanpa gangguan jaringan dan sinyal. Tetapi, ketika dalam menanggapi imajinasi atas harapan jalan keluar yang kita dapatkan, kemudian kita ragu-ragu, kita bimbang, kita menjadi tidak yakin, kita menjadi bingung, ini adalah tanda-tanda hubungan yang tidak sehat dengan Allah. Jaringan kita mungkin terputus, atau ada sadapan dari pihak penyadap, yaitu si jahat. Dalam kasus yang terakhir ini, tugas utama kita, sebelum menuntaskan masalah yang kita hadapi, adalah membetulkan dan memperbaiki hubungan yang lancar dengan Allah. Sumber dari segala sumber kehidupan harus dapat mengalir dengan deras dan lancar kepada diri kita.
Apakah Anda tahu arti SMART dalam menetapkan tujuan atau merencanakan suatu kegiatan? Seperti itulah iman bekerja. Anda harus dapat membayangkan dengan jelas apa yang ingin Anda capai. Misalnya: memiliki iman untuk membangun suatu Gereja yang Besar. Yang perlu Anda bayangkan, antara lain: bagaimana bentuknya, berapa besarnya, susunan kursi-kursinya, apakah pakai karpet atau batu alam, sistem tata suaranya, mimbarnya, daya tampung jemaat. Seperti Pak Pdt Jacob Nahuway, membayangkan lebih 10.000 orang jemaat duduk di gereja yang akan dia bangun. Dan, jadilah Mawar Saron di Jl Hibrida Kelapa Gading Jakarta, seperti itu.
Ketika memiliki imajinasi, bagaimana selanjutnya melaksanakan iman Anda? Jangan harap akan lancar-lancar saja. Pasti banyak tantangan dan hambatan. Bagaimana Anda menghadapi semua hambatan dan tantangan tersebut?
Yoh 14:12 .... barangsiapa percaya kepada-Ku ... ia akan melakukan ... pekerjaan-pekerjaan yang lebih besari daripada yang Aku lakukan ....
Mzm 108:14 Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa...
Segala pertanyaan, keraguan orang, hinaan bahkan olokan jangan pernah melemahkan iman Anda. Tetapi, setiap serangan jadikan untuk memperkuat iman Anda. Ingat, iman yang kita miliki...terletak pada Allah di dalam Yesus Kristus yang kita sembah. Iman Anda, harus dipindahkan dari konsep atau ide ke dalam pribadi Anda, yaitu Allah sendiri. Allah dalam Yesus Kristus adalah iman kita yang sangat kuat.
Ingat, ... bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ibr 11:6
Apa selanjutnya dilakukan dengan iman? Iman pada kesanggupan Allah, menghendaki cara Allah mewujudkannya. Cara Allah yang telah terbukti pada pembangunan Gereja Mawar Saron adalah:DOA dan PUASA. Tujuan DOA dan PUASA adalah memberi kebebasan (jalan tol) kepada Roh Allah dan para malaikatNya untuk menggerakkan orang-orang untuk berkorban, memberi, mengambil bagian, melakukan sesuatu sehingga impian besar itu dapat diwujudkan.
Iman yang membuat dan menghasilkan mujizat adalah iman yang bersumber dari Allah. Jangan menaruh harapan kepada manusia, orang kaya, orang hebat, orang dengan jabatan tinggi, orang yang memiliki fasilitas, orang yang memiliki jaringan. Mengapa? Karena mereka akan mengecewakan Anda. Mereka tetap manusia, dengan segala kedagingan, kelemahan, ambisi, harapan, dan kebodohan yang melekat pada diri mereka. Mereka memang memiliki apa yang Anda harapkan, tetapi akan lebih berguna bila hati mereka tergerak karena dorongan Roh Allah, bukan karena hubungan kita secara manusiawi.
Ingat Mzm 127:1 ... Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah (artikan ini impian besar Anda, Bisnis, Jabatan, Pelayanan, Kursi DPR/DPD, Kursi Bupati/Gubernur/Presiden, Jabatan Menteri, Yayasan, dst), sia-sialah usaha orang yang membangunnya...
Alkitab memberikan pegangan kepada kita untuk percaya kepada Allah saja dengan segenap hati. Dengan segenap hati, memungkinkan dan menggerakkan Allah menyatakan kuasa-Nya. Ams 3:5-6 ... Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu....jangan bersandar pada pengertianmu sendiri...Akuilah Dia dalam segala usahamu...Ia akan membuatmu berhasil...
APA ARTINYA PERCAYA KEPADA TUHAN DENGAN SEGENAP HATI? Inilah tanda-tandanya:
Iman mengikat kita kepada Allah dan mengikatkan Allah kepada kita. Bagaimana cara mengikatnya? Dengan mengucapkan Firman Allah yang menjadi dasar hubungan antara kita, diri Anda dengan Allah. Ucapkan dengan mulut, percaya dalam hati, bertindak dengan tubuh Anda. Tidak ada yang dapat memisahkan Allah dengan diri Anda (Roma 8:39). Itu karena iman.
Jadi dalam hubungan antara Allah dengan manusia, yang perlu terus dipahami dan dilatih adalah supaya manusia tetap menaruh iman hanya kepada Allah saja. Jangan menaruh harapan kepada sesuatu di luar Allah. Jangan menaruh harapan kepada kemampuan diri sendiri. Saat Allah menemukan iman di dalam diri kita, Ia dapat melakukan apa saja bagi kita, karena Ia, memiliki segala kuasa.
Musuh dari iman adalah ketidakpercayaan, ragu-ragu, bimbang, mempertanyakan, berargumentasi, cuek, tidak menaruh harapan, tidak peduli...
Percaya kepada Allah harus berkelanjutan. Jangan hari ini berapi-api, besok sudah padam. Percaya kepada Tuhan harus sepanjang hayat dikandung badan. Setiap saat kita harus berdoa, mencurahkan keinginan, kemauan, hasrat, cita-cita, harapan, dan segala isi hati kita kepada Tuhan.
Kalau tidak meminta kepada Tuhan, Ia tidak akan memberikan kepada kita. Hanya yang meminta kepada Dia, yang mendapat.(Matius 7:8). Apa yang kita percayai mengenai Allah, akan menentukan apa yang Allah perbuat untuk kita.
Beriman kepada Allah secara berkelanjutan tidak akan mengecewakan, karena:
Orang percaya sejati, percaya sepenuhnya bahwa mereka dapat memiliki apapun yang mereka inginkan dan mempertahankan harapan dengan sepenuh hati untuk memilikinya dan secara berkelanjutan mengejarnya sampai memilikinya.
Yohanes 14:12
... barangsiapa percaya kepada-Ku... ia akan melakukan ... pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar ...
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
Pokok Pemahaman:
- Keinginan, cita-cita, kerinduan dan hasrat adalah alat dalam tangan Tuhan untuk melakukan mujizat.
- Iman adalah mata yang mampu melihat Allah sebagai Tuhan yang absolut, tidak berubah dan tidak bergantung pada apapun dan siapapun.
- Iman adalah keyakinan bahwa Allah itu ada dan apa yang Ia firmankan akan menjadi kenyataan.
- Allah bertindak saat kita meletakkan iman kita hanya pada Allah dan bukan yang lain.
- Beriman kepada Allah harus setiap waktu, berkelanjutan, terus menerus, tidak berkeputusan.
- Beriman berarti keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu melaksanakan, tanpa Allah satupun tidak dapat kita lakukan.
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ibrani 11:6
Iman dapat menghadirkan hal-hal yang belum kelihatan (belum dapat disadari oleh pancaindra, tetapi dapat dilihat oleh imajinasi, persepsi, rohani, indra rohani, kehendak bebas). Ciri khas manusia rohani adalah iman. Melihat yang tidak dilihat oleh orang kebanyakan.
Allah adalah Roh. Allah adalah sumber kehidupan kita. Maka, memiliki iman adalah persyaratan mutlak untuk berhubungan dengan Allah. Artinya, apapun yang Tuhan janjikan melalui Firman Tertulis (Alkitab, Bible, Buku, Blog, Situs) atau melalui Firman Lisan (Khotbah, Pengajaran, Ceramah, Diskusi) atau Penyingkapan Allah sendiri (wahyu, penglihatan, mimpi, inspirasi, bisikan, dst) harus ditanggapi dengan iman.
Imajinasi atau bayangan atau khayalan adalah alat paling sederhana tetapi paling ampuh yang disediakan oleh Tuhan kepada anak-anak-Nya. Melalui imajinasi Tuhan memberikan rancangan-Nya terhadap hidup seseorang, apakah untuk suatu waktu tertentu, atau untuk suatu jangka waktu yang panjang. Contoh sederhana adalah ketika kita menghadapi suatu masalah, kita akan berpikir dan mencari dalam batin kita apa jalan keluar atas masalah yang kita hadapi. Sadar atau tanpa sadar akan ada dorongan dalam diri kita untuk bertindak, misalnya: bertanya kepada seseorang. Yang lain lagi mungkin mencari di google. Yang lain lagi mencarinya dalam ayat-ayat Alkitab. Yang lain lagi mencoba untuk berdoa. Semua tindakan lanjutan dari apa yang muncul dalam bayangan untuk solusi masalah kita adalah konfirmasi atau penegasan terhadap jalan keluar yang Tuhan telah berikan kepada kita.
Kualitas keputusan yang kita ambil terhadap imajinasi yang muncul pertama sekali, tergantung banyak faktor. Salah satunya adalah ukuran iman kita. Ketika kita memiliki iman yang besar, teguh dan kuat, artinya hubungan kita dengan Allah adalah lancar, dengan tingkat kecepatan yang sangat tinggi, tanpa gangguan jaringan dan sinyal. Tetapi, ketika dalam menanggapi imajinasi atas harapan jalan keluar yang kita dapatkan, kemudian kita ragu-ragu, kita bimbang, kita menjadi tidak yakin, kita menjadi bingung, ini adalah tanda-tanda hubungan yang tidak sehat dengan Allah. Jaringan kita mungkin terputus, atau ada sadapan dari pihak penyadap, yaitu si jahat. Dalam kasus yang terakhir ini, tugas utama kita, sebelum menuntaskan masalah yang kita hadapi, adalah membetulkan dan memperbaiki hubungan yang lancar dengan Allah. Sumber dari segala sumber kehidupan harus dapat mengalir dengan deras dan lancar kepada diri kita.
Apakah Anda tahu arti SMART dalam menetapkan tujuan atau merencanakan suatu kegiatan? Seperti itulah iman bekerja. Anda harus dapat membayangkan dengan jelas apa yang ingin Anda capai. Misalnya: memiliki iman untuk membangun suatu Gereja yang Besar. Yang perlu Anda bayangkan, antara lain: bagaimana bentuknya, berapa besarnya, susunan kursi-kursinya, apakah pakai karpet atau batu alam, sistem tata suaranya, mimbarnya, daya tampung jemaat. Seperti Pak Pdt Jacob Nahuway, membayangkan lebih 10.000 orang jemaat duduk di gereja yang akan dia bangun. Dan, jadilah Mawar Saron di Jl Hibrida Kelapa Gading Jakarta, seperti itu.
Ketika memiliki imajinasi, bagaimana selanjutnya melaksanakan iman Anda? Jangan harap akan lancar-lancar saja. Pasti banyak tantangan dan hambatan. Bagaimana Anda menghadapi semua hambatan dan tantangan tersebut?
Yoh 14:12 .... barangsiapa percaya kepada-Ku ... ia akan melakukan ... pekerjaan-pekerjaan yang lebih besari daripada yang Aku lakukan ....
Mzm 108:14 Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa...
Segala pertanyaan, keraguan orang, hinaan bahkan olokan jangan pernah melemahkan iman Anda. Tetapi, setiap serangan jadikan untuk memperkuat iman Anda. Ingat, iman yang kita miliki...terletak pada Allah di dalam Yesus Kristus yang kita sembah. Iman Anda, harus dipindahkan dari konsep atau ide ke dalam pribadi Anda, yaitu Allah sendiri. Allah dalam Yesus Kristus adalah iman kita yang sangat kuat.
Ingat, ... bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ibr 11:6
Apa selanjutnya dilakukan dengan iman? Iman pada kesanggupan Allah, menghendaki cara Allah mewujudkannya. Cara Allah yang telah terbukti pada pembangunan Gereja Mawar Saron adalah:DOA dan PUASA. Tujuan DOA dan PUASA adalah memberi kebebasan (jalan tol) kepada Roh Allah dan para malaikatNya untuk menggerakkan orang-orang untuk berkorban, memberi, mengambil bagian, melakukan sesuatu sehingga impian besar itu dapat diwujudkan.
Iman yang membuat dan menghasilkan mujizat adalah iman yang bersumber dari Allah. Jangan menaruh harapan kepada manusia, orang kaya, orang hebat, orang dengan jabatan tinggi, orang yang memiliki fasilitas, orang yang memiliki jaringan. Mengapa? Karena mereka akan mengecewakan Anda. Mereka tetap manusia, dengan segala kedagingan, kelemahan, ambisi, harapan, dan kebodohan yang melekat pada diri mereka. Mereka memang memiliki apa yang Anda harapkan, tetapi akan lebih berguna bila hati mereka tergerak karena dorongan Roh Allah, bukan karena hubungan kita secara manusiawi.
Ingat Mzm 127:1 ... Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah (artikan ini impian besar Anda, Bisnis, Jabatan, Pelayanan, Kursi DPR/DPD, Kursi Bupati/Gubernur/Presiden, Jabatan Menteri, Yayasan, dst), sia-sialah usaha orang yang membangunnya...
Alkitab memberikan pegangan kepada kita untuk percaya kepada Allah saja dengan segenap hati. Dengan segenap hati, memungkinkan dan menggerakkan Allah menyatakan kuasa-Nya. Ams 3:5-6 ... Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu....jangan bersandar pada pengertianmu sendiri...Akuilah Dia dalam segala usahamu...Ia akan membuatmu berhasil...
APA ARTINYA PERCAYA KEPADA TUHAN DENGAN SEGENAP HATI? Inilah tanda-tandanya:
- pikiran Anda tetap jalan
- motivasi Anda tetap tinggi
- Anda tetap memiliki penolong terbaik
- Anda memiliki tempat perlindungan teraman
- Anda tetap fokus pada visi Anda
- Anda tetap hidup...semangat
Iman mengikat kita kepada Allah dan mengikatkan Allah kepada kita. Bagaimana cara mengikatnya? Dengan mengucapkan Firman Allah yang menjadi dasar hubungan antara kita, diri Anda dengan Allah. Ucapkan dengan mulut, percaya dalam hati, bertindak dengan tubuh Anda. Tidak ada yang dapat memisahkan Allah dengan diri Anda (Roma 8:39). Itu karena iman.
Jadi dalam hubungan antara Allah dengan manusia, yang perlu terus dipahami dan dilatih adalah supaya manusia tetap menaruh iman hanya kepada Allah saja. Jangan menaruh harapan kepada sesuatu di luar Allah. Jangan menaruh harapan kepada kemampuan diri sendiri. Saat Allah menemukan iman di dalam diri kita, Ia dapat melakukan apa saja bagi kita, karena Ia, memiliki segala kuasa.
Musuh dari iman adalah ketidakpercayaan, ragu-ragu, bimbang, mempertanyakan, berargumentasi, cuek, tidak menaruh harapan, tidak peduli...
Percaya kepada Allah harus berkelanjutan. Jangan hari ini berapi-api, besok sudah padam. Percaya kepada Tuhan harus sepanjang hayat dikandung badan. Setiap saat kita harus berdoa, mencurahkan keinginan, kemauan, hasrat, cita-cita, harapan, dan segala isi hati kita kepada Tuhan.
Kalau tidak meminta kepada Tuhan, Ia tidak akan memberikan kepada kita. Hanya yang meminta kepada Dia, yang mendapat.(Matius 7:8). Apa yang kita percayai mengenai Allah, akan menentukan apa yang Allah perbuat untuk kita.
Beriman kepada Allah secara berkelanjutan tidak akan mengecewakan, karena:
- Segala kuasa berasal dari Allah
- Allah pengasih dan penyayang
- Allah mendengar dan menjawab doa kita
Orang percaya sejati, percaya sepenuhnya bahwa mereka dapat memiliki apapun yang mereka inginkan dan mempertahankan harapan dengan sepenuh hati untuk memilikinya dan secara berkelanjutan mengejarnya sampai memilikinya.
Yohanes 14:12
... barangsiapa percaya kepada-Ku... ia akan melakukan ... pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar ...
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.
Minggu, 08 Januari 2017
ALLAH MEMBERIKAN KECAKAPAN BAGI KITA UNTUK MEWUJUDKAN KERINDUAN-NYA
ALLAH MEMBERIKAN KECAKAPAN BAGI KITA UNTUK MEWUJUDKAN KERINDUAN-NYA
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina. Amsal 2:29
Pokok Pembahasan:
SUKSES SECARA ALKITABIAH ADALAH KETIKA SESEORANG BERADA PADA POSISI, WAKTU, TEMPAT, CARA, DAN MENGHASILKAN HASIL YANG TEPAT MENURUT ALLAH.
Kecakapan menjadi prasyarat untuk sukses. Kecakapan adalah kemampuan, kemahiran, kepandaian atau kesanggupan dalam mengerjakan sesuatu. Kecakapan mengetahui kehendak Allah bagi diri kita adalah syarat mutlak untuk berhasil sesuai kehendak Allah. Yang pertama dan yang paling kita senangi, merupakan tanda pertama itu berasal dari Allah.
Supaya sukses mewujudkan impian yang besar menjadi kenyataan, kita harus mencari dan menemukan pekerjaan yang kita sukai yang sesuai dengan kecakapan yang kita miliki.
Untuk sukses kita harus mengabdikan diri dan mencintai pekerjaan tersebut. Melalui bekerjalah manusia mewujudkan perkara-perkara besar. Ingat: tidak ada cara gampang, tidak ada skema cepat, bagi Allah dan bagi manusia untuk mewujudkan perkara-perkara besar.
Jalan cepat biasanya membawa celaka. Contoh: berjudi, merampok, mencuri, korupsi, mengambil hak orang lain dengan cara tidak benar, menyalib/memotong jalur, menyelundup, dan sejenisnya. Bahkan memaksa Allah untuk mengabulkan permintaan kita dengan mengutip ayat-ayat tertentu, dengan mengklaim/menuntut janji Tuhan, bukan cara yang benar.
Bagi yang percaya kepada Allah dan menerima serta mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi, meyakini dan menerapkan hal-hal berikut:
Harga yang harus dibayar atau beban yang harus dipikul supaya sukses:
Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu dengan sekuat tenaga, karena tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi. Pkh 9:10
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina. Amsal 2:29
Pokok Pembahasan:
- Setiap orang memiliki kecakapan dari Allah untuk melakukan sesuatu.
- Kecakapan akan teruji ketika melaksanakan pekerjaan.
- Kecakapan berada dalam jiwa, roh dan hati manusia. Hati adalah perpaduan antara Jiwa dan roh, yang disebut manusia batiniah. Jiwa merupakan perpaduan antara pikiran, ingatan, kehendak, dan perasaan. Roh adalah bagian Allah memberi kehidupan kepada manusia.
- Identitas Allah dalam diri manusia, kelihatan dan terasa dalam pekerjaan yang dilakukan Allah pada diri manusia tersebut.
- Manusia adalah gambaran Allah, karena Roh Allah ada pada dirinya. Bila seseorang tidak bekerja, maka gambaran Allah tidak kelihatan pada orang tersebut.
- Kerajaan Allah diwarnai dan diisi dengan pelayanan yang disebut pekerjaan. Pekerjaan setiap manusia sesuai dengan bakat yang diberikan Allah melalui Roh-Nya yang dikembangkan dan diusahakan oleh setiap orang sepanjang hidupnya. Setiap orang adalah setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan. Yang menentukan adalah apakah pekerjaan itu berkenan dan sesuai kehendak Allah; atau melanggar kehendak Allah, yang disebut dosa, yang menimbulkan hukuman dan murka Allah.
- Akhir perjalanan manusia adalah hidup kekal bersama Allah, atau hukuman kekal berpisah dari Allah.
SUKSES SECARA ALKITABIAH ADALAH KETIKA SESEORANG BERADA PADA POSISI, WAKTU, TEMPAT, CARA, DAN MENGHASILKAN HASIL YANG TEPAT MENURUT ALLAH.
Kecakapan menjadi prasyarat untuk sukses. Kecakapan adalah kemampuan, kemahiran, kepandaian atau kesanggupan dalam mengerjakan sesuatu. Kecakapan mengetahui kehendak Allah bagi diri kita adalah syarat mutlak untuk berhasil sesuai kehendak Allah. Yang pertama dan yang paling kita senangi, merupakan tanda pertama itu berasal dari Allah.
Supaya sukses mewujudkan impian yang besar menjadi kenyataan, kita harus mencari dan menemukan pekerjaan yang kita sukai yang sesuai dengan kecakapan yang kita miliki.
Untuk sukses kita harus mengabdikan diri dan mencintai pekerjaan tersebut. Melalui bekerjalah manusia mewujudkan perkara-perkara besar. Ingat: tidak ada cara gampang, tidak ada skema cepat, bagi Allah dan bagi manusia untuk mewujudkan perkara-perkara besar.
Jalan cepat biasanya membawa celaka. Contoh: berjudi, merampok, mencuri, korupsi, mengambil hak orang lain dengan cara tidak benar, menyalib/memotong jalur, menyelundup, dan sejenisnya. Bahkan memaksa Allah untuk mengabulkan permintaan kita dengan mengutip ayat-ayat tertentu, dengan mengklaim/menuntut janji Tuhan, bukan cara yang benar.
Bagi yang percaya kepada Allah dan menerima serta mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi, meyakini dan menerapkan hal-hal berikut:
- Kecakapan mewujudkan impian yang besar berasal dari Allah.
- Setiap orang memiliki talenta yang menjadi dasar kemampuan yang diberikan Allah untuk melakukan karya-karya besar.
- Untuk mencapai impian yang besar kita harus melaksanakan dengan rumusan (cara) Allah sendiri.
- Rumusan Allah yang pertama untuk sukses adalah kecakapan melakukan pekerjaan yang kita pilih, kecakapan adalah talenta yang telah diberikan Allah supaya kita kembangkan dan matangkan terus menerus dengan bekerja dan belajar, memperbaiki, bekerja belajar memperbaiki dari yang paling kecil hingga yang paling besar.
Harga yang harus dibayar atau beban yang harus dipikul supaya sukses:
- Bekerja keras. Dengan dipaksa mengerjakan sesuatu, hal-hal terbaik di dalam diri kita akan menghasilkan kesederhanaan dan pengendalian diri, kerajinan dan kekuatan kehendak, kegembiraan dan kepuasan, dan kebajikan yang tidak pernah dialami oleh pemalas. Bekerja keras jangan sampai gila kerja. Kita harus mengatur jam kerja kita, sehingga tercapai setidaknya tujuh tujuan hidup: bekerja, keuangan, kesehatan fisik, mental, kerohanian, keluarga, dan sosial.
- Menyukai pekerjaan. Tragis kalau bekerja pada pekerjaan yang tidak disukai. Sekolah pada jurusan yang tidak disukai, akan membuat penderitaan berkepanjangan. Pekerjaan yang disukai adalah pekerjaan memberi kesukaan, membawa kesehatan, tetap bersemangat, dan membuat harga diri naik dan kita merasa bangga. Pilihlah pekerjaan yang memungkinkan Anda dapat mencapai hal-hal tertinggi yang ada dalam diri Anda. Kebanggaan menimbulkan kharisma. Kharisma dan kecakapan mendatangkan rasa kagum, hormat dan pujian dari sesama manusia. Kharisma dan kecakapan harus dikembangkan dengan teliti. Kharisma adalah pemberian Allah, sebagai hadiah bagi setiap orang yang mengembangkan talentanya yang disediakan Allah juga.
- Fokus pada pekerjaan. Jika kita fokus pada pekerjaan kita, maka kita akan tertarik dan mencintai pekerjaan kita. Bersemangat dengan apa yang Anda kerjakan, Ketika Anda sudah yakin pekerjaan yang Anda pilih adalah yang terbaik, tetaplah disitu. Jangan terpengaruh pendapat atau tawaran orang lain yang kelihatannya baik atau memberikan hasil dan keuntungan yang lebih besar. Biasanya itu hanya sebentar, dan Anda akan bosan, dan mencari yang lain lagi, cari lagi, lagi ... akhirnya Anda akan menjauh dari talenta Anda. Kalau tidak fokus, Anda akan mutar-mutar hingga pusing tujuh keliling.
- Kondisikan diri Anda sebagai makhluk pekerja. Kehendak Allah bagi manusia supaya dia bekerja, tetapi tetap juga beribadah. Tuhan Yesus selama hidup-Nya di bumi, setiap hari bekerja. Ia mengajar, berkhotbah, menyembuhkan orang, memberi makan, menghidupkan orang mati, mengecam orang tidak benar, mencambuk orang yang menyalahgunakan tempat ibadah, tetapi Ia juga membasuh/mencuci kaki murid-murid-Nya. Para Rasul, murid Tuhan Yesus yang awal dipilih-Nya, mengakui mereka semua adalah Pekerja Keras.
- Bertanggung jawab. Anda harus bertanggung jawab atas semua yang Anda kerjakan, berhasil atau gagal, baik atau buruk, semua harus dipertanggungjawabkan. Dalam Kerajaan Allah tidak ada pemalas, tidak ada peminta-minta, tidak ada pengemis. Kerajaan Allah diwarnai dan disibukkan dengan pelayanan pekerjaan. Hanya dengan bekerja kita mendapatkan kesehatan tubuh, kesehata hati, wibawa di mata sesama manusia dan kecukupan keuangan dan harta yang kita butuhkan.
- Berdoa dan Bekerjalah.
Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu dengan sekuat tenaga, karena tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi. Pkh 9:10
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.
Jumat, 06 Januari 2017
SUKSES ADALAH KERINDUAN ALLAH KEPADA MANUSIA TERTULIS DALAM ALKITAB
ALLAH MENYATAKAN KERINDUAN-NYA MELALUI ALKITAB
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
Alkitab dalam bahasa Inggris BIBLE, terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama dikenal sebagai Kitab Taurat atau Torah dalam Bahasa Ibrani. Inti dari Perjanjian Lama adalah pengaturan hubungan antara Manusia dengan Allah dan dengan Sesama Manusia.
Dalam Perjanjian Lama, Musa sebagai Pemimpin Besar Bangsa Israel. Penggantinya adalah Yosua. Tuhan memberi pesan kepada Yosua "JIKA KAMU INGIN BERHASIL DALAM HAL APAPUN, SYARATNYA HARUS MERENUNGKAN DAN MENDISKUSIKAN TAURAT TUHAN DAN BERTINDAK BERDASARKAN TAURAT SECARA HATI-HATI".
Merenungkan Taurat berarti tetap bersatu dengan Tuhan. Mendiskusikan berarti bekerja sama dengan sesama manusia. Bertindak berhati-hati artinya tetap ikuti dan taati aturan main untuk setiap permainan dan jalur yang ditempuh.
Mengapa tetap bersatu dengan Tuhan? Karena Tuhan Allah lah yang memiliki segalanya yang tersedia bagi sukses kita. Contoh kesuksesan yang dapat dilihat dan dirasakan adalah: kehormatan, kejayaan, kebesaran, kemashuran, keagungan, kekayaan, umur panjang, kesehatan, dan seterusnya.
Bekerja sama dengan sesama bahwa orang-orang yang di sekitar kita berperan dalam sukses yang kita raih. Mereka adalah pasangan hidup kita: suami/istri, anak, orang tua, pembantu rumah tangga, sopir, teman, relasi, kenalann, mulai dari yang terdekat sampai yang terjauh.
Pandangan orang terhadap kita sudah mempengaruhi kita dalam mencapai sukses. Manusia tidak dapat hidup, berkarya dan sukses tanpa orang lain yang membantunya.
Ikuti dan taati aturan main artinya setiap tindakan kita sebelum, selama dan sesudahnya selalu dirujuk dan diukur dengan pesan-pesan dalam Alkitab.
Alkitab adalah satu-satunya buku yang berisikan kehendak, kemampuan dan kerinduan Allah untuk memberkati umat-Nya.
Apa sebenarnya yang disediakan oleh Alkitab untuk kita? Antara lain adalah:
Tuhan rindu kita berhasil, sukses, mewujudkan hal-hal besar, menempatkan kita di dunia ini, menyelamatkan kita dari dosa dan hukuman dosa, memberikan kita talenta dan karunia. Kemampuan kita untuk berhasil melakukan dan mewujudkan impian yang besar adalah kehendak Allah yang baik, adil, penuh kasih dan maha besar, sesuatu yang pasti; karena Allah sendiri yang membantu kita mewujudkannya.
Bagaimana Allah mengungkapkan kerinduan-Nya supaya kita berhasil?
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]
Alkitab dalam bahasa Inggris BIBLE, terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama dikenal sebagai Kitab Taurat atau Torah dalam Bahasa Ibrani. Inti dari Perjanjian Lama adalah pengaturan hubungan antara Manusia dengan Allah dan dengan Sesama Manusia.
Dalam Perjanjian Lama, Musa sebagai Pemimpin Besar Bangsa Israel. Penggantinya adalah Yosua. Tuhan memberi pesan kepada Yosua "JIKA KAMU INGIN BERHASIL DALAM HAL APAPUN, SYARATNYA HARUS MERENUNGKAN DAN MENDISKUSIKAN TAURAT TUHAN DAN BERTINDAK BERDASARKAN TAURAT SECARA HATI-HATI".
Merenungkan Taurat berarti tetap bersatu dengan Tuhan. Mendiskusikan berarti bekerja sama dengan sesama manusia. Bertindak berhati-hati artinya tetap ikuti dan taati aturan main untuk setiap permainan dan jalur yang ditempuh.
Mengapa tetap bersatu dengan Tuhan? Karena Tuhan Allah lah yang memiliki segalanya yang tersedia bagi sukses kita. Contoh kesuksesan yang dapat dilihat dan dirasakan adalah: kehormatan, kejayaan, kebesaran, kemashuran, keagungan, kekayaan, umur panjang, kesehatan, dan seterusnya.
Bekerja sama dengan sesama bahwa orang-orang yang di sekitar kita berperan dalam sukses yang kita raih. Mereka adalah pasangan hidup kita: suami/istri, anak, orang tua, pembantu rumah tangga, sopir, teman, relasi, kenalann, mulai dari yang terdekat sampai yang terjauh.
Pandangan orang terhadap kita sudah mempengaruhi kita dalam mencapai sukses. Manusia tidak dapat hidup, berkarya dan sukses tanpa orang lain yang membantunya.
Ikuti dan taati aturan main artinya setiap tindakan kita sebelum, selama dan sesudahnya selalu dirujuk dan diukur dengan pesan-pesan dalam Alkitab.
Alkitab adalah satu-satunya buku yang berisikan kehendak, kemampuan dan kerinduan Allah untuk memberkati umat-Nya.
Apa sebenarnya yang disediakan oleh Alkitab untuk kita? Antara lain adalah:
- Pengajaran dan peraturan Allah untuk membuat manusia hidup berkenan dan tidak bercela di hadapan Tuhan. Karena, segala yang diilhamkan Allah, bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran.
- Allah melalui Alkitab memperingatkan seseorang sebelum menghukumnya. Tuhan tidak menghendaki seorangpun binasa, gagal, hancur dan hilang dari kasih sayang-Nya. Tuhan menghendaki semua orang supaya sadar, bertobat, dan beribadah kepada-Nya.
- Jalan atau cara atau ikhtiar utuk mencapai dan meraih sesuatu. Jalan Tuhan menuntun kepada kebahagiaan, keberhasilan, kehidupan yang berkelimpahan dan keselamatan kekal. Melalui Alkitab, Allah menyatakan petunjuk dan panduan yang adil, benar, berkualitas dan berbobot yang telah ada sejak zaman dahulu kala dan akan tetap ada pada masa-masa yang akan datang.
- Perintah Tuhan terdapat dalam Alkitab. Kita layak menyebut Allah itu Bapa dan Tuhan, jika kitta tunduk dan taat kepada perintah-Nya. Perintah pertama adalah percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Bila kita percaya kepada perintah Pertama itu, otomatis kita mendapat hak sebagai Anak, sebagai Ahli Waris Kerajaan Allah.
- Ketetapan dan Peneguhan oleh Tuhan juga dilaksanakan melalui Alkitab. Peneguhan artinya memastikan, konfirmasi, menegaskan. Ketetapan Tuhan adalah sesuatu yang tetap, pasti, teguh, tidak berubah, tidak dapat dibantah oleh siapapun. (Orang boleh mencela, menolak, menghina, menista, menodai ... apapun, tetapi ITU SEMUA SAMA SEKALI TIDAK MEMPENGARUHI KETETAPAN ALLAH...)
- Jika kerinduan Allah bagi kita supaya kita sukses disampaikan dalam bentuk ketetapan yang tidak dapat diubah oleh siapapun dan oleh apapun, maka kita wajib berhasil dan mewujudkan mimpi besar yang kita miliki menjadi kenyataan, sesuatu yang ada, pasti. Jadi, kalau belum mampu mewujudkan, berarti KESALAHAN ADA PADA DIRI KITA SENDIRI.... salah bertindak, salah memilih waktu, salah memilih mitra, salah memilih jurusan, salah memilih bidang usaha, salah memilih tempat kerja, .... banyak kesalahan karena kita tidak tahu waktu bertindak...
- Alkitab berisi perintah atau komando Tuhan kepada manusia, sesuatu yang harus dilaksanakan. Karena Tuhan sudah memerintahkan kita supaya berhasil, maka bila kita gagal (bodoh, miskin, susah, penuh amarah, dengki, menyalahkan orang lain, mengumpat, bersungut-sungut, menggerutu, malas, berdosa, menyusahkan orang lain, pengemis, peminta-minta, tidak naik-naik pangkat, penghasilan hanya pas-pasan atau malah kurang, skait-sakitan, dst...) maka kita dianggap PEMBERONTAK. Pemberontak artinya tidak taat kepada perintah atasan yaitu Raja di atas segala raja, dan Tuhan di atas segala yang dipertuan.
- Alkitab berisi hukum yaitu peraturan yang mengikat bagi manusia dan bila ada pelanggaran maka dikenakan sanksi hukuman. Karena Alkitab adalah hukum Tuhan, maka harus ditaati, karena isinya adalah baik, adil dan benar. Jika kita gagal menaatinya, kita kena sanksi.
- Alkitab juga berisikan janji Tuhn. Janji adalah ungkapan yang menyatakan kesediaan Tuhan untuk melakukan sesuatu kepada umat-Nya yang menerima janji-Nya tersebut. JANJI TUHAN kepada manusia adalah HIDUP BERKELIMPAHAN, hidup kekal, dst. Allah setia dan berkuasa menepati janji-Nya. Allah Mahakuasa dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
Tuhan rindu kita berhasil, sukses, mewujudkan hal-hal besar, menempatkan kita di dunia ini, menyelamatkan kita dari dosa dan hukuman dosa, memberikan kita talenta dan karunia. Kemampuan kita untuk berhasil melakukan dan mewujudkan impian yang besar adalah kehendak Allah yang baik, adil, penuh kasih dan maha besar, sesuatu yang pasti; karena Allah sendiri yang membantu kita mewujudkannya.
Bagaimana Allah mengungkapkan kerinduan-Nya supaya kita berhasil?
- Alkitab merupakan cermin bagi kita. Cermin membantu kita mengenal diri kita sendiri, kondisi kita, kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang kita hadapi (swot analysis).
- Alkitab merupakan benih bagi kita. Benih yang berisikan kehidupan yang dapat bertumbuh dan menjadi pohon yang hijau daunnya dan berbuah pada musimnya. Benih yang harus di tabur dengan bijaksana (budidaya yang baik), di tanah yang subur,dan dirawat dengan baik dan benar. Benih dapat menghasilkan buah yang banyak...tergantung kepada kemahiran dan kecakapan (kompetensi, kapasitas) orang yang mengelolanya. Alkitab mengatakan bahwa kemahiran dan kecakapan (kompetensi, kapasitas) adalah modal sukses yang dapat membawa seseorang menghadap raja-raja dan bukan berada pada kumpulan orang hina.
- Alkitab adalah Firman Allah yang hidup berisikan kabar baik, berita keselamatan dan kesuksesan, hidup berkelimpahan, ibarat air yang menyegarkan jiwa yang dahaga. Air juga membersihkan kotoran dan najis dosa kita. Karena, dosa kita lah yang membuat Allah, sumber berkat dan segala berkat dan sukses, menghalangi doa dan menghambat jawaban atas doa yang kita panjatkan kepada Tuhan. Dosa terbesar adalah kita tidak mau dan tidak tahu dan tidak mau tahu bahwa Tuhan sudah menyediakan segala sesuatu untuk sukses hidup kita dengan cara dan waktu Tuhan sendiri. Tetapi kita mencoba dengan cara dan waktu dan tempat yang kita tentukan sendiri ... melawan perintah Tuhan adalah DOSA. Air juga memberi kehidupan bagi mahluk hidup.
- Alkitab Firman Allah adalah pelita dan terang, karena memiliki kuasa untuk memperlihatkan posisi kita berada, menuntun kita dengan memperlihatkan arah yang harus kita tempuh. Jika kita tidak tahu posisi kita sekarang, kemana kita akan berjalan, maka kita akan berdiam diri di tempat atau muter-muter, yang akhirnya pusing sendiri dan terjatuh. Jika kita tidak tahu dimana sukses, dan tidak tahu jalan menuju sukses, bagaimana mungkin kita dapat mewujudkan impian yang besar dan meraih sukses? Semuanya akan menjadi sia-sia dan usaha menjaring angin.
- Alkitab Firmn Allah adalah pedang, yang memiliki kemampuan menusuk, memotong, menebas, dan memisahkan sesuatu yang dikehendaki pemiliknya atau penggunanya. Firman Allah oleh pemilikNya, yaitu Allah sendiri atau penggunaNya, yaitu manusia, dapat digunakan untuk memotong dan menebas segala hambatan dan rintangan apapun yang menghalangi kita mencapai sukses. Baik rintangan yang datang dari manusia ataupun dari setan, semuanya dapat ditebas dengan Firman Allah. Alkitab memiliki kuasa ibarat pedang yang menciptakan sesuatu dalam hati dan pikiran orang lain: "Aku lebih mengerti daripada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu" (Mzm 119:100-101).
- Alkitab adalah barang berharga, karena disukai, bernilai dant idak ada tandingannya, berisikan kehidupan, kekal, indah, memiliki kuasa, dan menciptakan kasih dan ketaatan. Setiap orang yang memiliki barang berharga akan memiliki posisi dan status yang berharga pula. Sebagai orang berharga berarti: apapun yang diperbuat berhasil, menjadi kepala, dan naik... sampai ke tempat maha tinggi bersama YANG MAHA TINGGI. .... Apapun yang dicari manusia perihal sukses, berada di tangan Allah.
- Alkitab adalah makanan, yang diperlukan bagi jiwa dan roh kita, seperti makanan keras, susu, dan madu.
- Alkitab adalah palu, karena mampu menghancurkan dan membangun kembali, memukul dan membalut luka, mengusir dan menanti dengan panjang sabar. Artinya, masih ada kesempatan bagi kita untuk terus mencoba meraih sukses dan mewujudkan impian besar kita.
- Alkitab adalah api, karena memiliki kemampuan untuk menghanguskan apapun. Firman Tuhan tidak pernah kembali dengan kosong, tetapi pasti mewujudkan apa yang dikehendaki Allah.
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.
Selasa, 03 Januari 2017
TUHAN RINDU KITA SUKSES
TUHAN RINDU KITA SUKSES
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, Instruktur: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: MUKI INSTITUT)
4. Alkitab dapat membantu siapa saja yang membacanya dan menuntunnya mewujudkan mimpi besar yang ia miliki menjadi kenyataan.
5. Membaca Alkitab tanpa mengenal Yesus Kristus adalah suatu kebodohan.
Yang berminat menguaasai lebih lanjut / mentor / pendampingan silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.
[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, Instruktur: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: MUKI INSTITUT)
- Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mzm 119:105)
- Allah memiliki rencana dan kerinduan bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya:
- Untuk memiliki kehidupan yang berkelimpahan (Yoh 10:10).
- Untuk sukses dalam apapun yang diperbuat (Mzm 1:3)
- Untuk melakukan perkara-perkara besar bagi Dia dan sesama kita.
- Semua rencana dan kerinduan-Nya, Ia nyatakan dalam buku yang bernama ALKITAB (BIBLE), Firman-Nya dan Perkataan-Nya yang berkuasa.
- Namun, membaca Alkitab tanpa mengenal Yesus Kristus adalah kebodohan dan kegagalan.
4. Alkitab dapat membantu siapa saja yang membacanya dan menuntunnya mewujudkan mimpi besar yang ia miliki menjadi kenyataan.
5. Membaca Alkitab tanpa mengenal Yesus Kristus adalah suatu kebodohan.
Yang berminat menguaasai lebih lanjut / mentor / pendampingan silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.
Jumat, 30 Desember 2016
10 HUKUM ALKITABIAH MEMBUAT IMPIAN ANDA MENJADI KENYATAAN
10 HUKUM ALKITABIAH MEMBUAT IMPIAN
ANDA MENJADI KENYATAAN
Rev. Dr. Mahli Sembiring
Impian adalah harapan yang berisi
tujuan-tujuan yang digambarkan dalam imajinasi. Mimpi merupakan suatu peristiwa
yang muncul di hadapan Anda ketika Anda tertidur. Menghayal adalah peristiwa
yang terjadi tanpa Anda sadari ketika Anda dalam keadaan sadar. Imajinasi,
mimpi dan khayalan adalah alat-alat yang disediakan oleh Tuhan bagi manusia
untuk melihat (visi) sesuatu yang belum nyata (secara empiris, dengan panca
indra). Komunikasi antara manusia badaniah (dapat dibuktikan secara ilmiah)
dengan sesuatu yang transcendental (metafisika, rohani) dilangsungkan melalui
penglihatan saat kita terjaga (pewahyuan, khayalan, imajinasi, intuisi) dan
mimpi saat kita tertidur. Mimpi yang mendalam dan diingat dengan jelas dan
ingin diwujudnyatakan secara fisik dapat muncul dari inspirasi karena melihat,
mendengar atau merasakan atau mengalami suatu peristiwa dalam kehidupan atau
karena memang diberikan Tuhan sebagai rancanganNya dalam kehidupan seseorang.
Pertanyaan: APAKAH ANDA MEMILIKI
IMPIAN YANG INGIN ANDA WUJUDKAN?
Bagi orang Kristen, mimpi atau
penglihatan sering dipergunakan oleh Tuhan untuk menyatakan kehendakNya
terhadap kehidupan seseorang, apa yang harus dia lakukan atau kerjakan. Contoh:
Abraham, Yakub, Jusuf, Petrus, Paulus, Yohanes, dll. Tetapi, lebih banyak orang Kristen tidak
mengetahui apa rancangan atau kehendak Tuhan dalam hidupnya.
1.
APA IMPIAN ANDA?
Ini akan menjadi benar dan
menyenangkan bila IMPIAN Anda adalah Rancangan Tuhan untuk hidup Anda. Tetapi ada
permasalahan di sini. Jujur ini adalah langkah paling sulit. Kita bahkan sering
lebih mempersulitnya lagi. Kita berpikir, "Apa tujuan hidup saya?"
Dan kemudian kita mandi dengan keringat dingin.
Mulailah dengan hal-hal yang mudah.
Apa yang terasa baik untuk Anda? Anda tidak perlu memutuskan segalanya dengan
benar secara instan. Tetapi, cukup hanya mulai mengumpulkan ide-ide untuk hidup
Anda yang membuat Anda merasa bersemangat dan antusias tentang kemungkinan.
Menulis beberapa hal yang Anda tertarik. Hanya perlu beberapa jenis catatan
sederhana dari apa impian Anda untuk hidup Anda adalah.
Tutup mata Anda dan melihat dalam
imajinasi Anda, apa gambar yang muncul. Gambar yang datang ke pikiran anda,
mungkin adalah pemandangan alam yang cerah. Bisa jadi Anda juga suka ide
seseorang dibungkus dengan jas keren, atau seseorang yang sedang menyeruput
kopi saat mereka tersenyum pada laptop. Bisa jadi, Anda membayangkan berdiri di
hadapan ribuan orang, sambil menyampaikan pidato, atau Anda sedang mengangkat
tangan sehingga banyak orang yang bertumbangan. Itu bisa terjadi kepada Anda. Setiap
orang memiliki kemampuan untuk melihat impiannya masing-masing. Itu pemberian
Sang Pencipta. Yang penting, Anda menyadari impian apa yang Tuhan ingin Anda
wujudkan. Ada baiknya, jika setiap gambaran, khayalan, imajinasi yang muncul
pada diri Anda (mata ketiga Anda) tuliskan di dalam sebuah buku. Sehingga sewaktu-waktu
Anda dapat membukanya, merenungkannya, apa benar itu menjadi impian Anda. Tapi,
bagi Anda yang sudah memiliki impian yang jelas untuk diwujudkan, silahkan
lanjutkan. Itu saja!
2. KEPUTUSAN DAN PERCAYA.
Banyak dari kita akan memilih mimpi
lezat yang indah untuk diri kita sendiri. Tetapi, kemudian segera mulai mematuki marah di tepi
dengan daftar cara yang tidak mungkin, itu tidak bisa, tidak akan terjadi, atau
tidak harus bekerja untuk kita. Hentikan itu! Jangan gugurkan impian Anda.
Jika ada kata untuk kedua keputusan
dan percaya dalam satu kali kejadian, kata itu adalah komitmen. Anda harus
berkomitmen untuk impian Anda. Jangan hanya memasukkannya ke dalam kotak dan
menutupnya. Cara itu tidak akan pernah melihat cahaya siang hari. Anda harus
membawanya keluar, menjemurnya dan membelainya. Lakukan itu ... setiap ... hari. Membawanya keluar,
bermain dengannya, memberikan udara. Hingga akhirnya dia besar, dewasa dan
matang, siap Anda nikmati. Masaklah mimpi Anda sampai matang, jangan sampai
gosong, sehingga Anda dapat menikmatinya.
Keputusan + Kepercayaan = Komitmen
Memutuskan ingin impian Anda terjadi. nyata.
Percaya akan dan bisa terjadi. nyata. Ini adalah saus ajaib yang akan membantu
mendorong impian Anda menjadi kenyataan. Jika Anda tidak memutuskan dan
percaya, dan karena itu tidak berkomitmen, baik, maka ... seperti Henry Ford mengatakan,
"Apakah Anda pikir Anda bisa, atau Anda pikir Anda tidak bisa -. Kau
benar". Anda bisa dan Anda juga tidak bisa. Pilihan ada pada diri Anda.
3. LEPASKAN RASA TAKUT
Langkah berikutnya ini bukan peristiwa
satu kali. Ini mungkin sesuatu yang Anda akan harus melakukannya secara
berulang. Setiap kali Anda melihat Anda terjebak dan Anda sudah berhenti maju. Momentum untuk bangkit kembali.
Kita menyamarkan ketakutan di bawah
logika sepanjang waktu: "Oh, saya tidak punya waktu untuk pergi mewujudkan
mimpi itu, saya harus membuat uang!" Putuskan untuk melakukan. Jadi bangun
lebih awal.
"Kalau begitu saya tidak punya
waktu!" Putuskan untuk melakukan. Jadi bangun lebih awal.
"Tapi kemudian saya akan
habis!" Begini. Tahun lalu, ketika saya bangun pagi, itu sedikit
pertempuran. Saya selalu merasa seperti itu mengambil heroik untuk menyeret
bangkai lemas saya keluar dari tempat tidur yang awal. Saya berargumentasi,
tubuh saya butuh tidur delapan jam sehari. Jadi, saya tidak dapat bangun lebih
awal lagi. Itu konyol… itu jebakan. Itu hambatan mewujudkan impian Anda.
Ini semua dalam sikap. Ini adalah, Anda
memutuskan akan mudah dan menarik untuk bangun pagi untuk melakukan satu bagian
impian Anda setiap hari. Anda memutuskan itu tidak akan sulit. Anda memutuskan
untuk mendapatkan tidur yang Anda butuhkan. Anda lakukan tidak begitu dramatis,
sehingga Anda tidak perlu menjadi korban tentang bangun lebih awal.
Pilih sikap yang benar. Melepaskan
rasa takut. Ulangi. Ulangi setiap hari hingga menjadi suatu kebiasaan…. Kebiasaan
melakukan tindakan mewujudkan impian Anda.
4. AMBIL TINDAKAN!
Mantra yang paling ampih, akhirnya,
bagian mana kita benar-benar MELAKUKAN hal yang harus kita lakukan. Kita akan
menemukan apa yang TEPAT DILAKUKAN ketika kita melakukannya.
Mencari tahu apa yang Anda butuhkan
untuk MELAKUKAN untuk membuat impian Anda menjadi kenyataan. Lalu mulailah
melakukannya.
Setiap hari. Lakukan setiap hari.
Singkatnya langkah empat, mengambil
tindakan sehari-hari.
5. MENGASIHI DIRI SENDIRI.
Sangat mudah untuk kehilangan plot
dalam hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Dengan mudah Anda lupa tindakan Anda. Tanpa
sadar Anda telah menyimpang dari tujuan yang telah Anda Putuskan. Anda
kehilangan komitmen. Kalau terjadi, apa yang perlu Anda lakukan? Hanya
memperlambat, pompa istirahat, bersantai. Mendengarkan.
Luangkan waktu tenang sendirian setiap
hari - lagi, pagi jika perlu - untuk mencerminkan, membaca, menulis, dan
mendengar diri Anda berpikir. Beri diri Anda waktu dan ruang untuk merasa
perasaan Anda dan mengatur pikiran Anda, sehingga Anda dapat tetap berhubungan
dengan kebutuhan Anda sendiri dan keinginan untuk hidup Anda.
6. GUNAKAN KEBERHASILAN ORANG LAIN
SEBAGAI INSPIRASI.
Ketika Anda melihat seseorang yang
lebih beruntung, praktekkan berkata kepada diri sendiri, "Kau tahu apa?
Saya menginginkan itu juga! Aku akan mencari tahu bagaimana dan mewujudkannya!"
“Aku pasti bisa!”.
Jika kita ingin hal-hal baik terjadi pada
kita, kita harus berhenti menghakimi orang lain secara negatif untuk hal-hal
baik yang mereka bawa ke dalam kehidupan mereka. Dilarang iri hati. Menghakimi
dan mengkritik orang lain adalah seperti menguras energi diri sendiri. Itu konyol.
Itu bodoh. Ingat dan ingatlah …. bahwa mayoritas orang yang menilai orang lain
secara negative karena orang lain tersebut mengalami keberhasilan, mereka telah
menghakimi orang lain. Mereka yang menghakimi orang lain, mereka tidak
menyadari bahwa mereka melakukannya, atau mereka tidak menyadari ada sesuatu
yang salah dengan melakukan hal itu. Menghakimi orang lain adalah perbuatan
salah … itu dosa.
Cobalah lihat media social seperti
Facebook, twitter dan lainnya yang memberi komentar yang pada dasarnya
mengatakan semua orang kaya pencuri, pembohong, serakah dan bahwa semua orang
miskin murah hati dan akan memberikan kemeja yang dilepaskan dari punggung
mereka. Itu hoax, berita bohong. Hari ini Kemen Infokom mengumumkan di
Indonesia ada 800.000 medsos yang memberitakan berita bohong: hoax. Omong
kosong. OMONG KOSONG. Itu buang-buang napas di sana. Membuang nyawa Anda dengan
sia-sia. Bill Gates telah menyumbangkan US$ 26milyar untuk kegiatan filantropi.
Saya lebih suka membayangkan semua uang yang baik Bill adalah melakukan untuk
kebaikan di luar sana di dunia daripada untuk mengambil satu detik untuk
mempertimbangkan menerima kemeja bau dari punggung beberapa manusia. Sumbangan yang
Anda berikan karena menganggap diri Anda benar, tidak memiliki apa-apa
dibandingkan dengan mereka yang menyumbang dengan hati yang benar.
Bukannya menghakimi keberhasilan dan
keberuntungan orang lain. Jangan lakukan itu. Tetapi, menggunakan keberhasilan orang
lain sebagai inspirasi: melihat apa yang Anda inginkan, dan mencari cara untuk
mewujudkannya. Ketika Anda mencap semua orang yang kaya dengan satu stempel
(buruk), maka Anda telah mengusir uang seperti itu dari pekerjaan Anda. Uang
tidak dijiwai dengan kualitas yang baik atau jahat magis. Itu hanya uang. Ini
membantu Anda hidup nyaman. Menerimanya tanpa membuat pertimbangan nilai aneh. Anda
carilah cara, yang membuat uang mengalir kepada Anda, sesuai dengan “kebenaran”
yang Anda miliki, tanpa haru menghakimi cara orang lain “tidak benar”. Bukankah
sikap Anda yang menghakimi orang lain menunjukkan bahwa Anda tidak mampu
mengisi waktu Anda dengan tindakan yang lebih benar dari orang yang Anda cap
tidak benar tersebut? Bila Anda sibuk dengan kebenaran, tidak mungkin Anda
punya waktu menghakimi orang yang berhasil sebagai tidak benar. Ada yang salah
dengan diri Anda. Cari tahulah! Dan koreksilah!
Katakanlah ada tokoh atau tetangga
Anda yang kaya karena korupsi…. Daripada Anda hanya mengomel dan bergosip atau
berbicara dengan group wa Anda tentang kebejatan koruptor tersebut, maka akan
lebih baik, jika Anda cari bukti dan serahkan kepada KPK! Siapa tahu Anda
beruntung…. Anda diberikan penghargaan oleh Negara karena telah menyelamatkan
uang Negara!
7. LIHAT KESALAHAN SEBAGAI PELAJARAN,
BUKAN ALASAN UNTUK MENYERAH.
Hal ini terjadi kepada siapa saja
ketika bisnis menukik dan bangkrut. Usaha tidak jalan. Uang habis. Tagihan masih
menumpuk! Jangan panik, dan kemudian menyerah. Pilih yang baik-baik saja. Sadari
bahwa kegagalan itu bukan akhir dari mimpi Anda setelah semua yang Anda alami.
Ketika hal-hal yang diharapkan tidak
berjalan dengan baik, jangan berpikir, "Hanya benjolan di jalan, biarkan
aku memperbaikinya." Sebaliknya berpikirlah tentang semua jam dan hari yang
telah Anda habiskan pada sampah administrasi: halaman web yang Anda kembangkan,
tugas menyiksa dari menulis surat penjualan, berbagai rapat dan pertemuan yang
Anda hadiri, bahkan Anda bayari, dan berbagai media yang Anda buat. Anda
menyadari bahwa ini bukan mimpi Anda. Anda benci hal itu.
“Saya hanya ingin melakukan apa yang
ingin saya lakukan”. Anda melakukan yang Anda lakukan!
Anda tidak belajar pelajaran yang baru
Anda alami dengan segera. Sebaliknya Anda menghabiskan banyak waktu mengatakan,
"Celakalah aku,". Anda panik tentang uang. Anda panik tentang
menemukan pekerjaan. Yang Anda kerjakan umumnya hanya menghabiskan seluruh
waktu anda untuk panik. Dalam kasus yang tidak jelas: Anda panik.
Anda akan butuh waktu yang sangat lama
untuk hanya melihat kesalahan Anda sebagai pelajaran. Sebaliknya, Anda
melakukan semua hal yang Anda melatih orang lain untuk tidak melakukannya.
Seperti ketika Anda membuat kesalahan, itu bukan refleksi pada karakter Anda.
Ini hanya data tentang apa yang harus Anda lakukan selanjutnya.
Akhirnya, setelah hampir melampuai
suatu periode …. Katakanlah setahun panik diikuti oleh rasa sedih dan berkabung
yang berkubang, Anda kembali!
Jadi, cepatlah sadar. Buat ukuran
keberhasilan Anda dalam rentang waktu. Ketika tidak berjalan sadarlah cepat …
jangan panic … sebelum terjadi … pikirkan beberapa pilihan opsi yang dapat Anda
kerjakan…. Plan A … Plan B … Plan C… dan seterusnya. Kendalikan nasib Anda.
8. NILAI KEPUTUSAN KECIL
Keputusan untuk bangun pagi setiap
pagi adalah salah satu penting. Keputusan kecil terjadi setiap hari, ketika Anda
melihat jam. Apakah Anda bangun, atau apakah Anda tinggal di tempat tidur?
Setiap keputusan kecil, segala hal
yang kita lakukan, ada hal penting yang mengandung nilai di sana.
Karena apa yang Anda lakukan
menentukan Anda menjadi siapai. Menjadi Siapa Anda … berarti baik: keberhasilan
Anda untuk mencapai impian Anda atau kegagalan Anda. Pilihlah dengan bijak. Anda
yang menentukan.
9. JANGAN BIARKAN KEBIASAAN BURUK
MENANG.
Sangat mudah untuk menyalahkan hidup
kita yang kecil, kecil, kegagalan kronis kita pada kebiasaan buruk kita. Kita
terjebak dalam sofa untuk maraton memelototi TV. Kita terjebak dalam kotak
pizza dan tas Chip kripik. Beberapa dari kita (ehem) bahkan masuk ke kebiasaan
(dan kemudian keluar dari kebiasaan dan menjadi kebiasaan) menggunakan bir atau
anggur "untuk bersantai" ketika akan menghadapi situasi yang menjadi
sulit.
Kemudian kita menghabiskan semua
energi berharga kita terlibat dalam omong kosong seperti mencoba untuk
menurunkan berat badan atau menghancurkan kebiasaan buruk. Atau kita tenggelam
dalam sampah wa group. Berkomentar apa saja, menjadi Masteri Averything. Tahu
segalanya, tetapi tidak tahu apa-apa. Apa yang Anda pikirkan adalah apa yang
Anda dapatkan. Jika Anda menghabiskan seluruh waktu Anda terobsesi tentang
kebiasaan buruk Anda, seluruh hidup Anda akan menjadi buruk. Anda seperti bertugas
mdnggulirkan batu ke atas bukit saat Anda menolak, diikuti oleh semakin berat
dorongan arus ketika Anda lelah dan menyerah. Anda tenggelam dan hanyut. Mati lemas.
Dan ya, kita berbicara dari
pengalaman. Saya mengatakan ini dengan sangat kebaikan dan rasa hormat untuk
diri sendiri dan untuk Anda: PILIHLAH KEHIDUPAN. Hanya ketika kebiasaan kita
berdiri di jalan kehidupan, impian kita akan terdorong untuk membuang kebiasaan
sekarang-menjengkelkan ke pinggir jalan. Bermimpi besar, mengambil tindakan,
khawatir tentang kebiasaan Anda beberapa hari, seperti ketika mereka mencegah
Anda bangun lebih awal.
Oh, dan lihat langkah 3: melepaskan
ketakutan. Biasanya kebiasaan buruk kita tidak lebih dari upaya hangat melarikan
diri dari ketakutan, tapi kemudian kita benar-benar sudah terjatuh ke lubang
kelinci. Kita masuk ke dalam rasa takut ketika kita melakukan hal-hal yang
merusak diri sendiri sebagai pelarian. Segera melepaskan rasa takut, jangan
mencoba untuk mematikan itu; itu tidak bekerja seperti itu. Anda tidak dapat
membunuh rasa takut. Tapi Anda dapat melepaskan diri darinya …. Isilah diri
Anda dengan kasih … dimana ada kasih, ketakutan akan lenyap.
10. PERCAYA KEMURAHAN MAHA PENGASIH.
Aku akan meninggalkan Anda dengan
kutipan ini:
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku
tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan
menerimanya. (Yohanes 15:7)
Dalam terang kutipan ini, mungkin
mendidih posting ini ke tiga langkah:
1. Mimpi besar.
2. Undang-Undang konsisten.
3. Tinggallah di dalam Firman untuk
membantu Anda mencapai impian Anda.
Butuh bantuan untuk mewujudkan impian Anda? Silahkan nyatakan keinginan anda melalui: lemsakti@gmail.com
Langganan:
Postingan (Atom)