Senin, 08 Oktober 2012

TRANSMUTASI BERKAT ROHANI MENJADI BERKAT FISIK


JALAN BERKAT - Transmutasi Rohani

Semua berkat yang Tuhan berikan berasal dari Alam Surgawi. Tuhan memberikan kepada kita dari kehendak Bapa dalam kekuasaanNya pada dasarnya dalam wujud rohani. Tapi kita harus membawa berkat ini turun dari alam surgawi ke dunia di mana kita hidup. Kita sebut ini proses Transmutasi, dan tulisan ini akan menunjukkan kepada Anda apa itu dan bagaimana itu terjadi.

Anda akan belajar di sini bagaimana baik berinvestasi dan menarik dana dari sumber-sumber rohani Anda di alam surga. Anda akan memahami prinsip memberi dengan cara yang belum pernah Anda lihat sebelumnya, dan Anda akan menemukan betapa mudahnya untuk menerima dari Tuhan.
Setelah Anda melalui pelajaran ini, mengapa tidak mempertimbangkan pergi ke Rekening LEMSAKTI dan mentransmutasikan ke rekening bank surgawi Anda dengan memberkati pelayanan ini?

Dengan menjawab pertanyaan berikut Anda telah memahami dan menguasai pengetahuan yang dituangkan dalam tulisan ini.

1. Apa yang dibuka untuk Anda pada hari Anda dilahirkan kembali?
2. Apa yang telah Allah tempatkan dalam rekening bank surgawi Anda yang Anda dapat menariknya langsung?
3. Mengapa lebih baik untuk berinvestasi dalam rekening bank surgawi Anda?
4. Mata uang apa yang digunakan di surga?
5. Mengapa Anda harus berinvestasi dalam rekening bank surgawi Anda?
6. Apa yang dapat Anda jadikan sarana berinvestasi?
7. Apa yang menjadi investasi terbesar?
8. Bagaimana Anda membuat deposit di akun surgawi Anda?
9. Apa jenis imbalan yang Tuhan berjanji pada apa yang kita investasikan?
10. Apa yang harus menjadi motivasi Anda dalam menyumbang/memberi?
11. Apa motivasi yang salah sering digunakan untuk memaksa orang agar memberi?
12. Bagaimana orang percaya awal memberi?
13. Bagaimana Anda membuat penarikan dari rekening surgawi Anda?
14. Bagaimana Anda mengkonversi mata uang surgawi Anda kembali ke dalam mata uang duniawi?
15. Apakah Anda selalu mendapatkan penarikan Anda segera?
16. Kapan Anda mendapatkan apa yang Anda minta?

Mentransfer dari alam surgawi

1. Seperti pertukaran mata uang asing.
2. Anda memiliki bagian untuk bermain.

Rekening bank surgawi Anda

1. Dibuka saat Anda dilahirkan kembali.
2. Berisi semua kebutuhan Anda.
3. Anda dapat menarik dan menyetor ke dalamnya.

Investasi di alam surgawi

1. Mengetahui mata uang surga.
• Iman - menyerah dalam iman.
• Harapan - berikan dengan tujuan masa depan dalam pikiran.
• Kasih - memberi dari hati kasih.

2. Investasikan waktu.
3. Investasi pujian dan penyembahan - memberikan imbalan terbesar.
4. Berikan dengan motif yang benar
5. Berikan kepada Yesus - melihat Dia mengambil itu.

Membuat penarikan dari bank surgawi Anda

1. Anda berhak mendapatkan kembali seratus kali lipat.
2. Memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang Anda inginkan.
3. Melihat Yesus memberikan kepada Anda.

Mentransmutasikan dari alam surgawi

1. Anda sudah memilikinya di alam surgawi
2. Anda harus membuatnya terwujud dalam fisik.
• Konversi ke dan dari esensi rohani.
• Anda melakukannya dengan kata-kata - mengaku sebagai dilakukan.
3. Ada masa tunggu.
4. Keseimbangan harus berayun. 

Sabtu, 06 Oktober 2012

PERTEMUAN AKTIVIS PEMBINA ROHANI KRISTEN SE-JABODETABEK

  PERTEMUAN PARA AKTIVIS PEMBINA ROHANI SE-JABODETABEK DIHADIRI SEBANYAK 100 ORANG.

ACARA DIMULAI DENGAN DOA PEMBUKAAN YANG DIBAWAKAN OLEH PDT. GILBERT LUMOINDONG.

KEMUDIAN SAMBUTAN OLEH DIRJEN BIMAS KRISTEN DAN DILANJUTKAN PENGENALAN LEMSAKTI SERTA PIR-68

PARA PESERTA SANGAT ANTUSIAS DAN MENGAJUKAN DIRI MENJADI SUKARELAWAN PELAKSANA KEGIATAN LEMSAKTI






SAMBUTAN DIRJEN BIMAS KRISTEN KEMENTERIAN AGAMA RI
PADA PERTEMUAN AKTIVIS PEMBINA ROHANI KRISTEN SE JABODETABEK
ACARA: PEMBERDAYAAN PEMBINA ROHANI & SHARING INISIATIF OLIMPIADE ALKITAB
DI RUANG RAPAT LANTAI 3 KEMENTERIAN AGAMA RI
TGL 5 OKTOBER 2012

SALOM-SALOM
Yang saya kasihi para Pembina Rohani dan ROHANIWAN KRISTEN: Pdt, Guru Sekolah Minggu, Guru Pelajaran Agama Kristen, Aktivis Pemuda dan Remaja yang dikasihi Yesus Kristus
Kita bersyukur dapat berkumpul hari ini dalam rangka mewujudkan  suatu kerinduan hati Bapa yang telah dituangkan dalam PROGRAM INDONESIA ROHANI dari LEMSAKTI untuk MEMBERDAYAKAN PARA AKTIVIS DAN PEMBINA ROHANI. Program ini diberi kode PIR-68 yang menunjukkan Program ke-68 dari sekitar 81 Program yang telah dicanangkan oleh LEMSAKTI.

KELAHIRAN LEMSAKTI merupakan jawaban doa umat untuk salah satu bentuk keadilan.
UU 36/2008 Ttg PAJAK PENGHASILAN memberi peluang untuk memperlakukan SUMBANGAN sebagai biaya dalam perhitungan pajak penghasilan. Aturan pelaksanaan dalam PP 60/2010 ditindaklanjuti dengan PER-33/PJ/2011, Kementerian Keuangan telah mengakui LEMSAKTI satu-satunya Badan/Organisasi/Lembaga di luar umat muslim sebagai penerima SUMBANGAN KEAGAMAAN yang disahkan Pemerintah untuk menerima dan mengeluarkan bukti sebagai pengurang penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan. LAHIRNYA LEMSAKTI telah diperjuangkan dengan bekerja keras dalam waktu yang cukup panjang. Sekarang telah ada, maka mari sama-sama menggunakannya membangun dan mendukung pelayanan kita di bumi persada nusantara ini.

Kita bersyukur pada tahun ini juga diterbitkan PP 47/2012 Ttg TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN. LEMSAKTI menggunakan peluang ini dan bertindak memajukan diri sebagai MITRA PELAKSANA TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN. Tahun ini juga INDONESIA meratifikasi ISO 26000 Ttg PANDUAN PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ORGANISASI. ISO 26000 ini mengatur perilaku organisasi secara internasional untuk memikirkan keberlanjutan pembangunan. LEMSAKTI juga menangkap peluang ini untuk membantu ORGANISASI sebagai mitra yang melaksanakan tanggung jawab sosialnya.

Sebagai salah satu bentuk kegiatan yang dibiayai oleh SUMBANGAN KEAGAMAAN dan anggaran tanggung jawab sosial perusahaan adalah apa yang kita bicarakan hari ini. Para penyumbang sekarang tidak akan memberikan dananya begitu saja. Mereka pasti akan mencari pelaksana program yang dapat diandalkan, berintegrasi dan mempunyai kompetensi yang terbukti. Bukti ini harus dapat diuji dengan menunjukkan kepada mereka bahwa kita benar-benar berdedikasi dan penuh kasih dan tanggung jawab untuk mewujudkannya. Itulah sebabnya kita mulai menunjukkan dari PROGRAM. Progam ini menjadi bukti nyata adanya kebutuhan yang layak untuk diberikan bantuan oleh mereka yang mampu dan berkewajiban sesuai aturan perundangan yang berlaku.

Kita harus memulai dari diri kita sendiri dengan apa yang ada pada kita. Pihak lain akan datang melengkapi dan menyempurnakan. Sebagai orang Kristen kita harus menabur dulu, merawat kemudian baru menuai. Itu juga yang telah dilakukan oleh para Pengurus LEMSAKTI. Hasilnya, saat ini mulai berdatangan para pengusaha besar untuk menyatakan minat mereka memberi sumbangan. Minat ini kita yang mengubahnya menjadi kenyataan, TINDAKAN NYATA MEMBERI. Yang mereka butuhkan adalah juga kegiatan nyata dari program yang sudah kita mulai dengan kemampuan sendiri, tetapi memiliki dampak yang sangat signifikan di tingkat nasional maupun internasional.

LEMSAKTI dimulai oleh orang-orang pilihan Tuhan yang jumlahnya sedikit. Tentu TUHAN selalu menambahkan dengan mengirimkan para pekerjaNya untuk bersama-sama melayani. Itulah mengapa Sdr/i ada bersama saya hari ini di sini.

Sejalan dengan visi, misi dan agenda pembangunan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II Periode 2009-2014, visi Kementerian Agama adalah “terwujudnya masyarakat Indonesia yang TAAT BERAGAMA, RUKUN, CERDAS, MANDIRI DAN SEJAHTERA LAHIR BATIN”  

Kementerian Agama memiliki misi yang berkaitan dengan masyarakat Kristen adalah untuk:
1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
2. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.
3. Meningkatkan kualitas perguruan tinggi agama, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan.
4. Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Visi dan Misi Ditjen Bimas Kristen (PMA No. 10 Tahun 2010)

Visi :
"Terwujudnya Masyarakat Kristen yang  berwawasan Oikumenis, Beretika, Cerdas, Sejahtera dan Menghargai Kemajemukan."

Misi :
  • Meningkatkan Kualitas Bimbingan Masyarakat Kristen;
  • Meningkatkan Kualitas Kerukunan Internal dan Eksternal;
  • Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Kristen dan Pendidikan Keagamaan Kristen
  • Mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan yang Bersih.

Tujuan jangka panjang pembangunan bidang agama yang hendak dicapai oleh Kementerian Agama adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, maju, sejahtera, dan cerdas serta saling menghormati antar pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tujuan ini hanya dapat dicapai dengan peran serta seluruh komponen bangsa. Dalam perkembangan peradaban global ternyata bahwa pembangunan akan berhasil apabila dilaksanakan secara bermitra antara para pihak: Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat.

Pemerintah sudah terikat dengan berbagai aturan dan ketentuan yang membuatnya tidak luwes dan dinamis menanggapi permintaan masyarakat yang begitu cepat bertumbuh dan berkembang. Sementara Swasta dengan fokus tujuannya lebih lincah dan mudah bergerak, sering berbenturan dengan kebijakan Pemerintah maupun kepentingan masyarakat.

Dalam menjalankan roda pembangunan perlu lembaga yang benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat  dalam tatanan kehidupan yang serasi dengan gerak langkah pemerintah maupun swasta. Disinilah kita membutuhkan suatu pelaku pembangunan yang dapat menampung dan menjembatani kepentingan ketiga pihak mitra ini. Inilah peran yang diemban oleh LEMSAKTI sebagai Lembaga Independen Pelayanan Publik. Inilah juga yang menjadi pertimbangan utama Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk mendukung kehadiran LEMSAKTI melaksanakan program-program yang ditawarkannya.

Kita bersyukur karena dalam waktu kurang dari satu tahun sejak disahkan oleh Pemerintah, LEMSAKTI sudah hadir di seluruh provinsi di Indonesia melalui para Direktur Eksekutif. Pengurus LEMSAKTI Provinsi DKI Jakarta telah dikukuhkan oleh Gubernur pada tanggal 21 Juni 2012 yang lalu.

Sebagai umat Kristen kita patut menyambut dan mewujudkan tujuan pembangunan agama di Indonesia. Ketika orang bertanya: APA PERAN UMAT KRISTEN DALAM PEMBANGUNAN INDONESIA? Maka pada waktunya kita dapat berkata dengan berani dan tegas dengan menunjukkan bukti-bukti yang nyata yang dapat dirasakan dan diperlihatkan kepada setiap orang. KARENA LAMPU TIDAK MUNGKIN DISEMBUNYIKAN DI BAWAH GANTANG, TETAPI HARUS DILETAKKAN DI ATAS KAKI DIAN SUPAYA MENERANGI SEMUA ORANG.

Supaya Sdr/i dapat memancarkan cahaya terang itu, maka Sdr/i harus berdaya. Daya itu akan muncul dari sumbernya ketika kita mengarahkan kepada sasaran yang jelas dan nyata. Kita berharap pembicaraan hari ini sebagai langkah awal untuk mewujudkan salah satu kaki dian, yaitu PEMBERDAYAAN PEMBINA ROHANI dan OLIMPIADE ALKITAB, sebagai bejana dan wadah memancarkan cahaya kehidupan untuk menerangi kegelapan yang masih menyelimuti banyak orang.

SELAMAT MELAYANI
TUHAN YESUS MEMBERKATI

Dirjen Bimas Kristen
Kementerian Agama RI




Dr. Saur Hasugian, MTh.

PERILAKU ETIS: PRINSIP 3 TANGGUNG JAWAB SOSIAL


PERILAKU ETIS: PRINSIP 3 TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Prinsipnya adalah:
organisasi harus bersikap etis setiap saat.

Etis (English: Ethical) adalah berkaitan dengan atau berurusan dengan moral atau prinsip-prinsip moralitas, berkaitan dengan benar dan salah dalam perilaku. Etis berarti yang sesuai dengan aturan atau standar atau praktek perilaku yang benar, khususnya standar profesi: contoh tidak dianggap etis bagi akuntan atau dokter untuk beriklan.

Etis didasarkan pada etika. Etika, juga dikenal sebagai filsafat moral, adalah cabang filsafat yang melibatkan sistematisasi, membela, dan merekomendasikan konsep perilaku benar dan salah. Ini berasal dari kata Yunani ethos, yang berarti "karakter". Meta-etika adalah bidang dalam etika yang berusaha untuk memahami sifat etika normatif. Fokus meta-etika adalah bagaimana kita memahami, mengetahui, dan apa yang kita maksud ketika kita berbicara tentang apa yang benar dan apa yang salah.
Studi tentang bagaimana kita tahu dalam etika dibagi menjadi kognitivisme dan non-kognitivisme, ini mirip dengan kontras antara descriptivists dan non-descriptivists. Non-kognitivisme adalah klaim bahwa ketika kita menilai sesuatu yang benar atau salah, ini bukanlah benar atau salah. Kita dapat misalnya hanya mengungkapkan perasaan emosional kita tentang hal-hal. Kognitivisme kemudian dapat dilihat sebagai klaim bahwa ketika kita berbicara tentang benar dan salah, kita berbicara tentang hal-hal fakta.

Secara tradisional, normatif etika (juga dikenal sebagai teori moral) adalah studi tentang apa yang membuat tindakan yang benar dan salah. Teori-teori ini menawarkan prinsip moral yang menyeluruh yang dapat mengajukan banding dalam menyelesaikan keputusan moral yang sulit.

Etika moralitas menggambarkan karakter seorang agen moral sebagai motor penggerak untuk perilaku etis, dan digunakan untuk menggambarkan etika Socrates, Aristoteles, dan lainnya filsuf Yunani awal. Untuk Socrates, seseorang harus menyadari setiap fakta (dan konteksnya) relevan dengan keberadaannya, jika dia ingin mencapai pengetahuan diri. Ia mengemukakan bahwa orang secara alami akan melakukan apa yang baik, jika mereka tahu apa yang benar. Perbuatan jahat atau buruk adalah hasil dari ketidaktahuan. Jika penjahat benar-benar menyadari konsekuensi mental dan spiritual dari tindakannya, dia tidak akan melakukan atau bahkan mempertimbangkan melakukan tindakan tersebut. Setiap orang yang tahu apa yang benar-benar tepat secara otomatis akan melakukannya, menurut Socrates. Orang yang benar-benar bijak akan tahu apa yang benar, melakukan apa yang baik, dan karena itu melakukannya dengan senang hati maka ia bahagia.

Dalam pandangan Aristoteles, ketika seseorang bertindak sesuai dengan alam dan menyadari potensi penuh, ia akan berbuat baik dan puas. Saat lahir, bayi bukanlah orang, tetapi orang yang potensial. Untuk menjadi orang "nyata", potensi yang melekat pada anak harus diwujudkan. Ketidakbahagiaan dan frustrasi disebabkan oleh potensi yang belum direalisasi seseorang, yang mengarah ke tujuan gagal dan hidup miskin. Manusia seharusnya tidak hanya hidup, tetapi hidup dengan baik dengan perilaku diatur berdasarkan moderat. Kebajikan menunjukkan melakukan hal yang benar, kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat, sejauh yang tepat, dengan cara yang benar, untuk alasan yang tepat.

Etika pelayanan publik adalah seperangkat prinsip-prinsip yang memandu pejabat publik dalam pelayanan mereka kepada konstituen mereka, termasuk pengambilan keputusan atas nama konstituen mereka. Fundamental dengan konsep etika pelayanan publik adalah gagasan bahwa keputusan dan tindakan didasarkan pada apa yang terbaik melayani kepentingan publik, yang bertentangan dengan kepentingan pribadi pejabat (termasuk kepentingan keuangan) atau melayani kepentingan politik sendiri.

Perilaku suatu organisasi harus didasarkan pada etika kejujuran, keadilan dan integritas. Ini menyiratkan etika menjadi perhatian bagi manusia, hewan dan lingkungan dan komitmen untuk mengatasi kepentingan pemangku kepentingan.

Suatu organisasi harus secara aktif mempromosikan perilaku etis dengan cara:
1     Membangun struktur tata kelola yang membantu untuk mempromosikan perilaku etis dalam organisasi dan dalam  interaksinya dengan orang lain;
2   Mengidentifikasi, mengadopsi dan menerapkan standar perilaku etis sesuai dengan tujuan dan kegiatan  dan konsisten dengan prinsip yang diuraikan dalam standar ini;
3       Mendorong dan mempromosikan ketaatan terhadap standar perilaku etisnya;
4    Mendefinisikan dan mengkomunikasikan standar perilaku etis yang diharapkan dari struktur tata kelola, personil, pemasok, kontraktor dan, jika sesuai, pemilik, pengelola, dan terutama dari orang-orang yang memiliki kesempatan untuk secara signifikan mempengaruhi nilai, budaya, integritas, strategi dan operasi  organisasi dan orang yang bertindak atas namanya, sambil menjaga identitas budaya lokal;
5      Mencegah atau menyelesaikan konflik kepentingan seluruh organisasi yang dapat menyebabkan
 perilaku tidak etis;
6      Membentuk mekanisme pengawasan dan pengendalian untuk memonitor dan menegakkan perilaku etis;
7  Membentuk mekanisme untuk memfasilitasi pelaporan perilaku yang tidak etis tanpa takut akan pembalasan;
8    Mengenali dan mengatasi situasi hukum dan peraturan setempat di mana baik tidak ada atau bertentangan dengan  etika perilaku, dan
9  Menghormati kesejahteraan hewan, ketika mempengaruhi kehidupan dan keberadaannya, termasuk dengan memastikan layak untuk menjaga kondisi, pembibitan, produksi dan menggunakan hewan.

Rabu, 03 Oktober 2012

MENGARAHKAN SUMBANGAN


KELUARGA MENYUMBANG KETIKA DAPAT MENGARAHKAN


José adalah seorang pengusaha pekerja keras. Dia melakukan pemberian sumbangan dengan dinamika yang sama. Dia dan istrinya Darla menugaskan penasihat profesional untuk membantu penelitian dan menentukan fokus tempat mereka memberi. Mereka memutuskan menyumbang pada bidang pendidikan yang belum mendapat perhatian banyak donatur, di mana mereka merasa pemberian mereka bisa memiliki dampak maksimum.

Meskipun José membuat semua keputusan akhir tentang pemberian sumbangan, dia juga ingin memasukkan pendapat dan keterlibatan keluarganya. Dia bergabung dengan istrinya tampil di hadapan publik mempromosikan perjuangan mereka, berusaha untuk mengkatalisasi dukungan di antara para ahli, yayasan dan donor perorangan. José dan Darla juga ingin memberi mereka kekuatan menjadi pemersatu bagi keluarga mereka, sehingga mereka secara teratur bertemu dengan anak-anak dan cucu mereka untuk menginformasikan tentang kemajuan proyek utama yang mereka sumbang.

Mereka juga mengundang generasi muda untuk mengejar kepentingan mereka sendiri - tapi José jelas dan tegas menetapkan dengan keluarga bahwa ia akan mencari kepastian pada rekomendasi sumbangan anggota keluarga hanya pada bidang yang diminati olehnya. Dia mendorong anak-anak dan cucunya yang dewasa untuk membuat presentasi, pergi melakukan kunjungan lapangan dan bahkan merekrut donor lain sebagai mitra.

Pendekatan ini bekerja dan berfungsi dengan baik untuk beberapa anggota keluarga. Tetapi anak-anak memutuskan mereka tidak terpaku pada suatu titik dalam hidup mereka, karena mereka bisa mencurahkan jumlah waktu yang diperlukan untuk kepentingan penelitian amal. José menerima ini tetapi berharap dari waktu ke waktu anak-anak akan terlibat lagi. "Ini tentang memahami apa artinya menyumbang bagi Anda karena semua orang berhak untuk membuat perbedaan" kata José.

Sabtu, 29 September 2012

JALAN BERKAT = MEMUTUS KUTUK


JALAN BERKAT - Berurusan Dengan Kutukan

Allah telah merancang kita untuk berkat, tetapi sering kita menemukan diri kita berjalan pada apa pun kecuali berkat. Artinya berkat begitu sulit kita dapatkan. Tulisan ini berisi sumber dan operasi kutukan dalam hidup Anda, yang dirancang oleh musuh untuk meniadakan berkat Allah. Anda akan belajar bagaimana untuk mengidentifikasi tanda-tanda kutukan dalam hidup Anda, dan bagaimana untuk memutuskan kutukan dan melepaskan berkat yang adalah warisan Anda di dalam Tuhan. Dengan menjawab pertanyaan berikut, berarti Anda telah memiliki pengetahuan tentang memutuskan kutuk dan melepaskan berkat.

1. Perhatikan bahwa berkat dan kutuk menunjukkan diri dalam empat hal. Tuliskan keduanya dan bandingkan mereka.
2. Perhatikan bahwa yang keempat disebutkan adalah kekuatan rohani. Untuk berkat itu positif dan untuk kutuk itu negatif. Apa itu?
3. Bagaimana kutukan Adam terjadi?
4. Bagaimana berkat dan kutuk dirilis oleh Nuh, Ishak dan Yakub?
5. Apa kekuatan yang seorang manusia miliki lebih dari sesamanya?
6. Bagaimana kutukan ditularkan oleh asosiasi?
7. Bagaimana kutukan generasi keluarga terjadi?
8. Bagaimana bisa sebuah benda membawa kutukan ke dalam hidup Anda?
9. Bagaimana Anda bisa membawa kutukan pada diri sendiri?
10. Apa Hukum Penghakiman?
11. Bagaimana Anda mengatasi kutukan yang disebabkan oleh asosiasi?
12. Bagaimana Anda berurusan dengan benda terkutuk?
13. Apa perbedaan antara berhala desain dengan berhala oleh asosiasi?
 
Elemen-elemen Berkat dan Kutukan.

1. Berkat
a. Persediaan melimpah.
b. Perlindungan dan keamanan.
c. Perdamaian dan Harmony.
d. Kasih kekuatan yang memotivasi.

2. Kutukan
a. Kehilangan atau pencurian.
b. Kehancuran atau terluka.
c. Perselisihan dan konflik.
d. Takut kekuatan yang memotivasi.

Sumber Kutukan

1. Pelanggaran Hukum - Perjanjian Lama.
2. Kata-kata manusia
a. Nuh mengutuk generasi anaknya.
b. Kutukan Bapa Leluhur pada anak-anak mereka.
c. Kutukan Peter kepada Ananias dan Safira.

3. Asosiasi
a. Identifikasi dengan orang lain.
b. Ditularkan melalui percakapan.

4. Generasi Keluarga
a. Generasi Ketiga dan keempat.
b. Penyakit dan kelemahan Keluarga.
c. Kemiskinan Keluarga.
d. Konflik Keluarga.

5. Memutus hubungan rohani - memotong tali pusar.
a. Putuskan hubungan rohani dengan orang tua.
b. Putuskan hubungan rohani dengan pasangan.
c. Putuskan hubungan rohani dengan anggota keluarga lainnya.
d. Putuskan hubungan rohani dengan orang percaya lainnya.

Berurusan dengan kutukan

1. Menangani pertama dengan dosa pribadi.
a.       Kepahitan.
b.      Nafsu.
c.       Nilai Temporal.

2. Hukum Penghakiman.
a.       Carilah tanda-tanda.
b.      Lepaskan penghakiman.

3. Generasi Keluarga
a.       Terapkan Yakobus 4:7
o Mendekat kepada atau bersekutu dengan Allah.
o Lawanlah Iblis.

4. Tetap bebas dari kontaminasi
a.       Asosiasi dengan kerabat.
b.      Putuskan link sehari-hari.

5. Asosiasi
a. Putuskan hubungan rohani dengan kontak sehari-hari.
b. Deal dengan kata-kata yang diucapkan terhadap Anda.
o   Sebagian orang percaya lainnya.
o   Jangan biarkan kepahitan.
o   Kirim kata-kata kembali jika diperlukan.

Benda Terkutuk

1. Berhala
a. Santo Christopher.
b. Salib atau salib dalam bentuk kalung dst.
c. Pentagram atau Hexapoint.
d. Ukiran benda
e. Perawan Maria dan Buddha.
f. Publikasi yang mempromosikan jahat
o   Majalah dengan horoskop.
o   Koran.
g. Berhala harus dihancurkan.

2. Benda Terkontaminasi.
a. Kontaminasi oleh kontak dengan kutukan.
b. Kontaminasi dengan berada di lingkungan yang terkutuk.
c. Kontaminasi dapat dihilangkan dengan doa
o   Tunggu sampai kepada Tuhan.
o   Mentransmutasikan itu keluar dari kegelapan kepada terang.
o   Bicaralah berkat di atasnya.

Mayoritas kutukan pada kenyataannya sering kali datang, bukan dari kerabat yang belum diselamatkan saja, tetapi dari kerabat yang sudah diselamatkan yang beroperasi di bawah kutukan generasi keluarga.
Pemisahan atau memutuskan hubungan yang diajarkan di sini tidak merujuk begitu banyak untuk pemisahan fisik. Pemisahan rohani bertujuan menjaga roh seseorang bebas dari kontaminasi. Hal ini dilakukan dengan menjaga hati Anda tertutup untuk setiap pengaruh yang dapat membuka pintu bagi masuknya semacam kutukan ke dalam hidup Anda. Hanya ada dua faktor yang membuka pintu lebar bagi Anda untuk menerima kutukan oleh kontaminasi dari yang lain. Mereka adalah sebagai berikut:
  1. Membuka hati Anda kepada yang lain dan menerima semua yang berasal dari roh mereka tanpa membedakan sifat dari apa yang Anda terima.
  2. Mempertahankan jantung marah atau kepahitan yang lain, sehingga memberi mereka kontrol atas Anda melalui sikap hati Anda.
 
Ini adalah masalah sulit bagi banyak orang untuk menerimanya, dan sebagai hasil kutukan yang diwariskan dari generasi ke generasi, dan keluarga untuk keluarga. Ini tidak perlu terjadi, karena di dalam Kristus kita tidak perlu tunduk pada kutukan tersebut, namun dibebaskan oleh kuasa darah dan perkataan kesaksian kita, seperti yang dikatakan dalam Wahyu 12:11 Dan mereka mengalahkan dia karena darah Anak Domba, dan melalui firman kesaksian mereka, dan mereka tidak mengasihi hidup mereka [psuche] bahkan jika itu menyebabkan kematian (GMR).
 
Kitab yang jelas pertama berbicara tentang kutukan keluarga generasi dan berkat adalah Keluaran 20:5 Jangan sujud diri kepada mereka, dan tidak melayani mereka, sebab Aku, TUHAN [Yahweh], Allahmu [am] Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anak ke [generasi] ketiga dan keempat orang-orang yang membenci aku;  6 Dan menunjukan belas kasih kepada ribuan orang yang mengasihi banyak orang, dan segala perintah-Ku. (GMR)
 
Ada juga bagian dalam Perjanjian Baru yang berbicara kontaminasi dari orang lain. 1 Timotius 5:22 Jangan menumpangkan tangan tiba-tiba pada seorang pun, jangan mendapat bagian dari dosa-dosa orang lain: tetap menjaga diri murni (GMR).  Ibrani 12:15 Mencari tekun jangan ada orang yang gagal dari kasih karunia Allah, jangan ada akar pahit yang membawa kekacauan [Anda], dan oleh itu banyak menjadi najis, (GMR

Jumat, 28 September 2012

TRANSPARANSI: PRINSIP 2 TANGGUNG JAWAB SOSIAL ORGANISASI


TRANSPARANSI: PRINSIP 2 TANGGUNG JAWAB SOSIAL ORGANISASI

Prinsipnya adalah: organisasi harus transparan dalam pengambilan keputusan dan kegiatan yang berdampak pada masyarakat  dan lingkungan.

Transparansi digunakan dalam ilmu pengetahuan, teknik, bisnis, humaniora, dan dalam konteks sosial secara lebih umum. Transparansi menyiratkan keterbukaan, komunikasi, dan akuntabilitas. Transparansi beroperasi sedemikian rupa sehingga mudah bagi orang lain untuk melihat tindakan apa yang dilakukan. Sebagai contoh, kasir membuat perubahan pada titik penjualan dengan memisahkan tagihan besar pelanggan, menghitung dari jumlah penjualan, dan menempatkan perubahan di meja sedemikian rupa untuk mengundang pelanggan untuk memverifikasi jumlah perubahan menunjukkan transparansi. Semua transaksi ini terjadi di depan mata pelanggan dan dapat mengikuti setiap langkah yang terjadi.

Pada tahun 2009, menteri Kota Inggris Tuan Myners mengusulkan agar gaji dan identitas karyawan yang tertinggi-dibayar di perusahaan-perusahaan Inggris harus diungkapkan. Dalam laporan interim pada bulan Juli, David Walker menyarankan agar tingkat gaji bankir harus diungkapkan dalam batasan dan jumlah staf yang termasuk dalam batasan masing-masing dimasukkan.

Transparansi radikal adalah metode manajemen di mana pengambilan keputusan hampir semua dilakukan secara terbuka. Semua draft dokumen, semua argumen untuk dan terhadap proposal, semua keputusan akhir, dan proses pengambilan keputusan itu sendiri dibuat terbuka untuk publik dan tetap diarsipkan. Dua contoh organisasi memanfaatkan gaya ini adalah masyarakat GNU / Linux dan Indymedia.

Transparansi perusahaan, suatu bentuk transparansi radikal, adalah konsep menghapus semua hambatan-dan memfasilitasi akses publik bebas dan mudah ke informasi perusahaan dan undang-undang, aturan, sosial dan proses-proses yang memfasilitasi dan melindungi orang-orang dan perusahaan yang bebas bergabung, mengembangkan, dan meningkatkan proses.

Akuntabilitas dan transparansi memiliki relevansi tinggi untuk organisasi non-pemerintah (LSM). Dalam pandangan tanggung jawab mereka terhadap para pemangku kepentingan, termasuk para donor, sponsor, penerima program, staf, negara dan masyarakat, mereka menganggap penting bahkan lebih besar bagi mereka daripada usaha komersial. Charter Akuntabilitas LSM Internasional, terkait dengan Global Reporting Initiative, dokumen komitmen anggotanya LSM internasional untuk akuntabilitas dan transparansi, mengharuskan mereka untuk menyerahkan laporan tahunan. Piagam Akuntabilitas INGO ditandatangani pada tahun 2006 oleh 11 LSM yang aktif di bidang hak-hak kemanusiaan, disebut sebagai "Piagam akuntabilitas global pertama untuk sektor non-profit". Pada tahun 1997, Trust Dunia Pertama menciptakan sebuah Piagam LSM, kode etik yang terdiri dari komitmen terhadap akuntabilitas dan transparansi.

Transparansi Media adalah konsep menentukan bagaimana dan mengapa informasi disampaikan melalui berbagai cara. Jika media dan masyarakat tahu segala sesuatu yang terjadi di semua otoritas dan administrasi akan ada banyak pertanyaan, protes dan saran yang berasal dari media dan publik. Orang-orang yang tertarik pada masalah tertentu akan mencoba untuk mempengaruhi keputusan. Transparansi menciptakan partisipasi sehari-hari dalam proses politik oleh media dan publik. Salah satu alat yang digunakan untuk meningkatkan partisipasi sehari-hari dalam proses politik adalah undang-undang Kebebasan Informasi Publik. Demokrasi modern dibangun di atas partisipasi tersebut dari masyarakat dan media. Ada banyak cara untuk mempengaruhi keputusan di semua tingkatan dalam masyarakat.

Transparansi berkaitan dengan politik berarti keterbukaan dan pertanggung-jawaban. Istilah transparansi adalah perpanjangan metafor dari arti yang digunakan di dalam ilmu Fisika: sebuah obyek transparan adalah obyek yang bisa dilihat tembus. Aturan dan prosedur transparan biasanya diberlakukan untuk membuat pejabat pemerintah bertanggung-jawab dan untuk memerangi korupsi. Tranparan diperoleh dengan rapat pemerintah dibuka kepada umum dan media massa, anggaran dan laporan keuangan bisa diperiksa oleh siapa saja, undang-undang, aturan, dan keputusan terbuka untuk didiskusikan. Semuanya akan terlihat transparan dan akan lebih kecil kemungkinan pemerintah untuk menyalahgunakannya untuk kepentingan sendiri, itulah tujuan transparansi.

Suatu organisasi harus mengungkapkan secara jelas, akurat dan lengkap dan untuk yang masuk akal dan cukup derajat, kebijakan, keputusan dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya, termasuk dampak yang diketahui dan kemungkinan terhadap masyarakat dan lingkungan. Informasi ini harus siap tersedia, langsung dapat diakses. Informasi dapat dipahami oleh mereka yang telah, atau mungkin akan terpengaruh secara signifikan oleh organisasi.  Seharusnya  tepat waktu dan faktual dan disajikan secara jelas dan obyektif sehingga memungkinkan pemangku kepentingan untuk  secara akurat menilai dampak keputusan organisasi dan kegiatan terhadap kepentingan masing-masing.

Prinsip transparansi tidak mengharuskan informasi hak milik diumumkan, dan juga tidak melibatkan  memberikan informasi yang dilindungi secara hukum atau yang akan melanggar hukum, kewajiban komersial, keamanan atau pribadi  privasi.

 Suatu organisasi harus transparan mengenai:
  1. ü  tujuan, sifat dan lokasi kegiatannya;
  2. ü  cara di mana keputusan dibuat, diimplementasikan dan dikaji, termasuk definisi  peran, tanggung jawab, akuntabilitas dan otoritas di seluruh fungsi yang berbeda dalam organisasi;
  3. ü  standar dan kriteria terhadap mana organisasi mengevaluasi kinerja sendiri yang berkaitan dengan sosial  tanggung jawab;
  4. ü  kinerjanya pada isu-isu yang relevan dan signifikan dari tanggung jawab sosial;
  5. ü  sumber-sumber keuangan;
  6. ü  yang diketahui dan kemungkinan dampak dari keputusan dan kegiatan pemangku kepentingan, masyarakat dan lingkungan, dan
  7. ü  identitas para pemangku kepentingans serta kriteria dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi, memilih dan melibatkan mereka.