Minggu, 13 Juni 2021

KEJAHATAN KEUANGAN ADALAH DOSA YANG TIDAK DIAMPUNI?

KEJAHATAN KEUANGAN ADALAH DOSA YANG TIDAK DIAMPUNI?

Pengantar

Dalam blog ini untuk beberapa publikasi ke depan kita fokus tentang kejahatan keuangan. Untuk memahami lebih lengkap, kita akan mengangkat tiga kasus soal kejahatan yang cukup mengagetkan dan menjadi pelajaran yang sangat penting bagi kita. Ketiga kasus ini dimulai dengan murid Yesus sendiri, Yudas Iskariot. Kemudian kita melangkah ke murid Para Rasul, yaitu pasangan suami istri Ananias dan Safira. Kasus ketiga kita akan menyorot dan melihat pandangan Perjanjian Lama untuk lebih mendalami konsekuensi kejahatan keuangan ini. Kita akan bahas dan kupas kasus Akan (Achen) pada waktu Yosua memimpin bala tentara Israel menghancurkan dan menjarah Yerikho. Dalam pembahasan nantinya, dapat saja setiap kasus kita ulang dari perspektif dan alat kaji yang berbeda. Selamat menggali harta hikmat yang terkandung di dalamnya untuk mendukung pelayanan dan kehidupan Anda.

Mari kita lihat apa yang Alkitab katakan kepada kita.

Yehezkiel 28:12b-17 “‘Engkau adalah meterai kesempurnaan, penuh hikmat dan sempurna dalam keindahan. Engkau berada di Eden, taman Allah; setiap batu mulia menghiasi engkau: akik, chrysolite dan zamrud, topas, onyx dan jasper, lapis lazuli, pirus dan beryl. Pengaturan dan tempat dudukanmu terbuat dari emas; pada hari engkau diciptakan mereka sudah siap. Engkau diurapi sebagai kerub penjaga, karena itulah Aku menahbiskan engkau. Engkau berada di gunung suci Tuhan; engkau berjalan di antara batu-batu yang berapi-api. Engkau tidak bercela dalam cara engkau sejak hari engkau diciptakan sampai kejahatan ditemukan dalam dirimu. Melalui perdagangan luasmu, engkau dipenuhi dengan kekerasan, dan engkau berdosa. Jadi Aku mengusirmu dalam kehinaan dari gunung Tuhan, dan aku mengusirmu, kerub penjaga, dari antara batu-batu api. Hatimu menjadi sombong karena kecantikanmu, dan kamu merusak kebijaksanaanmu karena kemegahanmu. Jadi Aku melemparkan engkau ke bumi; Aku menjadikan engkau tontonan di hadapan raja-raja.

Yesaya 14:12–15 Betapa kamu telah jatuh dari surga, bintang pagi, putra fajar! Kamu telah dicampakkan ke bumi, kamu yang pernah merendahkan bangsa-bangsa! Engkau berkata dalam hatimu, "Aku akan naik ke langit; aku akan mengangkat takhtaku di atas bintang-bintang Allah; aku akan duduk bertahta di gunung pertemuan, di puncak tertinggi Gunung Zaphon. Aku akan naik di atas puncak awan; aku akan menjadikan diriku seperti Yang Mahatinggi.” Tapi engkau  dibawa ke alam kematian, ke kedalaman lubang.

Nats  di atas keduanya tentang Lucifer, Setan si Iblis yang artinya musuh Tuhan. Kita dapat melihat bahwa Lucifer diciptakan sebagai kerubim pelindung. Dia adalah segel kesempurnaan dan sempurna dalam keindahan. Tapi dia penuh dengan kekerasan dan dia berdosa. Dia ingin membuat dirinya seperti Tuhan dan menjadi sombong karena kecantikannya. Jadi dia diusir dari surga.

Adapun malaikat yang jatuh ada banyak referensi tentang mereka di dalam Alkitab tetapi tidak pernah disebutkan secara spesifik kapan mereka bergabung bersama setan. Dalam Wahyu 12 itu berbicara tentang dia mengambil sepertiga dari malaikat tapi itu di akhir zaman. Jadi, setan telah menipu para malaikat yang jatuh untuk berdosa dan memberontak melawan Tuhan tetapi kita  tidak tahu kapan itu terjadi.

Ada dua kalimat kunci dari kutipan di atas yang menjadi sorotan kita dalam tulisan ini. Pertama adalah “Melalui perdagangan luasmu, engkau dipenuhi dengan kekerasan, dan engkau berdosa.” Kedua “Hatimu menjadi sombong karena kecantikanmu, dan kamu merusak kebijaksanaanmu karena kemegahanmu. Jadi Aku melemparkan engkau ke bumi; Aku menjadikan engkau tontonan di hadapan raja-raja.” Yang kedua ini dipertegas dalam kutipan Yesaya.

 

Apa hubungan antara Lucifer dengan kejahatan keuangan?

Nefilim (bahasa Inggris: Nephilim; bahasa Ibrani: , ne-fi-lim, bentuk tunggal נָפִיל, Nafíl atau Naphil) adalah orang-orang yang dilahirkan dari hasil perkawinan ketika "anak-anak Allah menghadapi anak-anak perempuan manusia" sebelum terjadinya Air Bah raksasa menurut catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab terutama pada Kejadian 6:4. Nama ini juga digunakan untuk merujuk kepada orang-orang raksasa yang menghuni Kanaan pada zaman Musa seperti yang dicatat dalam Bilangan 13:33. Sebuah kata bahasa Ibrani yang serupa dengan penandaan suara huruf hidup yang berbeda ditemukan pada Yehezkiel 32:27 untuk menyebut prajurit-prajurit Filistin yang mati. Sejak dahulu kala Allah merancang pemusnahan bangsa Kanaan melalui bala tentara Israel yang telah “dikuduskan” di Mesir selama sekitar 400 tahun. Pemusnahan bangsa Kanaan dimulai oleh Musa di seberang sungai Jordan, dan tanahnya menjadi warisan dari 2,5 suku: Suku Ruben, Gad dan separoh Suku Manase dari anak Yusuf. Selebihnya penaklukan bangsa Kanaan ini dipimpin oleh Yosua dan seterusnya masih berlanjut sampai hari ini antara Israel dengan tetangganya bangsa Arab.

Ketika para malaikat memberontak setelah ayah mereka mengetahui tentang Lilith dan kekasih manusianya, Lucifer-lah yang memimpin tuduhan itu. Bagaimanapun juga, dia adalah yang terkuat, paling bangga, dan jelas merupakan malaikat tingkat tinggi mengingat apa yang kita ketahui tentang mitologi Lucifer tradisional. Selama pertempuran itu - di mana Setan belum sepenuhnya terbentuk - malaikat pemberontak paling kuat kedua adalah Mammon, yang lebih dari saudara-saudaranya masih tidak menyukai malaikat sampai hari ini.

Ketika Belphegor keberatan dengan program pertukaran Diavolo antara alam surgawi, manusia, dan neraka, hanya Mammon yang mencantumkan keberatan lain - terhadap para malaikat, bukan manusia. Tapi dia juga menerima bahwa malaikat yang datang ke "wilayah kita" dapat diterima karena para malaikat tidak akan bisa melihat ke bawah hidung mereka pada saudara iblis alias malaikat yang jatuh.

Ini penting karena selain Lucifer, Mammon paling banyak kalah dalam kejatuhan, menjadi malaikat yang kuat sendiri, dan sebagai yang terkuat kedua kemungkinan sangat penting dalam upaya Lucifer untuk memberontak.

Bagi Mammon untuk terlibat dengan Lucifer akan sangat berarti bagi tujuannya, dan bagi Lucifer sendiri. Beel dan Belphegor bergabung untuk Lilith, Asmo tentu saja menyukai alam manusia sendiri seperti halnya Levi, tetapi Mammon mungkin adalah sekutu yang kurang terjamin.

Mammon menempatkan kesetiaannya di belakang Lucifer, dan untuk itu kakak tertua akan selalu berterima kasih. Mammon melakukan ini, bukan hanya untuk tujuan itu sendiri, tetapi karena cintanya pada Lucifer.

Teori lebih lanjut - Lucifer menghukum Mammon, mungkin secara fisik (dengan pukulan dan pelajaran saja). Mammon adalah yang tercepat di antara saudara-saudaranya, dan pasti bisa lolos dari genggaman Lucifer. Lucifer adalah seorang sadis, dan memiliki kesulitan untuk mengendalikan amarahnya (karena itu di disebut Setan) dan kekuatannya. Dengan menghukum orang lain, Lucifer mampu menjaga kontrol yang lebih baik atas dirinya sendiri. Dan saudara yang paling mencintainya adalah orang yang memberikan rasa sakitnya sendiri untuk membantunya mengatasi situasinya. Mammon memikirkan logika ini, dan Lucifer mungkin juga tahu meskipun dia tidak mengakuinya. Mammon menanggung beban semua penghinaan saudaranya - mereka menyebutnya masokis tetapi dia menyerap kemarahan mereka, aman dalam pengetahuan bahwa dia adalah SATU-SATUNYA saudara yang tidak pernah kehilangan kendali atas kekuatan atau bentuk iblisnya, atau tergoda untuk menggunakan kekuatannya secara acak.

Mammon tidak akan pernah mengatakan Lucifer adalah saudara favoritnya, dia akan mencalonkan dirinya sendiri tentu saja. Tapi Lucifer adalah saudara laki-laki yang paling dicintai Mammon, dan itulah sebabnya dia mengikutinya ke neraka.

Bagaimana Anda memahami mammon ini?

Mamon /ˈmæmən/ dalam Perjanjian Baru Alkitab umumnya dianggap berarti uang, kekayaan materi, atau entitas apa pun yang menjanjikan kekayaan, dan dikaitkan dengan pengejaran keuntungan yang serakah. Injil Matius dan Injil Lukas keduanya mengutip Yesus menggunakan kata dalam frasa yang sering diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai "Kamu tidak dapat melayani Allah dan mamon." Pada Abad Pertengahan itu sering dipersonifikasikan dan kadang-kadang termasuk dalam tujuh pangeran Neraka (kisah di atas). Mamon dalam bahasa Ibrani (ממון) berarti "uang". Kata itu diadopsi ke dalam bahasa Ibrani modern yang berarti kekayaan.

Nama Kanaan mengacu pada putra Ham, putra Nuh serta keturunan Kanaan yang mendiami tanah di sebelah barat Sungai Yordan. Bahasa Ibrani untuk nama ini adalah diucapkan kena'an. Ini berasal dari akar kata (Kena) yang berarti "dibawa ke bawah oleh beban yang berat". Dengan ekstensi kata ini juga bisa berarti menundukkan atau rendah hati. Kanaan dan keturunannya terus-menerus "dijatuhkan". Kanaan dikutuk oleh Nuh dan keturunannya ditaklukkan dan ditaklukkan oleh Israel seperti yang dijanjikan Tuhan dalam Ulangan 9:3.

Karena itu ketahuilah pada hari ini, bahwa TUHAN, Allahmu, adalah Dia yang berjalan di depanmu seperti api yang memakan habis; Ia akan membinasakan mereka, dan Ia akan menjatuhkan mereka di hadapanmu: demikianlah engkau harus mengusir mereka, dan membuat mereka binasa dengan cepat, seperti yang telah difirmankan TUHAN kepadamu. (ASV)

Frasa "Turunkan" adalah kata Ibrani (Kena) dalam konteks penaklukan orang Kanaan. Tuhan memakai Israel untuk "menjatuhkan" (Kena) orang-orang yang "direndahkan" (Kena'an).

Kata (kena'an) juga bisa berarti "pedagang" seperti dalam Hosea 12:7 (ayat 8 dalam Alkitab Ibrani) sebagai pedagang adalah orang yang membawa beban berat.

Tapi tahukah Anda bahwa orang yang dapat menjadi kaya dengan cepat adalah pedagang? Mengapa? Karena dia mengambil keuntungan berlipat ganda dari barang dagangannya. Apalagi kalau perputaran uangnya bisa cepat, maka pertambahan kekayaannya juga berlipat ganda. Jadi, kekayaan adalah mammon yang dihasilkan dari membebani orang lain, mencurangi orang lain, mengambil hak dan harta kekayaan orang lain dengan cara licik. Orang yang membeli barang dagangan adalah orang yang jadi korban. Dia tahu ini tidak benar, tetapi dia tidak memiliki pilihan lain selain membeli barang itu karena dia membutuhkannya. Contohnya adalah pinjaman online (pinjol) yang marak dan viral akhir-akhir ini. Pinjam Rp2,7juta beberapa waktu kemudian sudah membengkak menjadi ratusan juta. Mereka inilah mammon jaman modern yang disebut pedagang jasa keuangan. Mengapa disebut jasa? Karena uang itu mereka pinjam dari bank atau orang lain dan kemudian mereka pinjamkan kepada korban-korban yang selalu berjatuhan. Contoh lainnya adalah investasi bodong bahkan dibalut diengan embel-embel agama. Anda tahu berapa banyak korbannya?  Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat kerugian yang disebabkan investasi ilegal (bodong) sepanjang 2020 mencapai Rp 5,9 triliun. Hukum dan hukuman masa sekarangpun sering sulit menjerat kecurangan atau kejahatan keuangan ini. Para korban mengadu ke polisi dengan sejumlah kerugian dan mengharap uangnya kembali. Tapi, korban ini tidak tahu bahwa polisi hanya akan menangani masalah pidananya. Tetapi uangnya yang sudah terlanjur mengucur keluar dari kantongnya bagaimana mengembalikannya? Bagaimana dengan para koruptor yang mengambil keuntungan atas beban keuangan Negara? Inipun umumnya melibatkan “perdagangan” terutama dalam pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan pemerintahan.

Mari kita lihat hubungan lanjutan menurut bible.

Kitab Kejadian menyebutkan Ham ben NOAH (*Noah ben) lahir 2446 SM. di Shulon, Timur, Eden.

Kejadian 5:32: 'Dan Nuh berumur lima ratus tahun; dan Nuh melahirkan Sem, Ham, dan Yafet.'

Kejadian 9:20-23 - 'Nuh, seorang petani, mulai menanami kebun anggur. Ketika dia meminum sebagian dari anggurnya, dia menjadi mabuk dan berbaring telanjang di dalam tendanya. Ham, ayah Kanaan, melihat aurat ayahnya dan memberitahu kedua saudaranya di luar. Tetapi Sem dan Yafet mengambil sebuah pakaian dan meletakkannya di atas bahu mereka; lalu mereka berjalan mundur dan menutupi aurat ayah mereka. Wajah mereka menghadap ke arah lain agar mereka tidak melihat aurat ayah mereka.'

Ham bisa saja menutupi ayahnya daripada mengeksposnya kepada saudara-saudaranya. Dia tidak menghargaii dan menghormati Nuh.

Kejadian 9:24-27 - 'Ketika Nuh terbangun dari anggurnya dan mengetahui apa yang telah dilakukan putra bungsunya kepadanya, dia berkata, "Terkutuklah! Jadilah Kanaan! Dia akan menjadi budak yang paling hilang bagi saudara-saudaranya. "

Dia juga berkata, "Terpujilah Tuhan, Tuhan Sem! Semoga Kanaan menjadi budak Sem.

Semoga Tuhan memperluas wilayah Yafet;

semoga Yafet tinggal di kemah Sem, dan semoga Kanaan menjadi budaknya."'

Nuh mengutuk Kanaan, putra Ham, tetapi tidak mengutuk Ham. Mungkin Kanaan terlibat dalam ketidakhormatan Nuh. Kutukan itu menunjukkan bahwa keturunan mereka akan ditindas dan dikendalikan oleh bangsa lain.

Kejadian 10:6 'Dan anak-anak Ham: Kush, dan Mizraim, dan Phut, dan Kanaan.' Mereka disebut sebagai 'Hamit'

Kejadian 10:20 'Inilah anak-anak Ham, menurut keluarganya, menurut bahasanya, menurut negerinya, dan menurut bangsanya.'

1 Tawarikh 2:8 'Anak-anak Ham: Kush, Mesir (Mizraim), Put, dan Kanaan.'

Keturunan HAM menetap di Arabia Selatan, Mesir Selatan, Pantai Timur Laut Tengah, dan Pantai Utara Afrika. Wilayah di mana Kanaan putra Ham dan keturunannya menetap dikenal sebagai Kanaan, yang kemudian menjadi rumah orang Israel dengan Yosua sebagai pemimpin mereka.

Keturunan Sem disebut sebagai Semit. Israel adalah salah satu keturuan Sem yang disebut kaum Semit yang dimusuhi dan dihancurkan oleh Nazi masa Hitler di Jerman.

 

Apa yang membedakan Tuhan dengan Setan? Yohanes 10:10 TB

Pencuri (setan) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku (Tuhan) datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Apa persamaan antara Tuhan dengan Setan? Tuhan dan setan sama-sama menggunakan manusia untuk mewujudkan rencananya. Jadi manusia diperebutkan oleh Tuhan dan setan. Akibatnya, ada manusia yang menjadi seperti Tuhan; tetapi ada juga manusia yang menjadi seperti setan, contohnya Yudas Iskariot. Yudas Iskariot adalah contoh yang sempurna dari paparan kita tentang mammon yang dibenci Tuhan, dialah Kanaan yang dikutuk oleh Nuh.

Sekarang, mari kita lihat langsung ke kisah Yusas Iskariot?

APAKAH YUDAS PAHLAWAN?

Sebuah pertanyaan dari bahasa Urduja…

Yesus Kristus menderita dan mati untuk membayar hukuman dosa-dosa kita, sehingga mereka yang percaya kepada-Nya menjadi milikNya dan dapat bersama-sama dengan Dia dalam Kerajaan Surga, Kerajaan Yesus Kristus, baik selagi masih hidup di dunia ini maupun kemudian setelah pindah ke dalam tubuh kemuliaan. Jika Yudas Iskariot tidak mengkhianati Yesus, maka Yesus tidak akan menderita dan mati. Jika tidak ada orang lain yang menggantikan Yudas untuk mengkhianati Yesus, apakah Yudas bisa disebut seorang pahlawan bagi orang Kristen yang telah ditebus menjadi milik Yesus, dan memindahkan mereka dari Kerajaan Kegelapan ke dalam Kerajaan TerangNya?

 

Bersambung … Motif Yudas dalam Mengkhianati Yesus



Selasa, 01 Juni 2021

PANCASILA MERUPAKAN SEBAGIAN WUJUD MISI YESUS KRISTUS

 PANCASILA MERUPAKAN SEBAGIAN WUJUD MISI YESUS KRISTUS

 Kita mulai dengan kutipan sebagian doa Yesus dari Yohanes Pasal 17 berikut:

13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. 14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. 16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. 18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; 19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran. 20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Tugas membuat paper untuk mendapatkan gelar Diploma Teologi (Dip.Th.) dari STT Ekstension Yayasan Pelayanan Bethel, saya beri judul “PANCASILA DALAM ALKITAB”. Waktu itu, puluhan tahun silam, saya tidak mengutip ayat-ayat dari Yohanes 17 di atas. Tapi sekarang saya tulis, karena setelah berhari-hari saya “kontak dengan surga melalui roh yang ada di hati saya” saya diingatkan untuk ikut serta merayakan Lahir Pancasila: 1 Juni.  Sebagai penulis cara saya merayakannya tentu dengan menulis, sehingga Anda mengetahui apa yang sebagian dapat saya bagikan dalam perayaan ini.

Adalah menarik kalau Sila Pertama ditutup dengan kata Esa. Esa artinya satu. Ayat yang kita kutip di atas juga ditutup dengan kata satu. Satu artinya bulat, tidak terpisah-pisah, tidak terbagi-bagi, utuh, lengkap, sempurna. Gematria (nilai numerik) dari huruf Ibrani Satu adalah Allah kita, di surga dan di bumi - אלוהינו שבשמיים

Betapa berbahagianya kita bangsa Indonesia yang sejak berdirinya, oleh Bapak Pendiri bangsa sudah menetapkan yang menjadi utama dan pertama adalah Allah kita, di surga dan di bumi. Adalah satu Allah untuk surga dan bumi. Tetapi, mengapa orang bumi suka membeda-bedakan surga dan bumi? Karena mereka itu berasal dari dunia, yaitu sistem pemerintahan yang mengajarkan bahwa bumi dan surga itu berbeda, sehingga terjadi pertentangan dan konflik serta perang sepanjang masa. Tapi Tuhan Allah yang memerintah di surga, tidak tinggal diam, pemerintahan dunia yang sudah dirusak dan dinodai oleh kuasa kegelapan yang mengandalkan kejahatan dalam operasinya dibasmi oleh hamba-hamba Allah yang disebut Pemerintah Bangsa-Bangsa. Salah satunya adalah Pemerintahan Negara Republik Indonesia. Lihatlah apa yang Bible katakan tentang tugas dan wewenang dari Pemerintahan Bangsa, dan bagaimana sikap serta perilaku seorang warga terhadap pemerintahannya dalam Kitab Roma berikut.

Tunduk ke Otoritas Pemerintah

Roma 13: 1 Biarlah setiap orang tunduk pada otoritas pemerintahan, karena tidak ada otoritas kecuali yang telah ditetapkan Allah. Otoritas yang ada telah ditetapkan oleh Tuhan. 2 Akibatnya, siapa pun yang memberontak melawan otoritas, memberontak terhadap apa yang telah ditetapkan Allah, dan mereka yang melakukannya akan membawa penghakiman atas diri mereka sendiri. 3 Karena para penguasa tidak memberikan kengerian bagi mereka yang berbuat benar, tetapi bagi mereka yang berbuat salah. Apakah Anda ingin bebas dari rasa takut pada yang berkuasa? Kemudian lakukan apa yang benar dan Anda akan dipuji. 4 Karena yang berkuasa adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika Anda melakukan kesalahan, takutlah, karena penguasa tidak membawa pedang tanpa alasan. Mereka adalah hamba Tuhan, agen murka untuk menghukum orang yang melakukan kesalahan. 5 Oleh karena itu, perlu untuk tunduk kepada pihak berwenang, bukan hanya karena kemungkinan hukuman, tetapi juga karena hati nurani.

Ayat-ayat di atas dikutip oleh Ketua Umum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) dan disampaikan langsung kepada Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beberapa tahun silam ketika kami Pengurus MUKI bertemu dengan Fauzi Bowo yang kita sering sebut Pak Foke. Pak Foke menegaskan ayat itu berlaku kalau Pemerintahnya baik dan benar. Tentu, ukuran Pemerintah yang baik dan benar bagi rakyat dan bangsa Indonesia adalah yang memahami dan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan pemerintahannya. Pemerintah dan rakyat tentu ada yang baik dan ada yang jahat. Pada dasarnya dan akhirnya tidak ada yang menyukai yang jahat, karena manusia diciptakan sangat baik.

Kebencian berasal dari si jahat dan kejahatan selalu membawa kerugian, kehancuran dan kematian. Baik untuk manusia individual maupun organisasi besar seperti Negara. Wujud doa Yesus untuk melindungi manusia yang benar, khususnya orang-orang yang takut dan percaya kepada Tuhan adalah dengan perlindungan dari Pemerintahnya. Gereja misalnya, di Indonesia banyak yang dianiaya (dserang, dirusak, dihujat, dilarang berdiri, dll). Bagaimana harusnya sikap orang Kristen? Jawabnya bekerja sama dengan Pemerintah untuk melindunginya. Bagaimana caranya bekerja sama? Mulai dengan diri sendiri melaporkan kepada Polisi tentang adanya rencana jahat dalam lingkungannya hingga mendirikan Organisasi Kemasyarakatan yang bermitra dengan Pemerintah tentang itu. Cara lain tentu menjadi anggota Partai Politik yang memiliki Wakil Rakyat di DPR/DPD/DPRD sehingga dapat menyampaikan keluhan atau aspirasinya.

Adalah konyol dan bodoh orang Kristen yang menghindari apalagi memusuhi politik, dan kemudian memandangnya sebagai jahat. Benar banyak oknum yang berkecimpung dalam politik adalah brengsek dan jahat. Tetapi politik tidak pernah berbuat jahat. Saya sendiri dulu dipengaruhi oleh bapa rohani yang menyediakan pembelajaran teologi yang menyatakan orang Kristen tidak boleh bermain politik. Dan jelas itu merugikan saya, kehilangan puluhan tahun kesempatan untuk berbuat lebih baik untuk bangsa dan Negara, dan tentunya untuk agama saya. Saya rugi besar sampai saya menemukan kebenaran dan akhirnya berkecimpung, walaupun part time dalam Partai Politik. Salah satu hasilnya sewaktu aktif di Partai Politik adalah lahirnya LEMSAKTI. LEMSAKTI sepenuhnya didukung dan difasilitas oleh Pemerintah karena lahir dari kandungan parpol Kristen yang kita kenal Parta Damai Sejahteras (PDS). Sekarang saya sadar, dia yang jadi bapa rohani saya salah besar. Dia kurang paham, dan jelas orang yang tidak paham, tidak tahu hanya mengakibatkan kehancuran. Itu bodoh. Dan saya yakin, masih banyak pendeta atau pemimpin Kristen yang berpikiran picik dan bodoh yang menganggap politik jahat. Itu karena kurang pengetahuan.

Apa kata bible tentang orang yang kurang pengetahuan? Umatku dihancurkan karena kurangnya pengetahuan: karena engkau telah menolak pengetahuan, Aku juga akan menolak engkau, ... (Hosea 4: 1). Pengetahuan adalah terang kehidupan. Pengetahuan adalah kunci masuk ke dalam Kerajaan Terang. Itulah kunci menuju hidup yang kekal. Pengetahuan adalah kunci untuk mendapatkan damai sejahtera. Pengetahuan adalah kunci mendapatkan pekerjaan, mengelola bisnis dan penghasilan dan pengikut dan harta kekayaan. Pengetahuan membuat kita dekat dan menyatu dengan Tuhan. Itulah mengapa pengetahuan dipandang begitu pentingnya oleh seluruh bangsa, sehingga Indonesia sendiri mengalokasikan 20% dari anggaran tahunannya untuk pendidikan yang merupakan “pabrik utama” penghasil dan penyebarluasan pengetahuan. Penguasaan atas pengetahuan yang diukur dengan lamanya dan tingginya menjalani proses pendidikan menjadi salah satu tolok ukur indeks pembangunan manusia.

Sekarang mari kita menambah pengetahuan, lihat apa arti politik.

Politik adalah studi akademis pemerintah dan negara. Dalam prakteknya merupakan kegiatan yang terkait dengan pemerintahan suatu negara atau daerah lain, terutama perdebatan atau konflik antara individu atau pihak yang memiliki atau berharap untuk mencapai kekuasaan. Ini berkaitan dengan pemerintah, pemerintah lokal, urusan Negara, urusan publik, diplomasi, politik partai, kegiatan pemerintahan yang menyangkut hubungan politik antar negara. Contoh "dalam pelaksanaan politik global, status ekonomi harus didukung oleh kemampuan militer". Bukti nyata zaman dahulu penyebaran agama dimulai dengan misi dagang yang didukung oleh militer. Belanda menjajah Indonesia bermula karena barang dagangan rempah-rempah dalam wadah badan usaha yang kita kenal VOC.

Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda, secara resmi bernama Persatuan Perusahaan Hindia Timur (bahasa Belanda: Vereenigde Oostindische Compagnie; VOC, bahasa Inggris: Dutch East India Company) didirikan pada 20 Maret 1602. VOC adalah persekutuan dagang asal Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus merupakan perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham. Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah persekutuan badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas serta hak-hak istimewa (octrooi). Misalnya VOC boleh memiliki tentara, memiliki mata uang, bernegosiasi dengan negara lain hingga menyatakan perang. Banyak pihak menyebut VOC sebagai negara di dalam negara. Di kalangan orang Indonesia  juga di Malaysia, VOC memiliki sebutan populer kompeni atau kumpeni. Istilah ini berasal dari kesalahan orang Indonesia ketika mengucapkan compagnie dalam bahasa Belanda yang merujuk pada makna perusahaan. Tetapi rakyat Nusantara lebih mengenal kompeni sebagai tentara Belanda karena penindasannya dan pemerasan kepada rakyat Nusantara yang sama seperti tentara Belanda. VOC mendukung penyebaran agama Kristen Protestan dengan semboyan “siapa punya negara, dia punya agama”. VOC turut membiayai pendirian sekolah-sekolah dan membiayai upaya menerjemahkan injil ke dalam bahasa setempat. Itulah sebabnya banyak orang di Indonesia yang menolak agama Kristen karena menganggapnya agama penjajah. Jadi, itu masa lalu selagi masanya kolonialisme. Sekarang masa sudah berbeda, Negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjamin kebebasan setiap orang untuk memeluk dan menjalankan kewajiban keagamaannya.

Dalam Kitab Roma 13 yang kita kutip di atas adalah aturan pelaksanaan dari doa Yesus yang menjadi aturan dasar. Sama seperti Pancasila adalah Dasar Negara Indonesia yang bersatu dan berdaulat. Adalah kehendak Tuhan dan pilihan Tuhanlah Presiden dan pembantu-pembantunya melaksanakan Amanat Pemerintahan Tuhan untuk melindungi segenap tumpah darah, bangsa dan masyarakat Indonesia. Pemerintah melalui aparatnya bertugas menegakkan hukum, yang kita peroleh dalam bentuk aturan perundangan, yang sumber dari segala sumber hukumnya adalah Pancasila. Dan seluruh rakyat harus mendukung Pemerintahan untuk menghentikan setiap kegiatan atau kelompok yang berusaha merusak apalagi menggantikan Pancasila.

Tantangan terbesar sepanjang berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti Pidato Pengarahan Presiden, Ir H Joko Widodo, adalah hadirnya pandangan-pandangan yang berbeda bahkan bertentangan dengan nilai-nilai yang dikandung dalam Pancasila. Oleh karena itu, mereka yang belum memahami dan menjalankan nilai-nilai Pancasila, perlu terus diedukasi, dilatih dan diberikan dorongan terus menerus supaya paham dan akhirnya mampu menerapkannya sepanjang hayat dikandung badan. Kita bersykur dengan hadirnya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang hari ini memberikan pencerahan melalu Ibu Megawati Sukarnoputri. Dengan dipahami dan dilaksanakan oleh setiap anak bangsa nilai-nilai Pancasila, maka tujuan pendirian bangsa dan Negara Indonesia semakin mudah diwujudkan mengapa? Karena sumber daya dapat disatukan mengurus pembangunan, dan tidak terbuang sia-sia untuk “menghancurkan anak bangsa” yang mencoba menghancurkan bangsanya. Jadi kurangnya pengetahuan tentang nilai-nilai pancasila merupakan sumber permasalahan Negara dan bangsa Indonesia. Kurangnya pengethuan ini juga menjadi sumber kehancuran bagi orang yang memaksakan pengetahuan dan pandangannya yang bertentangan dengan Pancasila.

Bukankah Pembukaan UUD 1945 jelas mencantumkan tujuan pendirian Negara Indonesia salah satunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum? Bukankah kecerdasan dan kesejahteraan itu membawa orang untuk hidup dalam kelimpahan?

"Kehidupan yang berkelimpahan" mengacu pada kehidupan dengan penuh kegembiraan dan kekuatan untuk roh, jiwa dan tubuh. "Kehidupan yang berlimpah" menandakan kontras dengan perasaan kekurangan, kekosongan, dan ketidakpuasan, dan perasaan seperti itu dapat memotivasi seseorang untuk mencari makna hidup dan perubahan dalam hidup mereka.

Mengapa Yesus datang ke dunia? Dia sudah menyatakannya sebagai berikut: Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. —Yohanes 10:10

Bapak Pendiri Bangsa ini dan Pemerintahan yang melanjutkan, yang telah menyatukan seluruh tumpah darah dan rakyat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, telah nyata merupakan Wakil Tuhan untuk melaksanakan sebagian dari Misi Yesus Kristus. Kalau Anda dan saya menyadari kebenaran ini alangkah beruntungnya kita yang hidup di suatu Negara yang disebut Indonesia. Indonesia adalah surga sekaligus kisah nyata, bukan isapan jempol belaka atau romantisme dari masalalu, tetapi masa sekarang dan masa depan yang dibentuk oleh anak-anak bangsa. Apakah Anda termasuk yang membentuk masa depan Indonesia?

SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA.

 

  

 

   

Minggu, 09 Mei 2021

KENAIKAN YESUS KRISTUS ADALAH JALAN PELANTIKANNYA MENJADI RAJA SEGALA RAJA

KENAIKAN YESUS KRISTUS ADALAH PENOBATANNYA MENJADI RAJA SEGALA RAJA

 

Kisah 1: 1-11; Mazmur 47; Efesus 1: 17-23; Ef 4: 1-13, Markus 16: 15-20, Mat. 28: 16-20, Luk. 24: 46-53. Kisah 1: 15-26; Mazmur 103; I Yoh: 4: 11-16; Yoh 17: 11b-19.

Kenaikan Kristus menunjukkan kemenanganNya masuk ke Yerusalem surgawi, penobatanNya sebagai Raja segala raja dan inagurasi Kerajaan atau Pemerintahan Allah dalam kuasa Roh. Dia tidak lagi memakai mahkota duri, tapi mahkota kemuliaan, memerintah dalam kekuasaan. Dari Tahta tempat Dia naik, Dia mencurahkan hadiah - kebajikan dan karisma, yang terlalu banyak untuk dihitung.

 

Masuk Kemenangan Ke Jerusalem Surgawi

Sekitar tujuh minggu setelah Minggu Palem, Gereja merayakan prosesi kemenangan yang jauh lebih penting. The Solemnity of the Ascension merayakan masuknya kemenangan ke Yerusalem surgawi, Kota Tuhan yang sejati dan abadi. Penduduk kota itu tidak berteriak "hosanna bagi Anak Daud" satu hari dan "salibkan Dia" pada hari berikutnya. Penderitaan sudah berakhir. Kematian telah dikalahkan. Tidak ada yang tersisa bagi Kristus selain kemuliaan.

 

Dia Naik – Mahkota dan Tahta

Selama pelayanan publikNya, Dia berbicara tentang "Kerajaan Surga dan Kerajaan Allah" yang misterius. Sangking misteriusnya, banyak sekolah teologi dan gereja menghindarinya kemudian mengabaikannya. Inti pesan kehadiran Yesus Kristus di dunia ini dilupakan secara sistematis dan struktural oleh pengikut dan penerus pengikut Kristus. Gereja telah menggantikan pesan Yesus tentang Kerajaan menjadi pesan humanisme.  Yesus Kristus selama hidup di dunia ini berbicara bukan tentang tempat, tetapi tentang era baru, periode "Pemerintahan Tuhan". Tetapi pemerintahan baru harus dimulai dengan penobatan atau pelantikan, sama seperti pemerintahan presiden baru harus dimulai dengan pelantikan, meskipun pemilihan telah dimenangkan beberapa bulan sebelumnya. Ya, Yesus telah menang melawan Setan di Kayu Salib, raja kegelapan telah dikalahkan oleh Raja Terang saat kematian di salib dan kebangkitanNya dari kuburan. Yesus selama di bumi masih berstatus Pangeran, walaupun Dia adalah Pangeran Mahkota.  Pangeran mungkin pewaris kerajaan sejak lahir, tetapi sampai dia memakai mahkota dan duduk di atas takhta, dia tidak dapat sepenuhnya menjalankan otoritasnya. Selama belum memakai Mahkota dan duduk di Tahta dengan resmi, dia bukanlah raja. Pangeran hanyalah calon raja, walaupun Dia Pangeran Mahkota. Setelah dilantik dan duduk di tahta, raja dapat memerintahkan para pembantunya dalam menjalankan roda pemerintahan. Pembantu utama yang menjalankan kehendak Raja Yesus dengan sempurna (karena itu diriNya sendiri) adalah Roh Kudus. Roh Kudus adalah Perdana Menteri Kerajaan Yesus di dunia dan bumi ini.

 

Kekuasaan, Itulah Janji Bapa

Perhatikan bahwa dalam ayat-ayat pertama Kisah Para Rasul, Yesus, tepat sebelum Dia naik, memberi tahu mereka untuk menunggu janji Bapa. Mereka para murid yang kita sebut Rasul, berpikir ini berarti kudeta politik akan terjadi di mana Israel mendapatkan kembali dominasinya yang sebelumnya dinikmati di bawah pemerintahan Daud dan Salomo. Mereka berpikir Yesus akan menggulingkan pemerintahan Romawi, dan menggantikannya dengan pemerintahan keturunan Raja Daud.

Yesus mengoreksi gagal paham mereka dengan lembut. Yesus sedang memikirkan sesuatu yang jauh lebih besar dibanding Negara Israel yang kecil dan sempit. Dia akan menerima otoritas untuk mencurahkan ke atas mereka kuasa Allah, kuasa yang sama yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Efesus 1: 19-21). Para Menteri ini akan diberdayakan untuk membantu Raja mereka membangun Kerajaan yang jauh lebih luas dan lebih tahan lama daripada Kerajaan Salomo. Kerajaan Allah akan menjadi pemerintahan kebebasan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh kuasa Roh Kudus yang mendunia dan kekal bagi semua orang yang mau menerima kedaulatan raja dan dibasuh dalam air baptisan yang menyelamatkan. Selamat artinya memindahkan mereka dari kuasa Kerajaan kegelapan ke dalam Kuasa Kerejaan Terang, Anak Allah, Raja segala Raja (Markus 16: 15-16).

 

Kenaikan Adalah Tanda Dan Keajaiban

Berbicara tentang masuk ke surga, seperti yang agama-agama di dunia ini katakan, itu mudah. Yesus tidak hanya berbicara tentang Kabar Baik, tetapi Dia adalah Kabar Baik. Yesus mengubah kesedihan di sekitarnya menjadi sukacita, kegelapan menjadi terang. Jadi khotbahNya disertai dengan tanda dan keajaiban. Dalam Injil Markus, Yesus menggambarkan tanda-tanda yang akan menyertai mereka yang percaya dan membawa kabar baik kepada orang lain.

Beberapa orang mengklaim bahwa tanda dan keajaiban seperti itu diperlukan di gereja mula-mula untuk membuat bola bergulir selama hari-hari gelap paganisme dan kebrutalan, tetapi tidak lagi diharapkan hari ini. Pandangan pesimis ini banyak dikumandangkan oleh teolog oikumene dan berpola pikir logika barat. Mereka terperangkap oleh pola pikir dan logika sempit mereka. Peringatan Kenaikan Yesus Krisatus ke Surga, merayakan peristiwa penting ini. Banyak sekali malaikat menyanyikan lagu baru dengan keindahan yang tak terlukiskan saat Dia yang adalah putra Allah dan putra Adam mengambil tempat dudukNya di sebelah kanan Bapa dan dimahkotai sebagai Raja langit dan bumi. (Mazmur 102:12-22, Ibrani 4:16, 1 Kor 15, Yesaya 37:16, Mazmur 29:10, 55:29, 61:7, 99:1; Wahyu 19:13,16, Yoh 18:36, Yesaya 9:6-7, Efesus 1:20-21, Daniel 7:13-14, Kis 2:30-32, Wahyu 17:14, 1 Tim 6:13-15, Ibr 1:3-4, Wahyu 1:5-6).

Beberapa bapa Konsili Vatikan II mempermasalahkan gagasan ini, mencatat bahwa ada banyak kebrutalan, kegelapan, dan pertentangan terhadap Tuhan hari ini seperti yang terjadi pada abad pertama. Konsili mengajarkan bahwa Roh Kudus masih mencurahkan karunia-Nya kepada umat beriman di setiap tingkatan, dan bahwa karunia ini harus diterima dengan rasa syukur yang bersemangat. Apalagi pelayanan Gereja Pentakosta dan Karismatis, terus menerus mendemonstrasikan mujizat dan keajaiban Yesus kristus melalui Karunia Roh Kudus. Masa sekarang dunia tidak lebih baik daripada abad pertama dalam hidup dalam kegelapan, kehancuran, kebencian, permusuhan, perseturuan, keserakahan, egoism, kebenaran sendiri, penolakan terhadap gereja, bahkan penutupan gereja karena ditinggalkan umatnya. Jadi, sama seperti Yesus masih di dunia ini, ketika awal pelayanan Para Rasul dibutuhkan dan terjadi banyak mujizat oleh Karunia Roh Kudus, maka sekarangpun masih dibutuhkan. Bisa jadi, bentuk dan wujudnya berbeda, tetapi esensinya tetap sama karena dilakukan oleh Roh yang sama untuk kepentingan yang sama: menyatakan Kerajaan Yesus sudah hadir dan bekerja di dunia ini.

 

Hadiah - Virtu & Karunia-Karunia Roh Kudus

Virtu dalam dunia seni merupakan kemampuan, pengetahuan atau kepakaran. Biasanya karena bakat dan dilatih terus menerus, jadilah seseorang Master. Virtu secara umum adalah kualitas istimewa (hebat) dalam diri seseorang yang diperoleh secara melekat. Virtu adalah sifat Karunia Roh Kudus. Beberapa dari karunia ini memberdayakan kita untuk menjadi seperti Kristus. Ada yang  menyebutnya kebajikan. Orang lain memberdayakan kita untuk melayani orang lain seperti yang Dia (Yesus melalui Roh Kudus) lakukan. Ini disebut karisma. Apakah luar biasa, seperti penyembuhan, bahasa lidah, dan nubuat, atau kerendahan hati seperti keramahan, atau kemurahan berbagi harta kekayaan memberi sumbangan kepada sesama yang membutuhkan, semuanya adalah tanda Kerajaan Allah yang bergerak. Secara ringkas kehadiran dan keaktifan Roh Kudus dalam hidup seseorang ditandai dengan Karunia Roh Kudus dan Buah Roh Kudus.

Bukan hak kita untuk menentukan karisma mana yang ingin kita miliki. Tetapi kasih Bapa kepada kita, memberi peluang kepada kita untuk memperoleh karunia yang kita rindukan untuk mendukung kita dalam pelayanan kita memenuhi panggilan hidup surgawi selama di dunia ini. Tugas kita yang terpenting adalah  menggunakan otoritas dan kekuasaan yang telah diberikan kepada kita masing-masing dengan kemampuan terbaik kita, mengingat bahwa kepada mereka yang setia dalam hal-hal kecil, hal-hal yang lebih besar diberikan. Namun, sebelum memulai atau meneruskan pelayanan, adalah sangat penting memahami panggilan hidup Anda. Apakah panggilan khusus yang Tuhan rancang untuk hidup pribadi Saudara? Ketika panggilan khusus ini dipahami dan diyakini, maka masing-masing kita tahu Karunia apa yang paling sesuai kita miliki. Ketika pengetahuan dan keyakinan ini menyatu dengan membara, maka doa permohonan kepada Bapa Surgawi hanyallah tombol pemicu untuk mengalirnya Karunia dan Kuasa Roh Kudus dalam hidup Saudara. Itulah makna peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus ke Surga kepada Saudara: memahami dan meyakini panggilan surgawi untuk Anda selama hidup di dunia ini untuk dilengkapi oleh Roh Kudus.

SELAMAT MENIKMATI PERAYAAN KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SURGA, KARENA ITU BERARTI ROH KUDUS SEGERA MEMENUHI ANDA DENGAN KARUNIANYA (YANG BARU).

 

 

Jumat, 02 April 2021

PASKAH MENGINGATKAN KITA KEPADA PERINTAH YESUS KRISTUS YANG TERLUPAKAN

 PERINTAH YESUS YANG DILUPAKAN

Yesaya (9:6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta  Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran  dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

 

Matius 26:1-5 26:1 Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: 26:2 "Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah,  maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan." 26:3 Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas,  26:4 dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. 26:5 Tetapi mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat."

Paskah (Yun. _pascha_) merupakan suatu hari raya musim semi yang dikaitkan dengan peristiwa Israel meninggalkan Mesir. Paskah merayakan perihal malaikat maut "melewati" rumah-rumah orang Ibrani karena darah anak domba telah dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu rumah mereka (lih. Kel 12:7,11;

 

PASKAH DAN YESUS KRISTUS.

Bagi orang Kristen, Paskah penuh dengan lambang yang bersifat nubuat karena menunjuk kepada Yesus Kristus. Perjanjian Baru dengan tegas mengajarkan bahwa hari raya Yahudi merupakan "bayangan dari apa yang harus datang" (Kol 2:16-17; Ibr 10:1), yaitu penebusan melalui darah Yesus Kristus. Perhatikan hal-hal berikut dalam pasal Kel 12:1-51 yang mengingatkan kita pada Sang Juruselamat dan kehendak-Nya bagi kita. (Catatan: kalau Anda memahami dan memperlakukan Yesus hanya sebagai Juruselamat, maka Anda kehilangan perspektif siapa Dia dan apa misiNya ke dunia ini. INGAT: khotbah Yesus yang pertama dan sudah lebih dulu dikumandangkan oleh Yohanes Pembaptis “bertobatlah Kerajaan Sorga sudah dekat”. Apa hubungan keselamatan dengan Kerajaan Sorga?)

1) Inti dan jiwa peristiwa Paskah adalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan. Allah mengeluarkan orang Israel dari Mesir bukan karena mereka itu layak, tetapi karena Ia mengasihi mereka dan setia kepada perjanjian-Nya (lih. Ul 7:7- 10). Demikian pula, keselamatan yang kita terima dari Kristus sampai kepada kita melalui kasih karunia Allah yang menakjubkan (lih. Ef 2:8-10; Tit 3:4-5). Ini adalah standar pengajaran teologi. Apakah benar demikian? Untuk direnungkan: Mengapa Allah mengasihi manusia dan setia pada perjanjian-Nya? Apakah kasih karunia dan kesetiaan itu untuk kepentingan manusia atau Allah? Kalau untuk kepentingan Allah mengapa dikatakan kasih karunia? Kalau untuk kepentingan manusia, untuk apakah manusia itu ada? SARAN: untuk memahami ini Anda harus kembali ke RENCANA ALLAH MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU. Pahami Kitab Kejadian.

2) Darah yang dipercikkan pada tiang pintu dan ambang atasnya dimaksudkan untuk menyelamatkan anak sulung dalam setiap keluarga dari kematian; darah ini menunjuk kepada penumpahan darah Yesus di salib supaya menyelamatkan kita dari kematian dan dari murka Allah terhadap dosa (Kel 12:13,23,27; Ibr 9:22). Pertanyaan: Apa kepentingan Yesus menumpahkan darahNya untuk menyelematkan kita dari kematian dan murka Allah terhadap dosa?

3) Anak domba Paskah itu adalah sebuah "korban" (Kel 12:27) yang berfungsi sebagai pengganti anak sulung; korban ini menunjuk kepada kematian Yesus Kristus sebagai ganti kematian orang percaya. Paulus secara tegas menyebut Kristus anak domba Paskah kita yang dikorbankan demi kita (1 Kor 5:7). Pertanyaan: Mengapa Kristus dikorbankan demi kita?

4) Anak domba jantan yang akan disembelih haruslah "tanpa cacat" (Kel 12:5); anak domba itu melambangkan ketidakberdosaan Kristus, Anak tunggal Allah yang sempurna (bd. Yoh 8:46; Ibr 4:15). Bagaimana hubungan antara “cacat” atau “dosa” dengan Anak tunggal Allah yang sempurna?

5) Memakan daging anak domba itu melambangkan pemanunggalan masyarakat Israel dengan kematian anak domba itu, kematian yang menyelamatkan mereka dari kematian jasmaniah. Demikian pula, ikut serta dalam Perjamuan Kudus melambangkan keikutsertaan kita dalam kematian Kristus, kematian yang menyelamatkan kita dari kematian rohani (1Kor 10:16-17; 1Kor 11:24-26). Sebagaimana halnya dengan Paskah, hanyalah korban yang pertama, kematian-Nya di salib, menjadi korban yang efektif. Kita mengadakan Perjamuan Kudus sebagai suatu "peringatan" akan Dia (1Kor 11:24). Apakah benar keikutsertaan dalam kematian Kristus menyelematkan kita dari kematian rohani? Bagaimana dengan kematian lainnya: kematian jiwa dan kematian tubuh. Apa hubungan semua kematian ini dengan Kristus?

6) Pemercikan darah pada tiang pintu dan ambang atasnya dilaksanakan dengan iman yang taat (Kel 12:28; bd. Ibr 11:28); tanggapan iman ini mendatangkan penebusan melalui darah (Kel 12:7,13). Keselamatan melalui darah Kristus diperoleh hanya melalui "ketaatan yang disebabkan oleh iman" (Rom 1:5; bd. Rom 16:26). Pertanyaan: keselamatan itu apa? Kalau sudah selamat mau ngapain? Siapakah yang menciptakan “ketaatan oleh iman”? manusia atau Tuhan?

7) Anak domba Paskah harus dimakan bersama dengan roti yang tidak beragi (Kel 12:8). Karena ragi dalam Alkitab biasanya melambangkan dosa dan pencemaran. Roti yang tidak beragi ini melambangkan pemisahan orang Israel yang ditebus dari Mesir, yaitu dari dunia dan dosa. Demikian pula, umat Allah yang ditebus dipanggil untuk memisahkan diri mereka dari dunia yang penuh dosa dan menyerahkan diri kepada Allah saja. Pertanyaan: bagaimana caranya manusia memisahkan diri dari dunia? Selama dia hidup dia ada di dunia dan bergaul di dunia, apa kriteria yang menunjukkan bahwa umat Allah dapat dikatakan “mampu memisahkan diri dari dunia”? Bukankah ini omong kosong yang tidak realistis? Apakah Yesus selama di dunia ini memisahkan diri dari dunia? Bukankah Yesus ada dan bercampur bersama dunia?

Penyaliban Kristus terjadi pada saat "hari persiapan Paskah" (Yoh 19:14). Kristus adalah "anak domba Paskah kita ... juga telah disembelih" (1Kor 5:7). Artinya Dia mati di salib. Pertanyaan: Tapi apakah dia benar disembelih? Kalau dicambuk dan ditusuk ada dalam di Injil dalam Bible, tapi kalau disembelih, bagaimana memehaminya?

Mengapa Yesus mati?

Secara historis, dari sudut pandang manusia, jawabannya cukup mudah. Para pemimpin Yahudi berkomplot melawan dia, Yudas mengkhianatinya, Herodes dan Pilatus mengadili dia, dan tentara Romawi mengeksekusinya. Secara medis, dia dianiaya dengan berat, mengeluarkan banyak darah, kelelahan, dan mati.

Sejumlah individu dan kelompok bertanggung jawab atas kematianNya. Seperti yang Lukas katakan, “Orang-orang jahat membunuh dia dengan memaku Dia di kayu salib” (Kisah Para Rasul 2:23).

Tapi ada sudut lain yang perlu dipertimbangkan. Seperti yang juga dikatakan dalam Kisah 2:23, Yesus “diserahkan oleh rencana dan pengetahuan Allah yang disengaja”. Untuk mendapatkan inti dari pertanyaan mengapa Yesus mati, kita harus berpikir dari sudut pandang Tuhan. Secara teologis, dari sudut pandang Tuhan, kami dapat menyebutkan dua alasan utama.

1. Yesus mati untuk menyatukan kita dengan Tuhan

Kristus mati untuk dosa sekali untuk selamanya, orang benar untuk orang yang tidak benar, untuk membawa Anda kepada Tuhan. (1 Ptr.3: 18)

Tujuan membawa kita kepada Tuhan menyiratkan bahwa, sebelum Yesus mati, kita sudah jauh. Mengenai hal ini, rasul Paulus dan Petrus setuju: “Kamu yang pernah jauh telah didekatkan oleh darah Kristus” (Efesus 2:13).

Dosa kita perlu ditangani untuk mendekatkan kita: “Kristus telah mati karena dosa” (1 Pet. 3:18). Alkitab tidak berbasa-basi ketika berbicara tentang ketidaktaatan manusia dan konsekuensinya. Yesus dapat menggambarkan murid-muridNya sebagai yang jahat (Mat. 7:11), dan Paulus berkata dalam Roma 6:23 bahwa "upah dosa adalah maut." Semua manusia dikutuk di hadapan Tuhan; dosa-dosa kita memisahkan kita dari Dia yang karakternya adalah kesucian atau kekudusan murni dan keadilan yang sempurna.

Sifat substitusi kematian Yesus adalah ide kunci untuk memahami bagaimana Tuhan menangani dosa dan menawarkan kita pengampunan. Untuk mendekatkan kita, “Kristus telah mati karena dosa, orang benar bagi orang yang tidak benar” (1 Pet. 3:18). Jika "yang tidak benar" adalah kita semua, "yang benar" adalah Yesus sendiri. Orang yang “tidak mengenal dosa, menjadi dosa” (2 Kor. 5:21) —dosa kita — sehingga kita dapat menerima belas kasihan.

Perjanjian Baru menggunakan beberapa gambaran yang jelas untuk menjelaskan kebenaran bahwa Yesus mati menggantikan kita. Misalnya, Yesus membayar harga untuk penebusan kita ketika Ia “memberikan nyawaNya sebagai tebusan menggantikan banyak orang” (Markus 10:45). Yesus mendamaikan kita dengan Tuhan dengan menanggung dosa-dosa kita sendiri (1 Pet. 2:24). “Allah mempersembahkan Kristus sebagai korban penebusan melalui penumpahan darah-Nya” (Roma 3:25), melelahkan (menghilangkan) murka Allah terhadap ketidakbenaran kita.

Bapa adalah arsiteknya, Anak sebagai pelaksana, dan Roh adalah pelaksana penebusan.

Paulus mengingatkan kita bahwa kematian Yesus menggantikan kita adalah yang terpenting dan sesuai dengan Kitab Suci [Perjanjian Lama] (1 Kor. 15: 3). KematianNya menggenapi korban perjanjian lama, seperti korban penghapus dosa, domba Paskah, dan kambing hitam Hari Pendamaian. Dia adalah Hamba yang Menderita yang “ditusuk karena pelanggaran kita” (Yes 53: 5).

Kadang-kadang para pengkhotbah yang bermaksud baik memberikan kesan yang salah bahwa dengan mati bagi kita Yesus membujuk Bapa yang enggan dan pendendam untuk menunjukkan belas kasihan. Sebenarnya, karena kasih Allah mengutus PutraNya, dan Anak menyerahkan nyawaNya atas kemauanNya sendiri: “Allah di dalam Kristus mendamaikan dunia dengan diriNya” (2 Cor. 5:19).

Ketiga pribadi Tritunggal, kemudian, sepenuhnya terlibat dalam penebusan kita: "Kristus mempersembahkan diri-Nya melalui Roh yang kekal kepada Allah" (Ibr. 9:14). Bapa adalah arsiteknya, Anak adalah pelaksana, dan Roh adalah pemberi penebusan.

2. Yesus Mati untuk Menyingkapkan Karakter Tuhan

Bukannya kita tidak tahu apa-apa tentang Tuhan sebelum kematian Kristus. PerhatianNya pada ciptaan mengungkapkan cintaNya. Dan janjiNya kepada Abraham menunjukkan kepedulianNya terhadap seluruh dunia. Tetapi di kayu salib, kita melihat klimaks dari perjanjian-perjanjianNya dengan Israel, dan kita menyaksikan bukti terakhir dan dramatis dari cinta dan keadilan-Nya.

Dua teks dari Roma memperjelas hal ini: “Allah menunjukkan kasih-Nya sendiri kepada kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita” (Roma 5: 8). Kematian Kristus tidak diragukan lagi akan fakta bahwa Tuhan mengasihi kita. Itu meyakinkan kita bahwa tidak peduli apa kehidupan yang menimpa kita, kita dapat percaya bahwa “dia yang tidak mengampuni Putranya sendiri, tetapi menyerahkannya untuk kita semua. . . juga dengan murah hati akan memberi kita segala sesuatu” (Rom 8:32).

Yesus juga mati untuk membuktikan keadilan Tuhan: “Tuhan menghadirkan Kristus sebagai korban penebusan. . . untuk menunjukkan keadilanNya ”(Rm. 3: 25–26).

Di kayu salib kita tidak hanya melihat kasih Tuhan, tapi keseriusan Dia mengambil dosa kita.

Tuhan tidak mengampuni kita dengan menutup mata terhadap dosa kita atau dengan mengabaikannya. Pengampunan itu mahal bagi orang yang kesalahannya telah dilakukan. Dan di kayu salib kita tidak hanya melihat kasih Tuhan, tetapi juga keseriusan Dia mengambil dosa kita.

Di bagian lain Perjanjian Baru, kita juga belajar bahwa Yesus mati untuk menunjukkan hikmat, kuasa, dan kemuliaan Tuhan.

Pengampunan itu perlu karena kita sudah berbuat dosa, merusak hubungan kita dengan Allah sehingga dengan demikian harus dihukum (Rom 1:18-32). Pengampunan merupakan cara untuk memulihkan hubungan yang rusak itu (Ef 1:7; Kol 2:13). Pengampunan adalah jalan bagi manusia berdosa untuk kembali bersekutu dengan Allah.

1) Kata Ibrani dan Yunani untuk pengampunan mengandung arti "menutupi", "mengampuni", "membatalkan", "mengusir". Pengampunan Allah meliputi hal tidak memperhitungkan lagi dosa yang telah diperbuat (Mr 2:5; Yoh 8:11), menyelamatkan orang berdosa dari hukuman kekal (Rom 5:9; 1Tes 1:10), menerima mereka kembali menjadi keuarga Allah (Luk 15:20-24), membebaskan mereka dari kuasa dosa kerajaan kegelapan dan memindahkan mereka dalam Kerajaan Kristus (Kol 1:13), serta memperbaharui seluruh kepribadian orang tersebut dan memberinya hidup kekal (Luk 23:43; Yoh 14:19), dan menjadikannya anak sebagai ahli waris (Gal 4:28, Roma 8:17) dan memerintah bersama Kristus (Matius 11, Wahyu 20:4). Setelah diampuni menjadi murid Yesus dan menjalankan perintah Yesus: mengasihi sesama manusia dengan membantu mereka mendengar tentang Yesus Raja segala raja dan membawa mereka bertemu dan bersatu dengan Yesus Kristus (Mat 28, Kis, dst).

2) Agar dapat menerima pengampunan, seseorang harus bertobat (mengubah pola pikirnya, konsep dan praktek hidupnya), beriman (percaya Kepada Yesus sebagai Raja, Tuhan dan Juruselamatnya pribadi) serta mengakui dosanya supaya tidak dilakukan lagi (Luk 17:3-4; Kis 2:38; 5:31; 20:21; 1Yoh 1:9). Diperlukan penumpahan darah (syarat dan ketentuan berlaku dari Allah) supaya Allah dapat mengampuni dosa (Ibr 9:22). Oleh karena itu, pengampunan dosa didasarkan pada kematian Kristus di salib (ayat Mat 26:28; Yoh 1:29; 3:16; Rom 8:32). Pengampunan dari Allah merupakan sesuatu yang senantiasa dibutuhkan oleh orang percaya supaya dapat memelihara hubungan kita di dalam Kerajaan Sorga dengan Allah (Mat 6:12,14-15; 1Yoh 1:9).

Di dalam pernyataan nubuat Yesaya Pasal 9 seperti dikutip di atas mengenai penetapan pemerintahan Kristus, tidak dibedakan di antara kedatangan-Nya yang pertama dengan yang kedua. Pada titik ini dalam sejarah manusia, seluruh karya penebusan Kristus dan pemerintahan-Nya dipandang sebagai satu kedatangan yang jauh di masa depan. Tidak pernah Perjanjian Lama dengan jelas menyatakan bahwa pemerintahan Kristus di bumi akan meliputi kedatangan yang pertama dan kedua di dalam sejarah. Demikian juga di dalam Perjanjian Baru, selang-selang waktu di antara aneka peristiwa pada zaman akhir tidak senantiasa tampak dengan jelas.

Ancaman-ancaman Melawan Yehuda dan Israel (Yesaya 9:7-20)

Di sini ada ancaman-ancaman yang mengerikan, yang terutama ditujukan melawan Israel, kerajaan sepuluh suku, Efraim dan Samaria, yang kehancurannya dinubuatkan di sini, dengan segala malapetaka yang mendahului kehancuran itu. Semuanya ini digenapi dalam beberapa tahun sesudahnya. Tetapi ancaman-ancaman itu melihat lebih jauh, pada semua musuh takhta dan kerajaan Kristus Anak Daud, dan menyatakan hukuman yang akan menimpa semua bangsa yang melupakan Allah, dan yang tidak ingin Kristus memerintah atas mereka. Cermatilah,

Penghakiman-penghakiman yang mengancam mereka karena kefasikan mereka ini. Janganlah mereka menyangka akan terluput dari hukuman.

Hakim-hakim mereka, yang terpandang berdasarkan keturunan dan jabatan, dan yang merupakan tua-tua bangsa itu. Mereka ini adalah kepala, mereka ini adalah batang yang dijanjikan sendiri oleh orang-orang itu akan memberi mereka roh dan buah. Tetapi karena orang-orang ini menyesatkan mereka, mereka akan dipotong, dan martabat serta kekuasaaan mereka tidak akan melindungi mereka, sebab penyalahgunaan terhadap martabat dan kekuasaan itu merupakan perkara besar yang membangkitkan murka. Suatu penghakiman atas bangsa jika penguasa-penguasa mereka dipotong, yang tidak seharusnya terjadi seperti sebelumnya.

Nabi-nabi mereka, nabi-nabi palsu mereka, adalah ekor dan ranting, bagian-bagian paling hina dari semuanya. Hamba Tuhan yang fasik adalah yang terburuk dari semuanya. Hamba Tuhan yang fasik adalah manusia yang paling buruk. Corruptio optimi est pessima – Hal-hal yang terbaik, jika rusak, akan menjadi yang terburuk. Orang buta menuntun orang buta, maka keduanya jatuh ke dalam lobang. Dan para pemimpin yang buta jatuh pertama-tama dan jatuh paling bawah.

Bahwa kehancuran itu terjadi di mana-mana seperti halnya kebobrokan sebelumnya, dan tak seorang pun akan luput darinya (ay. 16).

Bahwa mereka akan mengoyak-ngoyak satu sama lain, bahwa setiap orang akan ikut membantu mempercepat terjadinya kehancuran bersama, dan mereka akan memangsa diri mereka sendiri dan satu sama lain: Seorang pun tidak mengasihani saudaranya, jika saudaranya itu menghalang-halangi keserakahan dan ketamakannya, atau jika saudaranya berbuat sesuatu yang harus dibalaskan kepadanya. Bagaimana mereka dapat berharap Allah akan menyayangkan mereka apabila mereka tidak menunjukkan kasih sayang satu terhadap yang lain? Amarah dan kekejaman manusia satu terhadap yang lain membangkitkan murka Allah terhadap mereka semua, dan merupakan bukti bahwa Ia sedang murka. Perang saudara akan segera membuat sebuah kerajaan hancur. Seperti itulah keadaan di Israel, ketika karena pemberontakan negeri, banyaklah penguasa-penguasanya (Ams. 28:2).

Kelaparan dan kelangkaan besar. Apabila manusia sudah mengumpulkan semua yang dapat mereka kumpulkan, tetapi hasilnya begitu sedikit sehingga mereka masih lapar, maka setidak-tidaknya itu berarti bahwa Allah tidak memberkati mereka, sehingga mereka makan, tetapi tidak sampai kenyang (Hag. 1:6).

Perampokan dan penjarahan besar-besaran. Jusque datum sceleri – pelanggaran ditegakkan oleh hukum. Keinginan-keinginan yang timbul dari ketamakan tak akan pernah terpuaskan, dan kutukan ini dikenakan juga pada apa yang diperoleh secara tidak benar, bahwa itu tidak akan pernah membawa kebaikan.

Bahwa, meskipun mereka akan ditimpa oleh semua penghakiman ini, Allah tidak akan melepaskan perseteruan-Nya dengan mereka. Suatu beban berat dari nyanyian nubuat ini bahwa (ay. 11, 16, 20): Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung, maksudnya,

(1) Mereka tidak berbuat apa-apa untuk menjauhkan murka-Nya. Mereka tidak bertobat dan memperbarui diri, tidak merendahkan diri dan berdoa, tak seorang pun menengahi, tak seorang pun menjawab panggilan-panggilan Allah atau menuruti rancangan-rancangan pemeliharaan-Nya. Sebaliknya, mereka mengeraskan hati dan merasa aman-aman saja.

(2) Oleh karena itu, murka-Nya terus membakar melawan mereka dan tangan-Nya masih teracung. Alasan mengapa penghakiman-penghakiman Allah itu diperpanjang adalah karena hasilnya belum tercapai, para pendosa tidak dibuat bertobat olehnya. Bangsa itu tidak kembali kepada Dia yang menghajarnya, dan karena itu Ia terus menghajar mereka. Sebab apabila Allah menghakimi, Ia akan berhasil, dan orang berdosa yang paling congkak dan paling gigih akan membungkuk ataupun patah.

 

Penghukuman bukanlah tujuan akhir.

Penolakan umat Allah terhadap peranan Allah dalam sejarah memang mendatangkan penghukuman. Akan tetapi penghukuman bukanlah tujuan akhir Allah. Penghukuman Allah bukanlah jalan menuju kebinasaan, melainkan sebagai penuntun kepada tujuan Allah yang paling besar, yaitu keselamatan umat-Nya (ayat 8:23-9:4). Untuk sementara, penghukuman memang merendahkan. Tetapi tujuan akhir dari penghukuman adalah untuk memuliakan umat Tuhan (ayat 23).

 

Keselamatan Ajaib dari Allah. Keselamatan umat adalah anugerah Allah semata-mata. Keselamatan membalikkan situasi gelap yang meliputi umat Tuhan, menjadi terang besar (ayat 1). Keselamatan mengubah kedukaan yang mencekam umat Tuhan, menjadi sukacita besar (ayat 2). Keselamatan membuat umat Tuhan yang tengah memikul kuk, lepas bebas. Perubahan ajaib sedemikian jelas adalah anugerah dan kekuatan Allah semata.

 

Allah memakai manusia. Allah menyatakan keselamatan itu melalui seseorang yang berkenan kepada-Nya. Seseorang yang diharapkan di sini adalah seorang anak yaitu raja yang sepenuhnya bergantung kepada kuasa, kebenaran dan keadilan Allah (ayat 5, 6). Nama-nama yang disebutkan tentang sang raja itu menunjukkan bahwa Ia datang murni dari pihak Allah. Hanya raja yang demikian yang dapat menyalurkan damai sejahtera Allah bagi umat. Alangkah bedanya raja itu dari Ahas yang bertindak mengikuti kebijaksanaannya sendiri. Raja itu kelak akan mengikuti langkah-langkah Daud dan Salomo, yang takut akan Allah dan disertai Allah dengan hikmat ilahi. Seharusnya seperti itulah pemimpin dalam rencana Allah: diurapi Allah, menjadi anak Allah sendiri (bdk. Mzm. 2:7). Pada siapakah dapat kita jumpai penuh sifat-sifat pemerintahan Allah yang sempurna dan menyelamatkan itu kecuali dalam Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup, Tuhan dan Juruselamat?

 

Renungkan: Dalam penyelamatan Allah melalui kematian dan kebangkitan Yesus, kita telah dilahirkan menjadi anak-anak Allah, menjadi ahli waris Allah dan memerintah bersama Kristus. Allah telah mengaruniakan kebenaran dan keadilan-Nya kepada kita. Apakah hidup kita telah benar-benar menjadi saluran keselamatan, keadilan dan kebenaran bagi sesama kita? Apakah Raja segala raja telah memerintah dalam hidup kita setiap saat yang dapat kita bagikan kepada orang lain?