Selasa, 28 April 2020


GEREJA SELAMA dan SETELAH WABAH VIRUS CORONA BERLALU

Hagai 2:6
Sebab inilah firman Tuhan semesta alam: Sekali lagi, sebentar lagi, Aku akan mengguncangkan langit dan bumi, dan lautan serta daratan.

Beberapa hari yang lalu seorang Saudara, salah satu Ketua Sinode Gereja di Indonesia yang berpusat di Jakarta bertanya kepada saya. “Bro, menurut prediksi Anda, kapan pandemic covid-19 ini selesai?” Secara spontan saya jawab, “Dalam tiga bulan ini kegiatan seperti sebelumnya akan dimulai secara bertahap, tetapi belum normal sepenuhnya”. Dia mengacungkan dua jempol untuk “nubuatan” saya.

Saya teringat saat krisis multi dimensi menimpa Indonesia tahun 1998. Waktu itu, atas nama AYUB: Asosiasi Yayasan Untuk Bangsa, saya dan teman-teman menyelenggarakan Seminar bertema “TEROBOSAN KEUANGAN” dengan mendatangkan pembicara dari Singapore yang saya dampingi sebagai Moderator. Waktu itu seorang peserta bertanya “Bagaimana saya mengetahui jawaban doa saya, apakah itu Suara Tuhan atau bukan?” Sang Pembicara menjawab “suara pertama itu suara Tuhan, berikutnya suara Iblis atau suara manusia”.

Spontanitas sering keluar dari mulut seseorang. Bagi yang hidupnya “kudus” di hadapan Tuhan, maka spontanitas seperti itu selalu datangnya dari Tuhan. Tetapi, kalau dia sudah “menyimpang” dari jalan Tuhan, maka walaupun dia tahu itu suara Tuhan, maka dia tidak akan mematuhinya…namun dia percaya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda yakin wabah covid-19 akan berakhir dalam tiga bulan ini?

Terlepas dari jawaban Anda, saya ingin mengajak Anda melanglang buana ke gereja saat ini dan ke masa depan, membicarakan apa yang akan terjadi dengan kehidupan gereja setelah wabah ini berlalu. Kita mau melihat kehidupan gereja yang berdampak terhadap KeKristenan secara umum.

Penurunan Aktivitas Gereja
Dengan gereja-gereja secara nasional menutup pintu mereka dan memilih untuk layanan live streaming selama pandemi COVID-19, kantong kolekte semakin dilewati. Tidak ada kolekte yang terjadi, tidak dalam pengertian tradisional.

Menurut jajak pendapat baru-baru ini yang melibatkan 1.000 gereja di seluruh 50 negara bagian, di Amerika Serikat, lebih dari enam dari 10 gereja telah melihat penerimaan persembahan mereka menurun ke berbagai tingkat selama penguncian dalam menanggapi coronavirus.

Jajak pendapat baru "State of the Plate", yang diambil antara 8-20 April 2020, menemukan bahwa:
ü  34 persen gereja yang disurvei telah melihat persembahan mereka menurun sebanyak 20 persen.
ü  Sembilan persen terlihat mengalami penurunan dramatis, sebanyak 75 persen.
ü  65 persen terlihat mengalami penurunan sejak pertengahan Maret ketika gereja-gereja berhenti mengadakan pelayanan pribadi.

Bagi para pendeta dan staf gereja, akan mengalami hari-hari yang sulit di masa depan karena lebih banyak anggota keluarga gereja yang diberhentikan atau mengalami penurunan pendapatan.
Perjuangan keuangan yang dihadapi begitu banyak pendeta dan keluarga mereka serta perbedaan yang luar biasa terjadi, ketika sebuah jemaat menunjukkan kepada mereka bahwa mereka mengharapkann Pendeta mereka ada untuk mereka sepanjang jalan. Sekarang itu sulit terjadi.  

Survei State of the Plate mengungkapkan:

ü  34 persen gereja melaporkan penerimaan telah turun 10-20 + persen.
ü  22 persen melaporkan penurunan 30-50 + persen.
ü  9 persen mengatakan mereka melihat penurunan 75 persen atau lebih dalam persembahan gereja mereka.
ü  27 persen gereja melaporkan bahwa persembahan stabil.
ü  8 persen melaporkan penerimaan persembahan telah meningkat.

Menurut penelitian nasional dari National Association of Evangelicals, LifeWay dan InTrust, sebagian besar pendeta dan keluarga mereka beroperasi dengan sumber daya keuangan yang terbatas:

ü  90 persen pendeta merasakan tekanan keuangan.
ü  50 persen menghasilkan kurang dari $50.000 per tahun sambil melayani gereja mereka 50-60 jam, atau lebih, per minggu.
ü  Hampir 60 persen pendeta tidak menerima manfaat pensiun atau perawatan kesehatan dari gereja mereka.
ü  3 dari 10 pendeta memiliki hutang pinjaman rata-rata $36.000.

Bagi orang dunia mereka ini (90% atau lebih) pendeta adalah orang bodoh yang memahami bible tidak secara holistic? Setidknya mereka tidak paham cara menghasilkan uang secara berkelanjutan? (pemalas? Amsal 6:6; kurang cerdik? Lukas 16:8; tidak menabur uang jadi tidak menuai uang? Gal 6:7) Kalau pendetanya saja begini, anggota jemaatnya mau bagaimana?

COVID-19 Dapat Mendorong Gereja Menuju Perubahan
Beberapa pemimpin gereja mengatakan perubahan yang didorong oleh krisis mungkin layak dipertahankan setelah berlalu. Kita menerapkan perspektif post-coronavirus bahwa hidup ini rapuh dan hidup itu acak.

Kita (Pemimpin Gereja, manusia) tidak memegang kendali. Mereka ingin mengendalikan gereja. Mereka ingin mengendalikan Tuhan. Mereka ingin saling mengendalikan. Mengendalikan adalah perspektif pra-coronavirus.  

Teknologi telah memainkan peran paling nyata bagi gereja dalam mengatasi pandemi. Anggota staf baru membantu dalam pelayanan virtual. Mereka akan membiarkan orang itu tetap pada post-coronavirus staf. Apakah mereka dibayar?

Kalau gereja ingin memperluas ke seluruh dunia, terutama gereja yang berbasis kota yang anggotanya sementara, datang ke gereja selama tiga atau empat tahun, kemudian mereka pindah, dan kadang-kadang mereka kesulitan menemukan gereja baru. Inilah caranya gereja seperti GKI berkembang, ketika pindah dia mencari teman gereja lamanya dan mulai mendirikan bakal pos jemaat (Bajem). Gereja lama yang wilayahnya secara ekonomi tidak berkembang lagi, anggotanya berkurang.

Gereja banyak yang telah mengalami kesuksesan dengan memindahkan kelompok-kelompok kecil online, dan juga membentuk kelompok rantai doa yang baik-baik saja. Misalnya Gereja Mawar Sharon Surabaya, sebelum membuka cabang gereja dalam gedung, mereka melayani secara online.

Visualisasi sebuah gereja virtual dengan anggota di seluruh dunia, dengan mungkin sebuah acara mudik tahunan yang diselenggarakan di tempat kudus gereja asalnya. Teknologi pelayanan gereja
menempatkan sumber daya lebih banyak pada orang daripada properti. Strategi untuk membantu orang beriman menata kembali membuka ruang pelayanan mereka.

Pandemi ini, mendorong pemimpin gereja bagaimana lebih jauh menekankan pendanaan lebih diarahkan pada orang daripada property. Tidak usaha bangun gedung gereja terus-terusan, bangunlah murid Yesus. Ini adalah waktu dalam kehidupan pribadi kita untuk belajar. Apa yang harus saya lepaskan?  Ini juga memanggil kita sebagai gereja untuk mengajukan pertanyaan yang sama.

Konsep seperti itu bisa menjadi penjualan yang sulit bagi banyak gereja.

Ada gereja yang menjadi tuan rumah pelajaran Alkitab menggunakan Facebook dan telah memulai saluran doa telepon untuk anggota gereja yang secara teknis tidak paham. Jadi saatnya gereja disiapkan untuk layanan dan pertemuan online.

Meskipun struktur untuk layanan online sudah ada ketika pandemi terjadi, budaya kota mungkin tidak kondusif dalam jangka panjang dengan konsep seperti gereja virtual. Ada gereja khususnya di Negara Asia dan Afrika memiliki budaya yang sangat ramah. Ini mendesak terhadap budaya sosialisasi yang sangat ramah yang membuat kota-kotanya menjadi kota internasional.

Paskah 2020 adalah pertama kalinya dalam sekitar 60 tahun (atau lebih kurang) orang-orang tidak secara fisik menghadiri kebaktian gereja. Ada beberapa orang yang melakukan streaming langsung, ada orang-orang yang melakukan pra-rekaman ibadah dan kemudian memutarnya di Facebook, terutama Youtube dan menayangkannya melalui gereja online pada jam yang ditentukan.

Membandingkan COVID-19 dengan 9/11 dan Perang Dunia II, mungkin tidak ada jalan kembali ke tempat gereja itu sebelum pandemi. Buku pedoman pelayanan gereja yang kita miliki sekarang akan menjadi tidak relevan. Kita memiliki masa depan yang berbeda di depan kita. Kita sekarang harus mulai membayangkan seperti apa itu nantinya.

Dunia online jauh dari sempurna. Bisa saja jadi penyangga. Pencahayaannya tidak selalu bagus. Tapi mereka terhubung dengan cara yang membuat perbedaan besar bagi orang-orang. Kita memberitakan Injil. Jadi kita kembali ke jauh sebelumnya, ketika kita berkumpul di sudut-sudut jalan. Ini adalah sudut jalan baru kita.

Jika lebih banyak koneksi gereja pindah ke dunia virtual, keuangan mungkin menjadi masalah. Ini adalah masalah besar secara finansial bagi gereja-gereja ketika jemaat tidak berkumpul. Meskipun beberapa gereja mengatakan menerima persembahan terus, pada titik tertentu bahwa itu tidak akan terjadi lagi. Terutama gereja yang baru menyewa mal atau ballroom hotel atau membangun gedung baru dengan uang pinjaman. Ya, pasti mereka ketar ketir. Jangankan untung, mereka malah buntung. Jemaat tidak datang, uang masuk tidak ada, biaya terus berjalan. Mana tahan? Lihat hasil jajak pendapat di atas.

Realitas baru ini membuat kita memahami betapa pentingnya hubungan manusia sesungguhnya. Betapa pentingnya berada di ruang bersama sebenarnya. Bagi gereja tertentu, itu bukan saja tempat pengajaran agama, tetapi juga tempat keselamatan, tempat untuk hidup sesungguhnya. Itu telah menjadi tempat penegasan dan kelangsungan budaya. Ini telah menjadi tempat untuk menemukan diri Anda. Semua itu sekarang ditantang oleh apa yang ada di bawah kita. Gereja itu harus menjadi tempat mewujudkan perintah Tuhan dalam Alkitab: berlipat ganda penuhi bumi, usahakan dan pelihara bumi, tanam rawat dan tuai, kasih makan orang lapar, kasih baju orang telanjang, kunjungi orang di penjara, kasih minum orang haus, beri kelegaan kepada orang yang merasakan letih lesu dan berbeban berat, jadikan semua bangsa murid Yesus, ajarkan semua murid mematuhi Yesus, saling bertolongtolongan untuk memenuhi hukum Kristus, tegakkan kebenaran dan keadilan, dan seterusnya, silahkan baca alkitab Anda.

Mereka yang tidak sering terlibat dalam pengaturan digital harus melakukan transisi untuk mendengar khotbah. Gereja menawarkan streaming langsung melalui media sosial seperti Facebook Live atau YouTube, serta platform mereka sendiri.

Langkah pertama untuk benar-benar bergerak maju adalah menyadari rasa kehilangan, dan menamakannya apa adanya. Namanya adalah kesedihan. Itu yang pertama. Kedua adalah mampu menciptakan, jadilah kreatif. Dengan kemampuan terbaik Anda, cara-cara keterhubungan yang berkelanjutan, dan meningkatkan teknologi untuk benar-benar dapat melakukan itu.

Gereja harus memperlengkapi orang-orang yaitu anggota jemaatnya untuk saling memperhatikan dan melayani satu sama lain, yang bukan hal baru dalam hal komunitas Kristen. Itu sudah ada sejak jaman 12 Rasul, hanya perlu ditingkatkan. Orang-orang akan didorong untuk melakukan itu. Gereja khususnya harus berada dalam komunikasi yang hebat dengan populasi senior. Mereka didukung, dan bahwa senior tahu bagaimana mengakses teknologi untuk bergabung dengan semua gereja, jangan karena gaptek mereka jadi menghilang.

Gereja-gereja yang tidak memiliki kemampuan untuk streaming langsung atau menghasilkan konten digital dapat menjangkau anggotanya dengan belajar dan minta tolong pada gereja yang besar. Kalau gereja itu tidak mau membantu doakan, tetapi yang terpenting surati ke Presiden, DPR, Menteri Agama, PGI, PGLII, PGPI, atau minta anak muda untuk menguploadnya ke medsos atau hubungi redaktur televisi. Intinya kreatiflah, utamakan menghubungi manusia yang lain, karena teknologi ini ciptaan manusia. Jangan berharap terlalu banya ke surga dalam hal ciptaan manusia. Urusan manusia serahkan pada manusia, urusan Tuhan serahkan pada Tuhan.

Jika ada komunitas yang lebih kecil yang mungkin tidak memiliki sumber daya seperto yang dimiliki oleh gereja yang lebih besar, pasti ada yang ingin mencoba untuk membantu mereka juga. Jika kita dapat membantu mereka mengeluarkan kesaksiannya, kita tentu ingin melakukan itu. Misalnya, LEMSAKTI dapat membantu membuat dan mengupload ke youtube dan medsos lainnya, termasuk menayangkan di situs-situs yang terkait. Mereka dapat menjangkau saya, jika mereka mau, dan kami dapat menghubungkan mereka dengan seseorang yang dapat membantu mereka dalam hal menavigasi bagian teknologi.  Hubungi LEMSAKTI melalui Formulir Kontak.

Bagaimana kita membuat teknologi itu tersedia bagi mereka atau melatih orang-orang mereka? Percakapan itu terus-menerus terjadi.  Transisi teknologi sebagai peluang untuk ekspansi. Kami melihatnya sebagai kesempatan untuk menumbuhkan gereja, bukan dari sudut regresi. Ada beberapa komunitas yang telah beribadah online selama bertahun-tahun, dan tentu saja kami akan mencari komunitas-komunitas itu untuk bimbingan, dan berusaha belajar dari pengalaman mereka. LEMSAKTI sendiri sejak tahun lalu sudah menguji coba ibadah online. Silahkan kunjungi di https://www.lemsakti.net/p/gereja-online.html

Menciptakan konektivitas anggota-ke-anggota di seluruh wabah coronavirus sama pentingnya dengan memfasilitasi koneksi gereja-ke-anggota. Meningkatkan platform panggilan konferensi video yang berbeda, seperti Zoom, Google atau aplikasi Telkom untuk menjangkau lebih banyak orang. Hubungan yang dipupuk melalui kelompok-kelompok kecil gereja tetap menjadi kunci selama COVD-19 untuk melanjutkan apa yang digambarkan sebagai "kepedulian, pemuridan, persekutuan dan penjangkauan." Bukankah Yesus sudah memberitahu, bahwa kita akan melakukan hal yang belum dilakukan Yesus pada waktu Dia melayani di Israel? Inilah saat itu.

Setelah semuanya sedikit rileks dan tidak lagi berkumpul [maksimal sesuai ketentuan] misalnya 10 orang, atau tinggal di rumah Anda, mereka masih dapat saling menjaga. Orang perlu untuk melihat di mana mereka tinggal sebagai ladang misi mereka. Bagaimana orang menjangkau tetangga dan melibatkan mereka? Gereja harus bersaing dengan musim yang mendekat, yang seringkali berarti beberapa kebaktian gereja terbesar.

Musim yang sangat besar bagi keluarga dan anak-anak kita. Seperti halnya sistem sekolah memiliki jalur untuk makanan bagi anak-anak, kita belum membuatnya. Tetapi ada kemungkinan nyata bahwa kita akan menciptakan sesuatu di dalamnya. Kita tidak dapat berkumpul dalam kelompok untuk beribadah, tetapi kita dapat menyatukan sesuatu untuk anak-anak dan manula kita dengan anggota keluarga di dalam mobil, dapat berkendara dan mengambil beberapa barang. Belum selesai, tetapi carilah contoh model di masyarakat, seperti Sekolah yang memperkenalkan itu untuk makanan, dan orang lain yang akan melakukan hal-hal inovatif.

Hal besar bagi gereja-gereja Kristen untuk benar-benar membungkus pikiran mereka adalah jika ini terus berlanjut. Betapa mengganggu itu karena kita terbiasa mengadakan kebaktian hari Minggu yang dihadiri. Bagaimana Anda melakukan hari Minggu secara virtual? Berbicaralah setiap hari.

Gereja memiliki beberapa sumber daya untuk mendukung secara finansial mereka yang membutuhkan, tetapi LEMSAKTI menerima sumbangan di situs ini. Banyak kelompok masyarakat, bukan  hanya Kristen, yang terus menerus mengajukan permohonan bantuan kepada LEMSAKTI. Kalau ada dana tentu kami berikan. Kalau tidak ya, kami berdoa semoga Tuhan memberi jalan keluar mengisi dan memenuhi kebutuhan mereka. Dalam nama Yesus. amin

Kami ingin melayani dan membantu orang-orang ketika mereka menemukan diri mereka dalam kebutuhan semacam. Bagi Anda yang tergerak dapat memberi dengan menandai sumbangan mereka sebagai 'misi covid-19' di sana. Kami akan menyalurkan sesuai keinginan Anda atau prioritas kami. Silahkan sampaikan keinginan Anda melalui Formulir Kontak atau langsung transfer ke nomor rekening yang tertera di sebelah kanan bagian atas halaman ini. Mari merayakan kekuasaan Yesus atas segalanya.












  


Jumat, 20 Maret 2020

KEHIDUPAN KRISTEN MENGHADAPI PANDEMI CORONAVIRUS


KEHIDUPAN KRISTEN MENGHADAPI PANDEMI CORONAVIRUS

Alkitab mengajarkan bahwa kehidupan Kristen adalah pertumbuhan yang konstan. Ketika Anda dilahirkan kembali, Anda dilahirkan dalam keluarga Allah. Adalah tujuan Allah bahwa Anda akan bertumbuh menjadi dewasa dan menjadi dewasa di dalam Kristus. Itu akan bertentangan dengan hukum Allah dan alam jika Anda tetap bayi dan dengan demikian menjadi kerdil spiritual. Dalam 2 Petrus 3:18, Alkitab mengatakan bahwa kita harus bertumbuh. Ini menyiratkan perkembangan yang stabil, pembesaran yang konstan, peningkatan kebijaksanaan.

Agar seseorang dapat tumbuh dengan baik, aturan-aturan tertentu harus diperhatikan untuk kesehatan rohani yang baik. Berikut 10 aturan kesehatan rohani.

1)      Baca Alkitab Anda setiap hari. Jangan puas membaca sepintas bab hanya untuk memuaskan hati nurani Anda. Sembunyikan Firman Tuhan di hatimu. Itu menghibur, membimbing, mengoreksi, mendorong - semua yang kita butuhkan ada di sana.
2)      Pelajari rahasia doa. Doa berkomunikasi. Setiap doa yang Anda doakan akan dijawab. Kadang-kadang jawaban itu mungkin "Ya" dan kadang-kadang "Tidak," dan kadang-kadang "Tunggu," namun demikian itu akan dijawab.
3)      Andalkanlah Roh Kudus terus menerus. Kita tahu bahwa Roh Kudus berdoa untuk kita (Roma 8), dan penghiburan yang seharusnya bagi mereka yang paling lemah. Berdirilah dan biarkan Dia mengambil alih semua pilihan dan keputusan hidup Anda.
4)      Menghadiri gereja secara teratur. Gereja yang terlihat adalah organisasi Kristus di bumi. Orang Kristen saling membutuhkan, kita perlu berkumpul bersama untuk menyembah Tuhan dan tidak ada yang bisa menggantikan kehadiran di gereja.
5)      Jadilah orang Kristen yang bersaksi. Kami bersaksi dalam dua cara: dengan cara hidup dan dengan perkataan - dan keduanya, usahakan, harus berjalan seiring.
6)      Biarkan kasih menjadi prinsip utama hidup Anda. Yesus berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, jika kamu saling mengasihi” (Yohanes 13:35). Demonstrasi terbesar dari kenyataan bahwa kita adalah orang Kristen adalah bahwa kita saling mengasihi.
7)      Jadilah orang Kristen yang taat. Biarkan Kristus mendapat tempat pertama dalam semua pilihan hidup Anda.
8)      Pelajari cara menghadapi godaan. Pencobaan bukanlah dosa. Yang dihasilkan adalah dosa. Biarkan Kristus melalui Roh Kudus melakukan pertempuran untuk Anda.
9)      Jadilah orang Kristen yang sehat. Kehidupan dan penampilan kita harus memuji Injil dan membuatnya menarik bagi orang lain.
10)  Hiduplah di atas keadaan Anda. Jangan biarkan keadaan Anda membuat Anda sedih. Belajarlah untuk hidup dengan anggun di dalam diri mereka, menyadari Tuhan sendiri bersama Anda.

BAGAIMANA KEHIDUPAN KRISTEN MENGHADAPI KRISIS SEPERTI PANDEMI CORONAVIRUS?

Pengetahuan ringkas Coronavirus
Apa itu coronavirus, bagaimana ia memulai dan dapatkah wabah ini tumbuh lebih besar?
Dari mana coronavirus datang dan kemana bisa menyerang selanjutnya?
Dari mana coronavirus datang dan kemana bisa menyerang selanjutnya?

Coronavirus baru (Covid-19) menyebar dengan cepat. Lebih dari 229.200 orang diketahui terinfeksi dan lebih dari 9.300 kematian telah dicatat.

Sementara wabah dimulai di Cina, sebagian besar kasus dan kematian sekarang di luar negeri dan virus ini menyebar secara internasional.

Apa itu coronavirus?
Coronavirus adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit pada hewan. Tujuh, termasuk virus baru, telah membuat lompatan ke manusia, tetapi kebanyakan hanya menyebabkan gejala seperti pilek.

Dua coronavirus lainnya - Sindrom Pernafasan Timur Tengah (Mers) dan sindrom pernafasan akut yang parah (Sars) - jauh lebih parah, setelah menewaskan lebih dari 1.500 orang di antara mereka sejak tahun 2002.

Virus baru, yang secara resmi disebut Covid-19, juga berbahaya - sejauh ini, sekitar 20 persen dari kasus yang dikonfirmasi telah diklasifikasikan sebagai parah atau kritis. Sejauh ini, sekitar 15 hingga 20 persen kasus rumah sakit telah diklasifikasikan sebagai "parah" dan tingkat kematian saat ini bervariasi antara 0,7 persen hingga 8 persen tergantung pada lokasi dan, yang terpenting, akses ke perawatan rumah sakit yang baik.

Ini jauh lebih rendah daripada tingkat kematian untuk Mers (30 persen) dan Sars (10 persen), tetapi masih merupakan ancaman yang signifikan.

Para ilmuwan di Cina percaya bahwa Covid-19 telah bermutasi menjadi dua jenis, satu lebih agresif daripada yang lain, yang dapat membuat pengembangan vaksin menjadi lebih rumit.

Bagaimana wabah mulai?
Sumber coronavirus diyakini sebagai "pasar basah" di Wuhan yang menjual hewan hidup dan mati termasuk ikan dan burung.

Pasar-pasar seperti itu menimbulkan risiko yang lebih tinggi dari virus yang berpindah dari hewan ke manusia karena standar kebersihan sulit dipertahankan jika hewan hidup dipelihara dan disembelih di lokasi. Biasanya, mereka juga padat.

Sumber hewan dari wabah terbaru belum diidentifikasi, tetapi inang aslinya dianggap sebagai kelelawar. Kelelawar tidak dijual di pasar Wuhan tetapi mungkin telah menginfeksi ayam hidup atau hewan lain yang dijual di sana.

Kelelawar memiliki banyak virus zoonosis termasuk Ebola, HIV dan rabies.

Bisakah wabah ini tumbuh lebih besar?
Tidak mungkin untuk mengatakan ke arah mana penyakit ini akan pergi tetapi, pada lintasannya saat ini, kemungkinan akan menyebar ke lebih banyak negara, mempengaruhi lebih banyak orang. Jumlah kasus mulai menurun di Cina tetapi terus meningkat di seluruh dunia.

Apa saja gejala coronavirus?
Gejala awal termasuk demam, batuk kering, kelelahan, dan perasaan tidak sehat secara umum.

Berapa banyak orang yang meninggal karena penyakit ini sejauh ini?
Lebih dari 229.200 kasus telah dikonfirmasi sejak wabah dimulai, dan jumlah kematian telah melebihi 9.300. Sebagian besar kasus sekarang di luar Tiongkok, dan virus telah menyebar ke lebih dari 100 negara lain.

Menurut data dari otoritas Cina, sekitar 80 persen kasus penyakit ini ringan, tetapi 20 persen memerlukan rawat inap, dan tingkat kematian bervariasi di setiap negara.

Apakah ada obat untuk coronavirus?
Tidak ada pengobatan khusus, meskipun dokter sedang menguji coba obat yang ada untuk virus seperti Ebola dan HIV. Hasil awal tampaknya menjanjikan tetapi, sampai uji klinis lengkap telah selesai, dokter tidak dapat memastikan bahwa obat tersebut efektif.

Pekerjaan mengembangkan vaksin sedang dipercepat, tetapi pekerjaan ini dipersulit oleh virus yang bermutasi menjadi jenis kedua.

Bagaimana penyebaran coronavirus?
Seperti virus flu dan flu, virus ini menyebar melalui tetesan ketika seseorang batuk atau bersin. Tetesan mendarat di permukaan dan diangkat di tangan orang lain dan menyebar lebih jauh. Orang-orang terkena virus ketika mereka menyentuh tangan mereka yang terinfeksi ke mulut, hidung atau mata mereka.

Oleh karena itu satu-satunya hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri adalah menjaga kebersihan tangan Anda dengan sering mencuci dengan sabun dan air atau gel pembersih tangan.

Apakah coronavirus mengudara?
Ada beberapa perdebatan tentang apakah penyakit itu mengudara - belum ada bukti untuk itu, tetapi itu bisa berubah. Virus di udara berlama-lama untuk jangka waktu yang lebih lama daripada yang disebarkan oleh tetesan dan juga dapat menyebar di sistem pendingin udara dan ventilasi.

Saran saat ini adalah bahwa penyakit ini hanya dapat menyebar di antara kontak dekat - didefinisikan sebagai menghabiskan lebih dari 15 menit dalam waktu dua meter dari orang yang terinfeksi.

Siapa yang memulai coronavirus?
Berbagai teori konspirasi gila telah beredar bahwa virus entah bagaimana melarikan diri dari laboratorium China, baik secara kebetulan atau desain. Namun, ini jelas tidak benar dan para ilmuwan yang mempelajari kode genetiknya mengaitkannya dengan kelelawar. Mungkin kemudian melompat ke hewan lain, yang menularkannya ke manusia.

Jumlah penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia terus bertambah, dan tim pemburu virus melacaknya.

Di mana penyakitnya sekarang?
Setelah pertama kali dilaporkan di Tiongkok, penyakit ini sekarang ada di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, menyebar ke seluruh Eropa, Amerika, dan Asia.

Italia juga telah melihat sejumlah besar kasus, yang menyebabkan pihak berwenang menjatuhkan hukuman di bagian utara negara itu.

Penyakit ini juga telah menyebar ke Timur Tengah, dengan Iran yang sangat terpengaruh.

Haruskah saya membatalkan rencana perjalanan saya?
Bagaimanapun, beberapa negara telah menetapkan larangan bepergian, yang mencegah warga negara asing untuk masuk. Donald Trump mengumumkan larangan pengunjung ke AS dari Eropa dan Inggris, sementara banyak negara lain tidak akan mengizinkan masuk warga negara Inggris.
Indonesia menetapkan (saat ini 8) Negara yang warganya dilarang masuk ke Indonesia, antara lain Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss, dan Inggris.

Apakah virus ini seperti Sars dan Mers?
Ya - tetapi tidak ada yang dekat dengan mematikan.

Sars dan Mers juga merupakan coronavirus yang menyebabkan infeksi pernapasan parah. Mereka juga berasal dari kelelawar, Sars melompat ke manusia melalui kucing musang dan Mers datang melalui unta.

Sars, pertama kali dilaporkan di Tiongkok pada tahun 2002, menyebar ke 27 negara, menginfeksi sekitar 8.000 orang dan membunuh 700 orang. Ia menyebar dengan cepat pada awalnya tetapi kemudian mati.

Sebaliknya, Mers lebih ulet. Ini pertama kali muncul di Yordania pada 2012 dan sekitar 2.500 kasus telah diidentifikasi sejauh ini. Itu lebih mematikan daripada Sars dan telah mengklaim sekitar 850 nyawa total.

Seberapa serius penyakit ini?
Menurut data pada 44.000 kasus pertama yang dirilis oleh otoritas China, 80 persen kasus ringan.

Sekitar 14 persen dari kasus virus menyebabkan penyakit parah, termasuk pneumonia, dan sesak napas. Pada sekitar lima persen dari pasien itu sangat penting, menyebabkan kegagalan pernafasan, syok septik dan kegagalan beberapa organ.

Menurut WHO, tingkat kematian di Wuhan adalah dua hingga empat persen, sedangkan di seluruh Cina dan dunia sekitar 0,7 persen.

Tidak jelas mengapa angka kematian lebih tinggi di Wuhan, tetapi mungkin karena pelayanan kesehatan di sana telah dibanjiri oleh pasien. Pria lebih cenderung memiliki bentuk penyakit yang parah, seperti halnya orang-orang dengan kondisi mendasar seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

Bagaimana coronavirus ini dibandingkan dengan epidemi pernapasan sebelumnya?
Influenza Spanyol 1918 - atau virus H1N1 - tetap menjadi pandemi flu paling menghancurkan dalam sejarah modern. Penyakit ini menyebar ke seluruh dunia dan diperkirakan telah menyebabkan antara 50 dan 100 juta kematian.

Versi virus yang sama juga berada di belakang wabah flu babi 2009, yang diperkirakan telah menewaskan sebanyak 575.400 orang.

Wabah influenza besar lainnya termasuk flu Asia pada tahun 1957, yang menyebabkan sekitar dua juta kematian, dan flu Hong Kong, yang menewaskan satu juta orang 11 tahun kemudian.

Tetapi wabah coronavirus sejauh ini jauh lebih kecil. Sars akhirnya menyebar ke 27 negara secara total, menginfeksi sekitar 8.000 orang dan membunuh 700.

Apakah ada yang harus saya lakukan untuk mempersiapkan?
Ya - ada banyak tindakan pencegahan dasar yang dapat Anda ambil untuk melindungi diri dari penangkapan virus pernapasan jenis ini. Pelajari tentang gejala, perawatan dan tindakan pencegahan yang dapat Anda ambil terhadap virus corona baru. Lindungi diri Anda dan keluarga Anda dengan mempelajari lebih lanjut tentang Keamanan Kesehatan Global.

Bagaimana Orang Kristen Menghadapi Coronavirus?

Secara umum gereja menghentikan layanan pertemuan fisik dan mengalihkan ke layanan online. Itu untuk gereja perkotaan, bagaimana dengan gereja yang masih gagap teknologi?

Terlepas dari kepercayaan kita, satu pengalaman yang umum bagi semua umat manusia adalah bahwa kita mati. Dalam hal itu kita berbagi kekerabatan. Tetapi orang-orang Kristen dapat, melalui tindakan dan iman mereka, mengajukan protes mereka terhadap musuh besar ini, bukan sebagai goncangan kepalan tangan terhadap angin, tetapi sebagai kesaksian akan harapan yang lebih besar akan kekalahan kematian yang akhirnya terjadi. Hal yang harus kita selalu perjuangkan untuk membedakan adalah bentuk yang tepat dari kesaksian itu.

Seorang bibi beberapa hari menderita H.I.V. Bagi seorang anak kecil, informasinya kabur dan bercampur dalam pikiran yang sedang berkembang. Bagaimana jika dia memiliki luka di bibirnya dan berdarah ke kentang goreng dan aku tidak akan tahu? Mungkinkah itu disebarkan melalui air liur? Tapi saya lebih mencintai bibiku daripada takut penyakitnya. Jadi kami makan kentang goreng bersama dan aku menelan rasa takutku. Persekutuan tergesa-gesa itu adalah kenangan abadi akan dirinya.

Selama epidemi AIDS, banyak gereja menunjukkan solidaritas mereka dengan berbagi roti dan anggur dengan orang yang terinfeksi untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan. Hari ini, mungkin kita menunjukkan solidaritas kita dengan tidak berbagi.

Injil Yohanes menceritakan kata-kata Yesus kepada murid-muridnya di ruang atas sebelum kematiannya. Selama khotbah terakhir ini, dia memberi tahu mereka bahwa lebih baik dia pergi sehingga penghibur (Roh Kudus) akan datang. Intinya adalah bahwa kehilangan kehadiran fisiknya melalui kematian, kebangkitan dan kenaikannya akan mengarah pada persekutuan yang lebih dalam dengan Tuhan. Mungkin saja, anehnya, ketidakhadiran gereja akan menjadi kesaksian besar akan kehadiran Allah dalam pemeliharaan kita bagi sesama kita.

Dengan rancangan Tuhan sesuai dengan Firman Tuhan, gereja tumbuh subur dalam berkumpul bersama berhadapan satu sama lain seperti kita saling mencintai, saling memperhatikan, dan mendorong satu sama lain dengan melakukan hal-hal seperti menyanyikan mazmur, nyanyian pujian, dan lagu rohani satu sama lain. Meskipun kita bersyukur atas teknologi yang memungkinkan kita melakukan banyak hal ini secara online, gambar Alkitab tentang gereja memprioritaskan kebersamaan secara pribadi. Inilah sebabnya mengapa orang Kristen di seluruh dunia berkumpul bersama setiap hari Minggu dengan risiko hidup mereka. Jika mereka tertangkap, mereka akan dianiaya, berpotensi dipenjara, dan bahkan mungkin dibunuh. Tetapi itu sangat berharga bagi mereka karena inilah artinya menjadi gereja. Saudara-saudari seiman ini memiliki banyak hal untuk diajarkan kepada kita tentang nilai kebersamaan secara fisik sebagai keluarga gereja.

Pada saat yang sama, alasan di atas mengenai mengapa kita biasanya berkumpul secara pribadi adalah alasan yang sama mengapa kita memilih untuk tidak berkumpul secara langsung saat ini. Karena Alkitab memanggil kita untuk saling memperhatikan dan mengasihi satu sama lain (dan semua tetangga kita) seperti diri kita sendiri, kita percaya bahwa cara terbaik yang dapat kita lakukan untuk menghadapi situasi coronavirus (COVID-19) saat ini adalah dengan tidak berkumpul secara langsung . Jika kita berkumpul bersama pada hari Minggu yang normal dengan lebih dari ribuan orang, kemungkinannya sangat tinggi sehingga pembawa virus yang berbeda dan berbeda yang tidak mengetahui ini akan memaparkan banyak orang terhadapnya. Orang-orang yang terpapar kemudian akan menyebar dari gedung ke dan di luar kota, meningkatkan kemungkinan orang tidak hanya di gedung, tetapi di dalam dan di luar kota, terkena virus ini. Semua ini akan berbahaya bagi anggota gereja dan tamu serta orang-orang jauh di luar gereja kita, banyak di antaranya lebih berisiko secara fisik karena usia atau kondisi medis. Karena alasan ini, kita percaya cara terbaik kita dapat mencintai tetangga kita seperti diri kita sendiri dalam waktu yang unik ini adalah dengan berpartisipasi dalam strategi penahanan yang didukung publik, termasuk menjauhkan sosial (didefinisikan oleh CDC sebagai “tetap berada di luar pengaturan berkumpul dan menghindari pertemuan massal” ). Lebih jauh lagi, mengingat ribuan orang yang bertemu pada waktu yang berbeda di gedung sepanjang minggu, kami percaya cara paling bijaksana untuk mencintai mereka semua adalah dengan membatasi paparan mereka terhadap virus ini dengan menutup bangunan.

Namun ini tidak berarti bahwa kita menutup kegiatan gereja. Justru sebaliknya itu benar. Ini adalah waktu bagi kita untuk menjadi gereja yang belum pernah ada sebelumnya!

BAGAIMANA KITA MENDORONG ALLAH MELALUI KELOMPOK, KEMENTERIAN KEPADA KELUARGA DAN ANAK, DAN KEMENTERIAN LAIN SELAMA WAKTU INI?
Kami mendorong kelompok-kelompok di gereja untuk mempertimbangkan cara-cara alternatif untuk tetap secara alkitabiah dan sedekat mungkin satu sama lain selama waktu ini.

BAGAIMANA KITA MENYEBARKAN CINTA ALLAH DI SELURUH KOTA KAMI SELAMA WAKTU INI?
Di tengah pandemi global, kita ingin menjadi gambaran yang jelas tentang kasih Tuhan di seluruh kota. Salah satu cara kita dapat menunjukkan kasih Allah adalah dengan berpartisipasi dalam strategi pengendalian yang didukung publik, termasuk menjauhkan sosial. Itulah sebabnya kami tidak berkumpul secara pribadi - karena ini adalah salah satu cara terbaik untuk mencintai orang lain saat ini. Pada saat yang sama, kami tidak ingin mengisolasi orang-orang yang membutuhkan di sekitar kami. Sebagai sebuah gereja bersama dan sebagai individu Kristen, kami ingin merawat orang lain dengan cara apa pun yang kami bisa sesuai dengan semua pedoman dan rekomendasi kesehatan dan keselamatan yang dibuat oleh para pemimpin pemerintah dan profesional kesehatan.

Oleh karena itu, kami mengoordinasikan upaya di seluruh gereja untuk memberikan bantuan dan mengirimkan produk-produk sabun dan makanan kepada tetangga dan masyarakat yang membutuhkan. Kami memiliki jaringan hubungan dengan sekolah-sekolah dan gereja-gereja lain, dan mereka telah berbagi dengan kami tentang perlunya makanan untuk anak-anak mengingat mereka tidak bersekolah, dan untuk keluarga yang menghadapi berbagai tantangan di tempat kerja. Sebagai hasilnya, kami bekerja sama dengan pejabat setempat sesuai dengan pedoman CDC untuk mengemas dan mengirimkan produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat di seluruh kota kami.

Selain itu, kami juga mendorong anggota gereja untuk menjangkau secara individu kepada orang-orang di lingkungan Anda yang mungkin membutuhkan bantuan selama masa ini. Anda dapat mengunduh dan mencetak panduan yang tersedia secara online untuk terhubung secara terpisah dengan tetangga Anda untuk merawatnya. Ingatlah bahwa ketika Anda membagikan selebaran ini ke tetangga Anda, Anda secara pribadi memikul tanggung jawab untuk membantu mereka sebanyak yang Anda bisa.

Apakah artinya gereja kalah sama coronavirus?
Kita dapat menyangkal diri dengan berkata “tidak”. Tetapi, faktanya memang gereja kalah. Dengan segala apa yang dilakukan gereja: mengundang orang, berkumpul memuji menyanyi berdoa membagi dan mendengar firman … tidak menunjukkan hadirnya Tuhan … tidak ada kuasa ilahi yang nyata di sana. Bukankah ini menunjukkan apa yang kita “percayai” berbeda dengan “apa yang dapat kita wujudkan”?

Yang menjadi perjuangan kita adalah:
Bagaimana kita dengan klaim kebenaran kita bahwa kita adalah Anak Allah, gereja yang benar, gereja yang sejati, yang berarti MAHA KUASA, benar-benar menunjukkan Kuasa Allah mengatasi wabah seperti coronavirus ini? Kemana itu Healing Ministry? Kemana itu Miracle Ministry? Kemana itu Festival Kuasa Allah? Kemana gereja karismatik?
Mengapa tidak kedengaran Kuasa Allah dalam gereja mengalahkan coronavirus?

Luther menganggap epidemi itu sebagai pencobaan yang menguji dan membuktikan iman dan kasih kita: “iman kita agar kita dapat melihat dan mengalami bagaimana kita harus bertindak terhadap Allah; kasih kita bahwa kita dapat mengenali bagaimana kita harus bertindak terhadap sesama kita.” Melalui iman kepada Tuhan dan karena kasih kepada sesama, orang Kristen harus memikirkan terlebih dahulu bagaimana berkontribusi pada perawatan fisik dan spiritual mereka yang rentan, mandiri, sakit, atau sekarat. Baru pada saat itulah Luther mengizinkan orang Kristen untuk membuat keputusan pribadi tentang apakah akan melarikan diri. Dalam era tanpa perawatan kesehatan yang melembaga secara luas, Luther menulis bahwa orang-orang Kristen memiliki kewajiban ilahi untuk mengisi kesenjangan: "Kita harus memberikan perawatan di rumah sakit dan menjadi perawat bagi satu sama lain dalam ekstremitas apa pun atau berisiko kehilangan keselamatan dan rahmat Allah."

Dengan nyawa yang berisiko, Luther mendorong orang Kristen untuk menemukan penghiburan dalam janji-janji Allah. Iblis menggoda kita untuk “ngeri dan jijik di hadapan orang yang sakit.” Tetapi memukul “hantaman terhadap iblis adalah janji Tuhan yang luar biasa yang dengannya dia mendorong mereka yang melayani orang yang membutuhkan. Ia berkata dalam Mazmur 41, ‘Berbahagialah orang yang menganggap orang miskin. Tuhan akan membebaskannya di hari kesusahan '. " Karena itu, “siapa pun yang melayani orang sakit demi janji rahmat Allah… memiliki keyakinan besar bahwa ia pada gilirannya akan dirawat. Tuhan sendiri akan menjadi pelayan dan tabibnya juga. Dia benar-benar pelayan! Dokter yang luar biasa! ”

Apa artinya ini bagi kita dan COVID-19? Sikap kita terhadap COVID-19 harus ditandai oleh kebajikan Kristen dari kepedulian yang terukur (“kehati-hatian moderat” dalam istilah klasik): diukur, tidak panik tetapi mengindahkan peringatan yang menganjurkan Juruselamat kita, “Jangan cemas tentang hidupmu ... Jangan cemas tentang hidupmu ... jangan takut pada mereka yang membunuh tubuh tetapi tidak dapat membunuh jiwa” (Matius 6:25, 10:28); dan keprihatinan, mengenali kejahatan apa adanya dan tidak menghibur diri kita dengan kepalsuan. Alih-alih panik dan menimbun begitu banyak masker dan sanitizer, sehingga tidak ada cukup untuk petugas kesehatan, atau begitu banyak pasta dan kertas toilet yang orang lain tidak dapat menemukannya, kita seharusnya bertanya: Bagaimana kita sebagai gereja dan saya sebagai bantuan perorangan bagi mereka yang membutuhkan?

Mereka yang adalah peneliti atau profesional kesehatan harus berani dalam panggilan ilahi mereka untuk melakukan penelitian yang baik, untuk mencari kebenaran dan untuk merawat yang sakit. Banyak dari kita dalam perawatan kesehatan telah bersumpah: "Kesehatan pasien kami akan menjadi pertimbangan pertama kami." Sangat mudah untuk mengambil sumpah gagah berani di saat-saat tenang dan bahagia. Kesulitan tidak membatalkan sumpah-sumpah ini, tetapi lebih menekankan sifat suci mereka yang tak dapat diganggu gugat. Bagi orang Kristen, ada tugas khusus untuk memenuhinya, karena kita telah diberitahu, "biarkan ‘Ya’ Anda menjadi ‘Ya,’ dan ‘Tidak’ Anda, ‘Tidak’."

Bagi kita yang tidak memiliki pelatihan khusus untuk berpartisipasi di garis depan medis, kita dipanggil untuk memainkan peran kita secara bertanggung jawab dalam masyarakat. Dalam pekerjaan kita yang membantu menjaga ekonomi kita tetap berjalan. Dalam keluarga kita sebagai orang tua, anak-anak atau saudara kandung. Dalam cara kita berkomunikasi, mendengarkan dan menanggapi berita. Dalam cara kita merawat tetangga, kota, dan komunitas kita.

Yang terpenting, kita dipanggil untuk berdoa dan melakukan yang terbaik untuk mendukung jurnalisme, penelitian, dan perawatan medis yang baik. Bagi orang Kristen, kebenaran jelas penting. Setiap orang Kristen memiliki tanggung jawab untuk menemukan dan mengandalkan sumber-sumber informasi yang akurat, yang tidak ada hubungannya dengan orang-orang sensasional atau pengejek. Jangan membuat hoax. Jangan menyebarkan hoax.

Tapi "Tuhan tidak ingin kamu dipenuhi rasa takut". "Dia ingin kamu dipenuhi dengan iman."

2 Timotius 1: 7, yang berbunyi, "Karena Allah tidak memberi kita roh ketakutan, tetapi kekuatan dan kasih dan pikiran yang sehat".

"Takut" berarti memiliki "hati yang dipenuhi ketakutan dan kepanikan."
Kekuatan berarti "kemampuan untuk mengerahkan kekuatan spiritual yang diperlukan untuk perubahan."
Kasih berarti "kasih sayang terhadap Tuhan dan orang lain."
Memiliki pikiran yang sehat berarti membuat "keputusan yang masuk akal, cerdas, dan beralasan, diterima akal sehat."

Kita perlu berjalan dengan iman bahwa Tuhan tidak hanya dapat menyelamatkan kita tetapi juga membantu kita untuk membantu orang lain.

Kita perlu berdoa agar virus korona pergi, tetapi yang paling penting untuk kehadiran Tuhan. Bersama Tuhan kita lebih dari pemenang. Wahyu 6:2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.






Rabu, 26 Februari 2020

GHANDHI, "KAMI MENCINTAI YESUSMU, TETAPI TOLONG LINDUNGI KAMI DARI PARA PENGIKUTNYA”


 GHANDHI, "KAMI MENCINTAI YESUSMU, TETAPI TOLONG LINDUNGI KAMI DARI PARA PENGIKUTNYA”

Resep untuk "seluruh gereja membawa seluruh Injil ke seluruh dunia" setidaknya tiga atau empat decade mendahului penggunaan Konvensi Lausanne 1974. Itu adalah semboyan konferensi Dewan Misionaris Internasional 1938 yang diadakan di Tambaram, Madras, India. Merupakan ungkapan favorit missiologis dan presiden Seminari Princeton John A. Mackay yang memimpin IMC pada akhir 1940-an dan 1950-an. Ini adalah warisan bersama dari Gerakan Lausanne dan Dewan Gereja-Gereja Dunia, walaupun jika mereka kadang-kadang tampaknya memanfaatkannya secara berbeda.

Benar-benar penyimpangan dari Injil Kristus! Injil hari ini, memang, adalah pasangan yang sempurna dengan "Injil lain" yang dilengkapi dengan "Yesus yang lain", "roh yang lain" seperti yang ditakuti Paulus (2 Kor. 11: 4). Gereja lokal tidak pernah dapat dipisahkan dari gereja universal. Ketika kita berada di tengah-tengah orang-orang percaya dan para penyembah Kristus yang benar bangkit, maka ada gereja yang tidak terlihat dan dengan cara lain terlihat.

Walaupun ada "seluruh Injil," keseluruhan seperti itu tampaknya terdiri dari setidaknya tiga bagian yang berbeda, atau bahkan berbeda: Injil kerajaan, Injil Allah dan Injil Kristus. Sementara mereka tidak diragukan tumpang tindih, suatu kerugian memahami mereka sebagai hanya nama yang berbeda untuk hal yang sama, meskipun masing-masing berkontribusi pada keseluruhan kolektif. Kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang di semua bidang masyarakat, bukan hanya memberitakan "Injil sederhana".

Panggilan untuk pertobatan dan reformasi, yang merupakan inti dari pesan Injil, menggema dalam suara kenabian sepanjang sejarah seperti halnya juga dengan Perjanjian Lausanne tahun 1974! Panggilan untuk bertobat memotong lebih dalam daripada panggilan untuk perubahan liturgi atau estetika di gereja-gereja lokal atau denominasi. Sungguh, panggilan itu membawa ke salib ketika tempat itu bertemu Kristus dan satu sama lain. Tidak, kita tidak dipanggil untuk menjadi seperti "tukang pos." Kejadian 1 dan 2 dan Wahyu  21 dan 22, atau para Nabi atau Pemazmur mengingatkan kita tentang apa keseluruhan Injil itu, dan apa artinya bagi seluruh bumi! Memang, Raja datang untuk mengumpulkan buah dari kebun anggurnya: buah pertobatan dalam setiap aspek kehidupan dan bisnis kita sehari-hari (Yes. 7, Mat 21).

Ironisnya rasul Paulus memberitakan Injil di tengah-tengah sistem sosial Romawi yang korup yang mencakup perbudakan dan segala bentuk pelecehan. Namun kita tidak mendengar dia mengatakan apa pun kepada gereja tentang keterlibatannya dalam masalah sosial saat itu. Mengapa demikian? Pekerjaannya adalah memberitakan Injil. Kemudian membiarkan Injil mengubah masyarakat. Masalahnya adalah kita tidak bisa membuat orang yang tidak percaya menjadi berbeda dari mereka. Kita harus memberitakan Injil dan kemudian masyarakat berubah.

Sebenarnya, ini adalah pertanyaan buruk dalam jajak pendapat. Apa yang dimaksud dengan gerejaku? "Gereja-Ku" bukanlah jemaat lokal tetapi "Gereja-Ku" haruslah Gereja Kristus sedunia. Jadi, pertanyaannya adalah ya. Tetapi jika maksudnya jemaat lokal saya, maka itu juga merupakan pertanyaan yang buruk karena itu tidak mungkin. Satu sidang setempat tidak bisa melakukan pekerjaan yang baik untuk menginjili seluruh dunia. Upaya lemah dalam mempersonalisasi ini bisa gagal parah ketika berbicara tentang masalah yang jauh lebih besar daripada "aku" yang hebat dan kuat.

Orang-orang Kristen ketika berurusan dengan orang-orang Kristen sering bersemangat. Jangan percaya padaku! Anggap saja percaya pada "Bumi Tua" di antara orang-orang percaya yang percaya pada "Bumi Muda". Mereka akan mencabik-cabikmu dengan menuduhmu menghancurkan pusat Firman Tuhan. Kita sebagai orang percaya telah memberikan salah satu contoh terburuk kepada dunia yang bisa dibayangkan, seperti yang tercermin dari Ghandi.

Penulis berpikir untuk mengajukan beberapa pertanyaan besar. Penulis merenungkan beberapa kemungkinan jawaban yang baik. Tetapi penulis tidak memberi tahu apakah dengan berharap "seluruh Injil"  gereja atau kaum evangelikal atau misioner akan kembali ke ajaran Kristen alkitabiah dan tradisional? Ajaran tentang kasih, pengakuan iman, peran manusia di bumi, dan konsep dasar Kristen lainnya yang telah benar-benar hilang di Gereja modern  penganut The Holy Comfort Zone?

Jika "gereja" adalah "Gereja" lagi, dan dipersatukan sebagai Satu Mempelai seperti yang ditetapkan dalam Perjanjian Baru, kita dapat menawarkan kepada dunia pesan yang lebih kuat, lebih kohesif dengan jawaban nyata. Bukannya segudang pendapat dan keinginan, apalagi klaim kebenaran sendiri.
Kutipan Ghandhi, "Kami mencintai Yesusmu, tetapi tolong lindungi kami dari para pengikutnya." Yesus datang untuk menyelamatkan semua orang dari dosa dan kematian, menuju kehidupan kekal. Sebelum bertransformasi menuju perjalanan ke kehidupan kekal, yang kita sebut mati, maka ada banyak Tugas Kerajaan yang harus kita kerjakan. Apa yang kebanyakan orang Kristen lakukan hari ini adalah untuk mengutuk orang kembali ke neraka ... Ya untuk selamanya! Jika kita ingin pergi dari aspek kekristenan buatan manusia, tetapi kembali ke bible untuk memberi makan yang lapar, memberi pakaian yang telanjang, menegakkan kebenaran dan keadilan, mengusahakan dan memelihara bumi, dan melakukan semua yang dapat dilakukan untuk melihat bahwa Kristus PEDULI merawat bumi dan segala isinya termasuk mereka manusia yang menghuninya. Kemudian mereka akan mendengarkan Anda. Yang terpenting, jangan "lampirkan string, sungut, tombak kecil berbisa" pada hadiah Anda!

Ini menjadi perasaan kedekatan yang sangat kuat, ketika menyadari bahwa ini bukan pilihan. Dia tidak berkata, "Jika kamu merasa seperti itu, atau jika kamu merasa dipimpin untuk pergi dan memuridkan." Apa yang Dia berikan kepada kita adalah perintah pribadi dan bersama yang hanya memiliki satu jawaban, "Ya, Tuhan!"  Siap, aku laksanakan!

Bagian mana yang "bertentangan dengan agama lain di dunia?" Agama penuh dengan agenda dan perpecahan pribadi, kekerasan dan faksi dan perpecahan. Syiah dan Sunni, sistem kasta Hindu ... Kristen Agama dengan Aras dan denominasinya. Semua agama. Apa yang Tuhan inginkan dari manusia seperti tertulis dalam Bible, itu bertentangan dengan agama-agama lain di dunia, baik yang memiliki Injil, punya banyak agenda pribadi, dan khususnya di Amerika dengan pengaruh Amerika di seluruh dunia termasuk Indonesia, Injil telah menjadi usaha yang mengerikan. Bisnis yang memperdaya Tuhan, mengeksploitasi ciptaan Tuhan.

(dicuplik dari buku PELAYANAN HOLISTIK GEREJA, Karya Rev.Dr. Mahli Sembiring, MSi.,MhD)