Sabtu, 20 Juli 2013

SURAT EDARAN DIRJEN BIMAS KRISTEN KEMENTERIAN AGAMA RI NOMOR: DJ.III/BA.00/579/2013 Tanggal 11 Juni 2013 TENTANG KEIKUTSERTAAN DALAM OLIMPIADE ALKITAB INTERNASIONAL I 2013 (OAI-i) TAHUN 2013

SURAT EDARAN DIRJEN BIMAS KRISTEN KEMENTERIAN AGAMA RI
NOMOR: DJ.III/BA.00/579/2013 Tanggal 11 Juni 2013 TENTANG
KEIKUTSERTAAN DALAM OLIMPIADE ALKITAB INTERNASIONAL I 2013  (OAI-i) TAHUN 2013        

Kepada Yth.
  1. Pimpinan Gereja Kristen Aras Nasional
  2. Pimpinan Sinode Gereja / Gereja Induk Kristen
  3. Pimpinan Gereja-Gereja Lokal Tertentu
  4. Pimpinan Yayasan Kristen
  5. Pimpinan Perguruan Tinggi Agama Kristen
  6. Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pendidikan Keagamaan Kristen
  7. Pimpinan Lembaga / Organisasi Sosial Keagamaan Kristen



SURAT EDARAN
Nomor: DJ.III/BA.00/579/2013
TENTANG
KEIKUTSERTAAN DALAM OLIMPIADE ALKITAB INTERNASIONAL I
(OAI-I) TAHUN 2013

Berdasarkan sebagian tujuan pembangunan nasional di bidang agama yaitu umat beragama yang taat kepada ajaran agama dan cerdas dalam menghadapi kehidupan, dan untuk mencapainya addalah salah satunya dengan mendorong dan memotivasi setiap umat untuk rajin dan secara rutin membaca kitab suci Agama Kristen atau ALKITAB, untuk merealisasikan hal tersebut maka pada tahun anggaran 2013 Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI melalui Subdit Budaya Keagamaan Kristen memprogramkan kegiatan Olimpiade Alkitab Internasional yang kegiatan tersebut bertujuan untuk memlotivasi umat Kristen membaca ALKITAB. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan sebagaimana yang telah diprogramkan maka telah dibentuk Panitia Olimpiade Alkitab Internasional Tahun 2013. Berkenan dengan hal tersebut maka Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama menghimbau kepada seluruh pimpinan lebaga/organisasi keagamaan Kristen :


1        Untuk secara proaktif bersama-sama mengambil bagian dalam kegiatan besar tersebut, dengan memilih salah satu atau beberapa dari peran serta yang dapat diikuti sebagai berikut:

a.      Menunjuk dan mengutus perwakilan masing-masing sedikitnya 10 (sepuluh) orang untuk menjadi sukarelawan membantu pekerjaan Panitia Pelaksana mulai persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian Olimpiade Alkitab tersebut. Event dalam kegiatan Olimpiade Alkitab I meliputi: (1) Upacara Seremonial Pembukaan, Penganugerahan Penghargaan, Penutupan; (2) Lomba Alkitab ada 9 disiplin (lihat nomor c. di bawah); (3) Seminar Kebangunan Rohani; (4) Sidang Komite; (5) Promosi berupa: Eksibisi, Galeri Seni, Tempat Dagang; (6) Perkampungan Alkitab; (7) Perkemahan Alkitab.

b.      Menunjuk perwakilan masing-masing sedikitnya 1 (satu) orang untuk didudukkan dalam jabatan Komite Olimpiade Alkitab Nasional (National Bible Olympic Committee – NBOC Indonesia) dan atau Komite Olimpiade Alkitab Internasional  (International Bible Olympic Committtee – IBOC), dengan mengikuti semua kegiatan persiapan, pelaksanaan sidang komite, hingga pelantikan dan penugasan yang bersangkutan.

c.       Mengutus Tim Lomba Olimpiade Alkitab masing-masing untuk mengikuti setiap disiplin Lomba yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana. Disiplin yang dilombakan pada IBO-I adalah: (1) Kuis Alkitab, (2) Cerita Alkitab, (3) Drama Alkitab, (4) Nyanyi Alkitab, (5) Orasi Alkitab, (6) Menghafal Alkitab, (7) Menulis Kreatif Alkitab, (8) Lukisan Alkitab, (9) Multi Media Alkitab.

d.      Menugaskan Pimpinan Cabang / Perwakilan Gereja / Wakil Organisasi yang beroperasi dan melayani dan atau bertempat kedudukan di Luar Indonesia untuk mewakili negara masing-masing mengikuti kegiatan yang sesuai dalam OAI-I di Indonesia, baik sebagai sukarelawan yang membantu panitia, calon anggota komite, peserta lomba, peserta kegiatan lainnya.

e.      Mengutus Tim Ahli dalam Lomba yang diselenggarakan untuk diusulkan berperan sebagai Tim Lomba dan atau Tim Juri sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.

f.        Mensponsori kegiatan  OAI-I dengan membiayai peserta sebagaimana disebut  butir a sd e di atas dan atau menjadi sponsor dalam satu atau lebih kegiatan yang disediakan untuk itu (lihat nomor a di atas) dan atau menyumbangkan / mempersembahkan sejumlah dana yang secara khusus dikumpulkan dari umat/anggota masing-masing untuk tujuan OAI-I ini.

g.      Menginformasikan / mewartakan / mempublikasikan di lingkungan masing-masing tentang kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dalam IBO-I ini dengan mendorong setiap umat mengunjungi situs resmi IBO di http://www.internationalbibleolympics.org atau http://www.olimpiadealkitab.org

h.      Melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang/Pembimas Kristen, selanjutnya melaporkan hasil-hasil pelaksanaan himbauan ini.

  1. Menginformasikan bagi para penyumbang yang ingin mendapatkan manfaat perpajakan dari sumbangannya kepada kegiatan Olimpiade Alkitab ini, dengan cara sumbangan dikurangkan dari penghasilan bruto, dapat diberikan bukti berupa Sertifikat Sumbangan Keagamaan (SSK) dari Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI), sebagai lembaga yang dibentuk/disahkan Pemerintah mengelola sumbangan keagamaan Kristen di Indonesia. Informasi tentang LEMSAKTI dapat dilihat pada situs resmi di http://www.lemsakti.com

  1. Mensyukuri dan berperan serta dengan aktif untuk mensukseskan OAI-I ini, bukan hanya sebagai ajang yeng akan mengangkat citra bangsa kita Indonesia, tetapi juga menjadi kebanggaan umat Kristen seluruh dunia.

  1. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Ditjen Bimas Kristen up. Subdit Budaya Keagamaan Kristen atau Panitia Pelaksana OAI-I dengan alamat sebagai berikut:

SUBDIT BUDAYA KEAGAMAAN KRISTEN  DITJEN BIMAS KRISTEN KEMENTERIAN AGAMA RI
Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia Lantai XI
JL. M.H. Thamrin No. 6 Jakarta 10340  Indonesia
Telp : +6221- 3920739 ext. 496, +6221-3812583,
Mobile: +6221812 8220 7646, +62856917787751 (Sdri Ribka)


INTERNATIONAL BIBLE OLYMPIC I 2013 ORGANIZING COMMITTEE
IBO-I 2013 OC
PANITIA PELAKSANA OLIMPIADE ALKITAB INTERNASIONAL I 2013
Komp. Ruko Sentra Latumenten. Blok C5-6.
Jl Prof DR Latumenten. No 50. Jakarta Barat 11460. INDONESIA
Telp : +6221 567 3560/ Fax : +6221 567 3603.
Mobile : +6221812 832 7655 (Sdri Rianti)

Atas perhatian dan kerja sama saudara, kami ucapkan terima kasih.


Direktur Jenderal

                                                                                    Ttd & cap stempel


Dr. Saur Hasugian, MTh


Tembusan:

1        Menteri Agama Republik Indonesia (sebagai laporan)
2        Para Gubernur Provinsi seluruh Indonesia
3        Para Kepala Kanwil Kementerian Agama seluruh Indonesia
4        Bidang/Pembimas Kristen seluruh Indonesia
5        Bupati Kabupaten seluruh Indonesia
6        Walikota seluruh Indonesia
7        Lembaga Budaya Agama Kristen (LEBAK)
8        Panitia Olimpiade Alkitab Internasional I 2013
9        Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI)




DISALIN SESUAI DENGAN ASLINYA OLEH LEBAK/LEMSAKTI


Sabtu, 08 Juni 2013

KEGIATAN TERBARU LEMSAKTI

Dalam tiga bulan terakhir ini, LEMSAKTI disibukkan dengan pelayanan pembentukan lembaga-lembaga baru dan kegiatan lanjutan dari program-program yang telah dilaunching pada waktu-waktu sebelumnya.

Kegiatan yang melibatkan keseluruhan umat Kristen antara lain:

Pembinaan dan Pengembangan Budaya Keagamaan Kristen melalui LEBAK - Lembaga Budaya Agama Kristen.
Ada tiga kegiatan utama LEBAK:
1. Penyelenggaraan Pembinaan dan Pengembangan serta Pelaksanaan Perjalanan Rohani ke dalam dan ke luar Indonesia. Tahun 2013 dilayani Perjalanan Rohani ke Israel dan direncanakan untuk melaksanakan NATAL BERSAMA Desember 2013 di Betlehem.
2. Penyelenggaraan Pembinaan dan Pengembangan serta Pelaksanaan Kegiatan-Kegiatan Keagamaan Kristen LINTAS DENOMINASI dan LINTAS NEGARA seperti Olimpiade Alkitab Internasional.
3. Inventarisasi, Pemugarran dan Rehabilitasi serta Revitalisasi Tempat-Tempat Peninggalan Bersejarah Agama Kristen di seluruh Tanah Air maupun negara-negara yang memberikan Pengaruh Sejarah Penting bagi perkembangan Kekristenan di seluruh dunia.
Informasi lihat disitus http://www.budayakristen.com


Persiapan Olimpiade Alkitab Internasional I Tahun 2013. Informasi dapat dilihat pada situs berikut:
http://www.internationalbibleolympics.org  


Persiapan Olimpiade Alkitb Nasional dan Internasional. Agenda Olimpiade Alkitab yang direncanakan adalah sebagai berikut:

Nopember 2013 : Olimpiade Alkitab Internasional I

Juli 2014 : Olimpiade Alkitab Regional/Provinsi I di Indonesia

Juli 2015 : Olimpiade Alkitab Nasional I di Indonesia.

Negara-negara lain diharapkan juga melangsungkan olimpiade Alkitab serupa di negara masing-masing.

Informasi dapat dilihat pada situs berikut:

Kegiatan lain yang sedang dalam proses pematangan adalah:

1. Pembinaan Umat Kristen dalam lingkungan pelayanan PARA PENYULUH AGAMA.

2. Persiapan pelaksanaan SERTIFIKASI dan PERCEPATAN PROGRAM SARJANA / PASCA SARJANA bagi 5 JABATAN PELAYANAN GEREJAWI dan JABATAN PENDUKUNG.

3. Pengawasan dan Pembinaan Pelaku dan Organisasi Pelayanan Kristen agar mengikuti semua aturan perundangan sehingga menjadi contoh dan teladan yang benar-benar 'MENGGARAMI DAN MENYINARKAN TERANG' seperti diperintahkan oleh FIRMAN TUHAN. Hal-hal yang menjadi perhatian adalah:
(1). Pemberian Gelar Pascara Sarjana tingkat Master maupun Doktor dalam rumpun Pendidikan Agama maupun Keagamaan Kristen tanpa melalui prosedur yang benar sesuai aturan perundang-undangan.  
(2). Pelayanan yang menyalahgunakan ketentuan imigrasi.
(3). Pelayanan yang menyalahgunakan NAMA TUHAN tapi untuk kepentingan sendiri atau keluarga.
(4). Bisnis berkedok pelayanan untuk menggelapkan urusan perijinan maupun penyelundupan pajak.
(5). Semua kegiatan atas nama pelayanan ataupun gereja atau tuhan yang merugikan UMAT KRISTEN baik secara perorangan maupun kelompok.


Bagi Anda yang ingin ikut berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan Olimpiade Alkitab Internasional tersebut dapat mendaftarkan diri melalui situs masing-masing.

MARI KITA SAMA-SAMA BERINVESTASI DALAM WADAH BARU YANG DIKEMBANGKAN OLEH LEMSAKTI: WIRAUSAHA SOSIAL ROHANI.

Kamis, 25 April 2013

GEREJA KORUP


Gereja Korup = Gereja Rusak
Salah satu hal yang kita harus kembangkan jika kita ingin menjadi misionaris kepada orang-orang di sekitar kita adalah kemampuan untuk mundur dari budaya kita dan amati dengan hati-hati dan serius. Kita melakukan ini sehingga kita dapat menghubungkan Injil Yesus - KerajaanNya tersedia - masuk dengan budaya kita hidup.  Kita juga melakukannya sehingga kita dapat berhati-hati untuk tidak membiarkan potongan beracun dari budaya kita berusaha untuk menebus menyindir diri menjadi pandangan kita. Itulah mengapa kita diberitahu "berada di dunia, tetapi bukan dari dunia." Menjadi pengamat dan exegeters budaya mengajarkan kita bagaimana untuk "bukan dari dunia."
Biarkan saya menawarkan sebuah contoh yang, mungkin, akan aduk panci.
Jika Anda membaca Kode Budaya, oleh Ciotaire Rapaille (dan jika Anda serius tentang mencapai budaya Amerika, dan tentu Indonesia, Anda perlu membacanya), ia berbicara tentang budaya Amerika Serikat. Dia mengatakan banyak hal, tapi satu hal ia menyebutkan adalah bahwa bagian dari "kode, konstitusi" Amerika adalah budaya kelimpahan. Kita tidak hanya membeli apa yang kita butuhkan, kita membeli jauh di atas dan di luar itu. Bahkan, jika Anda mendapatkan masuk ke dalam sejarah negeri ini, Anda melihat bahwa ini benar-benar ditenun menjadi kain dari Amerika sejak awal. Ini benar-benar menarik.
Jadi dalam budaya ini kita menemukan diri kita dalam, kelimpahan baik.
Tetapi lebih jauh dari itu. Kita menganggap kualitas tertentu dan kebajikan dengan kelimpahan - "sukses" atau "nilai" atau "Berarti". Dalam budaya Amerika, rumus sederhana adalah: Semakin banyak uang / barang / teman / rumah anda = artinya Anda lebih sukses / berharga / bermakna. Ini adalah rumus sederhana dan kita mungkin melihat di sekitar kita. Orang mendasarkan identitas pribadi mereka dan nilai pada tingkat kelimpahan materi dalam hidup mereka. Kita tahu ini merusak. Yang harus kita lakukan adalah melihat sistem keuangan kita saat ini dan melihat bagaimana ini tidak stabil. Namun itu semua ada di sekitar kita.
Yang menarik adalah bagaimana bermain keluar dengan cara yang lebih halus, menyindir dan mengucilkan dirinya sendiri menjadi bagian dari banyak dunia yang dihuni oleh orang Kristen. Kenyataan yang menyedihkan adalah bahwa gereja-gereja dan pendeta-pendeta juga hidup dengan rumus sederhana yang sama: Semakin banyak materi yang Anda telah miliki = berarti Anda lebih sukses / berharga / bermakna. Dengan kata lain, semakin banyak orang pergi ke gereja Anda, semakin baik Anda sebagai seorang pendeta. Semakin banyak orang yang muncul pada hari Minggu pagi, semakin sukses Anda. Semakin banyak cabang atau satelit gereja Anda, berarti Anda semakin sukses. Kita bahkan akan membalas Anda dengan tunjangan khusus untuk menegaskan Anda istimewa: Rangkaian konferensi atau KKR. Jika gereja Anda tetap mendapatkan cukup besar anggota dan perpuluhan atau uang, kita akan tetap mempertahankan Anda di panggung dengan sorotan lampu khusus mengarah kepada Anda di depan ribuan jemaat dan ribuan rekan-rekan Anda, yang bersandar ke depan dengan napas berumpan, menunggu untuk mendengar apa yang Anda katakan.
Semakin banyak orang di gereja Anda = berarti Anda lebih sukses dan berpengaruh. Atau lebih sederhana rumusnya adalah, "Besar = benar."
Berikut yang menjadi pertanyaan: Siapa bilang begitu?
Siapa di dunia yang mengatakan bahwa formula besar = benar yang tepat? Dimana dalam Kitab Suci dapat saya temukan tertulis bahwa orang-orang dengan gereja terbesar adalah yang paling berhasil di mata Yesus dan Kerajaan-Nya? Sekarang aku tidak mengatakan bahwa gereja-gereja besar tidak bisa sukses di mata Kerajaan, aku hanya mengatakan itu tidak diberikan secara tertulis di Bibel. Saya mengatakan bahwa hanya karena Anda memiliki banyak orang yang datang ke gereja Anda tidak berarti Anda benar-benar berkhotbah dan hidup sesuai dengan Injil Yesus. Formula ini telah kita terima dalam budaya gereja kita adalah hasil adopsi dari budaya yang lebih luas, bukan budaya kehidupan Kerajaan dan Injil Yesus Kristus. Hal ini telah merusak dirinya orang Kristen yang menjadi pemikiran kita dan kita harus melihat bagaimana budaya beracun itu membuat semua pemimpin Kristen dan Gereja korup. Bahkan, Anda akan memiliki waktu sulit meyakinkan saya bahwa strategi musuh kita adalah untuk tidak membiarkan suatu %  tertentu gereja tumbuh untuk memperkuat cara beracun ini dan menyesatkan pemikiran. Ini mendorong kita menjauh dari kesuksesan Kerajaan Kebenaran, sehingga tidak benar-benar kehilangan “sukses tersebut”, bukan?
DengarBenar-benar apa yang saya katakan. Ini bukan berarti bahwa gereja-gereja yang besar korup. Saya tidak mengatakan kita tidak harus ingin gereja-gereja kita untuk tumbuh dan melihat semakin banyak orang datang memiliki iman dan dimuridkan. Banyak orang melayani salah satu gereja terbesar di berbagai belahan dunia. Tapiseharusnya tidak mengevaluasi keberhasilan gereja kita pada ukuran atau % pertumbuhan kehadiran pengunjung di gereja kita.
Ini tentang kualitas, bukan kuantitas. Jika Anda harus memilih antara anggota gereja hanya 50 orang yang semuanya murid Yesus dan warga Kerajaan atau 5.000 orang yang pergi ke gereja Anda pada hari Minggu tetapi hanya beberapa orang adalah murid yang sebenarnya ... Yang mana yang  akan pilih setiap kali?. SETIAP WAKTU mestinya Anda memilih yang lebih sedikit karena itu adalah apa yang bagi Yesus yang paling berharga, dan itulah yang seharusnya kita nilai paling sukses. Apakah Anda Yakin Pendeta atau Gereja “Besar” setuju dengan pendapat ini? Itulah mengapa banyak Pendeta, Pemimpin dan Gereja jadi KORUP. Korup artinya mengurangi ukuran “sukses” yang ditetapkan oleh Yesus melalui Bible, dan membangun ukuran sukses menurut dirinya sendiri yang mengikuti selera dunia ini. Korup artinya mengikuti dunia. Korup artinya memiliki banyak alasan untuk tidak melaksanakan seperti yang Yesus perintahkan.
Berapa banyak gereja pada akhir tahun bertanya pada diri sendiri, "Apakah kita tumbuh tahun ini?" Dan menggunakan jawaban untuk pertanyaan ini sebagai barometer keberhasilan atau kegagalan? Ya, tentu saja kita ingin gereja-gereja kita untuk tumbuh dan melihat banyak orang datang beriman kepada Yesus Kristus dan menggunakan Bibel sebagai sumber pegangan hidupnya. Tapi itu di tangan Tuhan, bukan milik kita sendiri. Hidup di dalam Kerajaan Allah mengatakan bahwa sukses adalah kesetiaan. Sukses adalah ketaatan. Sukses adalah melakukan apa yang Tuhan telah meminta Anda untuk melakukannya dan setia kepadanya dengan cara melakukannya, membiarkannya mengontrol hidup dan hasil yang Anda capai. Daniel dalam Perjanjian Lama menolak untuk makan makanan dari budaya dunianya karena takut terkontaminasi. Teman-teman saya, gereja-gereja kita dan pikiran kita terkontaminasi. "Dunia" telah merayap merasuk ke dalam pikiran dan hati kita dan menyesatkan cara kita melihat hal-hal dan mengikutinya.
Nilai pelayanan Anda tidak dievaluasi seberapa besar “hasil” itu dan seberapa cepat tumbuh, seolah-olah kita pemegang saham mengevaluasi pertumbuhan saham yang kita pegang. Pelayanan Anda berhasil jika, dan hanya jika, Anda dan komunitas Anda taat kepada apa yang Allah telah meminta Anda untuk melakukannya. Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan ini: Apakah kita setia? Apakah Anda taat?
Ada suatu waktu dalam pelayanan Yesus ketika ia memiliki lebih dari 20.000 orang datang untuk mendengar Dia berbicara, tergantung pada setiap suku kata yang akan Dia ucapkan, bertanya-tanya apa yang Ia katakan atau lakukan selanjutnya. Orang yang sama kehilangan semua miliknya, termasuk keluarga dan teman terdekatnya meninggalkan mereka karena mereka ini mengikuti Yesus. Kita melihat jenis orang yang sama dalam perjalanan Rasul Paulus, yang meninggalkan segala milinya dan mengalami aniaya yang senantiasa mengancam nyawanya. Namun di mata Kerajaan, keduanya pengikuti Yesua adalah orang yang  "sukses" karena mereka patuh.
Dengan doa perjanjian John Wesley kiranya menjadi doa membimbing dalam perjalanan kita.
Saya tidak lagi saya sendiri, tetapi Engkau.
Masukan saya untuk apa yang engkau inginkan, peringkat saya dengan siapa engkau akan berada.
Menempatkan saya pada apa yang saya lakukan, menempatkan saya pada penderitaan.
Mari pekerjakan saya bagimu atau dikesampingkan untuk engkau,
ditinggikan bagimu atau dibawa rendah bagimu.
Biar saya akan penuh, biarkan aku menjadi kosong.
Biarkan aku memiliki segala sesuatu, biarkan aku tidak punya apa-apa.
Saya bebas dan sungguh-sungguh menghasilkan segala sesuatu untuk kesenangan-Mu dan biar dalam pembuangan.
Dan sekarang, ya yang mulia dan kupuji Allah, Bapa, Anak dan Roh Kudus, kupuji engkau, dan aku milikmu. Jadi baik itu. Dan perjanjian yang telah Engkau jadikan aku di bumi, biarlah diratifikasi di surga.

Kamis, 11 April 2013

PERAN ORANG KRISTEN DI DUNIA INI


Peran orang Kristen di Dunia

Tidak ada yang akan menyangkal bahwa kondisi global memanggil kita untuk tugas yang mendalam, dengan kata lain melakukan perubahan secara revolusioner. Bahkan politisi konservatif sekarang memakai slogan-slogan seperti 'revolusi hijau', ' revolusi pendidikan', 'revolusi energi'. Retorika tersebut terdengar seolah-olah transformasi yang kita butuhkan sudah dimulai. Yang pasti, orang hidup dalam suasana gerakan perubahan konstan sebagai akibat  sering mengalami perubahan dalam bidang teknologi dan bahkan bentuk-bentuk sosial.

Namun, untuk berpikir dan menganggap bahwa kita bergerak dan berubah adalah ilusi karena fundamental di mana dunia bekerja tidak berubah sama sekali.

Dengan latar belakang ini, tulisan ini menyatakan bahwa hanya orang Kristen yang dapat dan mampu menjadi revolusioner sejati asalkan mereka mengambil posisi menjadi korban Kejatuhan manusia akibat dosa dan warga Kerajaan Allah secara serius.

Saat ini, kondisi manusia yang kita hadapi secara global lebih buruk dari sebelumnya. Semakin jauh kita pergi sepanjang jalan sejarah, semakin kita menyadari bahwa, sementara kita mungkin telah mendapatkan ukuran kontrol dari dunia dalam arti rasional, kita tidak dapat mengontrol konsekuensi dari tindakan kita. Bahkan, semua upaya manusia untuk memecahkan masalah dunia hanya meningkatkan kesulitan, selalu muncul persoalan dan permasalahan yang baru.

Menghadapi kebuntuan ini kita tergoda untuk mengintensifkan upaya kita, tapi keraguan tetap muncul: hasilnya adalah di luar kendali kita manusia. Demikian pula, kita tidak dapat membandingkan zaman kita dengan masa-masa sebelumnya. Siapa yang berani mengatakan tidak ada perubahan bahwa di abad ketiga belas Eropa mengalami “kengerian” ketika satu dari setiap tiga orang meninggal karena wabah, orang-orang tidak terganggu oleh kecemasan dan firasat apokaliptik seperti kita? Hal ini membawa kita ke titik utama. Bagi orang Kristen, hidup tidak semata-mata berdasarkan sejarah tapi apokaliptik, artinya memandang ke masa yang akan datang – pewahyuan dan nubuatan. Mari lihat penjelasan berikut tentang apa artinya.

Hanya orang Kristen menyadari dua kebenaran wahyu: kita hidup di dunia yang jatuh dan suatu hari Tuhan akan mengatur hal-hal hak kita karena kematian dan kebangkitan Yesus. Hanya orang Kristen dapat memegang visi seperti itu, mengetahui bahwa pada hari itu "segala sesuatu" akan berhadapan dengan penghakiman dan anugerah. Dengan kata lain, kehidupan Kristen bahkan sekarang seolah-olah setiap hari adalah "hari terakhirnya" meskipun, secara historis, ini bukan akhir dari dunia. Yang penting bukanlah "akhir dunia" tapi hidup, yang pada gilirannya membenarkan keinginan kita sezaman untuk sebuah revolusi sejati (meskipun tidak bisa dicapai dengan cara manusia).

Pada titik ini, peran orang Kristen adalah sangat menentukan dan benar-benar harus secara revolusioner. Di bawah bimbingan dan kuasa Allah, orang Kristen berbagi dalam melestarikan dunia. Sebagai "garam dan terang", orang Kristen terkait melalui kehidupan Roh, yang memberi tanpa habis-habisnya kekuatan revolusioner kepada harapan bekerja di tengah-tengah dunia.

Kristen diperintahkan untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini, untuk kesesuaian dengan sejarah mengarah pada bencana pada waktu kita untuk kematian jutaan orang, mungkin menghilangkan umat manusia.

Ketika berusaha mengatakan peran orang Kristen yang revolusioner, ini tidak berarti bahwa kita harus mengatasi masalah perubahan iklim atau menemukan cara menghapuskan bom. Sebaliknya, bahwa kita tidak pernah boleh melupakan karakter revolusioner dari iman Kristen.

Posisi revolusioner kita tidak tergantung pada diri kita sendiri, tetapi pada Roh Kudus. Setelah semua, kita tidak menjadi orang Kristen karena alasan yang dipilih oleh diri kita sendiri. Kristus memilih kita supaya kita menjadi "garam dan terang" untuk kebaikan dunia. Selama Kristus bertindak dalam Gereja, kita adalah kaum revolusioner dengan definisi melakukan perubahan mendasar dan fundamental terhadap tatanan kehidupan manusia yang mulai dari dalam diri manusia itu sendiri, membentuk karakter Kristus.

Posisi ini memiliki implikasi serius.
Pertama, kita harus tetap dalam keadaan terus-menerus melakukan revolusi terhadap dunia. Kecuali kita mampu melakukan fermentasi perubahan melalui Injil, dunia akan terus saja bunuh diri, menghancurkan dirinya sendiri dengan segala programnya, karena dunia itu tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
Kedua, kita tidak mengubah mekanisme seperti pemerintah atau ekonomi, tetapi menantang dasar peradaban itu sendiri, membentuk budaya baru “budaya Kristen” yang dilandasi oleh Kasih kepada Tuhan dan sesama.

Ini menggambarkan kondisi berikut:
Saat ini, para ahli militer di Dunia ini memperdebatkan pembom tempur nuklir apa yang harus kita beli atau bangun. Dalam diskusi ini kebutuhan pembom tempur nuklir diambil sebagai "fakta", yang merupakan hasil pembentukan budaya militer, politisi dan sebagian besar masyarakat, dan mereka penduduk dunia ini memberi hormat terhadap gagasan dan keputusan seperti itu. Mereka para pemimpin dunia ini telah dibutakan oleh "penguasa dunia ini", mereka tidak menyadari bahwa mereka tunduk kepada berhala, yang akan menghancurkan diri mereka dan keluarga mereka sendiri.

Hanya orang Kristen bisa melihat jenis-jenis penipuan iblis melalui kebijakan perang seperti ini. Hanya orang Kristen dapat mengajukan pertanyaan lebih radikal apakah peradaban alternatif adalah mungkin dapat dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang bukan pada sanksi kekerasan oleh negara.
Hanya sebuah gereja yang bergerak dalam kuasa Roh Kudus  yang dapat dan mampu mengambil suatu sikap kenabian dan memperingatkan dunia bahwa jalan yang sekarang mengarah ke bunuh diri dan penghancuran diri sendiri.
Hanya gereja yang bekerja dalam kuasa Roh Kudus tersebut juga yang akan siap untuk hidup dengan konsekuensi menantang sebuah keputusan Caesar yang selalu mengedepankan kekerasan.

Kristen sama-sama menyadari bahwa tidak ada usaha manusia yang akan berhasil mengantarkan dalam Kerajaan Allah. Sementara mereka sudah memiliki dan menjadi milik Kerajaan ini, mereka juga warga negara, anggota keluarga, mereka harus mendapatkan uang seperti orang lain dengan siapa mereka tinggal dan berbagi kondisi mereka. Mereka tahu bahwa mereka tidak boleh mengabaikan tugas mereka dan terlibat dalam kehidupan masyarakat seperti orang lain.

Semua ini mereka lakukan "di dunia", tetapi mereka tidak bisa menjadi milik dunia, karena mereka mengikuti "Guru" yang lain yang menugaskan mereka menjadi Duta Kerajaan. Di bawah arahanNya, mereka dapat dikirim keluar sebagai Pemberita Injil. Atau mereka dapat dikirim mengintai kondisi dunia dan kemudian mempersiapkan jalan di tempat-tempat tertentu untuk kedatangan Kerajaan dengan kekuatan melalui perantaraan proklamasi dan tindakan mereka.

Selain itu, orang Kristen juga tahu bahwa dunia dan Kerajaan tidak pernah bisa bersamaan, karena dunia dan Kerajaan saling bermusuhan. Oleh karena itu, orang Kristen tidak bisa memilih dan meninggalkan satu atau yang lain. Sebaliknya, mereka harus menderita ketegangan diantara dualisme ini, orang Kristen dipanggil untuk menjadi "garam dan terang" di persimpangan dari dua kenyataan alam: sorga dan dunia.

Karena dunia berada di bawah penghakiman, mereka harus, demi dunia, terjun sendiri ke dalam realitas konkret dari bidang sosial, politik dan ekonomi sementara masih menjalani kehidupan di dunia ini. Ini bukan dalam rangka untuk mengurangi pertentangan antara dunia dan Kerajaan, atau untuk mendatangkan Kerajaan Allah, tapi dengan begitu mengubah kondisi dunia bahwa dunia dapat mendengar Injil. Tugas panggilan ini untuk pelestarian perintah yang terbuka untuk klaim Allah, untuk hormat dan kemuliaan bagi Sang Raja Segala Raja.

Namun, karena dunia selalu cenderung ke arah gangguan, tugas ini melibatkan orang Kristen dalam revolusi permanen. Tidak peduli berapa banyak mereka capai dalam mereformasi dunia, orang Kristen tidak pernah bisa beristirahat, karena tuntutan Allah adalah sebagai tak terbatas sebagai bukti kasih sayang-Nya, belas kasih dan pengampunan, supaya dunia ini jangan hilang tetapi diselamatkan.

Minggu, 24 Maret 2013

ANDA SUDAH MENDAPATKANNYA


ANDA SUDAH MENDAPATKANNYA

Pada suatu saat, apakah diingat dengan jelas atau tidak, Anda sebagai seorang Kristen pernah memiliki pertemuan ajaib dengan Tuhan yang mengubah hidup Anda selamanya. Seketika, Anda sudah menerima "pengetahuan wahyu" yang berlanjut  hingga Anda masih mencoba untuk memahami dan berkomunikasi tentang itu hingga saat ini. Pengetahuan seperti ini tidak datang melalui saluran normal studi dan pendidikan, melainkan dari Roh Allah secara supranatural disampaikan kepada Anda.

Ketika Anda datang dan bertemu dari hati ke hati dengan Tuhan, Anda hanya tahu hal-hal tentang Dia secara intuitif. Intuisi itulah cara komunikasi yang dipakai Tuhan melalui roh Anda. Salah satu wahyu telah menjadi andalan untuk apa yang Tuhan telah anugerahkan dalam hidup Anda, dan itu salah satu kebenaran yang paling penting dan mendasar dari Injil. Kalau Anda belum menyadarinya, itulah yang perlu Anda cari tahu.

Pengetahuan seperti itu menegaskan bahwa Tuhan telah melakukan bagian-Nya. Ketika Yesus berseru "Sudah selesai" (Yohanes 19:30), Dia menegaskan arti hanya itu, sudah selesai. KaryaNya di bumi sudah dilakukan. Penebusan adalah sudah lengkap. Dia menyediakan segala sesuatu yang kita bisa merasa perlu. Anda tidak menunggu-Nya untuk memberi, Dia menunggu kita untuk menerima atau mengambilnya.

Kitab Efesus ditulis dari perspektif segalanya sudah menjadi milik kita di dalam Kristus. Ini dimulai di Efesus 1:3 dengan mengatakan,
"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah memberkati kita dengan segala berkat rohani di dalam sorga dalam Kristus".

Setiap berkat yang bisa Anda butuhkan atau inginkan dari Tuhan bukanlah sesuatu untuk diperjuangkan, tetapi sesuatu yang sudah Anda miliki. Tuhan membuat ketentuan bahwa sudah tersedia untuk Anda sebelum Anda memiliki kebutuhan. Ini hanya masalah sederhana: menerima apa yang telah disediakan. Ini menuntut pengetahuan atau pemahaman dan iman atau keyakinan dari Anda.

Manfaat memahami dan menjadi yakin ini sangat besar. Ini membunuh legalisme dan mentalitas kinerja, yang berarti mengambil beban besar dari Anda. Bagaimana bisa Anda meragukan bahwa Allah akan memberikan sesuatu kepada Anda, jika Dia sudah memberikan sesuatu itu kepada Anda?

Seorang hamba Tuhan bernama Andrew Wommack bersama istrinya Jamie, ketika pertama kali menggembalakan gereja kecil di Seagoville, Texas, pada tahun 1973, mereka sangat miskin bahkan tidak memiliki Alkitab lengkap. Andrew telah mengambil wajib militer ke Vietnam dan hasilnya adalah semua miliknya, dan seluruh buku yang pernah dia miliki hilang. Dia memutuskan beriman untuk memiliki Alkitab baru. Iman seperti itu bukanlah pilihanan, itu adalah suatu keharusan. Dia harus mulai melihat hasilnya di suatu tempat dan itu di sini. Dia akan mendapatkan sebuah Alkitab baru atau mati-matian berusaha. Jika dia tidak bisa mengimani Tuhan menyediakan uang sebesar $ 20 untuk mendapatkan sebuah Alkitab, bagaimana dia bisa mengimani-Nya untuk melayani orang-orang tentang hal-hal yang kekal?

Iblis tahu betapa pentingnya Alkitab ini bagi mereka, dan iblis berperang melemahkan mereka. Mereka butuh berbulan-bulan untuk mendapatkan cukup uang ekstra untuk membeli Alkitab yang menjadi "gigi dan kuku" bagi kehidupan mereka. Selama waktu itu, setiap sepuluh menit berlalu mereka harus berurusan dengan beberapa pemikiran dari ketidakberimanan. Iblis mengatakan kepada mereka, "Kamu tidak akan pernah mendapatkannya. Hamba Tuhan apaan kamu! Kamu bahkan tidak memiliki Alkitab secara keseluruhan! Bagaimana bisa kamu berdoa bagi orang untuk diselamatkan atau disembuhkan, bila kamu tidak bisa berdoa dan mendapatkan Alkitab baru?" Terjadi Pertempuran yang intens.

Akhirnya datanglah Hari ketika mereka punya uang. Mereka membeli Alkitab merek-baru, mereka memiliki nama yang terukir di atasnya, dan berjalan keluar dari toko dengan menentengnya di bawah lengan. Mereka telah menang! Dan Anda tahu apa yang terjadi? Seketika, keraguan mereka berhenti. Mereka telah berjuang menyingkirkan pikiran negatif terus-menerus selama berbulan-bulan. Tapi begitu mereka punya Alkitab, mereka tidak pernah meragukan bahwa mereka akan mendapatkannya. Itulah hasil pengetahuan dan iman. Mulai dengan mendapatkan sebuah Alkitab.

Anda mungkin berpikir, Tentu saja Anda tidak meragukan setelah Anda memilikinya. Itu akan menjadi gila! Itulah poin Anda. Pernahkah Anda berdoa untuk disembuhkan dan kemudian di pikiran berikutnya Anda bertanya-tanya apakah Anda akan pernah benar-benar bisa disembuhkan? Itu karena Anda tidak melihat penyembuhan sebagai sesuatu yang telah dilakukan tetapi sebagai sesuatu yang belum dicapai.

I Petrus 2:24 b berkata,
"Dengan bilur-bilurNya kamu telah sembuh".

Ini kesepakatan sudah dilakukan. Sebenarnya tidak benar untuk berdoa meminta kesembuhan. Sebaliknya, kita harus bersyukur menerima kesembuhan karena Tuhan telah menyediakannya. Ada perbedaan antara berjuang supaya sembuh dan berjuang karena kita telah disembuhkan. Perbedaan itu adalah perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan.

Dalam Efesus 2:8, Paulus berkata, "Sebab karena kasih karunia atau anugerah kamu diselamatkan oleh iman, dan itu bukan hasil usahamu."

Kita tidak diselamatkan oleh kasih karunia atau dengan iman, kita diselamatkan oleh kombinasi dari keduanya. Sebenarnya, iman bukanlah iman alkitabiah yang benar kecuali iman yang digunakan dalam menerima apa yang Tuhan telah sediakan oleh kasih karuniaNya.

Grace atau anugerah atau kasih karunia adalah apa yang Tuhan telah lakukan bagi kita, terlepas dari sikap dan perilaku atau nilai atau pandangan atau pendapat pada bagian kita. Jika “berkat yang kita terima” itu terkait dengan beberapa kebaikan kita, beberapa balasan atau tindakan kita, maka itu bukanlah kasih karunia yang sebenarnya. Allah, oleh kasih karunia, telah memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan.

Iman kita tidak menggerakkan Tuhan. Jika Allah belum telah-tergerak oleh kasih karunia-Nya, maka iman Anda tidak dapat membuat-Nya bergerak. Iman hanya merampas atau mengambil apa yang telah diberikan Allah oleh kasih karunia. Jika Dia sudah menyediakan kebutuhan Anda dengan kasih karunia-Nya, maka iman hanya respon positif Anda untuk apa yang Dia sudah-lakukan, bukan sesuatu yang Anda lakukan untuk mendapatkan agar Allah menanggapi Anda.

Dibutuhkan wahyu dari Roh Kudus untuk membuat kebenaran menjadi hidup di dalam hati dan pikiran Anda. Banyak orang tidak bisa memahami hubungan antara iman dan kasih karunia, karena mereka terjebak dalam pancaindra mereka. Jika mereka tidak dapat melihatnya, merasakannya, menciumnya, menyentuhnya, atau mendengarnya, mereka berpikir itu tidak ada. Oleh karena itu, ketika Anda mengatakan mereka telah sembuh, mereka memeriksa tubuh fisik mereka dengan panca indera mereka, dan jika mereka tidak melihat atau merasa sembuh, mereka mengatakan mereka tidak sembuh.

Banyak hal yang ada, yang kita tidak bisa merasakan dengan indra fisik kita. Misalnya, ada sinyal televisi dimanapun Anda berada sekarang. Anda tidak dapat melihat atau mendengar mereka, tetapi mereka ada. Semua hal yang harus Anda lakukan adalah menyalakan satu set televisi dan tune in ke sinyal, dan kemudian Anda akan melihat dan mendengar bahwa mereka memang ada, melalui layar televise Anda. Sinyal tidak memulai penyiaran saat Anda menghidupkan TV set Anda, itu sudah disiarkan sebelum Anda menyetel masuk. Hanya ketika Anda mulai menerima, Anda melihat sinyal dalam bentuk audio video dalam TV Anda.

Demikian juga, Tuhan telah memberkati Anda dengan SEMUA hal. Hidup Anda mungkin tidak mencerminkan itu, tapi itu bukan karena Tuhan tidak memberi, itu karena Anda belum menerima.

Jika televisi Anda tiba-tiba menayangkan gambar dan suara kosong, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda segera menghubungi stasiun TV dan mendesak mereka untuk memperbaiki pemancar mereka? Kami rasa tidak. Anda akan memeriksa TV set Anda terlebih dahulu.

Namun dalam dunia spiritual, orang-orang Kristen terus-menerus berteriak kepada Tuhan dan meminta-Nya untuk memperbaiki pemancar-Nya dan bukan meminta-Nya untuk bekerja pada fungsi penerima mereka. Jika mereka tidak melihat manifestasi instan penyembuhan mereka, mereka otomatis hanya mengira bahwa Allah tidak menyembuhkan mereka. Mereka jarang memperhitungkan bahwa mungkin bagian penerimaan mereka itulah masalahnya.

Daniel berdoa dua doa dalam Daniel 9 dan 10. Dia melihat jawaban doa pertama sementara ia masih berdoa, dalam waktu sekitar tiga menit. Namun dalam Pasal kesepuluh, itu membutuhkan tiga minggu sebelum ia melihat doanya dijawab. Beberapa orang akan berpikir, Mengapa Tuhan menjawab doa pertama dalam tiga menit dan doa kedua dalam tiga minggu?

Jawaban untuk pertanyaan itu adalah bahwa Tuhan tidak menjawab doa yang satu dalam tiga menit dan doa satu lainnya dalam tiga minggu, Ia menjawab doa-doa langsung. Dalam Daniel 9:23, malaikat Gabriel menjelaskan kepada Daniel bahwa pada awal doanya, Tuhan memberinya perintah untuk pergi menyampaikan jawaban doa Daniel. Namun Gabriel butuh sekitar tiga menit untuk sampai ke sana. Kemudian dalam Pasal kesepuluh, utusan yang datang ke Daniel mengatakan kepadanya bahwa pada hari pertama dari doa Daniel, Tuhan mengutus dia menyampaikan jawaban, tapi dia telah terhalang oleh kekuatan setan selama tiga minggu.

Allah tidak menunda-nunda dalam menjawab doa ini! Dia menjawab doa-doa langsung, tapi apa yang telah diperintahkan TUHAN dalam dunia spiritual terhalang dari memanifestasi dalam dunia fisik. Namun, jawabannya telah diberikan. Yang benar adalah bahwa Tuhan telah memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan, tapi Pemeliharaan-Nya berlangsung di alam spiritual.

"Allah adalah Roh: dan mereka yang menyembah Dia harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Yohanes 4:24).

Allah bergerak di bidang spiritual atau alam rohani. Apakah kita lihat terwujud atau tidak di alam fisik melalui panca indra, adalah apa yang telah dilakukan dalam alam rohani tidak tergantung pada pemberian-Nya, tetapi pada menerima Anda. Salah satu variabel atau faktor penghambat adalah oposisi setan. Namun, orang-orang memberikan kredit atau membesar-besarkan pengaruh cara setan terlalu banyak. Beberapa berpikir bahwa setan tidak pernah melewatkan trik. Mereka tidak yakin tentang kesetiaan Tuhan, tetapi mereka benar-benar yakin bahwa setan selalu ada untuk melampiaskan malapetaka.

Namun, iblis tidak melancarkan pukulan sepanjang waktu. Kadang-kadang manifestasi fisik dari apa yang Tuhan telah lakukan datang dengan sedikit usaha. Lain kali bisa ditunda, bukan karena Allah membuat perubahan, tetapi karena iblis kadang-kadang menjadi penghalang. Lain kali, ada oposisi setan utama yang menghambat perwujudan apa yang diperintahkan Allah.

Kita harus tahu bahwa Allah telah melakukan bagian-Nya dan bahwa keterlambatan dalam manifestasi yang Anda rasakan bukan kesalahan-Nya. Itu akan membuat kita teguh dalam iman. Ingatlah bahwa iman adalah respon positif kita untuk apa yang Tuhan telah lakukan oleh kasih karunia.

Hal ini membawa kita untuk masuk peperangan rohani. Peperangan rohani ini adalah topik panas di tubuh Kristus. Tapi menurut  pembelajaran dari Alkitab, peperangan rohani adalah ajaran yang paling disalahgunakan dalam pelayanan hari-hari ini. Gereja benar bahwa setiap orang dari kita terlibat dalam peperangan rohani. Menyangkal pertempuran tidak menghentikannya-itu hanya menjamin bahwa Anda akan kehilangan. Tapi Setan satu-satunya kekuatan yang ada adalah penipuan.

Setan tidak memiliki kekuatan atau otoritas fisik kecuali apa yang kita berikan kepadanya ketika kita menyerah pada kebohongannya. Itu pernyataan radikal yang benar-benar bertentangan dengan ajaran populer peperangan rohani. Banyak orang Kristen menyatakan bahwa kekuatan setan yang mengendalikan orang dalam perbudakan. Pendapat lain bahwa cara untuk menerobos atau melepaskan dari kungkungan Setan adalah untuk berdoa-syafaat, mengikat kekuatan-kekuatan jahat, dan membebaskan orang-orang. Ajaran-ajaran itu bukan apa yang Firman Tuhan ajarkan.

Alkitab mengatakan,
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yohanes 8:31,32).

Tetap dalam firman, benar-benar murid Yesus akan mengetahui kebenaran adalah apa yang membuat orang bebas, bukannya mengikat iblis dalam doa. Tidak ada satu model Alkitabiah untuk peperangan rohani dengan cara yang diajarkan oleh banyak gereja hari ini, terutama gereja pantekosta dan kharismatik. Baik Yesus maupun murid-murid-Nya tidak pernah mengirim tim prajurit doa ke kota manapun untuk mempersiapkan iklim spiritual. Mereka tidak pernah termotivasi agar tubuh orang beriman untuk menghabiskan seumur hidup mereka mengikat kekuatan setan. Ini adalah hal yang sangat kontroversial dan salah satu yang Anda tidak punya waktu untuk berurusan dengan benar dalam tulisan ini. Gelap tidak perlu diusir, tetapi pancarkanlah terang maka kegelapan akan hilang.

Jika Anda tidak mengalami kelimpahan yang Anda tahu bahwa Tuhan ingin Anda miliki, maka kami dapat menjamin Anda bahwa wahyu yang Anda butuhkan adalah yang disampaikan dalam pesan tulisan ini. Ini adalah jenis pengajaran yang Anda akan inginkan dan perlu perdalami lagi sampai menjadi wahyu pengetahuan yang benar untuk Anda.

Pesan ini selamanya akan mengubah cara Anda berpikir tentang menerima berkat-berkat Tuhan. Ini adalah pengetahuan tentang kebenaran yang akan membebaskan Anda untuk menerima dari Tuhan. Berkat itu sudah tersedia: ambillah.

Minggu, 03 Maret 2013

KRISTEN DAN POLITIK


Kristen Dan Politik
Mitos tentang Firman didefinisikan oleh Kamus Webster dengan cara ini: "Sebuah kisah nyata atau fiksi yang menarik bagi kesadaran dari masyarakat dengan mewujudkan cita-cita budaya atau dengan memberikan ekspresi emosi yang biasa dirasakan." Itu definisi mengungkapkan apa yang telah terjadi ke Gereja Amerika dalam hal politik.

Keinginan berdasarkan emosional yang tulus untuk melihat cita-cita Kristen di Amerika Serikat diwakili dalam pemerintahan telah menyebabkan penciptaan mitos. Bahwa mitos mengatakan ini: orang Kristen akan kehilangan kebebasan beragama mereka jika mereka menjadi aktif terlibat dalam sistem politik. Dengan kata lain, para tokoh agama di Amerika yang mempengaruhi tokoh Kristen di Indonesia melarang umatnya berpolitik praktis. Sayangnya, tokoh itu berasal dari Gereja dengan pertumbuhan yang luar biasa. Tapi apakah itu benar?

Pada 1970-an dan 80-an, gerakan akar rumput terbesar evangelis Kristen yang terlibat aktif ke dalam proses politik yang pernah kita lihat terjadi di Amerika. Gerakan ini membantu memilih presiden konservatif ke Gedung Putih dua puluh dari dua puluh delapan tahun terakhir, dan kemudian mengubah susunan Mahkamah Agung. Gerakan yang sama terjadi ketika memenangkan pasangan Jokowi dan Ahok untuk pemilihan Gubernur dan Wikil Gubernur DKI Jakarta tahun 2012.  

Sementara ini adalah hasil yang baik, mudah untuk melihat bahwa politik tidak memecahkan masalah kita yang sebenarnya. Paling-paling hanya jargon, penyakit sosial banyak tinggal tetap dan selalu bertambah jenis dan intensitasnya. Aborsi dan narkoba masih menghancurkan kehidupan jutaan anak-anak tidak berdosa setiap tahun, dan tatanan moral Amerika tampaknya mengungkapkan keburukan pada tingkat yang mengkhawatirkan. Korupsi dan berbagai penyimpangan dilakukan oleh para pelaku politik di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

Apakah ini berarti kita ditakdirkan mengalaminya? Itu jika kita percaya pemerintah dapat melakukan apa saja yang menjadi tugas gereja yang telah dipanggil untuk melakukannya. Bentuk pemerintahan kita tidak pernah dimaksudkan untuk mengubah masyarakat, melainkan hanya sekedar mampu menghasilkan moralitas melalui perundang-undangan dan penegakan hukum. Pemerintah hanya efektif dan dapat membantu menahan amoralitas, tetapi hanya jika gereja telah membentuk landasan moral dalam hati para pria dan wanita yang memerintah.

Sebagaimana telah kita lihat melalui aktivisme yudisial, hakim dengan kekuatan hukum yang besar dan tidak ada karakter moral sering membuat penilaian bertentangan dengan penafsiran yang wajar dari hukum. Mereka menyebut kejahatan itu baik dan yang jahat baik (Yesaya 5:20), sering membuat korban merasa bersalah sekaligus menciptakan simpati terhadap pelaku. Bahasa awamnya hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan tidak pernah menciptakan efek jera. Tidak pernah mampu mengubah masyarakat menjadi lebih baik secara moral.

John Adams, presiden kedua Amerika Serikat, menulis pada tahun 1789, "Konstitusi kita dirancang hanya untuk orang moral dan agama. Hal ini sepenuhnya tidak memadai untuk pemerintah yang lain ... pemerintah bebas yang terletak pada moralitas publik dan swasta". Itu bukan pemerintah kita yang telah gagal. Itu adalah gereja yang telah gagal menjadi garam dunia (Matius 5:13) .

Dr Jedediah Morse mengatakan pada tahun 1799: "Dalam proporsi efek asli Kristen berkurang di negara mana pun, baik melalui ketidakpercayaan, atau korupsi doktrin, atau mengabaikan institusi, dalam proporsi yang sama akan terjadi rakyat bangsa akan mundur dari berkat-berkat kebebasan sejati ... Setiap kali pilar agama Kristen harus digulingkan, menjadi bentuk kita sekarang pemerintahan republik, dan berkat-berkat yang mengalir dari mereka, harus menghilang bersama mereka". Dia berkata bahwa Kekristenan, bukan pemerintah, adalah menjadi kekuatan pendorong di belakang kebebasan sejati. Karena Firman berkata, apabila kamu menggetahui kebenaran maka kamu akan mengalami kebebasan sejati.

Ketika Perang Dunia II membawa Amerika kembali ke lututnya, kebangunan rohani terjadi yang disebut sebagai era kehadiran di gereja tertinggi dalam sejarah. Suatu periode waktu pertobatan dan Allah membawa perdamaian dan masa kemakmuran besar. Tetapi, hasil yang diperoleh setelah saat itu mengakibatkan pada periode berikutnya adalah gereja yang terbuai untuk tidur. Dan sementara sedang tidur, generasi baru lahir, "baby boomer," menjadi terobsesi dengan materialisme dan kebebasan dari kendala moral. Mereka menabrak semua rambu-rambu Kitab Suci Kristen.

Bagaimana gereja bereaksi? Dalam berbagai cara, beberapa di antaranya dengan sangat baik. Orang-orang mulai mencari Tuhan, dan Tuhan menjawab melalui apa yang sering disebut "Gerakan Umat Yesus," "Gerakan Karismatik," "Gerakan Firman Iman," "The Renewal Witness Lay," dll kebangunan rohani yang dipelopori oleh setiap individu, namun mereka memiliki dampak di seluruh dunia. Sesungguhnya, ini adalah langkah yang kuat dari gerekan Roh Allah. Allah menggerakkan individu-individu tertentu untuk tujuan KerajaanNya. Dia tidak pernah menggerakkan gereja dalam arti institusi atau kelembagaan, bahkan lembaga kegerejaan sering menjadi penghambat utama gerakan Kerajaan Allah. Apalagi yang mengklaim dan mengaku sebagai arus utama. Utama apanya?

Namun, secara keseluruhan, gereja salah menanggapi dalam mempromosikan keterlibatan politik sebagai jawaban mengatasi kesengsaraan masyarakat. Jangan salah, Kristen yang tinggal di negara yang memberikan mereka kebebasan untuk memerintah melalui voting atau memegang jabatan politik memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi. Namun, bagi banyak orang, politik belum satu-satunya menjadi senjata ampuh menghancurkan kemerosotan moral. Mengapa?

Calvin Coolidge, presiden ketiga puluh dari Amerika Serikat, menyatakan, "Fondasi masyarakat kita dan sisanya pemerintah kita begitu banyak didasarkan pada ajaran Alkitab akan sulit untuk mendukung mereka jika iman [fondasi dari masyarakat] dalam ajaran-ajaran akan berhenti menjadi praktis universal dalam negara kita". Artinya kalau ajaran Kitab Suci tidak dijalankan dengan seutuhnya dan sempurna, maka akan terjadi penyimpangan dalam kehidupan bernegara.

Masyarakat kita tidak sakit karena pemerintah, melainkan sakit karena gereja tidak membuat iman dalam ajaran Alkitab "praktis universal dalam negara kita." Gereja tidak mampu mengimplementasikan ajaran Alkitab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Para pendeta hanya bisa berkhotbah kemudian meminta umat memberikan kontribusi sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pendeta yang bersangkutan. Ini keserakahan dan kesombongan.

Setelah kita berhenti untuk memenangkan hati manusia ke jalan Allah, tidak dapat dihindari bahwa orang-orang fasik akan membuat jalan mereka ke dalam kepemimpinan dan mengambil negara untuk digunakan bagi kepentingan mereka. Inilah misi Iblis merampok dari manusia. Karena dia datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan.

Jika kita mengubah hati rakyat dengan Injil, orang-orang akan mengubah pemerintah dengan suara mereka. Pemerintah hanya mencerminkan apa yang orang percaya di dalam hati mereka. Maka kuncinya adalah membentuk hati rakyat dengan karakter Kristus. William Penn, pendiri Pennsylvania, menulis pada awal 1700, "Pemerintah tampaknya bagi saya menjadi bagian dari agama itu sendiri ... Biarkan orang menjadi baik, dan pemerintah tidak dapat buruk." Karena Yesus datang untuk memberi hidup, hidup yang berkelimpahan.

Ada baiknya untuk mengejar tindakan hukum dan cara-cara politik untuk memperbaiki kesalahan. Namun kuasa Injil memiliki lebih banyak kekuatan untuk mengubah hati manusia daripada semua kekuatan militer dan badan-badan legislatif pemerintahan manapun. Billy Graham memahami hal ini. Ketika diminta untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 1950, ia menjawab dengan mengatakan ia tidak akan menurunkan dirinya untuk posisi itu. Dia tidak berusaha untuk mengurangi gengsi jabatan presiden, tapi dia mengangkat dirinya menjadi seorang menteri dari Injil.

Rasul Paulus tinggal di salah satu masyarakat yang paling tidak bermoral dan politik paling korup yang pernah dikenal dunia. Namun ia menganjurkan ada tindakan politik. Dia mengatakan kepada orang-orang Kristen untuk tunduk kepada pemerintah (Roma 13, Titus 3) dan berdoa untuk para penguasa (1 Tim. 2:1-4). Dia melakukan perubahan dalam masyarakat melalui satu hati pada suatu waktu. Dalam waktu singkat, Kristen menjadi agama resmi kerajaan yang menguasai seluruh dunia, yang pernah melemparkan pengikutnya untuk singa.

Elias Boudinot, presiden Kongres Kontinental pada tahun 1783, dan kemudian seorang anggota Kongres dari New Jersey yang menjabat sebagai presiden dari American Bible Society, mengatakan, "Sekali merosot karakter moral dari orang, karakter politik mereka yang lebih merosot segera pasti mengikuti." Lihatlah contoh nyata di Indonesia, yang disebut negara yang religius dan sopan, tetapi perilakunya lebih jahat dari yang dapat dibayangkan dan sangat bengis sekali. Kemanakah orang Kristen Indonesia? Dimanakah garam dan terang itu?  

Ada perang saudara terjadi di Amerika saat ini, tetapi dalam kancah politis. Ruang sidang dan ruang kongres adalah medan peperangan. Bagi orang Kristen sebenarnya perang itu sendiri adalah antara terang kebenaran dan gelap, antara Injil dan kebohongan iblis. Ini antara umat Allah dan anak-anak Iblis. Perang yang sama terjadi di seluruh dunia, dan tentunya di Indonesia.

Dalam perang ini, musuh mencoba untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya di balik topeng hak-hak individu, hak-hak asasi manusia dan kebebasan pribadi. Tapi jangan salah, tujuan sebenarnya adalah penghapusan Allah dan pengaruh-Nya dari masyarakat kita sehingga masyarakat dapat menikmati gaya hidup duniawi mereka tanpa keyakinan atau bersalah. Kebebasan Kristen adalah dalam terang Firman Allah yang dilandasi oleh Kitab Suci Alkitab/Bible dan dihidupkan oleh Roh Kudus. Kebebasan Iblis dan duniawi adalah tanpa moral dan batasan apapun, dan tanpa tanggung jawab.

Cara untuk memenangkan perang ini dan mentransformasi karakter politik bangsa ini adalah dengan menggunakan Injil untuk mengubah karakter moral rakyatnya. Pendiri negara Amerika mengerti melalui kutipan di bawah ini yang menunjukkan bahwa mereka tidak ingin pemerintah untuk mengubah masyarakat mereka, tetapi untuk menjaga nilai-nilai yang sudah ada.

"Tidak mung ada politisi yang bisa benar, yang sudah salah secara moral." Benjamin Rush, 1786

Gereja perlu memfokuskan kembali energinya kembali kepada komisi besar atau Amanat Agung yang Tuhan kita Yesus Kristus telah memberi kita dengan jelas dan tegas:

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus: ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu: dan, ingatlah, Aku selalu menyertai engkau, bahkan sampai akhir dunia. Amin "(Matius 28:19-20).

Sekitar 30 persen orang Amerika mengatakan mereka dilahirkan kembali. Sekitar 30 persen orang Indonesia adalah Kristen. Jika masing-masing, dalam empat tahun ke depan, akan menyebabkan hanya satu orang lain mendapatkan iman yang benar, lebih dari 60 persen populasi akan dilahirkan kembali pada saat kita sekali lagi menghadapi pemilihan presiden. Jika itu terjadi, maka benar-benar akan berubah. Negara kita pasti diberkati karena mempunyai landasan moral dan karakter yang benar dan abadi.

Untuk membantu Anda mengubah hati seseorang, mulailah setiap kali memakan Alkitab. Lembaga Budaya Agama Kristen (LEBAK) telah menginisiasi lahirnya Gerakan Olimpiade Alkitab Internasional, The International Bible Olympic. Gerakan OAI diyakini mampu memotivasi setiap orang, tanpa memandang latar belakangnya untuk menikmati isi ajaran yang benar sehingga memberi kebebasan sejati bagi setiap jiwa.

Hal ini akan membuat murid dari seorang teman atau orang yang dicintai lebih mudah. Jika Anda dapat membaca, Anda dapat menggunakan Alkitab atau Bible. Jika Anda mempunyai IPAD, Gadget atau perangkat elektronik yang compatible Anda dapat mengunduhnya secara gratis dengan mengketik Alkitab Audio atau Bible Audio dalam google Anda. Ini bertujuan untuk membantu mengubah kehidupan seseorang. Membaca, merenungkan, melakukan dan membagikan (motto OAI 2013) akan memungkinkan Anda untuk mereproduksi dan mendistribusikan “ilmu” yang sudah Anda dapatkan sendiri dari bahan yang terkandung dalam berbagai publikasi gratis untuk orang-orang yang Anda Cintai dan jadikan murid. Kami melihat ini sangat baik digunakan untuk mengubah kehidupan di seluruh dunia.

Tidak peduli untuk siapa Allah yang siap mencapai jiwa menempati hati Anda, alat ini akan membantu Anda mengubah hidup mereka. Yesus tidak pernah mengatakan kepada kita untuk membuat orang lain bertobat, Dia mengatakan kepada kita untuk membuat murid. Jadikanlah semua bangsa muridKu, itu perintahNya. Mari kita lakukan.