Sabtu, 28 Januari 2012

MANAJEMEN HOLISTIK

MANAJEMEN HOLISTIK: KONSEP dan APLIKASI
untuk Gereja dan Pelayanan Kristen
diterbitkan oleh LEMSAKTI, 290 halaman, ukuran A5.
Ebook dalam bentuk file Pdf.
Harga Rp 100.000,- pesanan ke: lemsakti@gmail.com

Manajemen holistik Kristen adalah cara memandang yang bertitik tolak dari visi dan misi Allah kepada manusia. Visi dan misi sudah disediakan oleh Allah, sebagai pemilik saham alam semesta ciptaanNya. Untuk mengurus: mengusahakan, memelihara, menundukkan, mengembangkan dan membangunnya; Allah menunjuk manusia sebagai manajer. Selanjutnya manusia, melalui sumber daya yang disediakan oleh Allah seperti kecerdasan, diperintahkan untuk mengembangkan strategi, program, rencana dan tindakan yang menunjukkan ketaatan kepada mandat yang diberikan oleh Allah.

Faktanya, manusia pertama Adam dan Hawa gagal melaksanakan mandat ini. Mereka terjebak dalam dosa, yang diperangkap oleh ular yang cerdik. Karena kegagalan ini, maka manusia pertama dihukum dan dianggap tidak layak untuk melaksanakan mandat awal.

Tuhan kemudian mengambil strategi baru: menunjuk Manajer baru melalui Yesus Kristus. Mandat pertama adalah Yesus membayar tebusan atas kegagalan Adam dan Hawa. Setelah Yesus melunasinya, maka dia berhak untuk mengambil alih dan meneruskan mandat yang diberikan kepada Adam. Sebagai penghargaan, Yesus diberikan bonus untuk melaksanakan misi tambahan: penyelamatan manusia akibat kegagalan Adam, Manajer pertama, dan selanjutnya Yesus berkuasa atas semua ciptaan Allah, termasuk manusia yang sudah ditebus dan yang jatuh di dalam dosa.

Manajer kedua, Yesus menjelaskan bahwa dia menggenapi strategi yang diberikan Allah kepada pekerjanya yang lama: para nabi. Strategi dan perintah serta pertanggungjawaban para nabi lama semuanya dituangkan dalam bentuk tertulis, yang kita kenal Bible - Old Testament atau Alkitab Perjanjian Lama.

Melalui Alkitab juga, Allah yang telah diwakili oleh Yesus Kristus, melalui Roh Kudus berbicara kepada para manajer-manajer baruNya. Mereka yang ditahbiskan oleh Yesus Kristus, telah direkrut, dilatih, ditugaskan, dan diberdayakan untuk meneruskan mandat: menyelesaikan misi Allah mencapai visiNya. Pertanggungjawaban Yesus dikerjakan oleh para Rasul dan Bapa-Bapa Gereja yang dituangkan dalam dokumen ilahi yang kita kenal dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Misi Allah kepada manusia ada tiga: (1) khusus kepada orang Kristen adalah Amanat Agung, menyelematkan manusia yang telah tersesat dan jatuh dalam dosa, (2) Perintah Agung menaati semua perintah-perintah Allah:  melakukan yang disuruh lakukan, dan jangan melakukan yang dilarang; serta (3) Pembangunan Agung yaitu kembali ke Amanat Awal ketika manusia diciptakan: beranak cucu, bertambah banyak, penuhi bumi, kuasai usahakan dan pelihara bumi, kuasai dan tundukkan semua ciptaan Allah yang lebih rendah dari manusia.

Perintah pertama memulihkan hubungan dan memelihara hubungan antara manusia dengan Allah dan dengan dirinya sendiri. Perintah kedua memulihkan dan memelihara hubungan antara sesama manusia dan dengan Allah. Perintah ketiga memulihkan dan memelihara hubungan antara manusia dengan ciptaan Allah: lingkungan hidupnya.

Ketiga misi inilah yang dikerjakan oleh seluruh manusia, dan secara khusus orang Kristen yang disebut gereja melaksanakan misi pertama. Sedangkan misi kedua dan ketiga, semua umat manusia yang hidup bertanggung jawab melaksanakannya. Adalah tugas orang Kristen untuk membuat semua manusia, yang bukan Kristen dan Kristen yang belum menyadarinya, untuk menyadarinya supaya menimbulkan keinginan untuk berubah seperti yang dikehendaki oleh Allah.

Keinginan ini harus dilengkapi dengan pengetahuan dan kemampuan supaya misi tersebut terwujud. Pada saatnya, apabila misi itu telah terwujud maka manusia itu harus mempertahankannya: memelihara dan meningkatkannya. Upaya peningkatan capaian itulah disebut pembangunan atau usaha atau karya.

Cara manusia memahami dan mengerti tugasnya, mengatur cara dan melaksanakan tugasnya, serta mengukur pencapaian hasil kerja kemudian memperbaiki atau mempertahankan atau meningkatkan hasilnya, dan yang terakhir mempertanggungjawabkan kepada yang memerintahkan kepadanya: itulah yang disebut manajemen. Kalau cara itu dilakukan secara menyeluruh dalam kaitan semua aspek kehidupannya disebut manajemen holistik. Kalau cara itu dilakukan dengan mengikuti prinsip dan menunjukkan bahwa dia adalah orang Kristen yang taat, yang menyangkut seluruh aspek hidupnya sebagai manusia yang diciptakan Allah secara sempurna maka cara itu disebut manajemen holistik Kristen.