Kamis, 16 Februari 2017

DELEGASI CARA ALLAH MEMIMPIN

DELEGASI CARA ALLAH MEMIMPIN

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

28. Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat.

Pokok Pemahaman:
  • 1.       Allah dapat melakukan apa saja. Manusia perlu bantuan Allah dan sesama manusia dalam mewujudkan sesuatu.
  • 2.       Allah dalam hikmat-Nya mengundang dan memberi kesempatan kepada setiap orang berpartisipasi dalam mewujudkan misi Agung dari Allah dalam menyelamatkan manusia dari dosa, memulihkan hubungan dengan Allah (kristenomi), mengusahakan, memelihara dan merawat bumi beserta segala isinya (trilogy misi).
  • 3.       Allah memelihara segala ciptaan-Nya dengan mendelegasikan kepada manusia tugas dan kewenangan dengan tujuan ciptaan-Nya ada secara berkelanjutan (kekal) dan memuliakan Allah.
  • 4.       Dalam mendelegasikan, Allah melengkapi manusia dengan Roh Allah, sehingga manusia mempunyai kemampuan melaksanakan apa yang dikehendaki oleh Allah.
  • 5.       Dalam melancarkan pelaksanaan tugas mewujudkan impian yang besar, Allah memberi kewenangan kepada satu orang untuk mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangannya kepada orang lain, sehingga tercipta organisasi dan hirarki.
  • 6.       Allah dalam Yesus Kristus juga melaksanakan pendelegasian tugas dan kewenangan kepada para Rasul, murid-Nya, dan kepada seluruh umat Kristen di seluruh dunia, melalui pemuridan dan pengutusan.
  • 7.       Tugas dan kewenangan didelegasikan kepada orang yang: kompeten, berkarakter ilahi, dapat dipercaya, tidak mau menerima suap (the right man on the righ place on the right time).


Delegasi adalah memberi ikatan dari tanggung jawab atau wewenang kepada orang lain (biasanya dari pimpinan/direksi/manajer kepada bawahan) untuk melaksanakan kegiatan tertentu, seperti memilih bahan yang tepat saat memproduksi barang. Ini adalah salah satu konsep inti kepemimpinan manajemen. Namun, orang yang mendelegasikan pekerjaan tetap bertanggung jawab atas hasil dari pekerjaan yang didelegasikan. Delegasi memberdayakan bawahan untuk membuat keputusan, yaitu pergeseran otoritas pengambilan keputusan dari satu tingkat organisasi kepada satu tingkat lebih rendah dalam organisasi. Delegasi, jika dilakukan dengan benar, tidak turun tahta, bukan pengambilalihan kekuasaan. Kebalikan dari delegasi yang efektif adalah micromanagement, di mana seorang manajer memberikan terlalu banyak masukan, arahan, dan review pekerjaan yang didelegasikan. 

Secara umum, delegasi baik dan dapat menghemat uang dan waktu, membantu dalam membangun keterampilan, dan memotivasi orang. Di sisi lain, delegasi miskin dan lemah dapat menyebabkan frustrasi dan kebingungan untuk semua pihak yang terlibat. Beberapa agen atau bawahan tidak mendukung delegasi dan mempertimbangkan kekuatan pengambilan keputusan yang agak memberatkan. 

Dibutuhkan hikmat, pengetahuan dan seni mendelegasikan supaya produktif.
Dalam mewujudkan trilogy misi (pembangunan, kasih, dan kerajaan), Allah melakukan-Nya melalui manusia. Allah dapat memimpin sendiri. Manusia dalam memimpin membutuhkan bantuan Allah dan manusia lainnya. Kita, sesama kita, dan Allah bersama-sama menentukan karya dan sukses kita. Orang lain membuat kita mampu melihat lebih jelas dan terang. Orang lain menyokong kita supaya dapat berada pada posisi yang lebih tinggi. Itulah janji Allah menjadi kepala bukan ekor, karena kita didukung oleh orang lain berada di atas. Orang lain memberi apa yang kita perlukan: ilmu, pengetahuan, inspirasi, motivasi, semangat, barang, uang, alat, makanan, minuman, tempat tinggal, posisi, organisasi, jabatan, dan seterusnya.  Orang lain hanya akan memberi dukungan dan bantuan, bila kita mampu memimpin. 

Memimpin motivasi mereka, memimpin kesadaran mereka, memimpin keinginan mereka, memimpin kemampuan mereka, memimpin kesediaan mereka, memimpin keberhasilan mereka, kemimpin kesetiaan mereka, memimpin pengorbanan mereka, dan seterusnya.

Pendelegasian tugas, artinya Allah tidak bekerja sendiri. Ia mendelegasikan kuasa, anugerah, kemampuan, talenta, keikutsertaan-Nya sendiri dalam misi-Nya. Allah sebagai pemimpin ulung, mendelegasikan kuasa dan hikmat-Nya kepada ciptaan-Nya, sehingga masing-masing dapat berjalan dengan baik. Allah mengatur sedemikian rupa sehingga segala mahkluk hidup mendapatkan makanannya, berkembang biak dan memuji-muji-Nya. Musim berganti, waktu silih berganti dengan teratur dan tepat. Matahari terbit tepat waktu, terbenam tepat waktu dan tetap pada orbitnya. Matahari, bulan dan bintang dan segala jagat raya beredar dan tidak saling tabrakan dari masa ke masa.

Manusia adalah mahkota segala ciptaan Allah. Mahkota adalah hiasan kepala yang menghiasi kepala dengan cara melingkar dipakai oleh raja sebagai simbol kekuasaan, biasanya terbuat dari atau dihiasi dengan logam mulia dan perhiasan. Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Manusia memiliki kemampuan seperti yang Allah miliki, yaitu kemampuan mendelegasikan tugas dan kewenangan. Delegasi kepada orang-orang yang dipimpin untuk meraih sukses mewujudkan impian besar yang Allah taruh dalam hatinya supaya menjadi kenyataan.

Delegasi untuk mendukung kesuksesan. Bekerja seorang diri adalah hambatan besar untuk meraik sukses dan mewujudkan impian besar menjadi kenyataan. Sukses tidak berdiri sendiri. Jika mau berhasil mewujudkan impian yang besar, maka delegasikan tugas dan kewenangan kepada orang lain.

Beberapa hal penting tentang pendelegasian:
  • 1.       Pemimpin yang baik menciptakan pemimpin yang lain.
  • 2.       Pilih calon yang terbaik untuk ditahbiskan atau dilantik.
  • 3.       Pilih orang yang dapat dipercaya (trusted, loyal).
  • 4.       Pilih orang yang memiliki semangat tinggi terhadap pekerjaan (passion, pengabdian).
  • 5.       Pilih orang yang mampu memotivasi orang lain.
  • 6.       Pilih orang yang mampu menghargai rekan sekerja.
  • 7.       Pilih orang yang peka terhadap orang lain.
  • 8.       Pilih orang yang menguasai pengetahuan dan keterampilan teknis. (dapat mengerjakan pekerjaan, dapat menyelesaikan permasalahan, dapat mengatasi hambatan dengan nyata, hindari orang yang hanya ngomong -  omong doing tanpa aksi atau hindari doa tanpa bekerja).
  • 9.       Pilih orang yang mau dan mampu bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan apa yang didelegasikan kepadanya.


Tuhan Yesus Kristus melaksanakan, mengajarkan dan memerintahkan pendelegasian. Yesus mengajarkan perumpamaan tentang talenta. Yesus mendelegasikan tugas dan kewenangan kepada para murid-Nya untuk memberitakan Injil kabar baik, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, menjadikan segala bangsa murid-Nya.

Matius 28
18. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.