Sabtu, 14 Januari 2017

MENYERAHKAN HIDUP KITA ADALAH SYARAT MEWUJUDKAN RANCANGAN ALLAH

MENYERAHKAN HIDUP KITA ADALAH SYARAT MEWUJUDKAN RANCANGAN ALLAH

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

5. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
Pokok Pemahaman:
  1. Hanya Tuhan yang dapat menolong kita, itulah alasan mengapa menyerahkan diri kepada-Nya adalah tindakan yang bijaksana.
  2. Tuhan mengundang kita menyerahkan diri kepada-Nya.
  3. Penyerahan diri kepada Tuhan membuat Dia senang.
  4. Penyerahan diri kepada Tuhan harus dengan sukarela dan segenap hati.
  5. Penyerahan diri kepada Tuhan berarti memberi yang terbaik kepada Tuhan.
  6. Dosa dan beban kehidupan adalah penghambat penyerahan diri kepada Tuhan.

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Di dalam Tuhan kita pasti berhasil karena Dia berkuasa membuat kita berhasil.Tuhan tidak berhenti melakukan kehendak-Nya. Allah adalah pihak yang paling menginginkan kita berhasil. 
Jalan menuju keberhasilan dengan menyelaraskan keinginan kita kepada keinginan Allah. Menyelaraskan jalan kita dengan jalan-Nya. Pikiran dan tindakan kita harus sejalan dengan pikiran dan kehendak Tuhan.
Kehendak Allah itu bebas, penuh kuasa, tidak berubah, berisikan kasih dan kerelaan, sempurna, dan hanya melalui Tuhan kita Yesus Kristus kehendak Allah dinyatakan. Tanpa mnyerahkan diri dan kehidupan kita kepada kekuasaan Tuhan, ia tidak dapat melakukan apapun bagi kita.
Apakah Anda ingat ketika dibaptis? Dibaptis artinya menguburkan manusia lama dan menjadi manusia baru. Manusia lama adalah manusia yang sudah berdosa dan harus mati. Manusia baru adalah Yesus Kristus, yaitu Roh Yesus, yang hidup di dalam kita. Manusia lahir baru, yaitu Roh Yesus yang baru lahir di dalam kita harus dikasih makan: yaitu FIRMAN TUHAN sampai menuju Dewasa. Ketika dewasa dia diberikan Kuasa Ilahi, yaitu Urapan Roh Kudus. Orang yang penuh dengan Roh Kudus, Kekuasaan Allah bekerja secara kuat di dalam orang itu.
Ketika kita menyadari sebagai orang Kristen yang sudah lahir baru, sesungguhnya otomatis Kehendak Tuhan yang ada pada kita. Ketika kita merasakan ada yang berbeda, yang kita kehendaki dan lakukan berbeda dengan Kehendak Allah, itulah waktunya kita dengan tegas berkata "manusia lama sudah mati. orang mati tidak punya kehendak dan keinginan apapun lagi". Yang ada sekarang manusia baru, Manusia Yesus, jadi yang boleh diinginkan, dikehendaki, dilakukan hanyalah kehendak Yesus sendiri.
Pemahaman seperti itulah yang memampukan kita melakukan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.Tanpa penyerahan diri dan kehidupan kepada kekuasaan Tuhan, ia tidak dapat melakukan apapun bagi kita.
Yesus Kristus tidak dapat memaksa kehendak manusia.Yesus selalu menunggu kesempatan untuk masuk dalam kehidupan seseorang dan melakukan sesuatu.Jika kita menjadikan Allah saja tujuan hidup kita, Tuhan melalui kuasa dan tujuan AgungNya menolong dan memberkati kita, serta membawa kepada kita orang-orang yang akan membantu kita, membawa uang, membawa sarana, dan membuka berbagai kesempatan yang kita perlukan dalam mewujudkan impian besar yang kita miliki. Jika kita sungguh-sungguh berada dalam tujuan hidup yang dirancang Tuhan bagi kita, maka orang, sarana dan prasaran, serta berbagai kesempatan yang kita perlukan, secara alamiah akan datang kepada kita.
Kunci kepuasan pribadi dan sukses secara profesional terjadi ketika kita menemukan arti dan tujuan dalam apapun yang kita kerjakan.
Kuncinya adalah dengan sukarela kita menyerahkan diri kepada Allah saja. Penyerahan diri dengan segenap hati. Hati adalah perpaduan antara roh dengan jiwa. Hati adalah tempat dimana Tuhan dapat hadir. Hati adalah tempat dimana Allah bertahta, bertempat kedudukan. Tanpa menyerahkan diri dengan segenap hati, itu sama dengan pelecehan terhadap ke-Kudusan Allah. Tanpa segenap hati tidak ada berkat, malahan yang datang adalah kutuk. Kutuk adalah pernyataan celaka atau bencana yang akan menimpa seseorang.
Dimana hatimu berada, disitu hartamu berada. Ketika kita menyerahkan hati kita sepenuhnya kepada Tuhan, tidak ada harta milik kita yang tidak dengan rela kita serahkan kepada Tuhan. Tidak ada pembatas di antara kita. Pembatas atau penghalang hubungan antara manusia dengan Allah disebut berhala. Penyerahan segenap hati otomatis menyingkirkan dan menghilangkan berhala. 
Beban dan dosa harus dibereskan untuk memampukan kita meyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Beban dan dosa adalah rintangan terbesar terhadap berkat Allah kepada kita. Dosa adalah rintangan terbesar dalam menyerahkan kehidupan kepada Tuhan. Orang yang masih hidup dalam dosa, tidak mungkin dapat menyerahkan diri kehidupannya kepada Allah. Orang yang telah mati dalam dosa, oleh yang telah mati terhadap dosa, orang yang telah mati dari dosa, adalah orang yang dapat mempersembahkan dirinya kepada Allah, dan menjadikan dirinya Bait Allah, tempat Allah bersemayam.
Dosa menutup telinga Allah sehingga tidak dapat mendengar dosa kita. Dosa membuat Allah jijik  dan muak sehingga Ia tidak mau memandang kepada kita. Dosa membuat lengan Allah tidak bisa bergerak menolong kita. Dosa memisahkan kita dari Allah. Pemisahan diri kita dari Allah adalah mati. 
Di bawah dosa yang menghambat hubungan kita dengan Allah adalah beban. Beban artinya sesuatu yang harus kita tanggung, kita angkut, kita sokong, kita kerjakan, kita perhatikan, kita bayari, kita berkorban, menghilangkan kenikmatan kita, memeras tenaga kita, dan seterusnya. Contoh beban adalah kemalasan, keinginan jahat, kebencian, balas dendam, amarah yang disimpan dan dilampiaskan, tidak tahu berterima kasih, menjelekkan orang, tidak berpikir panjang, membenci orang lain, fitnah, rencana jahat, korupsi, pencuri, merampok, ingin jabatan tapi tidak bertanggung jawab, dan sejenisnya. Tidak berbuat apa-apa, dan hanya berdiam diri saja, dipersamakan dengan kemalasan dan pencuri. Waktu yang seharusnya disediakan untuk melakukan karya besar, kita biarkan berlalu. Ini pemborosan, termasuk membebani manusia. Ketidak puasan dan kekecewaan, juga adalah beban yang menggerogoti semangat yang akhirnya mematikan karya orang.
Ingat, orang yang sudah berhasil adalah orang yang mampu mengatasi dan mengalahkan dosa dan beban. Mereka, sama seperti semua manusia, pasti dihadang oleh dosa dan beban dalam berbagai kesempatan dalam hidupnya. Mungkin pernah mereka jatuh, tetapi tidak sampai tergeletak, sebab tangan Tuhan menopangnya. Mengapa Tuhan menopangnya sehingga tidak jatuh tergeletak? Karena Dia berteriak minta tolong dan selalu berusaha menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam Alkitab, hampir semua Hamba bahkan Sahabat Tuhan, yang menjadi tokoh penting dan panutan kita, dalam hidup mereka pasti menghadapi dosa dan beban. Tetapi, pada akhirnya hidup mereka penuh dengan kemenangan. Mereka adalah Pemenang di mata Tuhan. Ingat: jangan pernah berhenti, jangan patah semangat, jangan berdiam ...boleh istirahat, kumpulkan tenaga ...kemudian jalan lagi...lagi ... coba lagi ... terus menerus sampai berhasil.

1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.  Pelayanan online kami silahkan kunjungi: www:lemsakti.com , www.pembangunan.net , www.konstruksimart.com , www.muki-online.com