LEMSAKTI adalah lembaga yang dibentuk/disahkan oleh Pemerintah untuk mengelola sumbangan keagamaan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

Pasal 9 ayat (1) Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:

g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan ... , kecuali... sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;

Jumat, 20 Januari 2017

ALLAH SENDIRI MEMIMPIN KITA MEWUJUDKAN IMPIAN MENCAPAI SUKSES

ALLAH SENDIRI MEMIMPIN KITA MEWUJUDKAN IMPIAN MENCAPAI SUKSES

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]


28. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
12. maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau."

Pokok Pemahaman:
  1. Allah sendiri yang melakukan keajaiban-keajaiban di langit dan di bumi, dan dalam kehidupan kita.
  2. Allah yang menciptakan  alam semesta, demikian juga kita dengan segala suksesnya.
  3. Allah sendiri, tanpa bantuan siapapun dan apapun, menolong, memberkati, dan menuntun kita mencapai sukses.
  4. Allah berdasarkan kasih, kuasa dan pengertian-Nya melaksanakan keajaiban dalam hidup manusia.
  5. Segala pertolongan dan bantuan untuk sukses mewujudkan impian, wajib diminta dari Allah.

Melalui Ayub 38:4-5, mengungkapkan bahwa Allah sendiri yang menciptakan langit, bumi, dan segala isinya, seperti di Kejadian 1. Semua hanya oleh kasih karunia Allah.Kita menemukan anugerah Allah dalam bentuk keajaiban-Nya. Dengan anugerah Allah, kita dapat melakukan perkara-perkara yang ajaib bagi Dia dan sesama kita manusia.

Namun, karena semua hanyalah anugerah Tuhan, kita merujuk kepada 1 Kor 15:10: Karena kasih karunia Allah, aku adalah sebagaimana aku ada sekarang. Maka, apapun yang terjadi pada diri kita pribadi, semua adalah kasih karunia Allah.

Kasih karunia Allah membuat orang bodoh menjadi pintar, orang lemah menjadi kuat, orang yang tidak berdaya menjadi pahlawan yang memenangkan peperangan, orang biasa melakukan perbuatan luar biasa.

Keberadaan alam semesta yang maha dahsyat ditetapkan oleh Allah sendiri, masakan Dia tidak mampu menetapkan Anda mewujudkan impian Anda menjadi sukses? Keinginan dan kehendak Alah hadir dalam segala peraturan yang mengatur segala sesuatu yang diciptakan-Nya. Tugas kita memahami aturan-Nya dan menaatinya.

Allah menuntun kita kepada kesadaran dan pengakuan bahwa hanya Dia saja, bukan yang lain, yang melakukan segala bentuk keajaiban. Keajaiban termasuk semua temuan manusia, ilmu pengetahuan, seni, teknologi dan segala kemajuan peradaban. Allah membuka perbendaharaan-Nya secara bertahap dan perlahan kepada setiap orang yang mencarinya, mengetuknya, memintanya. 
Kita sekarang hidup dalam dunia yang berubah secara cepat. Dari tradisional alam ke pertanian ke industri ke informasi dan ... pada akhirnya ke dunia roh. Dari diri sendiri, keluarga, kampung, suku, kecamatan, kabupaten, provinsi, negara, dunia global ... hingga alam semesta. Segala kebutuhan manusia, segala pikiran manusia, karya untuk tubuh manusia dari ujung kaki sampai ujung kepala .... semua ada ... dan terus bertambah.
Semua bidang berkembang, politik, pariwisata, keuangan, hiburan, olah raga, demokrasi, pertahanan, keamanan, termasuk praktek mengalami kehidupan agama hingga rohani. Dari tradisi, simbol, upacara berulang, ritual, ritus, liturgi, ke hubungan intim dengan Allah. Dari pemahaman Allah yang jauh ... menjadi aku di dalam Allah, dan Allah di dalamku ...semua berubah.
Di sisi lain, permasalahan dan persoalan, serta tantangan yang dihadapi umat manusia juga berkembang. Hak asasi, kebebasan individu, kesadaran diri sendiri, yang semakin menguat, telah menghantam dan merontokkan nilai-nilai ikatan sosial yang selam ini dijaga ... Manusia di era pos modern sekarang mempertanyakan apapun yang dianggap sudah mapan ... sistem kenegaraan, sistem keluarga, sistem hubungan antara sesama yang dianggap sudah mapan, mulai diragukan efektivitasnya ... orang mencari alternatif lain, mencari opsi yang lebih sesuai dengan keinginannya. 
Manusia lupa siapa dirinya ... Manusia mengarah kepada pemujaan diri sendiri ...semua untuk memuaskan dirinya sendiri. Manusia berubah menjadi sombong, menganggap dirinya sendiri lebih pandai, lebih hebat dari sesama, bahkan menganggap dirinya setara dengan Allah. Manusia mengalami penyakit parah BESS: bodoh, egois, sombong, serakah.
Manusia sekarang sesungguhnya semakin membutuhkan Yesus Kristus. Informasi tentang Yesus Kristus semakin banyak tersedia, tetapi orang semakin jauh dari perilaku kehidupan yang diharapkan dan diajarkan oleh Yesus Kristus. Bagaimanapun juga, penderitaan karena luka-luka siksaan yang dialami Yesus Kristus, akibat cambukan, paku, tusukan, duri, yang menghancurluluhkan seluruh tubuh-Nya ... Bekas penderitaan-Nya, bilur-bilur-Nya, sesungguhnya untuk mengobati penyakit penderitaan kita, memulihkan BESS yang kita alami, untuk kembali kepada kasih karunia-Nya. Kita tidak paham bagaimana itu terjadi, akal dan rasio kita sulit menggambarkannya, tetapi imajinasi kita, kesadaran kita, intuisi kita, yang Dia berikan, menjadikan semua itu keajaiban bagi kita, mengherankan, tetapi kita percaya. Itu terjadi. Semua itu karena Yesus sendiri.
Karena itu, kalau bukan Tuhan yang membantu dan menolong kita, dan memimpin sendiri kita langsung, tidak ada yang dapat kita perbuat.
Allah mau supaya kita tahu, apa yang ditangkap dengan telinga, tahu dan percaya apa yang dilihat oleh mata, haruslah menuntun kita kepada suatu kesadaran dan pengakuan bahwa hanya Tuhan Allah, dan tidak ada yang lain, yang dapat menolong, menyelamatkan, memberkati, memimpin, dan memberikan kepada kita, segala sesuatu yang kita butuhkan untuk roh, jiwa, dan tubuh kita.
Maka, hanya kepada Allah sendiri segala pujian, hormat, kekaguman, pujaan dan kemuliaan kita serahkan. Sifat Allah yang Maha Pengasih, Maha Tahu, Maha Kuasa ... menolong kita memahami dan menerima keajaiban-keajaiban yang Allah lakukan tanpa bantuan siapapun dan apapun.

5. (40-6) Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.

 Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah / sekolah / berbisnis / membeli silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com  atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan atau klik dan isi contact us di  http://www.lemsakti.com/contact-us.php .  Pelayanan online kami silahkan kunjungi:  http://www.lemsakti.com   http://www.pembangunan.net/  http://www.konstruksimart.com   http://www.herbalmami.com/  https://www.muki-online.com

  
  
  

Rabu, 18 Januari 2017

RANCANGAN TUHAN KITA TANGKAP MELALUI MIMPI DAN VISI

RANCANGAN TUHAN KITA TANGKAP MELALUI MIMPI DAN VISI

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

28. "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.
3. Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

Pokok Pemahaman:
1. Mimpi dan visi besar dari  Allah kita tangkap saat kita berdiam diri
  • Berdiam diri artinya: bergantung pada iman bukan panca indra, dengan lapang dada menerima apapun yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita dengan rasa syukur, mampu menyimpan rahasia Allah dan sesama, sadar dalam sengsara dan tekun dalam doa. 
2. Mimpi dan visi besar kita dapatkan ketika berdoa (berkomunikasi dengan Allah) terus menerus:
  • Allah menggunakan doa sebagai sarana menjawab cara memenuhi segala keperluan kita dengan menunjukkan hal-hal yang besar yang serba rahasia.
  • Tuhan memanggil seseorang melalui doanya dan memberitahukan Rencana Allah bagi manusia dan dunia ini.
  • Tuhan Yesus Kristus sebagai contoh, teladan, dan model kita mengajarkan supaya kita tetap berdoa.
  • Dengan kesabaran menanti dalam doa berkelanjutan, Allah siap memberikan dan mengungkapkan keinginan hati-Nya bagi kita.
  • Supaya doa dan komunikasi kita lancar dengan Allah, kita harus mengatasi dan menyingkirkan hawa nafsu, kesombongan dan memperbaiki serta menjaga hubungan baik dengan sesama.


Allah berjanji bahwa Ia akan menjawab setiap doa (seruan) umat-Nya dan memberitahukan kepada mereka hal-hal yang besar dan tidak terpahami, yakni hal-hal yang belum mereka ketahui. Visi dan mimpi adalah alat utama yang dipergunakan Tuhan menyampaikan pesan dan perintahnya kepada seseorang.
Mimpi ada bermacam-macam:(1) mimpi membersihkan kotoran dari jiwa kita - sering disebut kembang tidur, (2) mimpi membakar dosa-dosa kita, seperti dapur peleburan, sehingga hati kita benar dan lapang berjalan bersama Kristus, (3) Mimpi nubuatan tentang diri kita senidiri: menyingkapkan Rancangan Allah kepada diri kita di masa yang akan datang,(4) Mimpi nubuatan untuk peristiwa di luar diri kita. Mimpi, seperti Firman Tuhan, harus ditafsirkan artinya, terutama yang menyangkut nubuatan, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk peristiwa di luar diri kita. Untuk menafsirkan arti mimpi, ada ilmunya, tetapi juga dapat diminta kepada Allah: karunia menafsirkan mimpi. Mimpi dan visi harus ditafsirkan karena sering muncul dalam bentuk simbol-simbol, seperti layar bioskop.
Hampir semua tokoh-tokoh Alkitab mengalami mimpi untuk menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang luar biasa yang dipilih oleh Allah. Contoh Abraham, Yusuf anak Yakub, Daniel, Yusuf ayah Yesus, Para Rasul: Petrus, Paulus, Yohanes, dll.
Mimpi Besar muncul ketika kita berdoa.
Saat berdoa Allah menyatakan perkara-perkara besar dan rahasia bagi manusia. Ketika Para Rasul berkumpul berdoa, terjadilah pencurahan Roh Kudus. Perkembangan Gereja terjadi karena doa. Saat memilih Pemimpin mereka berdoa. Saat menghadapi penganiayaan, mereka berdoa.Dalam melaksanakan mujizat, mereka berdoa.
Namun, tidak semua doa terjadi seperti yang kita minta. Doa yang benar-benar mewujudkan impian besar kita adalah doa yang lahir dari kerinduan Tuhan di dalam hati kita, sehingga kita mengucapkan atau mengkonfirmasi apa yang Tuhan kehendaki terjadi dalam hidup kita. Bila bukan untuk Tuhan, tetapi doa yang didasari pemuasan hawa nafsur, doa yang didasari kecongkakan atau kesombongan, dan doa kita ketika hubungan dengan sesama rusak, tidak akan pernah dijawab oleh Allah. Kita tidak bisa mempermainkan Allah. Artinya, Allah tidak akan memenuhi apapun permintaan kita, kalau permintaan itu bukan untuk memuliakan Allah.
Berdiam diri artinya, membiarkan rancangan dan kehendak Tuhan yang terjadi pada kita. Rancangan dan kehendak kita, kita matikan, sehingga Allah bebas beracara dalam diri kita. Berdiam diri, berarti, kita mampu menyimpan rahasia Tuhan. Rahasia hanya dapat diungkapkan pada waktu, dengan cara, dan oleh yang ditetapkan oleh Tuhan.
Ketika visi dan mimpi sudah berwujud dan menunjukkan arah ke tujuan yang telah jelas dalam hati dan pikiran kita selama bertahun-tahun, menjadi salah satu tanda bahwa mimpi besar kita, yang selama ini menjadi rahasia, sudah saatnya untuk disingkapkan. Penyingkapan rahasia ini untuk mendapatkan dukungan dan memobilisasi sumber daya dari sesama untuk membuatnya terwujud lebih cepat. Namun ingat, ketika Anda mengumumkan mimpi besar Anda, selalu berlaku hukum polaris: yaitu ada yang setuju dan semangat mendukung Anda, ada yang langsung menolak dan menentang Anda, ada yang diam mengikuti arah angin berhembus. Namun, sekali lagi, kuatkan hati dan semangat Anda, tangan Tuhan tidak lepas dalam menuntun kita mewujudkan impian besar. Mungkin Anda harus mengalami banyak hal, yang tidak Anda duga, baik yang menyenangkan maupun yang mematikan semangat sama sekali. Tetapi, tetaplah bertahan. Tetaplah sabar dan berdiam diri di hadapan Tuhan. Sikap kita dalam berdiam diri adalah pertanda bahwa Tuhan sedang bekerja. Biarkan Tuhan menyelesaikan bagiannya, nanti kita melaksanakan bagian kita.

Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com  atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan atau klik dan isi contact us di  http://www.lemsakti.com/contact-us.php .  Pelayanan online kami silahkan kunjungi: http://www.lemsakti.com/ http://www.pembangunan.net/ http://www.konstruksimart.com/  https://www.muki-online.com/ 

  



Sabtu, 14 Januari 2017

MENYERAHKAN HIDUP KITA ADALAH SYARAT MEWUJUDKAN RANCANGAN ALLAH

MENYERAHKAN HIDUP KITA ADALAH SYARAT MEWUJUDKAN RANCANGAN ALLAH

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

5. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
Pokok Pemahaman:
  1. Hanya Tuhan yang dapat menolong kita, itulah alasan mengapa menyerahkan diri kepada-Nya adalah tindakan yang bijaksana.
  2. Tuhan mengundang kita menyerahkan diri kepada-Nya.
  3. Penyerahan diri kepada Tuhan membuat Dia senang.
  4. Penyerahan diri kepada Tuhan harus dengan sukarela dan segenap hati.
  5. Penyerahan diri kepada Tuhan berarti memberi yang terbaik kepada Tuhan.
  6. Dosa dan beban kehidupan adalah penghambat penyerahan diri kepada Tuhan.

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Di dalam Tuhan kita pasti berhasil karena Dia berkuasa membuat kita berhasil.Tuhan tidak berhenti melakukan kehendak-Nya. Allah adalah pihak yang paling menginginkan kita berhasil. 
Jalan menuju keberhasilan dengan menyelaraskan keinginan kita kepada keinginan Allah. Menyelaraskan jalan kita dengan jalan-Nya. Pikiran dan tindakan kita harus sejalan dengan pikiran dan kehendak Tuhan.
Kehendak Allah itu bebas, penuh kuasa, tidak berubah, berisikan kasih dan kerelaan, sempurna, dan hanya melalui Tuhan kita Yesus Kristus kehendak Allah dinyatakan. Tanpa mnyerahkan diri dan kehidupan kita kepada kekuasaan Tuhan, ia tidak dapat melakukan apapun bagi kita.
Apakah Anda ingat ketika dibaptis? Dibaptis artinya menguburkan manusia lama dan menjadi manusia baru. Manusia lama adalah manusia yang sudah berdosa dan harus mati. Manusia baru adalah Yesus Kristus, yaitu Roh Yesus, yang hidup di dalam kita. Manusia lahir baru, yaitu Roh Yesus yang baru lahir di dalam kita harus dikasih makan: yaitu FIRMAN TUHAN sampai menuju Dewasa. Ketika dewasa dia diberikan Kuasa Ilahi, yaitu Urapan Roh Kudus. Orang yang penuh dengan Roh Kudus, Kekuasaan Allah bekerja secara kuat di dalam orang itu.
Ketika kita menyadari sebagai orang Kristen yang sudah lahir baru, sesungguhnya otomatis Kehendak Tuhan yang ada pada kita. Ketika kita merasakan ada yang berbeda, yang kita kehendaki dan lakukan berbeda dengan Kehendak Allah, itulah waktunya kita dengan tegas berkata "manusia lama sudah mati. orang mati tidak punya kehendak dan keinginan apapun lagi". Yang ada sekarang manusia baru, Manusia Yesus, jadi yang boleh diinginkan, dikehendaki, dilakukan hanyalah kehendak Yesus sendiri.
Pemahaman seperti itulah yang memampukan kita melakukan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.Tanpa penyerahan diri dan kehidupan kepada kekuasaan Tuhan, ia tidak dapat melakukan apapun bagi kita.
Yesus Kristus tidak dapat memaksa kehendak manusia.Yesus selalu menunggu kesempatan untuk masuk dalam kehidupan seseorang dan melakukan sesuatu.Jika kita menjadikan Allah saja tujuan hidup kita, Tuhan melalui kuasa dan tujuan AgungNya menolong dan memberkati kita, serta membawa kepada kita orang-orang yang akan membantu kita, membawa uang, membawa sarana, dan membuka berbagai kesempatan yang kita perlukan dalam mewujudkan impian besar yang kita miliki. Jika kita sungguh-sungguh berada dalam tujuan hidup yang dirancang Tuhan bagi kita, maka orang, sarana dan prasaran, serta berbagai kesempatan yang kita perlukan, secara alamiah akan datang kepada kita.
Kunci kepuasan pribadi dan sukses secara profesional terjadi ketika kita menemukan arti dan tujuan dalam apapun yang kita kerjakan.
Kuncinya adalah dengan sukarela kita menyerahkan diri kepada Allah saja. Penyerahan diri dengan segenap hati. Hati adalah perpaduan antara roh dengan jiwa. Hati adalah tempat dimana Tuhan dapat hadir. Hati adalah tempat dimana Allah bertahta, bertempat kedudukan. Tanpa menyerahkan diri dengan segenap hati, itu sama dengan pelecehan terhadap ke-Kudusan Allah. Tanpa segenap hati tidak ada berkat, malahan yang datang adalah kutuk. Kutuk adalah pernyataan celaka atau bencana yang akan menimpa seseorang.
Dimana hatimu berada, disitu hartamu berada. Ketika kita menyerahkan hati kita sepenuhnya kepada Tuhan, tidak ada harta milik kita yang tidak dengan rela kita serahkan kepada Tuhan. Tidak ada pembatas di antara kita. Pembatas atau penghalang hubungan antara manusia dengan Allah disebut berhala. Penyerahan segenap hati otomatis menyingkirkan dan menghilangkan berhala. 
Beban dan dosa harus dibereskan untuk memampukan kita meyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Beban dan dosa adalah rintangan terbesar terhadap berkat Allah kepada kita. Dosa adalah rintangan terbesar dalam menyerahkan kehidupan kepada Tuhan. Orang yang masih hidup dalam dosa, tidak mungkin dapat menyerahkan diri kehidupannya kepada Allah. Orang yang telah mati dalam dosa, oleh yang telah mati terhadap dosa, orang yang telah mati dari dosa, adalah orang yang dapat mempersembahkan dirinya kepada Allah, dan menjadikan dirinya Bait Allah, tempat Allah bersemayam.
Dosa menutup telinga Allah sehingga tidak dapat mendengar dosa kita. Dosa membuat Allah jijik  dan muak sehingga Ia tidak mau memandang kepada kita. Dosa membuat lengan Allah tidak bisa bergerak menolong kita. Dosa memisahkan kita dari Allah. Pemisahan diri kita dari Allah adalah mati. 
Di bawah dosa yang menghambat hubungan kita dengan Allah adalah beban. Beban artinya sesuatu yang harus kita tanggung, kita angkut, kita sokong, kita kerjakan, kita perhatikan, kita bayari, kita berkorban, menghilangkan kenikmatan kita, memeras tenaga kita, dan seterusnya. Contoh beban adalah kemalasan, keinginan jahat, kebencian, balas dendam, amarah yang disimpan dan dilampiaskan, tidak tahu berterima kasih, menjelekkan orang, tidak berpikir panjang, membenci orang lain, fitnah, rencana jahat, korupsi, pencuri, merampok, ingin jabatan tapi tidak bertanggung jawab, dan sejenisnya. Tidak berbuat apa-apa, dan hanya berdiam diri saja, dipersamakan dengan kemalasan dan pencuri. Waktu yang seharusnya disediakan untuk melakukan karya besar, kita biarkan berlalu. Ini pemborosan, termasuk membebani manusia. Ketidak puasan dan kekecewaan, juga adalah beban yang menggerogoti semangat yang akhirnya mematikan karya orang.
Ingat, orang yang sudah berhasil adalah orang yang mampu mengatasi dan mengalahkan dosa dan beban. Mereka, sama seperti semua manusia, pasti dihadang oleh dosa dan beban dalam berbagai kesempatan dalam hidupnya. Mungkin pernah mereka jatuh, tetapi tidak sampai tergeletak, sebab tangan Tuhan menopangnya. Mengapa Tuhan menopangnya sehingga tidak jatuh tergeletak? Karena Dia berteriak minta tolong dan selalu berusaha menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam Alkitab, hampir semua Hamba bahkan Sahabat Tuhan, yang menjadi tokoh penting dan panutan kita, dalam hidup mereka pasti menghadapi dosa dan beban. Tetapi, pada akhirnya hidup mereka penuh dengan kemenangan. Mereka adalah Pemenang di mata Tuhan. Ingat: jangan pernah berhenti, jangan patah semangat, jangan berdiam ...boleh istirahat, kumpulkan tenaga ...kemudian jalan lagi...lagi ... coba lagi ... terus menerus sampai berhasil.

1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.  Pelayanan online kami silahkan kunjungi: www:lemsakti.com , www.pembangunan.net , www.konstruksimart.com , www.muki-online.com 







Jumat, 13 Januari 2017

Jual Obat herbal bawang putih, jahe, lemon, cuka apel, madu - HERBAL MAMI | Tokopedia

Jual Obat herbal bawang putih, jahe, lemon, cuka apel, madu - HERBAL MAMI | Tokopedia: Jual Obat herbal bawang putih, jahe, lemon, cuka apel, madu, obat herbal dengan harga Rp 175.000 dari toko online HERBAL MAMI, Pulo Gadung. Cari produk obat herbal lainnya di Tokopedia. Jual beli online aman dan nyaman hanya di Tokopedia.

Kamis, 12 Januari 2017

ALLAH BESERTA KITA MEWUJUDKAN RENCANA-NYA

ALLAH BESERTA KITA MEWUJUDKAN RENCANA-NYA

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

2 Tawarikh 32: 8 ... yang menyertai kita adalah Tuhan, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita ....

Pokok Pemahaman:

  1. Menurut Alkitab (Bible), Allah selalu beserta kita
  2. Allah beserta kita melangkah dalam tanjakan kesuksesan
  3. Tuhan menyertai kita dalam berbagai variasi
  4. Tuhan beserta kita supaya kita harus berani berjalan sendiri
  5. Ketika beserta Tuhan, banyak musuh ...

Kita akan menemukan kembali iman yang hilang ketika menyadari kita tidak sendiri, karena Allah beserta kita (Immanuel). Allah setiap saat hadir bersama kita. Allah membutuhkan iman kita (yakin Tuhan beserta kita) agar Ia dapat mengerjakan apa saja untuk kita melalui kita untuk menolong orang lain. Untuk menghidupkan iman kita, Allah selalu memberi janji, sehingga kita tidak takut, tetapi tetap beriman kepada-Nya.

Syarat yang harus kita penuhi supaya Rencana Allah terwujud di dalam kehidupan kita adalah kita percaya Dia sanggup menolong kita dalam situasi dan keadaan yang bagaimanapun. Kehidupan merupakan rangkaian perjalanan mengalami susah senang, sakit sehat, lemah kuat, menangis tertawa, berpisah bertemu, gagal dan sukses. Kita hanya mampu melewati itu semua ketika Tuhan menunjukkan jalan mana yang harus kita tempuh. Penyertaan Tuhan adalah modal utama kita dalam menapaki perjalanan kehidupan kita. 

Perjalanan kehidupan menghadapi berbagai variasi: kesulitan dan kesukaran. Tidak nyaman, banyak duri dan onak, tanjakan dan turunan, panas dingin, gelap terang, sempit dan menyesakkan bahkan menyakitkan. Tiap langkah selalu dihadang oleh bahaya dan maut, penyamun dan binatang (manusia berhati) buas, yang terus mengintai mencari mangsa untuk ditelan. Tetapi ingat, kita tidak sendiri. Ada Tuhan yang menyertai kita.

Tuhan memahami dan paling tahu bagaimana harus menuntun langkah kita. Allah dalam Yesus Kristus adalah jalan itu sendiri. Dialah jalan, kebenaran, dan hidup. (Yoh 14:6). Penyertaan Tuhan adalah sumber kekuatan dan rasa aman kita. 

Tanjakan dalam perjalanan adalah peristiwa yang terjadi yang membuat kita merasa tidak cocok, tidak nyaman, bertentangan dengan pikiran kita, harapan kita, rencana kita, dan agenda atau program kita. Kita sudah merancang dengan baik, tetapi tidak ada satupun yang terjadi seperti yang kita inginkan. Semua berantakan. Itu adalah tanjakan atau lobang yang menghambat perjalanan kita. Tetapi, bagi Tuhan itu sebenarnya cara Dia memberkati kita. Tanjakan dipakai Tuhan membentuk kita supaya siap untuk sukses, penuh berkat, anugerah dan rahmatNya. Allah selalu menuntun kita kemana anugerahNya tersedia. 

Sekali lagi, kita membutuhkan iman. Percaya Tuhan menyertai kita, sekalipun di dalam tanjakan atau jurang yang dalam. Sekalipun dikepung binatang buas, dihadang gelombang lautan yang dahsat, dikerubuti oleh manusia serakah sadis dan kejam. Ingat, Tuhan ada di situ bersama kita. Karena Tuhan beserta kita, kita harus, dan harus memaksakan diri kita, untuk melangkah mantap, dengan semangat, dengan penuh kesadaran dan keyakinan bahwa setiap langkah kita, setiap tempat yang kita lalui, tanjakan dan jurang,  Tuhan selalu ada beserta kita.

Keraguan dan kebimbangan akan muncul dalam proses menuju sukses. Kekhawatiran dan ketidakpastian akan datang. Tetapi ingat, itu hanya tanjakan kecil ... itu hanya jurang dangkal .. karena kita akan melewatinya ... itu akan berlalu. Tangan Tuhan lebih dari cukup untuk mengangkat kita.

Mimpi-mimpi indah kita, yang ingin kita wujudkan, tidak selamanya berjalan mulus. Tidak selalu sesuai dengan jadwal yang telah kita tetapkan. Sering sekali kita akan menghadapi hal-hal yang mengecewakan, terutama dari orang yang paling dekat dengan kita. Mitra kita, pasangan kita, orang yang kita harapkan, adalah yang selalu memberikan kekecewaan. Bukan hanya itu, mereka bahkan dapat mematikan dan menghentikan langkah kita selanjutnya. Mereka yang kita sayangi, bahkan bisa menghancurkan semua impian kita. Tuhan tahu itu. Firman-Nya telah memberi tuntunan bagi kita: "Jangan berharap kepada manusia". Sering terjadi, orang-orang yang dekat dengan kita, atau kemudian dekat dengan kita, memang dipakai Tuhan untuk mempersiapkan jalan kita selanjutnya. Tetapi kita salah, kita terlena, kita terpesona dengan orang dekat kita. Kita berharap, dan terlalu berharap agar dapat abadi bersama. Tanpa sadar, kita melanggar Firman Tuhan. Kita melupakan "Jangan berharap kepada manusia". Kita berharap kepada teman dekat kita, mitra kita, sahabat kita ... akibatnya ... ketika bagian dia, waktu dia, bantuan dia, kontribusi dia kepada kita sudah selesai ... kita harus merelakan dia pergi ... melepaskan dia ke tempat dimana dia seharusya ... dan kita ... kembali menapaki jalan yang telah Tuhan tentukan kita lalui. Peristiwa perpisahan dengan mereka yang telah bersama-sama dengan kita selama ini ... tentu menyakitkan... mengecewakan ... apalagi kita belum siap berpisah ... tetapi kita dipaksa oleh rangkaian peristiwa yang membuat kita terpaksa berpisah ... kita tidak cocok lagi dengan mereka, yang kita sayangi .... Peristiwa ini hanyalah tanjakan atau jurang yang disediakan oleh Tuhan untuk membentuk kita lebih tangguh, lebih cakap, dan lebih kompeten lagi ... Kembalilah kepada Yang Menyertai kita dalam mewujudkan Rencana-Nya ... Tuhan Semesta Alam.

 Memang tidak semudah itu. Ada waktu ... suatu periode ... ketika kita mengalami kekosongan ... merasakan Tuhan tidak hadir. Kita merasa sendirian. Tidak ada Tuhan disana menyertai kita. Kita berkesimpulan tidak ada harapan lagi. Kita mulai ragu, bahwa impian yang ingin kita wujudkan bukan berasal dari Allah. Impian kita adalah ambisi pribadi kita sendiri. Kalau itu terjadi ... tenangkan jiwa kita, tentangkan tubuh kita ... kumpulkan kekuatan dan sadari kembali ...kita sudah berjalan sejauh ini ... kemudian katakan melalui roh kita "Allah mempunyai rencana yang indah bagiku untuk berhasil. Aku tidak berjalan sendiri. Ada Allah yang menyertai aku. Tiap langkah yang dituntun oleh Allah adalah jalan menuju sukses, apakah itu tanjakan atau jurang, itu semua menuju sukses. Tuhan besertaku ... aku sukses". Kalimat itu diulang-ulang ... hingga kekuatan kita pulih kembali dan siap kembali bertarung.

Ketika menghadapi tanjakan dan jurang .... jangan melarikan diri, jangan mundur, jangan menyimpang. Jangan menyalahkan diri sendiri. Jangan menyalahkan orang lain.Jangan menyalahkan siapapun. Tetapi katakan "Aku kuat dan menguatkan kepercayaanku kepada Tuhan, Allahku, yang menyertai aku".

Ingat, sadari, yakin dan percayalah.... setelah semua hal yang menyedihkan dan melemahkan ini ... Allah pasti memberi sukses yang besar ... kemenangan ... harta kekayaan .... milik pusaka ... mendapatkan lebih dari yang dibayangkan. Penyertaan Tuhan selalu menuntun kepada sukses. Berjalanlah sesuai tuntutan Tuhan.

Tuhan tidak berubah. Tuhan Maha Tahu dan Maha Kaya. Dalam perjalanan, Dia akan menunjukan berbagai variasi, metode, cara, yang berubah-ubah, sesuai yang paling tepat menurut Tuhan sendiri untuk kita. Variasi ini sering menimbulkan ketidaknyamanan. Tidak nyaman berarti kita stress, putus asa, lelah, menggerutu, bersungut-sungut, dan mulai mempertanyakan Tuhan. Kita mulai berargumentasi, mencoba membenarkan diri kita, walaupun dengan rasa takut, mulai mau menyalahkan Tuhan... Untuk kembali menenangkan hati kita dan menguatkan kita alam perjalanan, ingat, Allah kita adalah Allah yang bervariasi. Ia tidak selalu melakukan hal-hal yang sama dengan cara-cara yang sama. Dia kaya dengan cara.

Allah bisa di depan kita, bisa di belakang kita, bisa di dalam kita, bisa di luar kita. Jika Ia berjalan di depan kita, berarti Dia mengingatkan kita di depan ada tanjakan, turunan, batu tajam, terjal, curam, duri, onak, tikungan yang dapat menghambat perjalanan kita. Dengan keberadaan Tuhan di depan kita, kita hanya mengikuti Dia saja. Jika Tuhan berada di belakang kita, berarti di hadapan kita ada jalan panjang tanpa akhir. Tuhan di belakang untuk mendorong kita supaya jangan lelah, jangan bosan, jangan lengah, dan jangan bermalas-malasan. Tuhan memastikan mendorong kita untuk tetap berjalan menuju sasaran sukses mewujudkan impian kita.

Yang perlu bagi kita menyadari dan tetap meyakinkan diri kita bahwa Tuhan menyertai kita. Relakanlah Allah memimpin kita dengan berbagai variasi, metode, dan cara yang Ia kehendaki. 

Iman kita menyatakan Tuhan beserta kita. Dalam kenyataan sehari-hari, sering merasa sendiri. Sebenarnya, Allah tetap ada, cuma kita tidak melihatnya. Kita tidak menyadari keberadaan-Nya. Kita tidak merasakan kehadiran-Nya. Tuhan ingin kita berani berjalan sendiri. Tuhan tidak ingin kita jadi manusia cengeng. Setiap saat merepotkan Tuhan, dengan yang menjadi bagian kita. Tuhan ingin berbagi dengan kita. Tuhan tidak ingin kita putus asa. Tuhan tidak ingin kita meragukan Tuhan. 

Berani berjalan sendiri berarti meyakinkan diri sendiri bahwa walaupun aku tidak melihat kehadiran Tuhan besertaku, aku tahu, aku akan lulus, aku akan berhasil. Aku akan muncul seperti emas murni, permata yang mulia. Berani berjalan sendiri, berarti, berani memproklamirkan kepada siapa saja bahwa tidak ada allah lain selain Allah di dalam Yesus Kristus. Allah ingin kita menyatakan dengan tegas, berdasarkan iman saya, Yesus adalah Allah satu-satunya yang menjadikan siang dan malam, menciptakan nasib baik dan buruk.

Berani berjalan sendiri berarti selalu mengandalkan Tuhan saja. Orang-orang beriman itu berani berjalan sendiri, walaupun tidak didukung oleh manusia maupun sarana dan prasarana yang hebat dan banyak.

Perlu disadari bahwa dalam penyertaan Tuhan ada banyak musuh. Musuh pertama adalah diri kita sendiri. Ciri orang sukses: tidak pernah memikirkan kegagalan, jarang berkeluh kesah, tidak berlindung pada kelemahan, selalu bersemangat, memiliki roh yang menyala-nyala. Orang pesimis dan gagal memiliki ciri: tidak percaya kepada potensi dan kemampuan dirinya sendiri, memiliki harapan tetapi tidak berani bertindak.

Kita harus menanamkan dalam diri kita bahwa kita pasti sukses. Jika keyakinan lenyap, kita menjadi lemah, rendah diri dan tidak berdaya, hasilnya adalah kegagalan. Lawanlah kegagalan, maka sukses menjadi milikmu.

Percaya diri melahirkan kekuatan, keberanian dan ketegasan bertindak. Beranilah menyatakan pendapat, gagasan sendiri, walaupun berisiko. Tetap kuasai emosi, tetap tenang dan berpikir dengan jernih, walaupun ditekan dengan keras. Bersikap independen, tidak mudah terpengaruh. Kebenaran adalah kebenaran jangan mengalah dengan mayoritas. Berkatalah apa adanya, sesuai dengan kenyataan.

Musuh berikut, selain diri sendiri adalah sesama manusia. Ada orang yang memusuhi kita tanpa sebab. Ada orang yang iri hati, yang mencerca, yang memfitnah, bersaksi dusta, dan yang jelas-jelas menghambat kita. Bahkan ada yang berusaha menghancurkan kita.

Kita harus berani menolak semua hambatan tersebut, dan mengalahkan semua musuh kita: baik diri sendiri maupun sesama manusia. Dengan tetap memandang kepada Tuhan, kita melaksanakan tanggung jawab kita mencapai sukses mewujudkan impian besar kita. Jika kita melaksanakan tanggung jawab kita mewujudkan impian besar, dunia akan membenci kita, kita akan merasa seorang diri.

Memang, melakukan perkara besar bagi Allah banyak musuhnya. Yang penting, kita ingat dan kita sadari, Allah beserta kita mewujudkan perkara-perkara besar bagi kita. Allah beserta kita melawan dan mengalahkan musuh-musuh kita.


2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.
Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan. 

Selasa, 10 Januari 2017

ALLAH MENARUH IMAN DI HATI KITA UNTUK MEWUJUDKAN KERINDUAN-NYA

ALLAH MENARUH IMAN DI HATI KITA UNTUK MEWUJUDKAN KERINDUAN-NYA

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

Pokok Pemahaman:

  1. Keinginan, cita-cita, kerinduan dan hasrat adalah alat dalam tangan Tuhan untuk melakukan mujizat.
  2. Iman adalah mata yang mampu melihat Allah sebagai Tuhan yang absolut, tidak berubah dan tidak bergantung pada apapun dan siapapun.
  3. Iman adalah keyakinan bahwa Allah itu ada dan apa yang Ia firmankan akan menjadi kenyataan.
  4. Allah bertindak saat kita meletakkan iman kita hanya pada Allah dan bukan yang lain.
  5. Beriman kepada Allah harus setiap waktu, berkelanjutan, terus menerus, tidak berkeputusan.
  6. Beriman berarti keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu melaksanakan, tanpa Allah satupun tidak dapat kita lakukan.

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ibrani 11:6

Iman dapat menghadirkan hal-hal yang belum kelihatan (belum dapat disadari oleh pancaindra, tetapi dapat dilihat oleh imajinasi, persepsi, rohani, indra rohani, kehendak bebas). Ciri khas manusia rohani adalah iman. Melihat yang tidak dilihat oleh orang kebanyakan.

Allah adalah Roh. Allah adalah sumber kehidupan kita. Maka, memiliki iman adalah persyaratan mutlak untuk berhubungan dengan Allah. Artinya, apapun yang Tuhan janjikan melalui Firman Tertulis (Alkitab, Bible, Buku, Blog, Situs) atau melalui Firman Lisan (Khotbah, Pengajaran, Ceramah, Diskusi) atau Penyingkapan Allah sendiri (wahyu, penglihatan, mimpi, inspirasi, bisikan, dst) harus ditanggapi dengan iman. 

Imajinasi atau bayangan atau khayalan adalah alat paling sederhana tetapi paling ampuh yang disediakan oleh Tuhan kepada anak-anak-Nya. Melalui imajinasi Tuhan memberikan rancangan-Nya terhadap hidup seseorang, apakah untuk suatu waktu tertentu, atau untuk suatu jangka waktu yang panjang. Contoh sederhana adalah ketika kita menghadapi suatu masalah, kita akan berpikir dan mencari dalam batin kita apa jalan keluar atas masalah yang kita hadapi. Sadar atau tanpa sadar akan ada dorongan dalam diri kita untuk bertindak, misalnya: bertanya kepada seseorang. Yang lain lagi mungkin mencari di google. Yang lain lagi mencarinya dalam ayat-ayat Alkitab. Yang lain lagi mencoba untuk berdoa. Semua tindakan lanjutan dari apa yang muncul dalam bayangan untuk solusi masalah kita adalah konfirmasi atau penegasan terhadap jalan keluar yang Tuhan telah berikan kepada kita.

Kualitas keputusan yang kita ambil terhadap imajinasi yang muncul pertama sekali, tergantung banyak faktor. Salah satunya adalah ukuran iman kita. Ketika kita memiliki iman yang besar, teguh dan kuat, artinya hubungan kita dengan Allah adalah lancar, dengan tingkat kecepatan yang sangat tinggi, tanpa gangguan jaringan dan sinyal. Tetapi, ketika dalam menanggapi imajinasi atas harapan jalan keluar yang kita dapatkan, kemudian kita ragu-ragu, kita bimbang, kita menjadi tidak yakin, kita menjadi bingung, ini adalah tanda-tanda hubungan yang tidak sehat dengan Allah. Jaringan kita mungkin terputus, atau ada sadapan dari pihak penyadap, yaitu si jahat. Dalam kasus yang terakhir ini, tugas utama kita, sebelum menuntaskan masalah yang kita hadapi, adalah membetulkan dan memperbaiki hubungan yang lancar dengan Allah. Sumber dari segala sumber kehidupan harus dapat mengalir dengan deras dan lancar kepada diri kita.

Apakah Anda tahu arti SMART dalam menetapkan tujuan atau merencanakan suatu kegiatan? Seperti itulah iman bekerja. Anda harus dapat membayangkan dengan jelas apa yang ingin Anda capai. Misalnya: memiliki iman untuk membangun suatu Gereja yang Besar. Yang perlu Anda bayangkan, antara lain: bagaimana bentuknya, berapa besarnya, susunan kursi-kursinya, apakah pakai karpet atau batu alam, sistem tata suaranya, mimbarnya, daya tampung jemaat. Seperti Pak Pdt Jacob Nahuway, membayangkan lebih 10.000 orang jemaat duduk di gereja yang akan dia bangun. Dan, jadilah Mawar Saron di Jl Hibrida Kelapa Gading Jakarta, seperti itu.

Ketika memiliki imajinasi, bagaimana selanjutnya melaksanakan iman Anda? Jangan harap akan lancar-lancar saja. Pasti banyak tantangan dan hambatan. Bagaimana Anda menghadapi semua hambatan dan tantangan tersebut?

Yoh 14:12 .... barangsiapa percaya kepada-Ku ... ia akan melakukan ... pekerjaan-pekerjaan yang lebih besari daripada yang Aku lakukan ....
Mzm 108:14 Dengan Allah akan kita lakukan  perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa...

Segala pertanyaan, keraguan orang, hinaan bahkan olokan jangan pernah melemahkan iman Anda. Tetapi, setiap serangan jadikan untuk memperkuat iman Anda. Ingat, iman yang kita miliki...terletak pada Allah di dalam Yesus Kristus yang kita sembah. Iman Anda, harus dipindahkan dari konsep atau ide ke dalam pribadi Anda, yaitu Allah sendiri. Allah dalam Yesus Kristus adalah iman kita yang sangat kuat.

Ingat, ... bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ibr 11:6

Apa selanjutnya dilakukan dengan iman? Iman pada kesanggupan Allah, menghendaki cara Allah mewujudkannya. Cara Allah yang telah terbukti pada pembangunan Gereja Mawar Saron adalah:DOA dan PUASA. Tujuan DOA dan PUASA adalah memberi kebebasan (jalan tol) kepada Roh Allah dan para malaikatNya untuk menggerakkan orang-orang untuk berkorban, memberi, mengambil bagian, melakukan sesuatu sehingga impian besar itu dapat diwujudkan.

Iman yang membuat dan menghasilkan mujizat adalah iman yang bersumber dari Allah. Jangan menaruh harapan kepada manusia, orang kaya, orang hebat, orang dengan jabatan tinggi, orang yang memiliki fasilitas, orang yang memiliki jaringan. Mengapa? Karena mereka akan mengecewakan Anda. Mereka tetap manusia, dengan segala kedagingan, kelemahan, ambisi, harapan, dan kebodohan yang melekat pada diri mereka. Mereka memang memiliki apa yang Anda harapkan, tetapi akan lebih berguna bila hati mereka tergerak karena dorongan Roh Allah, bukan karena hubungan kita secara manusiawi. 

Ingat Mzm 127:1 ... Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah (artikan ini impian besar Anda, Bisnis, Jabatan, Pelayanan, Kursi DPR/DPD, Kursi Bupati/Gubernur/Presiden, Jabatan Menteri, Yayasan, dst), sia-sialah usaha orang yang membangunnya...

Alkitab memberikan pegangan kepada kita untuk percaya kepada Allah saja dengan segenap hati. Dengan segenap hati, memungkinkan dan menggerakkan Allah menyatakan kuasa-Nya. Ams 3:5-6 ... Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu....jangan bersandar pada pengertianmu sendiri...Akuilah Dia dalam segala usahamu...Ia akan membuatmu berhasil...

APA ARTINYA PERCAYA KEPADA TUHAN DENGAN SEGENAP HATI? Inilah tanda-tandanya:


  1. pikiran Anda tetap jalan
  2. motivasi Anda tetap tinggi
  3. Anda tetap memiliki penolong terbaik
  4. Anda memiliki tempat perlindungan teraman
  5. Anda tetap fokus pada visi Anda
  6. Anda tetap hidup...semangat

Iman mengikat kita kepada Allah dan mengikatkan Allah kepada kita. Bagaimana cara mengikatnya? Dengan mengucapkan Firman Allah yang menjadi dasar hubungan antara kita, diri Anda dengan Allah. Ucapkan dengan mulut, percaya dalam hati, bertindak dengan tubuh Anda. Tidak ada yang dapat memisahkan Allah dengan diri Anda (Roma 8:39). Itu karena iman.

Jadi dalam hubungan antara Allah dengan manusia, yang perlu terus dipahami dan dilatih adalah supaya manusia tetap menaruh iman hanya kepada Allah saja. Jangan menaruh harapan kepada sesuatu di luar Allah. Jangan menaruh harapan kepada kemampuan diri sendiri. Saat Allah menemukan iman di dalam diri kita, Ia dapat melakukan apa saja bagi kita, karena Ia, memiliki segala kuasa.

Musuh dari iman adalah ketidakpercayaan, ragu-ragu, bimbang, mempertanyakan, berargumentasi, cuek, tidak menaruh harapan, tidak peduli...

Percaya kepada Allah harus berkelanjutan. Jangan hari ini berapi-api, besok sudah padam. Percaya kepada Tuhan harus sepanjang hayat dikandung badan. Setiap saat kita harus berdoa, mencurahkan keinginan, kemauan, hasrat, cita-cita, harapan, dan segala isi hati kita kepada Tuhan.

Kalau tidak meminta kepada Tuhan, Ia tidak akan memberikan kepada kita. Hanya yang meminta kepada Dia, yang mendapat.(Matius 7:8). Apa yang kita percayai mengenai Allah, akan menentukan apa yang Allah perbuat untuk kita. 

Beriman kepada Allah secara berkelanjutan tidak akan mengecewakan, karena:

  1. Segala kuasa berasal dari Allah
  2. Allah pengasih dan penyayang
  3. Allah mendengar dan menjawab doa kita

Orang percaya sejati, percaya sepenuhnya bahwa mereka dapat memiliki apapun yang mereka inginkan dan mempertahankan harapan dengan sepenuh hati untuk memilikinya dan secara berkelanjutan mengejarnya sampai memilikinya.

Yohanes 14:12
... barangsiapa percaya kepada-Ku... ia akan melakukan ... pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar ...

Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan. 





Minggu, 08 Januari 2017

ALLAH MEMBERIKAN KECAKAPAN BAGI KITA UNTUK MEWUJUDKAN KERINDUAN-NYA

ALLAH MEMBERIKAN KECAKAPAN BAGI KITA UNTUK MEWUJUDKAN KERINDUAN-NYA

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina. Amsal 2:29

Pokok Pembahasan:

  1. Setiap orang memiliki kecakapan dari Allah untuk melakukan sesuatu.
  2. Kecakapan akan teruji ketika melaksanakan pekerjaan.
  3. Kecakapan berada dalam jiwa, roh dan hati manusia. Hati adalah perpaduan antara Jiwa dan roh, yang disebut manusia batiniah. Jiwa merupakan perpaduan antara pikiran, ingatan, kehendak, dan perasaan. Roh adalah bagian Allah memberi kehidupan kepada manusia.
  4. Identitas Allah dalam diri manusia, kelihatan dan terasa dalam pekerjaan yang dilakukan Allah pada diri manusia tersebut.
  5. Manusia adalah gambaran Allah, karena Roh Allah ada pada dirinya. Bila seseorang tidak bekerja, maka gambaran Allah tidak kelihatan pada orang tersebut.
  6. Kerajaan Allah diwarnai dan diisi dengan pelayanan yang disebut pekerjaan. Pekerjaan setiap manusia sesuai dengan bakat yang diberikan Allah melalui Roh-Nya yang dikembangkan dan diusahakan oleh setiap orang sepanjang hidupnya. Setiap orang adalah setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan. Yang menentukan adalah apakah pekerjaan itu berkenan dan sesuai kehendak Allah; atau melanggar kehendak Allah, yang disebut dosa, yang menimbulkan hukuman dan murka Allah. 
  7. Akhir perjalanan manusia adalah hidup kekal bersama Allah, atau hukuman kekal berpisah dari Allah.   

SUKSES SECARA ALKITABIAH ADALAH KETIKA SESEORANG BERADA PADA POSISI, WAKTU, TEMPAT, CARA, DAN MENGHASILKAN HASIL YANG TEPAT MENURUT ALLAH.

Kecakapan menjadi prasyarat untuk sukses. Kecakapan adalah kemampuan, kemahiran, kepandaian atau kesanggupan dalam mengerjakan sesuatu. Kecakapan mengetahui kehendak Allah bagi diri kita adalah syarat mutlak untuk berhasil sesuai kehendak Allah. Yang pertama dan yang paling kita senangi, merupakan tanda pertama itu berasal dari Allah.
Supaya sukses mewujudkan impian yang besar menjadi kenyataan, kita harus mencari dan menemukan pekerjaan yang kita sukai yang sesuai dengan kecakapan yang kita miliki.

Untuk sukses kita harus mengabdikan diri dan mencintai pekerjaan tersebut. Melalui bekerjalah manusia mewujudkan perkara-perkara besar. Ingat: tidak ada cara gampang, tidak ada skema cepat,  bagi Allah dan bagi manusia untuk mewujudkan perkara-perkara besar.

Jalan cepat biasanya membawa celaka. Contoh: berjudi, merampok, mencuri, korupsi, mengambil hak orang lain dengan cara tidak benar, menyalib/memotong jalur, menyelundup, dan sejenisnya. Bahkan memaksa Allah untuk mengabulkan permintaan kita dengan mengutip ayat-ayat tertentu, dengan mengklaim/menuntut janji Tuhan, bukan cara yang benar.

Bagi yang percaya kepada Allah dan menerima serta mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi, meyakini dan menerapkan hal-hal berikut:


  1. Kecakapan mewujudkan impian yang besar berasal dari Allah.
  2. Setiap orang memiliki talenta yang menjadi dasar kemampuan yang diberikan Allah untuk melakukan karya-karya besar.
  3. Untuk mencapai impian yang besar kita harus melaksanakan dengan rumusan (cara) Allah sendiri.
  4. Rumusan Allah yang pertama untuk sukses adalah kecakapan melakukan pekerjaan yang kita pilih, kecakapan adalah talenta yang telah diberikan Allah supaya kita kembangkan dan matangkan terus menerus dengan bekerja dan belajar, memperbaiki, bekerja belajar memperbaiki dari yang paling kecil hingga yang paling besar.


 Harga yang harus dibayar atau beban yang harus dipikul supaya sukses:


  1. Bekerja keras. Dengan dipaksa mengerjakan sesuatu, hal-hal terbaik di dalam diri kita akan menghasilkan kesederhanaan dan pengendalian diri, kerajinan dan kekuatan kehendak, kegembiraan dan kepuasan, dan kebajikan yang tidak pernah dialami oleh pemalas. Bekerja keras jangan sampai gila kerja. Kita harus mengatur jam kerja kita, sehingga tercapai setidaknya tujuh tujuan hidup: bekerja, keuangan, kesehatan fisik, mental, kerohanian, keluarga, dan sosial.
  2. Menyukai pekerjaan. Tragis kalau bekerja pada pekerjaan yang tidak disukai. Sekolah pada jurusan yang tidak disukai, akan membuat penderitaan berkepanjangan. Pekerjaan yang disukai adalah pekerjaan memberi kesukaan, membawa kesehatan, tetap bersemangat, dan membuat harga diri naik dan kita merasa bangga. Pilihlah pekerjaan yang memungkinkan Anda dapat mencapai hal-hal tertinggi yang ada dalam diri Anda. Kebanggaan menimbulkan kharisma. Kharisma dan kecakapan mendatangkan rasa kagum, hormat dan pujian dari sesama manusia. Kharisma dan kecakapan harus dikembangkan dengan teliti. Kharisma adalah pemberian Allah, sebagai hadiah bagi setiap orang yang mengembangkan talentanya yang disediakan Allah juga.
  3. Fokus pada pekerjaan. Jika kita fokus pada pekerjaan kita, maka kita akan tertarik dan mencintai pekerjaan kita. Bersemangat dengan apa yang Anda kerjakan, Ketika Anda sudah yakin pekerjaan yang Anda pilih adalah yang terbaik, tetaplah disitu. Jangan terpengaruh pendapat atau tawaran orang lain yang kelihatannya baik atau memberikan hasil dan keuntungan yang lebih besar. Biasanya itu hanya sebentar, dan Anda akan bosan, dan mencari yang lain lagi, cari lagi, lagi ... akhirnya Anda akan menjauh dari talenta Anda. Kalau tidak fokus, Anda akan mutar-mutar hingga pusing tujuh keliling.
  4. Kondisikan diri Anda sebagai makhluk pekerja. Kehendak Allah bagi manusia supaya dia bekerja, tetapi tetap juga beribadah. Tuhan Yesus selama hidup-Nya di bumi, setiap hari bekerja. Ia mengajar, berkhotbah, menyembuhkan orang, memberi makan, menghidupkan orang mati, mengecam orang tidak benar, mencambuk orang yang menyalahgunakan tempat ibadah, tetapi Ia juga membasuh/mencuci kaki murid-murid-Nya. Para Rasul, murid Tuhan Yesus yang awal dipilih-Nya, mengakui mereka semua adalah Pekerja Keras.
  5. Bertanggung jawab. Anda harus bertanggung jawab atas semua yang Anda kerjakan, berhasil atau gagal, baik atau buruk, semua harus dipertanggungjawabkan. Dalam Kerajaan Allah tidak ada pemalas, tidak ada peminta-minta, tidak ada pengemis. Kerajaan Allah diwarnai dan disibukkan dengan pelayanan pekerjaan. Hanya dengan bekerja kita mendapatkan kesehatan tubuh, kesehata hati, wibawa di mata sesama manusia dan kecukupan keuangan dan harta yang kita butuhkan. 
  6. Berdoa dan Bekerjalah.


 Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu dengan sekuat tenaga, karena tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi. Pkh 9:10

 Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan.