LEMSAKTI adalah lembaga yang dibentuk/disahkan oleh Pemerintah untuk mengelola sumbangan keagamaan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan

Rabu, 10 Februari 2016

LEMSAKTI MEMASUKI PELAYANAN TAHUN KE-5

MASIH BALITA
Secara resmi, secara legalitas, Lemsakti mulai beroperasi pada tahun pajak 2012.  Artinya, hingga hari ini selepas merayakan IMLEK, Lemsakti masih balita, di bawah lima tahun.

Garis Besar Perjalanan Lemsakti adalah sebagai berikut:

Agustus 2010-Juni 2011: Persiapan konsep keseluruhan dan mengupayakan dukungan pihak-pihak berkepentingan untuk terbentuknya Organisasi yang dapat mengelola sumbangan keagamaan Kristen.

Juli 2011-Nopember 2011: Pendirian dan melengkapi Legalitas.

Januari s/d Desember 2012 : Sosialisasi ke seluruh Indonesia

2013: mulai mengeluarkan SSK, mengangkat dan melantik lebih 100 orang Direktur Eksekutif dan melatih lebih 100 Certified Professional Fund Riser.

2014-2015: masa kegelapan, terjadi konflik antara Pengurus Pendiri.

2016:

  • Meneruskan operasi pelayanan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Pengurus Nasional selaku Pendiri Pemrakarsa dan Pemegang/Pemilik Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), siap meluncurkan SSK untuk Tahun Pajak 2015 dst. 
  • Mendaftarkan LEMSAKTI dalam ECLUB COMMUNITY DEVELOPMENT sebagai Mitra Global Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk inisiatif pelaksanaan United Nations Sustainable Development Goals mensukseskan Agenda 2030. 

Selasa, 27 Oktober 2015

LEMSAKTI BERMITRA DENGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL MEMBENTUK KOMUNITAS PEGIAT P4GN

LAPORAN KEGIATAN PEMBENTUKAN
KOMUNITAS PEGIAT
PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN DAN PEMBERANTASAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA
MASYARAKAT KRISTIANI INDONESIA
NIGIAT P4GN MKI

Pelaksanaan Kegiatan

1.      Latar Belakang;

Darurat narkoba yang dicanangkan Pemerintah menuntut peran serta seluruh masyarakat dalam berbagai komponen anak bangsa untuk aktif mengambil bagian dan memberikan kontribusi sesuai dengan kondisi dan kemampuan mereka. Target Rehabilitasi 100.000 orang pecandu pada tahun 2015 akan menjadi beban yang sangat berat apabila dijalankan sendiri oleh Pemerintah. Pertumbuhan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitas dan pertumbuhan kemampuan Pemerintah. Cara paling ampuh untuk mengatasi permasalahan narkoba di Indonesia adalah mendorong dan mengaktifkan masyarakat mengambil bagian dan berperan serta.

Masyarakat Kristiani Indonesia yang difasilitasi LEMSAKTI bersama dengan Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional telah berhasil membentuk Komunitas Pegiat Pencegahan Penyalahgunaan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika Masyarakat Kristen Indonesia disingkat NIGIAT P4GN MKI pada tanggal 4 September 2015 bertempat di Ruang Rapat Gedung BNN Lantai 7 Jalan MT Haryono, Cawang Jakarta. Jumlah yang hadir sebanyak 76 orang termasuk Nara Sumber dan Panitia.

2.      Maksud dan tujuan kegiatan;

Maksud dari kegiatan adalah:
a.      Menjangkau masyarakat Kristiani dan menginformasikan tentang harapan Pemerintah untuk mengambil bagian dan berperan dalam P4GN secara umum dan mencapai target 100.000 orang rehabilitasi pecandu dan merealisasikan hasil rehabilitasi yang mengalami peningkaan jumlah pada tahun-tahun selanjutnya.
b.      Memberikan informasi dan menggugah kesadaran mereka untuk mengetahui permasalahan Darurat Narkoba yang sedang dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini.
c.       Menginformasikan berbagai peluang peran serta yang dapat dilaksanakan oleh masyarakat secara produktif.
d.      Menginformasikan dan memfasilitasi pembentukan wadah yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaksanakan peran sertanya dalam P4GN.

Tujuan dari kegiatan adalah:
  1.      Mendapatkan persetujuan dan dukungan dari peserta untuk membentuk wadah berupa Komunitas Pegiat P4GN Masyarakat Kristiani Indonesia disingkat NIGIAT P4GN MKI.
  2.       Mengetahui minat dan keinginan peserta dan bentuk atau wujud atau posisi dalam memberikan partisipasi dan berperan serta dalam wadah NIGIAT P4GN MKI yang baru dibentuk.
  3.      Mendapatkan masukan dan menginventarisasi tindak lanjut yang akan dikerjakan oleh masing-masing pegiat.


3.      Sasaran Kegiatan;

Sasaran kegiatan adalah para pemimpin dan tokoh Kristiani yang memiliki latar belakang daerah asal dan profesi atau pekerjaan yang bervariasi.

4.      Output dan Outcome;

Output
a.       Peserta mendapatkan pengetahuan normative (hak dan kewajiban berdasarkan UU) dan pengalaman pelayanan publik Nara Sumber untuk menggugah para peserta, sehingga mereka menyadari, menginginkan, mengetahui, dan memampukan bertindak sebagai pegiat P4GN .
b.      Transfer of knowledge dan Influence by Spirit dari Nara SUMBER kepada Peserta tentang gambaran umum bagaimana menerapkan Metode ADKAR untuk Behavior Building dan menumbuhkan minat Kreatif Produktif dalam bidang Urban Farming, Food Processing, dan Food Market, atau memodifikasinya dalam bidang lainnya, yang akan sangat memberikan kontribusi dalam berbagai segi kehidupan khususnya bagi Calon Pengguna / Rehabilitan Narkotika.

Outcome
  1. .      Para peserta telah sepakat dan setuju membentuk Komunitas Pegiat P4GN Masyarakat Kristiani Indonesia dan menuangkannya dalam piagam.
  2. b.    Sebagai ungkapan terima kasih dan penghargaan atas Pengarahan dan Fasilitasi dari Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Panitia telah mempersembahkan Sertifikat Penghargaan.
  3. .   Sebagai ucapan terima kasih kepada Peserta yang telah setuju dan mendukung pembentukan NIGIAT P4GN MKI, Panitia telah memberikan Sertifikat Penghargaan.
  4. d.   Hasil inventarisasi keinginan dan minat Peserta dalam wujud dan posisi peran sertanya dalam NIGIAT P4GN MKI sebagai Fasilitator 34%, Pengurus 27%, Mitra 16%, Pendukung 12%, dan Relawan 11%.


5.      Pelaksanaan kegiatan
Waktu        : Hari Jumat, 4 September 2015, Pukul 08.30 sd 12.000
Tempat      : Ruang Rapat Lantai 7 Gedung BNN Jl MT Haryono Cawang Jakarta
Metode     : Ceramah, Presentasi, Tanya Jawab, Pernyataan Persetujuan
Narasumber:         1) Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN
     Irjen Pol Dr. Bachtiar H. Tambunan, SH., MH
2)  Rev. Dr. Mahli Sembiring, MSi., CPA
Peserta      : 76 orang termasuk Narasumber dan Panitia
Acara dimulai MC dengan Sambutan Selamat Datang, Doa, menyanyikan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, kemudian dilanjutkan Sesi Pengarahan dan Presentasi, Tanya Jawab, Penegasan Persetujuan pembentukan. Saat pendaftaran diberikan Snack dan sebelum penutupan diserahkan dan disantap makan siang. Peserta sangat antusias dan menunjukkan keinginan untuk segera bertindak memberikan kontribusi terbaik mereka.

6.      Rencana Tindak Lanjut.

a.      Menetapkan kantor operasional dan domisili tetap Komunitas Pegiat (sudah ada dan disepakati oleh Fasilitator di Jalan Hibrida Raya Kelapa Gading Jakarta Utara).
b.      Mengurus dan melengkapi legalitas.
c.       Melengkapi kepengurusan dan mengukuhkannya oleh pejabat yang berwenang.
d.      Inventarisasi sumber daya sosial masyarakat Kristiani untuk P4GN dan Rehabilitasi (unit-unit pelaksana yang sudah ada untuk diberdayakan dan ditingkatkan, segera ditinjau dan disiapkan prososal: di Lampung, Kupang, Sentul, Semarang, Yogya).
e.      Melaksanakan event-event sekaligus pembentukan dan pengukuhan NIGIAT P4GN MKI untuk jenjang Wilayah, Provinsi, Kabupaten dan Kota.
f.        Menetapkan dan melaksanakan program-program penggalangan dana.

g.      Mengkaji dan memilih program-program dan kegiatan lanjutan yang dikerjakan dalam kemitraan dengan BNN dan Instansi Pemerintah berkaitan lainnya.

DISKUSI PERLUNYA UNDANG-UNDANG DANA SOSIAL KEAGAMAAN

LAPORAN PELAKSANAAN DISKUSI MENDALAM
PERSIAPAN RUU PENGELOLAAN DANA SOSIAL KEAGAMAAN KRISTEN
DI RUANG RAPAT FRAKSI HANURA DPR RI
TANGGAL 27 JUNI 2014

TUJUAN DISKUSI:           
Menampung aspirasi dari Pemangku Kepentingan yang paling kompeten di lingkungan masyarakat Kristen Indonesia.

HASIL DISKUSI
Semua nara sumber utama dan pendamping/pembanding dan peserta diskusi mendukung dan mendorong supaya segera diterbitkan Undang-Undang Tentang Pengelolaan Dana Sosial keagamaan Kristen dalam waktu secepatnya.

NARA SUMBER UTAMA                :              
1. Dr. Mahli Sembiring, MhD.,MMSc., MSi., CPA., BKP
     Ketua Umum:
-          Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI)
-          Lembaga Budaya Agama Kristen (LEBAK)
-          Jaringan Usaha Sejahtera (JUS)
Akuntan, Konsultan Pajak, Konsultan Bisnis, Jasa Manajemen, Reverend, Pastor/Clergy, Bible Minister, Aktivis Gereja dan Bisnis.

2. Pdt. Prof. Jan Sihar Aritonang, PhD.
-          Sekolah Tinggi Teologia (STT) Jakarta
-          Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI)
-          Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI)

3. Pdt. Dr.   Yacob Nahuway
Ketua Umum:
-          Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI)
-          Sinode Gereje Betel Indonesia (GBI)
-          Pendeta/Pimpinan Gereja Mawar Saron
Semua permasalahan dana sosial keagamaan Kristen Indonesia (keuangan gereja) terbesar berada di bawah naungan PGPI, dengan proporsi anggota dan kekayaan diestimasi melebihi 50% dari seluruh anggota dan kekayaan umat gereja di seluruh Indonesia.
               
4. Bengcu Hai-Hai
Apologia – Pembela Ajaran Alkitab/Bible Murni
Blogger dan Penulis dengan pesan intinya menelanjangi praktek pengerukan dana sosial Keagamaan Kristen yang menurutnya menyimpang dari Ajaran Alkitab/Bible dan merugikan negara, bangsa, dan masyarakat Indonesia untuk kepentingan pribadi dan keluarga Pendeta-Pendeta Kaya di Indonesia.

NARA SUMBER PENDAMPING/PEMBANDING

1.       Ir. Drs. Laksma (Purn) Bonar Simangunsong, MSc
Ketua Umum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) – didukung oleh tokoh-tokoh Kristen utama papan atas terutama dari kalangan Militer, Polisi, Politikus, Pengusaha dan Rohaniwan.
Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)
Ketua Dewan Penasehat Partai Damai Sejahtera
Pendiri Asosiasi Yayasan Untuk Bangsa (AYUB) – dengan anggota sekitar 1000 Yayasan Kristen seluruh Indonesia
Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara (LAN)
Tenaga Ahli Dewan Kelautan Indonesia (DEKIN)
Berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas)

2.       Drs. Joni Pidel Patandung, MM
Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (GAPEKSI)
Lembaga Sertifikasi Jasa Konstruksi

3.       Yesri
Ketua Umum Paguyuban Perempuan dan Generasi Muda Indonesia
Aktivis Sosial dan Kemasyarakatan

PENDUKUNG DISKUSI

1.       Hamdani Mahmud, Staf Ahli DPR Komisi VI Fraksi Hanura
2.       Meity Hadzriana, Staf Ahli DPR Komisi VIII Fraksi Hanura
3.       Pdt. Edward Hutapea, Aktivis Pelayanan Kristen Internasional di Indonesia

PESERTA

30 orang sesuai daftar absen

PENYELENGGARA DISKUSI:
Tuan Rumah: Komisi VIII DPR RI
Fasilitator: Fraksi Hanura DPR RI

Pelaksana: Panitia Bersama antara: LEMSAKTI, MUKI, KOMUNITAS AKU MANDIRI

Kamis, 17 April 2014

MENJADI PENGUSAHA LAYAK KAYA

MENJADI PENGUSAHA LAYAK KAYA


Download presentasi di bawah ini:



“Bisnis travel sekarang juga terlihat makin bagus prospeknya. Alur penjualan tiket makin meningkat, berbagai perusahaan maskapai penerbangan makin berkembang, industri pariwisata juga makin baik dan makin banyak dikunjungi wisatawan. Menjadi bagian dari industri travel memang merupakan pilihan tepat untuk memulai bisnis karena ke depannya akan memiliki prospek yang sangat bagus,” 

Bisnis agen perjalanan alias tour and travel agent makin berkembang. Tak hanya di kota besar, tetapi juga di  daerah. Bisnis ini berusaha menjawab kebutuhan masyarakat terhadap berbagai tiket perjalanan. 

Prospek Bisnis Travel Agent Yang Semakin Bagus APALAGI SEKALIAN DIGABUNG DENGAN MICE akronim bahasa Inggris dari "Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition" (Indonesia: Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran), dalam industri pariwisata atau pameran, adalah suatu jenis kegiatan pariwisata di mana suatu kelompok besar, biasanya direncanakan dengan matang, berangkat bersama untuk suatu tujuan tertentu. Akhir-akhir ini telah suatu kecenderungan pada para pelaku pasar pariwisata untuk mengganti istilah ini menjadi " The Meetings Industry". DOWNLOAD DAN PELAJARI DOKUMEN PELUANG BISNIS MICE TRAVEL AGENT http://www.lemsakti.com/resources/PELUANG%20BISNIS%20MICE%20TRAVEL%20AGENT.pdf

Jika Anda memutuskan untuk menekuni bisnis travel agent, keputusan yang Anda ambil sudah tepat. Bisnis ini menawarkan solusi tepat bagi siapapun yang ingin mendapatkan penghasilan lebih dengan kerja keras tentunya. Bagi negara kepulauan dengan potensi wisata yang begitu luar biasa, Indonesia bisa menjadi lahan bisnis yang tepat untuk mengembangkan travel agent. Anda tidak hanya mendapatkan peluang bisnis dari turis dalam negeri, tetapi juga turis asing yang rela menempuh jarak ribuan kilometer untuk mengunjungi negeri ini. Tidak salah jika Anda menganggap bisnis travel agent sebagai pilihan menjanjikan untuk ditekuni. Selain keunggulan tersebut, ada beberapa alasan lain yang perlu Anda ketahui untuk menekuni bisnis menguntungkan ini.

Setiap tahun, jumlah orang yang menggunakan jasa travel agent semakin banyak. Bahkan, maskapai penerbangan mencatat pertumbuhan jumlah penumpang yang cukup signifikan. Jumlah penduduk di Indonesia menempati salah satu urutan tertinggi di dunia. Selain itu, jumlah kelas menengah juga semakin tinggi. Semakin meningkatnya daya beli masyarakat, semakin tinggi taraf hidup dan kebutuhan mereka. Untuk memenuhi tujuan itulah, mereka menggunakan jasa bisnis travel agent. Sebagai pebisnis yang cermat dalam menangkap peluang, bisnis ini sangat pantas untuk ditekuni.
Internet semakin sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk mencari informasi atau berbisnis. Sebagai salah satu sarana pendukung untuk berbisnis, internet menawarkan solusi yang benar-benar efektif untuk mendukung kebutuhan Anda. Dengan berbisnis melalui internet, Anda bisa mendapatkan peluang yang lebih besar untuk mendapatkan lebih banyak konsumen. Bisnis travel agent juga bisa dilakukan melalui internet. Dengan berpromosi di website, Anda bisa mendapatkan lebih banyak klien tanpa harus mengeluarkan biaya mahal untuk berpromosi. Dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet, bisnis travel agent akan menjadi lebih mudah untuk dijalankan, baik dalam berpromosi atau mengelolanya. 
Anda tertarik untuk menekuni bisnis travel agent ini? pelajari presentasi berikut: http://www.lemsakti.com/resources/PELUANG%20BISNIS%20MICE%20TRAVEL%20AGENT.pdf

MICE, akronim bahasa Inggris dari "Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition" (Indonesia: Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran), dalam industri pariwisata ataupameran, adalah suatu jenis kegiatan pariwisata di mana suatu kelompok besar, biasanya direncanakan dengan matang, berangkat bersama untuk suatu tujuan tertentu. Akhir-akhir ini telah suatu kecenderungan pada para pelaku pasar pariwisata untuk mengganti istilah ini menjadi " The Meetings Industry". Dunia MICE adalah dunia yang belum terjamah dengan baik di Indonesia. Padahal dunia MICE merupakan salah satu andalan pariwisata di beberapa negara maju. Dunia MICE merupakan salah satu dunia bisnis yang menjanjikan. Namun baru sedikit sekali pihak Indonesia yang mau bermain di dunia MICE. Mungkin salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan tentang MICE di Indonesia. Namun di Indonesia sudah mulai ada lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan tentang MICE. Banyak negara yang sudah menjadikan dunia MICE sebagai salah satu potensi wisatanya.
Seperti Jepang dengan "Tokyo Motor Show", Jerman dengan "Frankfurt Motor Show", dan lain sebagainya. Bahkan berbagai biro perjalanan wisata telah membuat paket wisata mengunjungi berbagai event MICE di berbagai belahan dunia. Ini adalah potensi bisnis yang besar. Dunia MICE memiliki multiplier effect yang sangat besar. Sangat banyak lapangan pekerjaan yang tercipta dari adanya event MICE di suatu negara. Puluhan roda industri di dunia akan berputar dengan baik karena ada event MICE. Pihak pihak yang akan mendapat keuntungan dari event MICE antara lain:
·         Professional Exhibition Organizer (PEO),
·         Professional Conference Organizer (PCO),
·         Stan Kontraktor,
·         Freight Forwarder,
·         Supplier,
·         Florist,
·         Event Organizer,
·         Hall Owner,
·         Tenaga kerja musiman,
·         Percetakan,
·         Transportasi,
·         Biro Perjalanan Wisata (BPW),
·         Agen Perjalanan Wisata (APW),
·         Hotel,
·         Perusahaan Souvenir,
·         UKM,
·         dan masih sangat banyak lagi.

MICE di Indonesia
Kota-kota MICE di Indonesia antara lain Ayawasi, Jakarta, Denpasar, Jambi, Jayapura, Ujung Pandang, Medan, Manado, Surabaya, Batam, Yogyakarta, Padang, Palembang,Kota Surakarta.
Perkembangan MICE di Bali sudah mencapai hasil yang cukup menggembirakan. Adanya elemen-elemen pariwisata terkait seperti Dinas Pariwisata yang juga bekerjasama dengan Bali Hotels Association, INCCA (Indonesia Congress & Convention Association), ASITA, Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), dan institusi serupa membuat Bali sebagai tujuan MICE di dunia selanjutnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya event dunia yang diselenggarakan di Bali seperti UNFCC dan Bali Asian Beach Games yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.
Disamping itu, perkembangan MICE di Bali telah menjamah sektor perhotelah di Bali, dimana hampir semua hotel berbintang 5 di Bali memiliki fasilitas standar meeting seperti meeting venue, dan departemen yang mengatur berlangsungnya kegiatan MICE di hotel tersebut. Biasanya MICE di organiser oleh Banquette Department.

MAU JADI PENGUSAHA MICE AND TRAVEL AGENT? KLIK LINK BERIKUT …. http://www.lemsakti.com/resources/PELUANG%20BISNIS%20MICE%20TRAVEL%20AGENT.pdf