LEMSAKTI adalah lembaga yang dibentuk/disahkan oleh Pemerintah untuk mengelola sumbangan keagamaan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

Pasal 9 ayat (1) Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:

g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan ... , kecuali... sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;

Sabtu, 18 Februari 2017

Kamis, 16 Februari 2017

DELEGASI CARA ALLAH MEMIMPIN

DELEGASI CARA ALLAH MEMIMPIN

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

28. Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat.

Pokok Pemahaman:
  • 1.       Allah dapat melakukan apa saja. Manusia perlu bantuan Allah dan sesama manusia dalam mewujudkan sesuatu.
  • 2.       Allah dalam hikmat-Nya mengundang dan memberi kesempatan kepada setiap orang berpartisipasi dalam mewujudkan misi Agung dari Allah dalam menyelamatkan manusia dari dosa, memulihkan hubungan dengan Allah (kristenomi), mengusahakan, memelihara dan merawat bumi beserta segala isinya (trilogy misi).
  • 3.       Allah memelihara segala ciptaan-Nya dengan mendelegasikan kepada manusia tugas dan kewenangan dengan tujuan ciptaan-Nya ada secara berkelanjutan (kekal) dan memuliakan Allah.
  • 4.       Dalam mendelegasikan, Allah melengkapi manusia dengan Roh Allah, sehingga manusia mempunyai kemampuan melaksanakan apa yang dikehendaki oleh Allah.
  • 5.       Dalam melancarkan pelaksanaan tugas mewujudkan impian yang besar, Allah memberi kewenangan kepada satu orang untuk mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangannya kepada orang lain, sehingga tercipta organisasi dan hirarki.
  • 6.       Allah dalam Yesus Kristus juga melaksanakan pendelegasian tugas dan kewenangan kepada para Rasul, murid-Nya, dan kepada seluruh umat Kristen di seluruh dunia, melalui pemuridan dan pengutusan.
  • 7.       Tugas dan kewenangan didelegasikan kepada orang yang: kompeten, berkarakter ilahi, dapat dipercaya, tidak mau menerima suap (the right man on the righ place on the right time).


Delegasi adalah memberi ikatan dari tanggung jawab atau wewenang kepada orang lain (biasanya dari pimpinan/direksi/manajer kepada bawahan) untuk melaksanakan kegiatan tertentu, seperti memilih bahan yang tepat saat memproduksi barang. Ini adalah salah satu konsep inti kepemimpinan manajemen. Namun, orang yang mendelegasikan pekerjaan tetap bertanggung jawab atas hasil dari pekerjaan yang didelegasikan. Delegasi memberdayakan bawahan untuk membuat keputusan, yaitu pergeseran otoritas pengambilan keputusan dari satu tingkat organisasi kepada satu tingkat lebih rendah dalam organisasi. Delegasi, jika dilakukan dengan benar, tidak turun tahta, bukan pengambilalihan kekuasaan. Kebalikan dari delegasi yang efektif adalah micromanagement, di mana seorang manajer memberikan terlalu banyak masukan, arahan, dan review pekerjaan yang didelegasikan. 

Secara umum, delegasi baik dan dapat menghemat uang dan waktu, membantu dalam membangun keterampilan, dan memotivasi orang. Di sisi lain, delegasi miskin dan lemah dapat menyebabkan frustrasi dan kebingungan untuk semua pihak yang terlibat. Beberapa agen atau bawahan tidak mendukung delegasi dan mempertimbangkan kekuatan pengambilan keputusan yang agak memberatkan. 

Dibutuhkan hikmat, pengetahuan dan seni mendelegasikan supaya produktif.
Dalam mewujudkan trilogy misi (pembangunan, kasih, dan kerajaan), Allah melakukan-Nya melalui manusia. Allah dapat memimpin sendiri. Manusia dalam memimpin membutuhkan bantuan Allah dan manusia lainnya. Kita, sesama kita, dan Allah bersama-sama menentukan karya dan sukses kita. Orang lain membuat kita mampu melihat lebih jelas dan terang. Orang lain menyokong kita supaya dapat berada pada posisi yang lebih tinggi. Itulah janji Allah menjadi kepala bukan ekor, karena kita didukung oleh orang lain berada di atas. Orang lain memberi apa yang kita perlukan: ilmu, pengetahuan, inspirasi, motivasi, semangat, barang, uang, alat, makanan, minuman, tempat tinggal, posisi, organisasi, jabatan, dan seterusnya.  Orang lain hanya akan memberi dukungan dan bantuan, bila kita mampu memimpin. 

Memimpin motivasi mereka, memimpin kesadaran mereka, memimpin keinginan mereka, memimpin kemampuan mereka, memimpin kesediaan mereka, memimpin keberhasilan mereka, kemimpin kesetiaan mereka, memimpin pengorbanan mereka, dan seterusnya.

Pendelegasian tugas, artinya Allah tidak bekerja sendiri. Ia mendelegasikan kuasa, anugerah, kemampuan, talenta, keikutsertaan-Nya sendiri dalam misi-Nya. Allah sebagai pemimpin ulung, mendelegasikan kuasa dan hikmat-Nya kepada ciptaan-Nya, sehingga masing-masing dapat berjalan dengan baik. Allah mengatur sedemikian rupa sehingga segala mahkluk hidup mendapatkan makanannya, berkembang biak dan memuji-muji-Nya. Musim berganti, waktu silih berganti dengan teratur dan tepat. Matahari terbit tepat waktu, terbenam tepat waktu dan tetap pada orbitnya. Matahari, bulan dan bintang dan segala jagat raya beredar dan tidak saling tabrakan dari masa ke masa.

Manusia adalah mahkota segala ciptaan Allah. Mahkota adalah hiasan kepala yang menghiasi kepala dengan cara melingkar dipakai oleh raja sebagai simbol kekuasaan, biasanya terbuat dari atau dihiasi dengan logam mulia dan perhiasan. Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Manusia memiliki kemampuan seperti yang Allah miliki, yaitu kemampuan mendelegasikan tugas dan kewenangan. Delegasi kepada orang-orang yang dipimpin untuk meraih sukses mewujudkan impian besar yang Allah taruh dalam hatinya supaya menjadi kenyataan.

Delegasi untuk mendukung kesuksesan. Bekerja seorang diri adalah hambatan besar untuk meraik sukses dan mewujudkan impian besar menjadi kenyataan. Sukses tidak berdiri sendiri. Jika mau berhasil mewujudkan impian yang besar, maka delegasikan tugas dan kewenangan kepada orang lain.

Beberapa hal penting tentang pendelegasian:
  • 1.       Pemimpin yang baik menciptakan pemimpin yang lain.
  • 2.       Pilih calon yang terbaik untuk ditahbiskan atau dilantik.
  • 3.       Pilih orang yang dapat dipercaya (trusted, loyal).
  • 4.       Pilih orang yang memiliki semangat tinggi terhadap pekerjaan (passion, pengabdian).
  • 5.       Pilih orang yang mampu memotivasi orang lain.
  • 6.       Pilih orang yang mampu menghargai rekan sekerja.
  • 7.       Pilih orang yang peka terhadap orang lain.
  • 8.       Pilih orang yang menguasai pengetahuan dan keterampilan teknis. (dapat mengerjakan pekerjaan, dapat menyelesaikan permasalahan, dapat mengatasi hambatan dengan nyata, hindari orang yang hanya ngomong -  omong doing tanpa aksi atau hindari doa tanpa bekerja).
  • 9.       Pilih orang yang mau dan mampu bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan apa yang didelegasikan kepadanya.


Tuhan Yesus Kristus melaksanakan, mengajarkan dan memerintahkan pendelegasian. Yesus mengajarkan perumpamaan tentang talenta. Yesus mendelegasikan tugas dan kewenangan kepada para murid-Nya untuk memberitakan Injil kabar baik, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, menjadikan segala bangsa murid-Nya.

Matius 28
18. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan. 

Senin, 13 Februari 2017

Rabu, 08 Februari 2017

ALLAH MEMIMPIN MANUSIA UNTUK MENCAPAI TUJUAN

ALLAH MEMIMPIN MANUSIA UNTUK MENCAPAI TUJUAN

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev. Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

10. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

Pokok Pembahasan:
1.       Setiap orang percaya, memiliki tujuan kehidupan yang ditetapkan oleh Allah.
2.       Bagi orang Kristen, tujuan hidupnya adala Kristus. Yaitu meninggikan Yesus Kristus, menjadi serupa dengan Yesus Kristus, manusia Allah.
3.       Yesus Kristus ditinggikan di antara para: penghuni sorga, penghuni bumi laut dan segala isinya, pembesar pemerintah dan segala yang bernafas.
4.       Tujuan kehidupan yang tinggi membuat manusia: hidup lebih gampang dan nikmat, dan hidup menjadi lebih berarti/bermakna.
5.       Mewujudkan tujuan dimulai dengan perencanaan.

Banyak orang menjalani kehidupan tanpa tujuan. Untuk mengetahui tujuan hidup kita, kita mulai dengan pertanyaan: “Mengapa saya hidup?”. “Untuk apa saya hidup?”.  Hati-hati dengan paham materialism dan hedonisme: manusia hidup bukan untuk memiliki dan memamerkan mobil mewah, jet pribadi, rumah besar, lingkungan super elit, bebas banjir, keamanan 24 jam, broad band generasi ketujuh, listrik tidak pernah padam, saluran televisi 3000 channel, kolam renang jumbo, spa, fitness, mall, full party, club siang malam, dll. Manusia hidup bukan hanya untuk memenuhi segala macam kebutuhan lahiriah yang berhenti di liang kubur. Jika tujuan hidup hanya sebatas materi, atau terkenal seperti selebriti, maka manusia seperti itu sesungguhnya adalah orang-orang paling malang dari segala manusia. Mengapa? Karena kehidupan tidak berakhir hanya di dalam  tubuh jasmani yang fana ini. Manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Tanpa roh, manusia jiwa dan tubuh hanya jadi zombie, mayat hidup.  Yang membuat  manusia itu manusia hidup adalah roh. Jadi, tujuan utama harus didasarkan kepada kepentingan roh, bukan daging, bukan tubuh.

Bagi orang Kristen, Alkitab jelas mencatat bahwa tujuan hidup setiap orang percaya adalah Yesus Kristus. Segala sesuatu diciptakan untuk Yesus. Baik di sorga, di bumi, maupun di luar keduanya. Baik yang kelihatan maupun tidak. Berdasarkan Alkitab (Bible), Allah menciptakan segala sesuatu untuk Yesus Kristus.

Manusia diciptkan, ditebus dari dosanya, dan dipelihara hidupnya untuk Yesus Kristus. Tujuan hidup orang percaya hanya menghubungkan dan menyesuaikan apapun yang ada di hati, pikiran, dan perbuatan dengan Yesus.  Alkitab memiliki tema sentral adala Yesus Kristus. Bagi orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus, tidak akan memahami Alkitab (Bible). Tanpa mengenal Yesus Kristus membaca Alkitab adalah suatu kebodohan.  Alkitab berisi Allah dan segala rancangan-Nya. Berisi Yesus Kristus sebagai kunci menafsirkan memahmi Alkitab. Di sana dijelaskan penggenapan/perwujudan nubuat para nabi zaman dahulu kala.

Alkitab (Bible) adalah Firman Allah berisi kehendak, kemauan, rancangan, buah pikiran, dan tujuan Allah. Alkitab ditulis untuk menyelidiki dan menemukan Yesus Kristus, karena setiap orang yang menemukan Yesus Kristus, menemukan keselamatan dari hukuman kekal akibat dosa. Yesus adalah jalan, dan kebenaran, dan hidup.

Bagi orang Kristen, Yesus Kristus menjadi begitu sangat penting, karena menjadi tujuan hidup. Hidup diisi dengan perbuatan meninggikan dan membesarkan serta memashurkan Yesus Kristus. Dengan meninggikan Yesus, orang percaya menyadari tujuan yang baik dalam hidup, segala apapun yang terjadi dalam kehidupan bertujuan untuk kebikan, menjadikan Yesus Kristus teladan dalam kehidupan, menjadikan Yesus Kristus tujuan tunggal dalam kehidupan, tidak ada yang dapat menandingi kepentingan Yesus Kristus seperti kekayaan kehormatan kemuliaan diri sendiri, hidup adalah proses menjadi serupa dengan Yesus, Yesus Kristus menjadi Tuhan untuk menuntun kehidupan.

Jika kita hidup sesuai tujuan yang ditetapkan oleh Allah bagi kita, maka kita dapat meraih rancangan Allah, menjadi kepala bukan ekor, rancangan damai sejahtera. Impian besar yang kita sampaikan kepada Allah dalam pikiran, doa, ucapan syukur, atau yang diberikan Allah kepada kita menjadi lebih gampang untuk diwujudkan.   Allah mampu melakukan apa saja bagi kita, dengan syarat dan ketentuan, kita berjalan sesuai dengan tujuan dan rancangan Allah bagi kita.

Orang yang tidak mempunyai tujuan hidup cenderung untuk bekerja keras, tetapi hasil yang diperoleh sedikit. Pengalaman seperti itu membuat hidup penuh tekanan, stress, beban berat, lelah, penuh perselisihan dan pertengkaran. Tidak bisa kita melaksanakan segala sesuatu. Yang harus kita lakukan adalah apa yang Allah targetkan sebagai tujuan hidup yang tinggi.

Tanpa tujuan yang jelas, kita tidak mungkin fokus pad apapun yang kita kerjakan. Tanpa tujuan yang jelas, maka dengan mudahnya kita dan gampang kita merubah haluan, mengganti pekerjaan, mengabaikan hubungan dengan sesama, pindah gereja. Walaupun secara rohani kita dipuaskan ketika pindah gereja, tetapi itu menandakan tidak jelasnya tujuan hidup kita. Itu adalah ketidakpastian apa yang telah kita jalani selama ini. Dengan mudahnya kita beralih jalur selalu didasari harapan, setiap perubahan yang kita ambil akan menjadi jawaban atau terwujudnya kebutuhan kita sekaligus mengisi hati kita yang terasa kosong. Tetapi itu tidak terbukti. Kita kecewa lagi. Di tempat baru, kita tidak menemukan apa yang kita cari. Di sana dia tidak ada. Ternyata, masalahnya tidak teletak pada langkah perubahan yang kita ambil. Masalahnya adalah pada tujuan kehidupan yang mendasari perbuatan kita. Kita tidak fokus (karena tidak tahu atau mengabaikan) pada tujuan kehidupan yang seharusnya membantu kita mengerjakan apa yang seharusnya kita selesaikan.

Memahami tujuan hidup akan mempersiapkan kita untuk kekekalan. Hidup ada dua: fana dan kekal. Sementara dan selama-lamanya. Hidup di dunia ini fana, hidup di sorga atau bumi baru yang berasal dari sorga itu kekal abadi. Segala kehebatan, kekayaan, harta benda, property, yang kita raih di dunia ini akan dilupakan orang dan hilang tanpa bekas. Jika kita berjuang dan bekerja keras hidup sehari-hari  untuk hal-hal duniawi yang berhenti di lobang kubur, maka itu hanya tujuan hidup yang sementara.

Hidup yang benar, adalah hidup bijak dan mempergunakan segala waktu dan fasilitas yang ada untuk kehidupan kekal. Hidup kekal adalah suatu anugerah besar dari Allah. Allah menginginkan dan menuntun setiap orang untuk hidup bersama-sama dengan Dia dalam kekekalan. Bagaimana caranya?
Dengan memuliakan, mengagungkan, meninggikan dan membesarkan Nama Tuhan Yesus Kristus. Itulah tugas utama segala mahkluk yang ada di sorga, dan itulah yang diminta dan diharapkan Allah dari makhluk yang ada di muka bumi ini,  dan segala ciptaan Allah melakukan tugas yang sama. Mengapa?

Karena itu kerinduan Allah. Itu kerinduan Tuhan Yesus Kristus sendiri. Itu kerinduan dari Roh Kudus. Allah Tritunggal memiliki kerinduan yang sama. Kerinduan adalah kebutuhan dan keinginan yang paling dalam dan mendasar.  Jika Allah Tritunggal mempunyai tujuan hidup bagi setiap orang, maka menjadi aneh dan memberontak jika kita ingin sukses dan menyaksikan impian besar menjadi kenyataan tanpa menyesuaikan tujuan hidup kita dengan Rencana Allah.  Buktinya banyak, hidup orang kaya, orang besar, orang terkenal, pengusaha, pejabat, raja, pemimpin, selebriti… hidupnya akhirnya menjadi kesia-siaan, bahkan dihinakan orang, dicibirkan. Mereka melaju tanpa arah yang jelas, akhirnya menabrak, mati, dan hancur berkeping-keping.

Dalam rancangan Allah, Allah sendiri yang membuat kita sukses dan mewujudkan impian besar yang kita miliki menjadi kenyataan. Allah memiliki segala sesuatu dan mampu melakukan segala perkara. Karena itu, bersama Allah, untuk sukses bukanlah perkara yang susah, tetapi adalah persoalan mudah dan gampang. Yang dibutuhkan dari kita adalah menyesuaikan visi kita dengan visi Allah. Tujuan hidup kita harus berdasarkan kepada apa yang Allah rencanakan bagi kita. Allah sendiri yang menginginkan dan mendambakan kita supaya sukses. Sukses adalah meneruksan pretasi yang telah kita capai, menjadi anak yang berkenan kepada Allah, kemudian menyelesaikan rencana dan tujuan yang Allah tetapkan bagi kita.

Rencana Allah menjadi rencana hidup kita. Perjuangan hidup, mengerjakan tujuan kehidupan, itu seperti berperang. Setiap peperangan memerlukan perencanaan. Banyak kekalahan kita alami dalam peperangan kehidupan ini, peperangan rohani, peperangan mendaptkan pekerjaan sesuai idaman, peperangan menjual barang, peperangan mengembangkan usaha, peperangan mendapatkan kursi parlemen, peperangan mendapatkan kursi pemerintahan, dan seterusnya… karena kita hidup tanpa perencanaan.  Banyak hal kita lakukan dengan mendadak. Dadakan membuat kita pusing tujuh keliling, panik, dan mendapat tekanan jiwa yang keras.  Kita harus memiliki rencana besar, rencana jangka panjang, rencana jangka menengah, dan rencana jangka pendek. Kita harus memiliki rencana harian. Mulai yang sederhana: bangun jam berapa, makan jam berapa. Apakah yang harus kita kerjakan pada hari ini? Apakah yang harus kita kerjakan pada hari esok? Apakah yang harus saya kerjakan setiap hari mulai dari Senin sampai dengan Minggu? Dari harian kita membuat rencana mingguan, bulanan, tahunan, lima tahunan, dan seterusnya.

Rencana itu membantu kita fokus mengerjakan apa yang harus kita kerjakan. rencana itu membatasi diri kita keluar jalur yang sudah ditentukan bagi kita. Rencana itu menjadi pagar bagi kita untuk dilindungi dari godaan yang datang saat kita menghadapi kerasnya kehidupan dalam menyelesaikan tugas kita. Rencana itu menjadi peta, penuntun, mengarahkan ke target, memaksa kita fokus, memberi arah, mengatur langkah kita. Antara waktu dan tugas, bersatu dalam rencana. Rencana membantu kita memikirkan kehidupan yang lebih baik dan menghindari sikap menunggu apa yang akan terjadi.

Harus disadari bahwa tidak semua rencana kita akan terjadi. Tidak semua yang kita rencanakan akan berhasil. Segala keputusan akhir ada di tangan Tuhan. Walaupun begitu, rencana tetap sangat penting bagi kita. Kita tetap melakukan apa yang sudah kita rencanakan, apa yang ada dalam pikiran dan hati kita. Dengan rencana, kita menetapkan langkah yang terbaik untuk meraih tujuan dan tetap fokus. Keinginan yang tidak dituangkan ke dalam rencana aksi adalah mimpi yang mati. Rencana membantu  kita membayangkan apa yang akan terjadi. Dengan rencana, yang kita perbaiki terus menerus, maka segala sesuatu dapat kita tempatkan pada tempatnya pada waktunya masing-masing, sehingga peristiwa yang satu dengan yang lain saling membantu mencapai tujuan.

Memiliki suatu perencanaan artinya kita telah mengambil keputusan untuk melaksanakan apa yang ada dalam mimpi menjadi kenyataan. Perlu diingat, perencanaan itu hanyalah alat, setiap alat dapat  kita sesuaikan dengan kebutuhan. Ketika butuh kita pakai, ketika tidak butuh, kita simpan. Alat jangan sampai menghambat dan merepotkan kita. Gunanya alat untuk mempermudah memperlancar urusan kita.

LUKAS 14
28. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29. Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
30. sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.


Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah / sekolah / berbisnis / membeli silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com  atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan atau klik dan isi contact us di  http://www.lemsakti.com/contact-us.php .  Pelayanan online kami silahkan kunjungi: http://www.lemsakti.com   http://www.pembangunan.net/  http://www.konstruksimart.com http://www.semfarm.biz/  http://www.herbalmami.com/  https://www.muki-online.com
  


      

SEM FARM - Pulo Gadung | Tokopedia

SEM FARM - Pulo Gadung | Tokopedia: Belanja online aman dan nyaman dari SEM FARM - produk farming ut sehat prima ideal proporsional

Rabu, 01 Februari 2017

ALLAH MEMIMPIN KITA MEWUJUDKAN IMPIAN MELALUI JALAN KEHIDUPAN

ALLAH MEMIMPIN KITA MEWUJUDKAN IMPIAN MELALUI JALAN KEHIDUPAN

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

Yohanes 14:6 … Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku…

Pokok Pemahaman:
  1. 1.       Apapun yang Allah lakukan, Dia melakukannya di dalam dan melalui Yesus Kristus.
  2. 2.       Apapun yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah atas perintah Allah, di dalam kuasa dan kewenangan Allah, untuk menyenangkan Allah.
  3. 3.       Yesus Kristus dan Allah adalah satu, membuat Dia menjadi jalan bagi kita untuk bertemu Allah. Bertemu Allah membuat kita mengetahui dengan pasti untuk apa kita hidup. Apa misi Allah untuk kita tuntaskan dalam kehidupan kita.
  4. 4.       Yesus menjadi jalan bagi kita (manusia) karena Yesus adalah manusia. Allah menjelma menjadi manusia di dalam manusia Yesus.
  5. 5.       Yesus Kristus menjadi jalan kehidupan kita dengan cara membantu kita: berjalan dalam hidup baru, berjalan dengan iman, berjalan sesuai panggilan hidup kita, hidup seperti Yesus Kristus hidup.


Apakah jalan kehidupan? Dalam ajaran lisan dan tertulis yang telah berabad-abad, dinyatakan bahwa … Yesus adalah jalan kehidupan…
Menurut Bible/Alkitab dan ajaran turun temurun Orang Kristen, Allah telah menjelma dalam diri Yesus Kristus. Itulah alasannya mengapa Dia menjadi jalan, karena Dia sendiri adalah Allah. Jalan ke Allah yang paling tahu, dan paling benar adalah Allah sendiri. Yesus mengakui sendiri bahwa Dia dan Allah adalah satu. Apa yang Yesus katakana berasal dari Allah. Apa yang Yesus kerjakan diperintahkan oleh Allah. Apa yang dikerjakan oleh Allah, Allah kerjakan melalui Yesus Kristus. Segala sesuatu termasuk Kuasa telah diserahkan oleh Allah kepada Yesus Kristus. Itulah mengapa disebut apa yang diperbuat oleh Yesus Kristus adalah diperbuat oleh Allah.

Allah melakukan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya melalui Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah tangan Allah, kaki Allah, mata Allah, telinga Allah, Yesus adalah Allah. Belas kasihan yang Yesus nyatakan kepada siapapun adalah belas kasihan Allah.

Kekuasaan dan kewenangan Allah diberikan kepada Yesus Kristus karena Dia rela berkorban, Dia setia, Dia menjadi manusiadan taatsampai mati di kayu salib. Kalau Tuhan Yesus hanya manusia,dan bukan Allah sendiri, mengapa kita harus sembah Dia? Kalau manusia, dia tidak akan lebih dari seorang nabi, seorang ahli Taurat, seorang alim ulama. Seorang yang hidup tanpa dosa. Jika hanya sebagai manusia, maka dia tidak berguna apa-apa bagi kita. Dia tidak dapat menjadi jalan bagi kita. Paling dia menjadi penunjuk jalan.

Kita menemukan jalan yang benar, karena kita telah dibersihkan dari kekotoran kita, kebutaan kita, kebodohan kita, kelemahan kita, dosa-dosa kita: kematian Yesus membuka jalan bagi kita, kebangkitan Yesus dari kematian membuka jalan bagi kita, kematian dan kebangkitan-Nya membuka jalan bagi pengampunan dosa kita, hidup damai sejahtera, dan hidup dalam kemenangan atas iblis.
Tanpa kematian Yesus Kristus di kayu salib, manusia tidak menemukan dan tidak dapat menerima pengampunan dan penyucian atas dosa-dosanya. Darah Yesus yang tercurah memberi jalan pengampunan. Dengan darah Yesus yang tercurah ada pengampunan, ada pendamaian, ada pembenaran, ada penebusan, ada pengudusan, hubungan kita dipulihkan untuk selalu dekat dengan Allah.    

Untuk sukses mewujudkan impian, seperti Allah sukses mewujudkan impian-Nya membangun hubungan dengan manusia, maka kita juga diharuskan memenuhi syarat dan ketentuan. Kita harus percaya dan menjadikan Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat pribadi, harus mati bagi dosa-dosa kita, menjalani kehidupanbaru bersama Yesus setiap saat. Jika kita melanggar ketentuan ini, melakukan dosa lagi, hidup dalam dosa lagi setelah kita ditebus, setelah kita dibebaskan dengan cara dibeli dengan pembayaran oleh Darah Yesus, maka segala jalan kita tertutup. Jangan percaya kepada ajaran yang mengatakan sekali selamat tetap selamat. Itu omong kosong. Yang benar adalah Kita selamat ketika sudah diselamatkan dan kita tetap mempertahankan keselamatan kita. Kita harus tetap mengerjakan (menjaga, merawat, memelihara) keselamatan kita. Kalau tidak, kita masuk lagi ke lembah kekelaman dan kehancuran.

Mengapa kalau sudah diselamatkan oleh Yesus Kristus, kemudian kita jatuh ke dalam dosa tertutup jalan bagi kita? Karena dosa-dosa kita membuat telinga Allah menjadi tuli. Tangan Allah dihambat oleh dosa-dosa kita sehingga tidak dapat berbuat untuk sukses kita. Dosa kita menutup jalan Allah. Kalau dosa menutup jalan Allah, itu sama saja dengan menutup jalan bagi Yesus Kristus.
Kita menjalani kehidupan yang baru artinya kehidupan kita tidak lagi dikuasai oleh kehidupan daging semata, duniawi, yang maunya senang-senag secara kedagingan. Kedagingan artinya yang dirasakan oleh daging, yang dilihat oleh mata, yang didengar oleh telinga, yang dikecap oleh lidah. Kehidupan yang dituntun oleh keinginan daging membuat manusia terjerumus dan terbenam dalam lumpur percabulan, pornograpi, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala (melupakan Alla), perseteruan/konflik/sengketa/berkelahi/berantam/perang, 

percideraan/aniaya/kasar/kekerasan/memaksakan kehendak, roh pemecah/perceraian/pemisahan, kedengkian/iri/sirik/cemburu buta, kemabukan/teller/fly/nyabu/minuman keras/narkoba, pesta pora/senang-senang/malas/ngerumpi/gossip/hoax, dan segala perbuatan kejahatan lainnya seperti: mencuri/merampok/membajak/menjiplak/menyontek/menyelundup/korupsi/garong/jambret, dll. Semua keinginan daging, duniawi,perbuatannya jelas dimurkai/dimarahi oleh Allah. Semuanya menghambat kita meraih sukses.

Kehidupan baru artiya hidup dalam roh, dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus.  Hidup Baru dituntun dan dipenuhi Roh Kudus sehingga menghasilkan Buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, lembut hati, dan penguasaan diri. Semua hukum yang berlaku bagi manusia mendukung perbuatan dan buah Roh Kudus. Berbuah Roh Kudus menandakan Allah sudah membuka jalan bagi kita untuk meraih sukses mewujudkan impian besar yang Allah taruh dalam hati kita.

Manusia baru hidup berdasarkan iman. Dengan iman kita menyenangkan Allah. Dengan iman Allah membuka jalan kita. Iman menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Iman menciptakan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Iman menciptakan mujizat dalam kehidupan orang yang berkenan kepada Allah. Iman memberikan kewenangan kepada Allah untuk bertindak. Iman menerima sepenuhnya dengan percaya apa yang dijanjikan Allah. Iman tidak mempertanyakan kebenaran Allah dan janji-Nya. Dengan iman kita mengalahkan dunia.

Musuh iman adalah keraguan, kuatir, putus asa, bimbang, meragukan Allah, bingung, dst. Iman memandang dengan hati, tidak bergantung pada pancaindra. Jika kita menjalani kehidupan dengan pancaindra, maka hidup kita penuh dengan ketakutan. Kita menerima berita-berita dari media konvensional dan elektronik semua membuat kita takut, marah, putus asa, stress. Kita nonton tv: di sana ada demo, anarkis, bom, terror, bencana alam, pejabat ditangkap kpk, koruptor, ulama yang aneh. Pancaindra kita dirusak setiap saat oleh informasi di sekitar lingkungan kehidupan kita. Roh kita disiksa bila kita mengandalkan pancaindra. Logika kita tumpul, pengetahuan kita terbatas, ilmu tidak dapat menjawab semua pertanyaan kita. Banyak hal yang tidak kita mengerti ketika mengandalkan pancaindra, termasuk tumpukan pengalaman dan pengetahuan kita. Tidak pernah cukup.

Hidup baru menawarkan jalan hidup dalam roh. Hidup dalam roh mengandalkan iman. Iman mengetahui bahwa kita membutuhkan Allah untuk menyelesaikan permasalahan kita. Iman tahu bahwa Allah sanggup menolong kita. Iman kita tahu bahwa hanya permintaan dan peristiwa yang memuliakan Allah  yang Allah wujudkan dalam hidup kita. Kita tahu, kita sangat terbatas, sehingga membutuhkan bantuan dari luar diri kita. Kita tahu, bahwa sumber bantuan yang paling berkuasa dan paling mampu menolong kita di muka bumi ini hanyalah Allah. Jadi, kita tahu, tahu, tahu …itulah iman.

Iman membantu kita memahami bahwa setiap orang percaya (artinya beriman, memiliki iman, hidup berdasarkan iman) mendapat panggilan dari Allah untuk menyelesaikan suatu misi tertentu. Hidup kita hanya akan berarti, sukacita, melebihi  bahagia, bila hidup kita untuk menunaikan misi tersebut. Hidup kita harus sesuai dengan misi panggilan kita. Kegagalan hidup seseorang terjadi karena dia hidup mengerjakan hal yang berbeda dengan misi Allah terhadap dirinya. Dia gagal karena tidak melakukan pekerjaan untuk menunaikan misinya. Melakukan sesuatu yang berbeda dengan misi hidup kita membuat kita tidak bisa fokus, tidak dapat konsentrasi. Kita tidak dapat memaksimalkan bakat (kemampuan sejak lahir), talenta (sumber daya yang tersedia sejak lahir), kompetensi (kecakapan dan kemampuan yang kita kembangkan) kita. Kita akan terobang ambing ke sana kemari, terlempar ke sana kemari, berputar-putar menghabiskan waktu, memboroskan umur kita.

Kesanggupan setiap orang berbeda. Setiap orang dipanggil Allah dengan panggilan yang berbeda. Setiap orang unik. Kita harus berjalan sesuai dengan keunikan kita masing-masing. Dalam setiap keunikan pasti ada  persamaan umum untuk mempersatukan sekelompok orang untuk kecakapan tertentu. Itulah mengapa tersedia banyak profesi, vokasi, jabatan, kegiatan, dst. Jika Allah memanggil kita untuk menunaikan suatu tugas memenuhi misi kita, otomatis Allah memberikan kemampuan dan kecakapan kepada kita untuk melaksanakan tugas menunaikan misi tersebut. Allah pasti memperlengkapi kita. Salah satu modal dasar (talenta) yang disediakan oleh Allah bagi kita adalah semangat, kehidupan itu sendiri. Semangat ditandai dengan kesukaan dan kenikmatan yang melahirkan passion (pengabdian). Bila kita bekerja tanpa passion, maka hasilnya tidak akan maksimal. Passion adalah anugerah Allah kepada seseorang untuk menunaikan melaksanakan pekerjaannya.

Untuk memampukan kita berkarya mewujudkan impian besar kita maka kita harus tertarik kepada apa yang kita kerjakan. Kita tertarik melihat hasil kerja kita. Salah satu tanda Anda tertarik dengan pekerjaan Anda adalah Anda mudah tersenyum ketika membicarakan pekerjaan Anda. Dengan senyum menandakan ketertarikan menandakan semangat menandakan panggilan Allah pada diri Anda. Panggilan Allah membuat orang mampu mengutarakan cita-cita hidupnya. Cita-cita hidup yang sepadan dengan panggilan Allah memampukan orang menjadi tokoh besar dalam bidangnya dan tokoh kemanusiaan, untuk ditiru, menginspirasi, untuk dinikmati oleh orang lain karyanya. Yesus Kristus memberikan teladan, contoh, inpirasi, semangat, kecakapan, jalan kehidupan untuk mewujudkan panggilan kita.

Setiap orang yang mengaku berada dalam Yesus Kristus wajib hidup seperti Yesus Kristus. Jika kita ingin Yesus Kristus menjadi jalan (jalur, saluran yang dilewati) dalam kehidupan kita, maka kita wajib hidup seperti Yesus. Untuk mampu hidup seperti Yesus, maka kita harus berada di dalam Dia. Artinya, memiliki persekutuan, hubungan yang akrab, yang intim dengan Dia. Kita di dalam Dia, dan Dia di dalam kita. Hidup di dalam Dia kita harus hidup di dala roh, dipimpin oleh Roh Kudus. Kita harus hidup dalam terang (kebenaran) dan keluar dari/meninggalkan gelap (dosa, kejahatan). Terang tidak mungkin bersatu dengan gelap. Dimana ada terang, disitu kegelapan menghilang. Hidup di dalam Yesus berarti hidup dalam kebenaran yang dipimpin oleh Roh Kudus. Terang hanya berbuahkan dan melaksanakan kebaikan, keadilan, kebenaran. Terang hanya dapat melakukan dan mengerjakan segala hal yang menyenangkan Allah. Hidup yang kita jalani di dalam Allah adalah kehidupan yang bertumbuh di dalam kekudusan. Kudus artinya hanya untuk Allah.  Kekudusan dimulai dan tetap dipelihara di dalam hati. (ingat: hati adalah perpaduan antara roh dan jiwa). Hidup kudus artinya hidup tidak bercela dan tidak bernoda di hadapan Allah. Yesus Kristus adalah Kudus, dalam dia kita mendapatkan diri kita ‘dikuduskan’, dikhususkan untuk menyenangkan Allah.

10. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.


Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan. 

Sabtu, 28 Januari 2017

ALLAH MEMIMPIN MELALUI ROH ALLAH

ALLAH MEMIMPIN MELALUI ROH ALLAH

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

17. Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
33. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.

14. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

10. Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

Pokok  Pemahaman:

  • 1    Roh manusia adalah bagian dari Allah yang ditempatkan dalam diri manusia sehingga manusia itu hidup. Aku adalah AKU.
  • 2.       Roh Yesus diberikan kepada manusia ( =lahir baru) yang rohnya telah rusak oleh dosa, sehingga manusia itu dapat hidup kekal bersama Allah.
  • 3.       Roh Kudus adalah Roh Allah yang diberikan kepada manusia supaya manusia itu memiliki sebagian kuasa yang berasal dari Allah.
  • 4.       Roh Kudus berkuasa melakukan hal-hal ilahi melalui manusia seperti: 1 Korintus 12  8. Sebab kepada yang      seorang  Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan  karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 11. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
  • 5.       Roh Kudus berkuasa membentuk manusia baru sehingga menghasilkan perilaku ilahi seperti: Galatia 5: 22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
  • 6.       Roh Kudus hanya dapat berkuasa di dalam diri kita bila kita memenuhi syarat dan ketentuan: kita sadari dan menghormati kehadiran-Nya, berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, menyenangkan-Nya, kita menjadi anak Allah (= menerima, percaya dalam hati mengaku dengan mulut Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, = dilahirkan kembali), ikut menderita dan dimuliakan bersama Yesus.


Dipimpin Roh Allah artinya kita melakukan apa yang seturut dengan kehendak Allah. Yang berencana, berpikir, berkata-kata, bertindak, memperbaiki diri, tetap diri kita sepenuhnya, tetapi di sana ada Roh Allah menemani kita. Kita tidak pernah menyerahkan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk dikerjakan oleh Allah, tetapi tetap kita yang kerjakan, dalam keadaan dan tempat dimana Allah selalu hadir. Banyak orang yang salah mengartikan kebaikan Allah dengan menganggap Allah yang mengerjakannya untuk kita. TIDAK. Tetapi, tetap manusia yang paling bertanggung jawab untuk mencapai tujuannya, mewujudkan impian besarnya dengan sukses. TUHAN HADIR untuk memampukan kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita. Kehadiran TUHAN membuat kita sukses mengerjakan tugas dan tanggung jawab kita. Kita sebagai manusia harus tetap aktif, bahkan proaktif, bila perlu superaktif. Ketika kita aktif, sibuk mengerjakan tugas kita dalam kesadaran Allah ada bersama kita, saat yang bersamaan Allah memberkati pekerjaan kita sehingga apapun yang kita perbuat menjadi berhasil oleh karena kasih karunia Allah. INGAT: kita bekerja, Allah membuatnya berhasil.

Bagi orang yang sudah lahir baru, yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat peribadinya, Allah mengaruniakan Roh Kudus untuk memipin hidup orang itu. Roh Kudus adalah Roh yang aktif. Dia bergerak terus seperti angina. Dari mana datangnya dan kemana perginya tidak seorangpun tahu (tapi dapat dipelajari, sehingga dapat diperkirakan asal dan arahnya, bahkan kecepatannya. Ilmunya SPIRITOLOGY. Untuk angin termasuk  Perkiraan/Prakiraan Cuaca. Fenomena meteorologi adalah aktivitas cuaca yang dapat diamati dan dijelaskan dengan ilmu meteorologi.).

Roh Kudus memimpin kita dengan memberi inspirasi sekaligus petunjuk kemana kita harus melangkah, bagaimana harus kita mengerjakan, tugas dan tanggung jawab kita dalam kehidupan. Roh Kudus hanya bersedia memimpin kita dengan ketaatan penuh, penyerahan total. Roh Kudus dalam kesediaan kita untuk dipimpin, memberi kemampuan kepada kita dalam setiap tahapan proses kehidupan. Roh Kudus memimpin artinya Dia yang memegang kendali dan kita mengikuti. Roh Kudus sebagai kuasa Allah dari sorga menguasai roh kita, sehingga kita dengan bebas berdasarkan kemauan sendiri memilih mana yang baik untuk kita kerjakan untuk menuju sukses. Roh Kudus menuntut kerelaan kita, karena hubungan kita tidak berakhir hanya ketika kita hidup di muka bumi sekarang ini, tetapi juga di bumi baru yang turun dari sorga pada kehidupan kekal yang akan dating.
Untuk memungkinkan Roh Kudus menuntun kita, kita harus menyadari Dia hadir di dalam hidup kita. Dia berjalan berdampingan dengan kita. Bagaimana? Inti manusia adalah jiwa, yang terdiri dari: kehendak [keinginan, kemauan, inspirasi, intuisi, khayalan, kreativitas, daya cipta, penerawangan, dll]; pikiran [memori, imajinasi, persepsi, pembuatan keputusan, penentuan benar salah, baik jahat, dll], perasaan [senang, susah, sukacita, dukacita, marah, emosi, gembira, takut, berani, nikmat, dongkol, kesal, dll].  Roh Kudus hadir dan ada dalam hati manusia, yang memberi ijin dan menginginkan Roh Kudus.

Merindukan Roh Kudus berarti menghendaki Roh Kudus ada di dalam hati. Hati adalah perpaduan antara roh dan jiwa. Roh Kudus hanya dapat hadir (menempel, tinggal) di dalam roh manusia yang sudah diisi oleh Roh Yesus (lahir baru). Roh manusia yang sudah digantikan oleh Roh Yesus membutuhkan Roh Kudus supaya dapat berkuasa. (Roh Yesus hanya dapat hidup dan bertumbuh dan bertambah besar bila diberi makanan FIRMAN ALLAH, membaca/mendengarkan Alkitab/Bible secara terus menerus). Roh manusia yang diisi oleh Roh Yesus kemudian dihinggapi oleh Roh Kudus, terjadi di dalam jiwa manusia. Jadi sederhanyanya: Roh Kudus mencari Roh Yesus sebagai tempat tinggalnya, Roh Yesus yang menggantikan roh manusia yang sudah mati karena dosa mencari jiwa untuk tempat tinggalnya. Jiwa mencari tubuh untuk tempat tinggalnya. Tubuh bergerak, bertindak, sesuai dengan perintah jiwa. Pertanyaan: jiwa siapa yang memimpin? Allah menghendaki supaya jiwa kita dipimpin oleh Roh Kudus. Itu hanya terjadi bila di dalam jiwa kita ada Roh Yesus.
Pemahaman seperti di atas disebut kesadaran. Kita menyadari sebagai pengikut Yesus Kristus, artinya kita dibentuk terus menerus supaya menjadi seperti Yesus Kristus. Proses itu terjadi oleh kehidupan kita yang dipimpin oleh Roh Kudus. Kita tahu Roh Kudus ada bersama kita adalah tingkat berikutnya dari kesadaran. Dengan kesadaran kita berusaha memiliki pengetahuan bagaimana caranya kita hidup supaya dapat menyenangkan Roh Kudus sehingga Dia tetap bersedia memimpin kita.  Tanpa ada kesadaran yang tinggi dan memberikan tanggapan yang posisit (menyenangkan) Roh Kudus, maka tidak mungkin Roh Kudus dapat menuntunn/memimpin kita dengan maksimal sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus janjikan.

Roh Kudus hanya efektif memimpin kita bila Dia merasa senang. Kesenangan Roh Kudus akan hilang, Dia akan berduka bila kita: hidup dalam pikiran duniawi (bodoh, egois, serakah, sombong, jahat, cabul, malas, hedonism, dll) dan hidup mengikuti keinginan daging. Keinginan daging berlawanan/bermusuhan dengan keinginan Roh. Keduanya bertentangan. Mengapa? Daging manusia berasal dari debu, keinginannya kembali ke debu. Mati dan dikuburkan, hancur menjadi debu. Roh berasal dari Allah, keinginannya kembali ke Allah. Hidup dan hidup kekal bersama Allah. Yang satu, daging ke bawah (tanah), yang lainnya roh ke atas (Allah). Karena daging ingin kembali ke tanah, maka yang dia lakukan adalah apa yang membuat manusia itu cepat mati dan kembali ke tanah. Misalnya: malas atau diam atau pasif membuat tubuh lemah dan cepat mati, hubungan seks bebaas membuat manusia kena hiv dan aids dan cepat mati, narkoba membuat system tubuh manusia lumpuh dan mati, berjudi membuat kehilangan harta dan bunuh diri, mencuri atau merampok atau korupsi atau menipu atau menyelundup atau menggelapkan akibatnya dihukum sampai dengan hukuman mati, rebutan konflik sengketa perselisihan pertengkaran perkelahian perang saling membunuh mati … semuanya masuk menjadi debu kembali ke tanah. Itulah keinginan daging, kedagingan, duniawi. Semua perbuatan daging mendukakan Roh Kudus, mendukakan Yesus Kristus, mendukakan Bapa Khalik Langit dan Bumi.

Kita juga dapat mendukaka Roh Kudus, bila kita menolak Roh Kudus menguduskan kita. Roh Kudus adalah pribadi seperti kita, bedanya, Dia tidak bertubuh, sehingga kita tidak dapat membuktikan Dia secara empiris, secara ilmiah, berdasarkan panca indra kita. Tetapi kita dapat membuktikan kehadiran-Nya dengan Roh kita, imajinasi, intuisi, persepsi … yang belum dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan sampai saat ini. Roh Kudus memiliki/dapat kehendak, maksud, perasaan, sifat menguatkan orang, mengajar, saksi, perantara, berkata-kata (dalam roh), memberi perintah, berduka, didustai, dihujat, dan membunuh.

Roh Kudus merasa duka jika kita kurang beriman, kita tidak setia melakukan perintah Tuhan. Kalau kita tidak membuka mulut dan membiarkan lidah kita bergerak mengeluarkan kata-kata kebenaran berdasarkan Firman Allah, maka Roh Kudus berduka. Ia juga berduka jika kita menajiskan tubuh kita, karena tubuh kita adalah Bait Allah, tempat Roh Kudus tinggal.

Kalau kita mau Roh Kudus berkuasa secara efektif memimpin dan menuntun hidup kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab mewujudkan impian besar kita, maka kita harus: menyadari kehadira Roh Kudus, menghormati-Nya sebagai Allah yang ada dalam hidup kita, berjalan dalam Roh, takut (hormat, kagum) atas kehadiran-Nya dalam hidup kita, mempercayakan hidup kita di dalam tuntunan-Nya, hidup bergaul bersama-Nya. Perbuatan demikian menyenangkan Roh Kudus, sehingga Dia dapat menuntun kita pada jalan sukses dan mewujudkan mimpi-mimpi besar yang Roh Kudus berikan kepada kita.

Roh Kudus menjadikan kita anak Allah. Manusia adalah makhluk khusus di hadapan Allah. Manusia memiliki kesegambaran khusus dengan Allah. Manusia memiliki kasih saying Allah, sehingga manusia dapat berseru: “Ya Abba, Bapa”. “Ini aku anak-Mu”. Layakkanlah seluruh hidupku… Untuk dapat menjadi anak Allah, maka kita harus: lahir baru, lahir dari roh (bukan secara daging, bukan di rumah sakit, tidak perlu bidan, tidak perlu doktr, tidak perlu ibu, dst… yang tidak dipahami antikristus). Proses lahir baru dimulai dari hati manusia. (ingat: hati adalah perpaduan antara roh dan jiwa). Ketika berurusan dengan hati, maka itu bukan lagi urusan manusia, tetapi urusan Roh Kudus. Ketika Roh Kudus menjamah hati manusia, dan hati itu tergerak menerima Roh Yesus Kristus, maka proses lahir baru sedang berlangsung. Mengapa perlu lahir baru? Karena manusia lama (Adam dan keturunannya sudah rusak, bahkan mati. Terputusnya hubungan manusia Adam dan keturunannya dengan Allah berarti manusia lama telah mati.) Mati artinya putus hubungan dengan sumber kehidupan. Jadi ketika proses hubungan dipulihkan kembali, disambung kembali, proses itu terjadi melalui “lahir baru”.   Kesinambungan hbungan terjadi dengan kehadiran Allah yaitu Allah sendiri tinggal di dalam pribadi manusia dalam persekutuan dengan Roh-Nya. Lahir baru adalah kelahiran kembali membuat manusia mampu menyadari Allah melalui Roh-Nya, bukan sesuatu yang abstrak, tetapi pengalaman yang hidup.

Orang yang memungkinkan manusia lahir baru adalah Yesus Kristus. Rencana kelahiran, kehidupan, pengorbanan dan seluruh sejarah Yesus Kristus dikhususkan untuk memulihkan hubungan Allah dengan manusia. Jika Tuhan Yesus Kristus tidak naik ke sorga, maka Roh Kudus tidak diturunkan kepada manusia di bumi. jika Roh Kudus tidak datang, maka tidak ada lahir baru. Karya Roh Kudus yang membuat manusia insyaf, sadar akan dosa, kebenaran dan penghakiman Allah yang akan datang, adalah tiga unsur penting yang membuat manusia bertobat. Tanpa pertobatan, tidak ada kelahiran kembali, tidak ada lahir baru. Tanpa lahir baru tidak mungkin menjadi anak Allah. Jika tidak menjadi anak Allah, kita tidak mungkin dipimpin oleh Roh Kudus. Jika tidak dipimpin oleh Roh Kudus, kita tidak akan mampu mewujudkn impian besar yang Allah tergatkan untuk diri kita masing-masing.

Iman menjadi kunci untuk menjadi Yesus Krisuts sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita masing-masing. Intisari ajaaran Alkitab menekankan pentingnya iman. Tidak akan ada apapun, tidak akan terjadi apapun, tidak akan dikerjakan oleh Allah bagi kita orang percaya oleh Roh Kudus, kalau tidak berdasaran iman kepada Yesus Kristus. Jika kita tidak menaruh iman sebesar biji sesawi kepada kemurahan dan kuasa-Nya, maka Yesus Kristus tidak berarti apa-apa bagi kita. Bahkan kita bias berubah menjadi antikristus. Tetapi, sebaliknya, iman kepada Yesus Kristus memungkinkan kita mampu melakukan perbuatan-perbuatan besar bahkan lebih besar daripada yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Tuhan Yesus sendiri mendambakan, menghendaki kita melakukan perkara-perkara besar bagi Dia sesuai dengan mimpi dan impian besar yang Ia berikan kepada kita. Kalimat terakhir ini, memberikan keberanian dan semangat baru dan kekuatan kepada kita untuk memahami dan mengambil bagian dalam melaksanakan perkara-perkara besar yang Allah inginkan terjadi di dunia ini.

Dari mana kita mulai? Apakah kita harus menunggu sesuatu terjadi dulu? Mulailah dari tempat dimana saudara berada. Jangan tunggu sampai pintu-pintu akan terbuka bagi saudara. Jika saudara menunggu, saudara akan menjadi tua dan meninggal, dan pintu-pintu itu tetap tidak akan terbuka, kecuali saudara buka sendiri. Ciptakanlah pintu di sekitar saudara. Ada banyak hal yang harus kita kerjakan. Karena itu mulailah bekerja dari sekarang …. (Kalau Anda bingung, tidak tahu mulai dari mana, silahkan hubungi kami. Ingat, email: lemsakti@gmail.com kami adakan untuk Saudara!)

Jangan tertipu. Kalau sudah mengikut Yesus berarti sudah beres. Itu salah. Menjadi anak Allah di dalam Yesus Kristus berarti ikut menderita bersama Dia. Jangan menghindar atau lari. Berkat dan sukses itu ada dalam penderitaan yang Anda jalani. Ketika menjalani penderitaan bersama Yesus Kristus dibawah pimpinan Roh Kudus, sesungguhnya kita panen dan mengumpulkan serta menabung berbagai berkat-berkat yang berlimpah ruah.  Penderitaan kita berdasarkan pencapaian tujuan … mewujudkan kehendak Bapa supaya kita melakukan perkara-perkara besar dalam hidup kita. Mewujukan impian besar Bapa di dalam hidup kita. Ingat … kita menderita bersama Dia … bukan Dia yang menderita bersama kita. Dia sudah selesai penderitaan-Nya di salib. Kita masih dan sedang memikul salib. Kematian Yesus Kristus menjadi model, teladan untuk diikuti oleh orang Kristen.  Penderitaan kita adalah penderitaan-Nya. Penderitaan-Nya adalah penderitaan kita. Satu dalam Yesus Kristus berarti satu juga di dalam penderitan-Nya, sehingga kita satu juga di dalam sukacita-Nya, kemulian-Nya. Sesuatu yang hebat untuk disadari dan dijalani, penderitaan sekarang adalah persiapan untuk kemuliaan yang akan datang. Jika kita bersedia menderita bersama Dia sekarang, maka kita juga akan dimuliakan bersama Dia, sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin

21. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.


Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan. 

Senin, 23 Januari 2017

FIRMAN ALLAH MEMIMPIN KITA MEWUJUDKAN IMPIAN

FIRMAN  ALLAH MEMIMPIN KITA MEWUJUDKAN  IMPIAN

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

Mazmur 119:105, Firman-Mu itu pelita bagi kakiku, dan terang bagi jalanku.

Pokok Pemahaman:
1.       Memimpin artinya memberikan arah sehingga terang dan jelas.
2.       Firman Tuhan memimpin kita di arah terang dengan memancarkan cahaya bagai pelita sehingga kita tahu arah mana (cara bagaimana) kita mewujudkan impian kita
3.       Jalan lebar dan cepat (melanggar aturan, menipu, korupsi, instan) menuju kepada kegagalan dan kebinasaan, tetapi jalan yang sempit (melalui proses yang benar, ikut prosedur tetap) menuju sukses dan hidup yang kekal.
4.       Jalan sempit adalah jalan hidup di dalam Yesus Kristus, berarti kita berada dalam kebenaran, jalan yang benar, dan hidup yang kekal (sukses abadi).
5.       Firman Tuhan sebagai terang dan pelita bekerja dengan cara memerintah, menegur, menyatakan kesalahan, mengajarkan, menasihati, menghibur, menguatkan, sehingga kita tetap berada dalam proses perjalanan sukses mewujudkan impian.
6.       Firman Tuhan sebagai terang dan pelita memberikan kita harapan sehingga terus bersemangat, dalam bentuk janji-janji Tuhan yang hebat (hidup kekal, hidup berkelimpahan, berkat, umur panjang, kekayaan, kehormatan, kepala, sukacita, dst).
7.       Syarat dan ketentuan agar Firman Tuhan memimpin kita dalam sukses mewujudkan impian: kita mencintainya dan memakannya (membaca, mendengarkan, renungkan, hayati, pakai, sebarkan).

Firman Tuhan adalah alat Tuhan yang ampuh untuk membantu manusia dalam menempuh perjalanan kehidupan. Kehidupan adalah suatu perjalanan. Firman Tuhan menemani kita sepanjang perjalanan.

Yang dibutuhkan dari kita adalah menyadari, mengakui, dan menerima bahwa Firman Tuhan selalu tersedia untuk kita. Pertama, Firman Tuhan menunjukkan (kalau kita peka) kepada kita, ke mana tujuan hidup kita. Untuk apa aku hidup? Jawabannya yang pasti disediakan oleh Firman Tuhan. Jika kita sudah menerima perintah, maka Firman Tuhan yang sama memberikan kekuatan kepada kita supaya mampu bekerja, supaya sehat, mendapatkan keluarga, mendapatkan rejeki. Perintah dari Allah adalah beban yang diberikan tidak melebihi kekuatan kita.

Test ketangguhan, test kesetiaan, uji kinerja, uji kapasitas selalu ada dalam perjalanan hidup. Setiap ujian ada solusinya. Setiap percobaan, ada jalan keluarnya. Tuhan selalu memberi kecakapan supaya kita mampu keluar dari semua persoalan.

Firman Tuhan memberikan dua pilihan kepada manusia dalam menjalani kehidupan. Jalan lebar dan jalan sempit.

Banyak orang yang memilih jalan lebar, disangkanya jalan lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Ujungnya adalah kehancuran, kebangkrutan, kegagalan, pengorbanan, penderitaan, kematian, dan kebinasaan. Dalam kehidupan sehari-hari, jalan lebar dipertontonkan dalam sinetron, film, berita televisi, hoax. Orang miskin dari desa pergi ke kota, bertemu orang tertentu, kemudian menjadi kaya raya dan terkenal. Politisi, yang tadinya pengusaha, membayar orang mendapatkan suara, kemudian menang, dan menduduki jabatan.  Seorang supir taksi, mendapatkan penumpang, mendengarkan pembicaraan penumpangnya, memanfaatkan kesempatan, akhirnya jadi kaya. Akademisi, yang mendapatkan temuan, bertemu politikus, kemudian ditawari jabatan publik, kemudian terkenal. Pertanyaan: berapa lama mereka bertahan yang mendapatkan berbagai kemudahan dalam waktu singkat? Jawabannya adalah singkat. Tiba-tiba mereka sudah ditangkap KPK, atau mati overdosis karena narkoba, atau mati karena dibunuh penuntut janji.  

Jalan lebar juga dialami oleh orang muda, anak sekolah atau mahasiswa, mereka yang malas belajar, hidup hura-hura, ketika mau ujian, mencari contekan, atau membayar dosen, atau jalan pintas lainnya. Hidup yang sama, kalau dia bekerja, akan diulang-ulang.

Waktu kuliah ilmunya dikit, didikte oleh dosen, dikasih lembaran diktat, ketika berkuasa jadi dictator.

Allah tidak menghendaki seorangpun celaka. Tidak seorang pun binasa, tidak seorangpun yang berujung maut.  Oleh karena itu, Firman Allah menawarkan jalan sempit. Jalan sempit adalah Yesus Kristus.  Lahir di palungan sebagai orang miskin, hidup tanpa kenikmatan, bekerja siang malam, dimusuhi, dihina, dicerca, disiksa, dicambuk, disalibkan…dan mati, dikuburkan …tetapi kemudian bangkit dari antara orang mati … hidup kembali seperti manusia biasa …melayani dan mengajarkan orang … kemudian naik ke sorga. Setelah berada di sorga, Dia akan  lagi ke dunia, ke bumi … Dia sudah ada … tapi Dia akan  lagi.  Artinya, Dia ada dimana-mana, Dia dapat berbuat apa yang Dia inginkan, DIA KEKAL, ABADI…

Yesus berkata bahwa Dia adalah JALAN, KEBENARAN, dan HIDUP. Sebagai JALAN, YESUS adalah Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi. Kita berada pada jalan sempit, karena tidak memiliki piihan lain. Yang paling sedih …  tidak semua orang berada di situ …hanya mereka yang dipanggil dan dipilih … mereka yang merespon, menerima panggilan, dan mempertahankan pilihan itu sampai selama-lamanya. Banyak orang yang sudah dipanggil, kemudian dipilih … tetapi dalam perjalanan jatuh …dia tidak sampai kepada tujuan akhir… keselamatan jiwanya … hidup kekal bersama Allah.

Hati-hati jangan disesatkan oleh ajaran yang menyatakan sekali Anda menerima Yesus maka Anda sudah pasti selamat. SALAH BESAR. Yang benar adalah: Anda menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka Anda diberikan tiket keselamatan. Tetapi ada syarat dan ketentuan yang berlaku: serahkan tiket itu kepada penjaga tiket, supaya Anda diantar ke tempat duduk Anda. Kalau Anda tidak serahkan tiketnya, Anda tidak bakalan diperbolehkan masuk. Kalaupun Anda sudah menyerahkan tiket, tetapi Anda berbalik keluar, Anda tidak akan pernah masuk. JANGAN BODOH. MENGERTILAH. Ada bagian yang Anda harus laksanakan. Alkitab menyebutnya: KERJAKANLAH KESELAMATANMU. Jangan seperti orang Israel yang sudah dipilih di Mesir, tetapi mati di padang gurun, tidak pernah sampai ke Tanah Perjanjian. CAMKANLAH itu…  

Manusia yang jatuh ke dalam dosa, hidup di dalam dosa, hidup dalam kegelapan. Seperti vampire, dia tidak mampu hidup didalam terang. Manusia berdosa tidak mampu kena cahaya matahari kemuliaan Tuhan. Dia langsung rontoh, hilang tak berbekas. Tetapi, cahaya matahari terang kemuliaan Tuhanlah yang membuat manusia berarti, menjadi manusia, jalan kelimpahan hidup, damai sejahtera, jalan hidup kekal. Mereka yang bersedia menerima dan dintuntutn oleh Firman Allah dalam menjalani kehidupan mereka.

Pelita dan terang, adalah Firman Allah, satu-satunya alat untuk menghilangkan kegelapan, menghilangkan dosa, menghilangkan akibat dosa, menghilangkan kematian, menghilangkan maut. Hanya oleh Firman Tuhan. Dimana ada terang, disitu kegelapan hilang. Dimana ada sukses, disitu gagal hilang.

Pelita memancarkan cahaya yang memberikan terang. Terang terus mendorong kita untuk berjalan. Jika kita berhenti dalam jalan kehidupan, kita kehilangan berbagai kesempatan dan berkat yang membantu kita mewujudkan impian besar kita. Kita semua diciptakan pada setiap langkah unik yang menuntun kita kepada kehidupan yang luar biasa. Jika kita berhenti di tengah jalan kehidupan (tempat dimana kita pertama sekali percaya sesuai kehendak Tuhan bagi hidup kita), maka kita kehilangan semua apa yang telah Allah rencanakan bagi kehidupan kita.  Kita jadi pecundang, orang kalah, orang gagal.

Oleh karena itu, jangan pernah berhenti, jalan terus. Jika Anda ingin mewujudkan sukses Anda, jalan terus, kerjakan terus, jangan pernah berhenti. Walau apapun yang terjadi, jangan menyerah, jalan terus, sampai Anda melihat impian besar Anda terwujud dengan sukses. Itulah jalan sempit, tahan dan tekun.

Jika kita membaca atau mendengar Firman Tuhan, kita merasa dan yakin diperintahkan oleh Firman itu, maka itu adalah terang dari cahaya pelita Tuhan. Itu berarti jalan kehidupan yang kita sedang tempuh diberi terang. Pelita sedang memancarkan cahayanya kepada kita. Jika kasih Tuhan menyertai kita, maka sukses adalah hal yang mudah. Ketaatan kepada Firman Tuhan adalah terang dan pelita bagi kita dalam menuntun kepada sukses mewujudkan impian besar menjadi kenyataan.

Sukses berarti menaati Firman Tuhan. Firman itu harus diajarkan kepada semua orang, dilakukan berulang-ulang, sejak kecil, di masa muda, dan di masa tua. Firman Tuhan  melalui pendengaran, pemahaman, mimpi, penglihatan, peristiwa. Dengan menerima ajaran Tuhan, kita makin berhikmat dan bijaksana, kita memahami setiap hal yang menuntun hidup kita sekarang dan di masa yang akan datang menuju kekekalan. Ajaran Tuhan memampukan kita menemukan jalan Tuhan dalam meraih sukses mewjudkan impian besar menjadi kenyataan.

Firman Allah berfungsi sebagai cermin untuk menunjukkan dan menyatakan kesalahan kita. Firman Tuhan  adalah ilham, inspirasi, imajinasi, pemikiran tiba-tiba, yang berguna memperbaiki perilaku kita, sehingga kita berkenan kepada Allah dan sesama manusia.

Firman Tuhan adalah janji Allah. Yaitu pernyataan rencana keselamtan dan berkat. Janji Allah adalah rencana Allah bagi seluruh manusia, dan juga bagi pribadi orang perseorangan. Janji Tuhan itu murni, tidak berisi dusta dan tipu. Murni artinya tidak bercampur dengan unsur lain, unsur duniawi, unsur kedagingan, kehendak manusia, kehendak setan, kehendak kejahatan. Firman Tuhan tulen dan teruji. Tidak tergoyahkan oleh godaan, situasi, keadaan, cuaca, waktu. Janji Tuhan disertai sumpah, keyakinan yang memastikan bahwa itu benar dan begitu adanya.

Janji Tuhan berisi wibawa Allah. Wibawa harus dilaksanakan apa yang diucapkan. Janji Allah hebat, harus dipegang dan dipercayai sebagai “jalan”menemukan solusi atas semua permasalahan dan jawaban atas semua pertanyaan dan pemenuhan atas semua kebutuhan roh, jiwa, dan tubuh manusia.

Firman Tuhan memiliki kekuatan dalam diri kita jika kita: menyukainya, merenungkannya, menghayatinya, memakainya, dan menyebarluaskannya. Membagi kepada orang lain adalah sumber aktivasi kekuatan Firman Tuhan. Seperti nomor dan pulsa handpone yang harus diaktivasi supaya dapat dipergunakan, demikian juga Firman Tuhan harus diaktivasi dalam hidup kita supaya berfungsi. Caranya dengan membaginya kepada orang lain dengan penuh semangat dan keyakinan.

Firman Tuhan akan lebih berkuasa bila kita taati, turuti, laksanakan dalam kehidupan kita. Ketika kita melaksanakan Firman, semua tumpukan persoalan yang telah menggunung, gunung dalam perjalanan hidup kita, gunung persoalan rumah tangga, gunung perjodohan, gunung pekerjaan, gunung keuangan, gunung kesehatan … dan semua gunung yang menjulang tinggi yang menghalangi kita …dapat kita singkirkan, dapat kita daki, dapat kita lalui untuk mewujudkan impian besar kita menjadi kenyataan.

Gunakan metode ini untuk mencapai sukses mewujudkan impian besar Anda, metode yang sudah terbukti: DEKLARASIKAN FIRMAN TUHAN ATAS APA YANG ANDA RINDUKAN, TERJADI SEPERTI APA YANG ANDA KATAKAN. Jika Firman Tuhan, Anda proklamirkan dengan hati yang keluar dari mulut Anda, maka Firman itu akan berubah menjadi pelita dan terang dalam memimpin Anda mewujudkan mimpi besar Anda menjadi kenyataan. Puji Tuhan. Haleluya!!!!!
  
… bukan kuat … bukan gagah … tapi Roh-Ku…kata Tuhan…


Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah / sekolah / berbisnis / membeli silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com  atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan atau klik dan isi contact us di  http://www.lemsakti.com/contact-us.php .  Pelayanan online kami silahkan kunjungi: http://www.lemsakti.com   http://www.pembangunan.net/  http://www.konstruksimart.com  http://www.herbalmami.com/  https://www.muki-online.com